TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 83



4 bulan kemudian...


Di sebuah ruangan, seorang wanita sudah sangat cantik dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya dengan indah, make up di wajahnya pun menjadi kesan pelangkap wanita yang sedang duduk di meja rias ditemani kedua sahabatnya di sana.


Salah satu dari mereka menyadari kegelisahan temannya menggenggam hangat tangan wanita yang dibaluti gaun pengantin. "Key, ambil nafas coba biar gak gugup banget."


Dia Keysa, hari ini dirinya akan menjadi istri sah seorang Leo aji Bagaskara. Keysa di buat panas dingin menunggu suara Leo yang akan mengucapkan suara ijab kabul.


"Iya lo, lebay banget jadi orang."


Kirana mencibir Keysa, menurutnya itu terlalu berlebihan kan cuman nikah aja belum ke malem pertama nanti.


Keysa mencubit kesal tangan Kirana yang bicara seenak jidat, tanpa tau rasanya panas dingin akan di halalkan doi. "Diem deh, Lo. Awas aja kalo Lo nikah nanti dan lebih parah dari gue. Gue bakal ketawa paling kenceng, huh!"


Kania yang melihat perdebatan keduanya menggeleng pelan dengan senyum yang tersumpal di bibirnya. Mengingat pernikahannya dulu, kini kewajibannya sudah menjadi istri dan seorang ibu, Kania merasakan kegugupan sahabat sahabatnya yang akan menikah, pasti Kania akan merindukan kedua sahabat yang selalu rusuh.


Entah itu candaan nya, atau perdebatan apapun yang selalu mereka ributkan dan adu cek-cok. Kania pasti akan rindu suasana itu.


Omong-omong Kania sudah menjadi istri sekaligus ibu, tepat selang setelah satu Minggu dari kejadian ulang tahun Tante Friska, Kenan melangsungkan pernikahan secara besar-besaran, bahkan kabar pernikahan mereka yang sebelumnya tidak mereka public, membuat geger semua orang yang mengetahuinya.


Kania sangat bersyukur masuk ke keluarga Bagaskara, ternyata perkiraan negatifnya tentang takut di kecilkan karena ketidak setaraan oleh kedudukan, ternyata tidak. Keluarga besar Bagaskara tidak membeda-bedakan kasta, malah Kania bahagia semuanya memperlakukannya dengan baik.


Kembali ke keadaan di kamar, kini suara Leo yang akan mengucapkan ijab kabul membuat Keysa tahan nafas dengan degup jantung yang kian cepat. Kedua tangannya di genggam oleh kedua sahabatnya menyalurkan rasa tenang.


Suara teriakan orang-orang yang menyerukan kata 'Sah' membuat air mata Keysa meluncur begitu saja dari kedua kelopak matanya tanpa aba-aba.


Namun suara MC yang mengintruksikan mempelai wanita segera turun menyadarkan Keysa dari keharuannya.


"Yuk turun bestod!!" seru Kirana


Kania sempat menurunkan Kei yang dari tadi anteng dengan mainannya di sofa, Kania merapikan sebentar penampilan Kei setelah itu menyerahkan serangkaian bunga.


Dengan di aping oleh Kania dan Kirana di dua belah sisi, tak lupa juga si kecil Keinara yang terlihat sangat imut dengan balutan gaun cantik jalan di depan dengan sebuah bunga di tangan kecilnya.


Suara ketukan heels mengalihkan semua atensi para tamu, tatapan kagum para tamu melihat tiga orang gadis yang terlihat sangat cantik dengan satu gadis mempelai wanita di tengah yang terlihat mencolok.


Keberadaan Keinara yang jalan tertatih menuruni tangga dengan pelan membuat para tamu menggigit pipi bagian dalamnya menahan gemas dengan anak bibit unggul CEO muda.


