TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 25



Manik mata Kenan terus melirik arloji di tangganya, kini Kania sudah set jam lamanya keluar belum kembali lagi.


Sial! kenapa di chat juga Kania tidak menjawab, Kenan sudah kesal menunggu Kania yang tidak kembali. perutnya sekarang sudah berbunyi ingin di isi makanan.


"Arghh! Kania kau dimana"Geram Kenan mengacak rambutnya frustasi.


Kenan tidak bisa diam, dirinya harus cari keberadaan Kania sekarang. baru saja Kenan meraih kunci mobil, suara decitan pintu di buka mengalihkan atensi Kenan, terlihat Kania masuk sambil menentang kantung kresek di tangannya.


"Kau dari mana saja Kania! sudah lupa dengan tugasmu?"Sinis Kenan menatap tajam Kania.


Kania menyimpan kantung kresek tersebut dimeja. "Nggak lah. nih gue masih Inget sama Lo, itu gue bawa makan siang buat Lo silakan dinikmati tuan Kenan yang terhormat, kalau gak suka buang aja"


Kenan menghela nafasnya pelan, Kenan duduk di sofa ruangan membuka kantung kresek yang di bawakan Kania.


"Kau kesini, temani saya makan"Kata Kenan melembutkan ucapannya.


Kania menatap malas Kenan, namun tak urung Kania menurut duduk di sebelah ruang sofa kosong di sebelah Kenan.


"Kau suapi saya makan!"


"Heh Lo masih punya tangan ya, tuhan memberi tangan tuh gunain biar tuhan gak nyesel ngasi sama lo!"Ketus Kania.


Raut wajah Kenan sudah kembali menjadi datar menatap Kania. "Kania jangan keterlaluan! kau semakin berani saja membangkang ucapan saya sekarang!"


Kania mengumpat dalam hati, tangganya menarik kasar sendok yang digenggam Kenan. Walaupun malas Kania menyuapi Kenan, namun kini nasi goreng tersebut sudah setengah.


Lagi marah saja kau masih sangat cantik Kania


"Kau sudah makan?"Tanya Kenan menatap wajah Kania yang menahan kekesalan.


"Udah"


"Kau sangat pandai mencari restoran yang masakannya enak ya"Kata Kenan di sela kunyahan nya.


"Itu bang Brian yang merekomendasikan restoran nya"Jawab Kenan sambil kembali menyuapi Kenan.


"Oh, kau tadi makan bersama siapa?"Tanya Kenan.


"Bang Brian"


Uhuk uhukk uhukk


Kania menyodorkan air putih yang tak jauh dari tempatnya, Kenan meneguk air tersebut sekali tegukan.


"Kania saya tidak suka kau berdekatan dengan bocah tengik itu lagi, kau berani beraninya makan bersama nya"Tekan Kenan menatap tajam Kania.


"Lah serah gue lah, Lo siapa? ngatur ngatur hidup gue! inget Lo itu cuman atasan gue. gue sama ko cuman sebatas atasan dan bawahan kalo Lo lupa"Sinis Kania tidak suka mendengar ucapan Kenan barusan.


"Emang iya saya atasan mu. tapi Inget kau itu asisten pribadi saya, semua yang menyangkut kau itu ada urusan nya dengan saya. jangan terlalu belagu Kania, dalam surat perjanjian kita dulu tercantum kalau saya berhak terhadap kau. ucapan ku harus wajib kau penuhi tidak boleh ada bantahan!"


Kania bangkit dari duduknya ingin keluar dari ruangan itu tetapi tangan Kenan dengan cepat menarik Kania, membuat Kania terduduk di atas pangkuannya dengan jarak wajah hanya beberapa senti saja.


Jantung edan!, kenapa Lo ngedugem di waktu yang tak tepat sih, kan gue tadinya lagi marah sama ni orang. gimana kalo dia denger jantung gue yang ngedugem


Kenan menatap manik mata Kania tanpa berkedip, wajah Kania yang hanya di polesi make-up seadanya namun Kania sangat lah cantik.


Kenapa kau selalu cantik Kania? aku ingin sekali mengungkapkan perasaan ku Kania. aku tak mau kau bersama pria lain selain aku, aku tak rela.


