TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 34



Kania sedang berkutat di dapur membuat makanan kesukaan sang kekasih, masakannya kini sudah setengah jadi hanya menunggu beberapa menit saja sudah siap di hidangkan.


Kania tersentak saat merasakan sebuah tangan memeluk perutnya, kepalanya menoleh sekilas ke samping melihat wajah Kenan yang menyimpan dagunya di pundaknya dengan keadaan rambut yang masih basah habis mandi.


"Lepasin yang, sana keringkan rambutnya dulu basah ke baju aku"Kata Kania merasakan bajunya basah.


Kenan menggeleng semakin menelusup wajahnya ke rambut harum yang memabukkan. "Enggak mau, mau kayak gini aja. nyaman banget sayang"


"Iya nanti, aku lagi masak dulu ini kamu jangan ganggu dulu, gih keringkan dulu rambutnya kan nanti bisa peluk aku sepuasnya"Kata Kania berusaha melepaskan lilitan tangan tersebut.


Kenan tidak bergeming malah mengeratkan pelukannya, kini tubuhnya merasa lelah seharian bekerja menyelesaikan masalah akibat kesalahan soal pembangunan sebuah hotel.


Pelukan Kania lah yang Kenan butuhkan sekarang, pelukan yang sangat nyaman menangkan pikirannya sejenak setelah lelah bekerja.


Kania mengambil piring dengan tubuh Kenan yang masih mengikuti kemanapun pergerakannya. Kania berdecak kesal karena pergerakannya sedikit susah dengan Kenan yang memeluknya.


"Lepasin dulu ya? susah ini takut jatuh piringnya"Kata Kania lembut mengusap rahang tegas Kenan.


Kenan mengangguk lesu untuk duduk di meja makan sambil menopang dagu dengan mata tak lepas menatap pergerakan Kania yang menyajikan masakan di piring.


"Nah udah jadi deh!"Pekik Kania menyimpannya di meja makan.


Kania duduk di sebelah kursi yang Kenan duduki, matanya menatap lekat wajah Kenan yang terlihat sangat lesu. tangannya mengambil handuk kecil yang di sampaikan di sandaran kursi.


Tangannya dengan telaten mengeringkan rambut Kenan, Kenan menarik kursi Kania agar mempermudah untuk mengeringkan rambutnya.


"Nah udah selesai"


Kenan tersenyum manis menatap wajah Kania yang jaraknya sangat dekat, dengan gemas Kenan menggesek hidungnya. Kenan merengkuh tubuh Kania sambil memejamkan matanya, dia masih tidak menyangka mencintai wanita yang dulunya dia sangat hindari, wanita yang dulu selalu membuat nya kesal.


"Kenapa lagi ada masalah? mau cerita?"Tanya Kania.


Kenan tidak menjawab malah semakin menelusup wajahnya di cengkuk leher Kania menghirup rakus wangi khas tubuh yang memabukkan.


Kania mengurai pelukannya, tangannya terangkat merapikan rambut berantakan Kenan. "Udah ya makan dulu, nanti lanjutin lagi"


Kenan mengangguk menatap lekat wajah cantik Kania. "Kamu suapi aku yakin"


Akhirnya keduanya makan sepiring berdua, Kania menyuapi Kenan telaten dengan sekali kali memasukannya makanan ke mulutnya.


"Yang kita nginep saja di sini aku gak mau pulang, pasti si bocah tengik itu akan menanggung kita"


Kania yang tadinya sedang fokus mencuci piring bekas menoleh kebelakang mengangguk mengiyakan. "Serah kamu aja udah malem juga"


"Aku deluan ke kamar ya sayang, Inget kamu gak boleh tidur di kamar sebelah. kamu tidak bareng aku malam ini titik"Kata Kenan mengecup sekilas pipi Kania sebelum berlalu menuju kamar miliknya.


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...


Kirana merenggangkan ototnya merasakan tubuhnya yang terasa pegal setelah mencuci pakaian kotornya, walaupun ada asisten rumah tangga di sana Kirana tidak mau merepotkan nya dia di sana hanya tamu yang menumpang tempat tinggal.


"Sayang! kamu dimana?"Teriak Migo mencari keberadaan Kirana.


"Aku di belakang! lagi jemur pakaian!"


Tak lama Migo datang dengan handuk kecil di lehernya, tubuh yang berkeringat sedikit memperlihatkan tubuh atletisnya membuat Kirana menatapnya kagum tak berkedip.


Woahh apa itu yang di namakan roti sobek? huaa gue gak mimpi kan bisa liat aslinya gak liat di drama doang!


"Hey? ayang"Kata Migo melambaikan tangannya di wajah Kirana.