Leo tak melepaskan tatapan memujanya ke arah Keysa yang sangatlah cantik dan menawan di matanya, bahkan ingin sekali ia mencolek mata para jantan yang menatap penuh kagum kepada gadisnya. Dia tak rela jika gadisnya di ratap penuh kagum oleh lawan jenis.


"Kiw, malam pertama jangan lupa live ya bro!"


Suara bisikan jahil dari Migo menyadarkan Leo dari pikirannya sendiri. Matanya mendelik malas mendengar ucapan menggoda yang keluar dari mulut saudara biadabnya dari tadi.


Leo tak memperdulikan ucapan tengil Migo, mata elangnya terus memperhatikan langkah Keysa yang berjalan mendekatinya.


Keysa menunduk gugup, kini ia sudah berada di hadapan Leo yang tengah menatapnya lekat.


Aaa! Kania, Kirana bantu gue nenangin ni jantung dong, gak kau berhenti detak dengan normall!


Suara lembut Leo membuat kedua pipinya merona malu, namun tak urang Keysa menegakkan kepalanya.


Acara demi acara telah berjalan dengan baik,. dari pemasangan cincin yang membuat semua para wanita baper, kini kedua mempelai sudah berdiri di pelaminan menyalimi para tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada keduanya.


Kenan naik ke pelaminan dengan tangan melilit pinggang sang istri mesra, si imut Keinara yang berjalan di depan menambah pelengkap keduanya.


"Selamat untuk pelnikahanya Tante kembalan dan om tembok."


Wajah imut Keinara mendongak ke atas tangannya yang di atupkan dia acungkan ke atas ingin Salim, Keysa yang mengetahui keinginan ponakannya merendahkan tubuhnya menyalimi tangan mungil itu.


"Siap kembaran cantik, Kei mau dede bayi gak dari Tante?"


Pertanyaan Keysa mendapat anggukan semangat dari Kei. "Mau, mauu! Kei mau lima ya tante!"


Keysa meringis pelan mendengar request san sang ponakan, gak sekalian selosin apa?


Kania yang dari tadi menyimak menggeleng pelan melihat kelakuan sang sahabat, Kania menyuruh Kei untuk turun menghampiri Oma Kayla duluan agar anaknya tidak semakin berulah, dia tahu juga anak nya sudah menyatu dengan Keysa akan klop tidak akan beres.


"Kyakk! Bestii. Lo dah kawin sekarang, gak nyangka gue!" pekik Kania memeluk erat tubuh Keysa.


Dengusan kesal keluar dari mulut Keysa, namun tak urang ia membalas dekapan Kania. "Bukan kawin bangsul, nikahh bestii nikahh!"


Kania melepaskan dekapannya sambil cengengesan. "Sama aja, kan lo mau na ninu nanti malam. Ati-ati Le, Keysa ganas loh!"


Leo tersenyum licik penuh arti, membuat Kenan yang melihatnya terkekeh pelan. "Jangan kasih kendor, gempur sampe pagi biar gak bisa jalan, bro!"


Setelah mendapat usiran dari sang mempelai wanita dengan alasan masih banyak yang ngantri di belakang, Kenan dan Kania turun dari pelaminan dengan sempat Kania membisikan sesuatu ke Keysa yang di hadiahi acungan jari tengah.


"Lo jangan malu-maluin gue nanti di ranjang, ajaran Kania harus beringas!"


Sementara di pelaminan sana pipi Keysa sudah merah merona, ternyata bisikan setan si Kania terdengar oleh Leo, membuat Leo membisikan sesuatu yang membuatnya panas dingin dan terus terngiang-ngiang.


"Aku tunggu melihat keberingasan mu nanti, baby"


"Aku tunggu melihat keberingasan mu nanti, baby"


Kania anak setannnn!!!


Bersambung...


Spoiler chapter berikutnya:


"Siapa bilang aku gak gantel! Aku mau nikah ya sama Kirana lusa, huh!"


Keadaan seketika langsung hening, Mami Friska yang sudah tersadar dari lamunannya menoyor kesal dari putarnya.


"Jangan main-main kamu!"