
Kirana membawa piring yang berisi bakwan buatannya sambil menemani acara menonton film kesukaan nya yaitu Upin & Ipin.
Kirana duduk dengan anteng di bawah lantai di depan layar televisi sambil matanya terus pokus menonton kepala botak. tangganya pun terus mengambil bakwan dan memasukkan nya ke dalam mulutnya.
Tiba tiba saja ponsel miliknya berbunyi. dengan matanya yang masih pokus ke televisi, tangan kirinya mengambil ponsel miliknya yang tadi berbunyi ada pesan masuk.
Mie goreng seleraku (Migo)
'Sekarang gue otw ke rumah Lo. Lo cepetan siap siap Gak pake lama awas aja kalo Lo lama' Isi pesan dari Migo
'Ish... ganggu aja lo, emangnya mau kemana sih' Balas Kirana
Beberapa detik kemudian. 'Ga usah banyak tanya nanti juga Lo tau. Inget ga pake lama'
Kirana dengan berat mematikan televisi padahal film Upin & Ipin belum beres. Kirana menghentak hentakkan kakinya masuk kedalam kamar dengan wajah cemberutnya.
Tidak menunggu lama Kirana sudah rapi. dengan berlari kecil Kirana keluar rumah menuju mobil Mugi yang sudah ada di pinggir jalan.
"Cepet masuk"Kata Migo membuka kaca mobil.
Tanpa menjawab ucapan Migo Kirana masuk ke jok belakang penumpang.
"Heh Lo duduk di depan. Lo kira gue supir lo"Sinis Migo melirik ke belakang.
"Ish iya iya, nyusahin orang aja"Ketus Kirana sambil berpindah ke depan.
Di sepanjang perjalan keduanya tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Kirana pokus menatap keluar jendela sementara Migo pokus ke depan.
Migo melirik sekilas ke arah Kirana. "Ck. Lo kenapa pake baju kaya mau ke pantai sih. apa baju Lo ga ada yang lebih bagus lagi? kita kan mau ke acara tunangan"
"Hehh biji salak. udah Lo ganggu hari santai gue, maen hujat seenaknya lagi. kan tadi udah gue tanya dodol mau kemana. Lo jawab gini 'Udah ga usah banyak tanya nanti juga Lo tau' " Cerocos Kirana kesal sambil menirukan ucapan Migo
"Hah Lo nyalahin gue? itu mah salah Lo sendiri. Inget ya. di kamus Migo, Migo tidak pernah salah. selalu benar"Kata Migo sambil menekankan kata terakhir.
'Aggh.... ni anak lama lama ngeselin banget sihh. sebel... sebelllll deh gue. bata mana bata kalo ada udah gue telen geluntungan' Kania
"Ga usah ngumpattin gue dalem hati. gue tau gue emang ganteng tiada tara dan tiada bandingnya"Jawab Migo dengan membusungkan dadanya.
"Cih muka kaya mie goreng aja bangga"Ketus Kirana.
Migo memberhentikan mobilnya di depan sebuah butik yang terkenal di kota itu.
"Cepet Lo turun kita udah sampe di butik. Lo itu harus ganti dulu baju lusuh Lo itu. yang ada nanti Lo malu maluin gue"Ketus Migo sambi keluar membanting pintu mobil.
Bukannya sakit hati oleh ucapan omes Migo, Kirana malahan memasang wajah cemberutnya karena di tinggal masuk duluan oleh Migo ke butik.
Kirana berlari kecil untuk mengimbangi langkah Migo, sampai dirinya tidak menyadari kalo Migo berhenti membuat tubuh Kirana menubruk punggung lebar Migo.
"Mba tolong permak wanita di sebelah ku ini, mataku sakit melihat dia berpakaian lusuh kayak gitu"Kata Migo dengan entengnya.
"Hey Lo ngehina gue atau mencibir gue"Seru Kirana sambil terus mengusap keningnya yang masih terasa sakit.
Sementara pegawai butik yang di depan mereka hanya tersenyum menyaksikan debatan keduanya.
"Dua duanya udah cepet Lo ikut mba itu, buang buang waktu gue aja"Kata Migo sambil mendorong tubuh Kirana.
"Heh Lo ap..."Kata Kirana harus terpotong saat medapat pelototan mematikan dari Migo.
Migo terduduk di sebuah kursi tunggu sambil memainkan ponselnya, namun perhatian nya seketika teralihkan ke arah pintu ruangan ganti.
Matanya sampai tak berkedip saat melihat penampilan Kirana yang sangat cantik dengan memakai dress selutut dengan polesan make up tipis membuat kecantikannya sangat sempurna.
'Cantik' Satu kata dari hati Migo
"Iya tau gue emang cantik dan cetar membahana"Kata Kirana membuat lamun Migo buyar.
"Pede banget lo, tetep aja Lo jelek emang dasarnya juga jelek"Kata Migo lain di mulut lain di hati.