Kirana kikuk sendiri dengan kelakuan nya, Migo menatap jahil Kirana sambil menik turunkan alisnya. "Terpesona ya liat tubuh aku?"


Kirana menatap datar menetralkan detak jantungnya yang berdegup cepat. "Enggak tuh biasa aja kali, aku sering liat roti sobek kayak gitu udah biasa kali"


Migo berjalan cepat masuk ke dalam menyusul Kirana untuk menuntut jawaban, tangannya terkepal kesal dia tak mau wanitanya melirik pria lain selain dirinya. Kirana hanya miliknya.


Kirana mengatur nafasnya yang naik turun, baru saja dia berlari hanya beberapa langkah saja dari halaman belakang kenapa Kirana merasa habis keliling lapangan 10 kali.


"Makanya kalo aku ajak olahraga itu ikut! bukannya tidur terus kayak kebo!"Kata Migo menjitak kepala Kirana gemas.


"Hehe kan ngantuk tadi, kamu sih ngajakin nya kepagian"


Migo mengacak rambut Kirana gemas. "Ya iya lah pagi pagi kalau siang keburu panas sayang ku!"


"Sini wajahnya deketin, aku belum kasih kamu morning kiss"Kata Migo memajukan bibirnya mendekati wajah Kirana.


Kirana menutup mulutnya rapat, tangan yang satunya lagi mendorong kasar wajah Migo untuk menjauhinya. wajahnya sudah memerah sekarang melihat para asisten rumah tangga di sana menatapnya menggoda.


"Kok kamu tabok sih muka aku yang kan sakit"Kata Migo kesal mengusap wajahnya yang terasa panas dengan tabokan tersebut.


Kirana melotot garang melihat Migo yang kembali akan memeluk tubuhnya, Migo mendengus kesal mendapatkan tolakan dari Kirana.


Namun saat akan mengeluarkan suaranya protes ponsel miliknya yang berada saku celananya bergetar, alisnya mengernyit melihat siapa yang menelponnya.


"Iya mom ada apa mengubungi ku tidak biasanya?"Tanya Migo kepada mommy nya.


"Mommy memang ada perlu sama kamu, kamu nanti sore pulang ya sayang mommy sangat merindukanmu"Kata Friska di seberang sana


"Lah kan bisa video call sekarang? aku curiga mommy menyuruhku pulang pasti ada sesuatu kan?"Tanya Migo


"Hey kenapa sekarang kamu curigaan sama mommy hah? pokoknya mommy tunggu kamu buat hendel perusahaan di sini Daddy mu lagi sakit!"Kaya Friska


"Aku gak mau! mom tau kan aku tidak tertarik ke dunia bisnis, lagi pula aku lagi kuliah di sini"Kata Migo menentang keras.


"Kamu mulai berani ya sekarang membantah mommy! mom tidak mau tahu kamu harus pulang atau fasilitas kamu akan mom cabut dan menyuruh Kenan buat mengusir mu dari sana!"


Migo mengacak rambutnya frustasi, kenapa mommy secara tiba tiba menyuruhnya pulang dia tidak percaya dengan Daddy nya yang sedang sakit, dia tahu bagaimana gila kerjanya sang Dady walaupun sakit pun pasti akan menghendel perkejaan nya kepada sekertaris dia akan memantau nya di rumah.


Migo meninggalkan Kirana yang masih diam di tempat menatapnya bingung. Lah gue di tinggal, kenapa ya sama Migo setelah memutuskan sambungan telponnya kenapa wajahnya jadi datar?


Sementara seseorang yang berada di lantai atas menyeringai licik. "Untungnya gue cepet hubungin mommy, pokoknya gue gak akan biarin lo bahagian sama abang gue! gue gak akan sudi punya kakak ipar miskin"


Bersambung


Mampir juga yuk ke novel nya kak Liana kezia yang tak kalah serunya๐Ÿคญ


๐Ÿšจ Area dewasa, bocil jangan coba-coba ngintip bahaya ๐Ÿคฃ. Yang suka romantis, baper, komedi yuk mampir di anak ke 3 emak online ini.


๐ŸšฆMafia story, (Karya ini sesoan 2 Kehidupan kedua sang putri)


"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.


"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"


Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol ketika ia masih mengalami cacat penglihatan yaitu mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon suaminya yang berselingkuh.


siap sangka mencari suami pengganti membawanya dalam jeratan seorang pria muda yang tajir melintir yang begitu mencintai nya hingga tahap obsesi.


Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?


Atau mereka akan berpisah sesuai dengan kesepakatan kertas di atas putih sebelum pernikahan mereka di langsungkan?