Kania tersadar dari lamunannya, tubuhnya memberontak berusaha melepaskan pelukan tersebut, namun bukannya terlepas Kenan malah mempererat pelukan sambil menelusup kan wajahnya di leher Kania yang membelakangi nya.


"Tu..tuan tolong lepasin saya"Gugup Kania, keberanian yang tadi dia keluarkan sekarang dirinya menciut tubuhnya mematung seakan akan sendi tulang nya lemas.


Kenan diam semakin mempererat pelukannya, matanya terpejam menikmati aroma rambut Kania yang memabukkan itu


Kania bergerak gelisah, dirinya harus gimana sekarang tubuhnya berasa merinding saat Kenan terus menelusup kan wajahnya di pundaknya.


"Diam lah Kania jangan banyak bergerak kau membangunkan dia yang sedang tertidur"


Kania mengernyit bingung, dia yang sedang tidur? siapa?. matanya melotot sempurna saat mengerti arah pembicaraan Kenan.


"Dasar mesum"Ketus Kania mencubit pinggang Kenan, kedua pipinya sudah memerah sekarang Kania tidak habis pikir kenapa Kenan berbicara sprontal itu dengan santainya?


Kini posisi Kenan sudah berada di atas tubuh Kania sambil terus menggelitik Kania sampai tertawa mengeluarkan air mata.


"Ahaha... Kenan sudah aku menyerah"


"Kenan sudahh ahaha aku menyerahh ini geli sekali"


Kenan tertawa lebar. "Tidak bisa kau harus di hukum Kania, rasakan ini hem.."


"Ahaha baiklah aku menyerah Ken, sudah ini menggelikan sekali"Kata Kania berusaha menarik tangan Kenan yang terus menggelitik nya.


Kenan menghentikan tangannya, melihat wajah Kania yang memerah membuatnya kasihan, tangannya mengusap sisa air mata Kania di pinggir matanya.


Kania diam memandang wajah tampan Kenan yang sangat dekat.


Cup


Enatah keberanian dari mana Kania dengan usil mengecup sekilas pipi kanan membuat si empunya diam mematung.


Kania dengan cepat turun dari sofa segera berlari keluar pintu, Kenan menyeringai memegangi pipinya yang merasakan benda kenyal dan hangat baru saja menempel di pipinya.


Tangannya dengan gesit memencet tombol remot yang tak jauh dari jangkauan nya, Kania yang akan membuka pintu terkejut menyadari pintunya terkunci.


Wajahnya sekarang sudah pucat pasi. Mati gue sekarang


"Ekhem"


Kania perlahan membalikan tubuhnya takut takut, terlihat Kenan berdiri di depannya menatapnya sambil menyeringai misterius membuat Kania ketar ketir.


"Ahaha.. haii, i..itu"Kata Kania gagap.


"Kau ingin bermain main dengan ku ya rupanya"Seringai Kenan.


Kania mengerjapkan matanya was-was, kepalnya menggeleng cepat. "Enggak itu..."


"Itu apa hem"Kata Kenan sambil terus mendekatkan wajahnya.


Kania yang sudah panik berlari tak tahu arah, pikirannya sekarang dirinya harus berlari agar Kenan tidak bisa menangkapnya.


Kania melirik ke belakang, dugaannya benar kalau Kenan mengejarnya.!


"Kania! kau berhenti mau kemana? kau harus mendapatkan hukuman dari ku!"Teriak Kenan mengejar Kania yang mengelilingi ruangannya.


"Huaa!!! ampun gue tadi cuma bercanda Ken, sumpah!"Teriak Kania histeris terus berlari secepat mungkin agar Kenan tidak bisa menangkapnya.


Hap


Kenan berhasil mendekap tubuh Kania dari belakang. "Kau tidak bisa lari lagi dari ku gadis nakal!"


Bersambung


..


Cuss mampir lagi ke cerita temannya author


Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia


Napen : Sutihat Basti Wibowo


Blurb :


Ditinggalkan oleh sang ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka, yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang ayah menorehkan pilu dalam dada sang ibu.


Di tengah deruan rasa rindunya pada sang ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang ayah telah menceraikan ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang ibu tak berdaya. Di sisi lain, sang ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.


Akankah kerinduan Shaka pada sang ayah berakhir dengan sebuah pertemuan?