"Gue lagi. gue lagi yang salah dahh. hanya tuan Migo yang terhormat yang maha benar"Sindir Kirana.
***
Tidak membutuhkan waktu lama kini mobil Migo sudah masuk ke kawasan parkiran sebuah gedung yang sangat besar dengan banyaknya mobil mewah berjejer di parkiran tersebut tak kalah dari mobil punya Migo.
"Inget Lo sekarang jadi pacar pura pura gue. Lo harus acting dengan sempurna agar semua orang percaya kita sepasang kekasih"Kata Migo menatap manik Kirana.
"Heuh males gue ga mau"Jawab Kirana malas.
"Yaudah gampang duit 20 JT plus plus hilang dehh. bye"Kata Migo sambil keluar dari mobil.
Kirana seketika teringat dengan perjanjian tempo lalu, dengan cepat dirinya keluar dari mobil mengejar langkah Migo.
"Ishh... iya iya gue akan acting yang kanjeng raja perintah kan"Kata Kirana dengan senyum terpaksa nya.
"Nah ini baru mantep, ayok kita mulai sandiwaranya baby"Kata Migo sambil menggandeng tangan Kirana masuk ke dalam gedung.
Kirana tersenyum terpaksa sambil terus bergelayut manja di tangan Migo. kini perhatian semua orang langsung tertuju ke arah Migo dan juga Kirana menatap kagum kedunya.
"Inget Lo harus acting sebagus mungkin di depan Nayla"Bisik Migo saat sudah melihat Nayla sedang bercengkrama dengan beberapa temannya bersama Rico calon suaminya.
'Huh... andai saja gue ngungkapin perasaan gue dulu Nay, mungkin sekarang gue yang berada di sana bukan Rico. dan gue mau buktiin ke Lo kalo gue juga udah punya gandengan' Guman Migo
"Hay bro maaf gue telat, biasa macet. eh iya selamat ya buat kalian. gue tunggu undangan nya"Kata Migo menepuk bahu Rico.
"Santai aja kali bro. iya semoga Lo juga nyusul iya ga sayang"Kata Rico langsung menggenggam tangan Nayla yang sedari tadi nunduk.
Nayla tidak berani menatap wajah pria yang sedari kecil dirinya cintai, bahkan sekarang hatinya sangat perih melihat pria yang dia cinta menggandeng tangan seorang wanita.
Nayla, Rico dan Migo adalah sahabat dari kecil, namun tidak di pungkiri Nayla menaruh hati ke Migo. dirinya hanya bisa mengagumi Migo dalam diam. Migo pun sama dirinya menyukai Nayla, saat melihat senyum manis Nayla hati Migo bergetar.
Dulu Migo pernah akan mengungkapkan perasaannya saat pulang sekolah, tetapi dirinya melihat Rico sedang memberi Bunga sambil mengungkapkan perasaannya.
Migo berusaha mengubur perasaannya, bagai mana pun juga dirinya tidak ingin persahabatannya hancur gara gara soal cinta, dan dari kejadian itu Migo pindah ke kota C untuk melanjutkan sekolahnya di kota kelahiran Dady nya.
"Ah iya makasih ya mig, udah sempetin datang kesini"Kata Natasya sambil tersenyum perih.
"Santai aja kali. eh iya kenalin ini pacar gue plus calon istri gue"Kata Migo mengusap tangan Kirana yang sedari tadi di genggam Migo.
"Halo kenalin gue Rico teman kecilnya Migo"Kata Rico menyodorkan tangganya.
"Aku Kirana calon istrinya Migo"Kata Kirana menerima uluran tangannya samb tersenyum manis.
"Aku Nayla, salam kenal"Kata Nayla tersenyum perih.
"Ah iya, aku Kirana"Kata Kirana tersenyum terpaksa saat Migo menyikut pelan tangan kiri Kirana.
Migo mengambil ponselnya dari saku celananya saat mendengar ada notif masuk, setelah menerima pesan tersebut Migo memasukan kembali ponselnya.
"Sekali lagi selamat ya buat kalian, maaf ga bisa lama kita harus cabut"Kata Migo pamit.
Setelah keluar dari gedung Kirana langsung melepaskan tangannya yang sedari tadi di genggam Migo.
"Cepetan masuk. gue dapet pesan dari Leo kalo Kania kecelakaan"Kata Migo.
"Apa!!! Kania kecelakaan! mimi ayo cepetan kita samperin Kania"Kata Kirana panik sambil masuk kedalam mobil.
"Nama gue Migo bukan mimi Kirana"Sentak Migo tidak terima sambil melotot.
"Iya Migo buruan Kania kecelakaan!"Teriak Kirana panik.
Migo menutup kupingnya dengan sebelah tangganya sambil menyetir. lama lama telinga Migo terasa sakit mendengar cerocosan Kirana yang tidak bisa diam di sepanjang perjalanan.
Bersambung