TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 35



Mata tajam Leo terus melirik arloji di tangannya, sudah hampir jam 2 siang Keysa belum juga datang ke perusahaan, Leo sudah kesal menunggu mana cacing di perut nya sudah minta di isi.


Apakah dia harus menghubungi nya? tidak. dia tidak mungkin menghubungi nya terlebih dahulu dia tidak mau Keysa akan salah paham nantinya kelihatan nya dia yang sangat membutuhkan keberadaan wanita gila tersebut.


"Kemana dia sebenarnya? kenapa tidak memberi tahu ku kalau mau telat?"


Tangganya dengan ragu mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja untuk menghubungi nomor Keysa.


"Kau dimana Keysa! kau lihat jam berapa sekarang kenapa belum datang juga? jika kau akan telat datang hubungi saya terlebih dahulu, biar saya tidak menunggu kedatangan mu!"Sentak Leo kesal.


"Woah demi apa? bapak bicara lebih dari sepuluh kata? bapak beneran sehat? gak salah minum obat kan? perlu saya temani untuk Konsultasi ke dokter, omaygott omaygott ini penomena yang sangat langka harus di beri penghargaan!"Pekik heboh Keysa di seberang sana


Leo mengubah mimik wajahnya datar. "Kau yang seharusnya konsultasi ke RSJ. wanita gila!"


"Hey bapak gak baik ngatain wanita cantik, seksoy dan cetar membahana seperti akoh begitu, itu tuh pencemaran nama baik namanya pak mau saya tuntut heh?"Kata Keysa


"Ck, saya tidak perduli kau cepatlah keruangan ku sekarang, saya tunggu lima menit kalau tid.."Kata Leo terhenti saat di sebrang sana pendengaran nya mendengar seorang pria memanggil nama Keysa.


"Keysa!"Kata Pria di sebrang sana


"Loh Bian, kita ketemu lagi ya? kok aku jarang liat kamu akhir akhir ini ya di perusahaan? kamu ke mana?"Kata Keysa


"Aku sedang sibuk akhir akhir ini, aku sering lembur pekerjaan ku menumpuk"Kata Bian


Kening Leo mengerut menyimak pembicaraan tersebut yang sambungan yang belum dia matikan. Bian? kok saya tidak asing ya dengan nama tersebut, apa hubungannya Keysa dengannya? tunggu perusahaan? berarti Keysa sudah di bawah sana dan berarti Pria itu juga bekerja di perusahaan ini juga?


"Oh begitu, kamu..."


"Keysa! kau cepat naik ke ruangan ku! saya tunggu 3 menit kalau telat kau tahu akibatnya!"Teriak Leo mengadarkan Keysa di sebrang sana.


"Eh Bian nanti kita lanjut lagi! aku mau lantai atas dulu sebelum sumo ngamokk!"Teriak Keysa di sebrang sana mematikan sambungan secara sepihak


Leo menatap tajam ponselnya yang sambungan telpon terputus begitu saja. "Sial dia sudah sangat berani kepada saya!"


"Awas saja kau Keysa, kau sudah membuat ku menunggu lama kau harus ku beri hadiah yang sangat spesial!"Kata Leo menyeringai mengerikan.


Sementara Keysa di dalam lift menggerutu tidak jelas menyumpah serapahi Leo habis habisan. "Hais, ini juga kenapa lift nya lama banget sih naiknya anjim. si Leo lagi kenapa harus di lantai atas sih ruangannya kenapa gak bikin di lantai bawah aja kan kalo gini repot!"


Pintu lift terbuka Keysa berlari secepat kilat menuju ruangan Leo berada, Keysa yang berpapasan dengan Kania pun tidak memperdulikan nya sama sekali karena pikirannya sekarang di penuhi wajah Leo yang berubah menjadi sumo yang mengamok.


"Si Keysa kenapa ya? wajahnya tegang banget kek nahan berak?"Kata Kania menatap penuh tanya punggung Keysa yang masuk kedalam ruangan Leo.


Keysa masuk kedalam ruangan Leo tanpa permisi, nafasnya naik turun dengan kedua tangganya memegangi dadanya yang berdetak kencang tak beraturan.


"Ma..maaf pak saya terlambat"Kata Keysa menundukkan kepalanya takut takut melihat wajah Leo yang menatapnya tajam dari tadi.


Leo bangkit dari duduknya berjalan mendekati Keysa yang menunduk kan wajahnya dalam, Keysa memberanikan diri menatap wajah Leo yang jaraknya sangat dekat.


Jantungnya tiba tiba berdegup sangat cepat melihat wajah sempurna Leo yang membuat nya terhipnotis begitu saja dengan ketampanan wajah Leo.


"Saya tahu saya memang tampan!"Kata Leo menyeringai devil.


Anjir anjirtt pasi si Leo bakal cium gue ini sebagian hukuman gue telat kayak di drama drama yang gue tonton!


Leo menatap aneh mata Keysa yang terpejam rapat di maju majukan kedepan. "Kau kenapa memajukan bibir jelek mu itu?"


Keysa membuka matanya menatap tak percaya Leo yang menatapnya aneh, kenapa khayalannya tak semanis yang di bayangkan nya. Dasar pria gak peka!


"Jangan harap saya mau mencium bibir jelek mu itu. jangan terlalu kepedean!"Kata Leo sambil kembali duduk di kursi sofa sambil bersidakap menatap datar Keysa yang masih diam.


"Huh si..siapa juga yang geer, jangan sok tau deh jadi orang. dasar bapak bapak!"Sentak Keysa memalingkan wajahnya kesal.


Namun itu salah besar wajah Keysa sudah sangat malu saat ini, ingin rasanya Keysa menyembunyikan wajahnya ke sungai Amazon saat ini juga.


Huaa gue malu banget anjrottt, muka gue mau di kemanain ini!


"Kenapa kau diam saja di sana? cepat pesankan saya makan siang sekarang. bukannya telat itu langsung gerak cepat pesan makan ini malah pikiran kau mau saya cumbu!"Kata Leo dingin.


Keysa menatap kesal wajah Leo yang sangat menyebalkan itu, ingin sekali Keysa mencakar wajah datar pria tersebut yang tanpa dosanya memperjelas jadian yang baru saja terjadi yang sangat memalukan.


Bodo amat kan gue gak salah, si bapak bapak itu nya aja yang PHP in gue mau cium bibir seksoy ini. gue yakin si pasti dia itu tadinya tergoda sama bibir gue tapi dia gengsi dan ngelas kayak tadi


Kesya senyum senyum tidak jelas memegangi ponselnya sambil berjalan mendekati sofa untuk duduk di kursi singel.


Leo yang dari tadi memperhatikan wajah Keysa bergidik takut. Dia memang sudah tidak waras, sungguh cocok saya menjuluki nya wanita gila. dia memang gila!!


"Kenapa kau malah duduk? saya tidak menyuruhmu duduk!"Kata Leo menatap datar Keysa.


"Lah serah saya lah pak, bapak gak ada berhak atur atur saya kalau nanti saya berdiri terus kayak tadi terus kaki saya pegal bapak mau pijitin kaki saya memangnya?"


Leo memijit pelipisnya pusing menghadapi sikap Keysa. "Saya itu atasan kau Keysa! bersikap lebih sopan lah kau itu!"


"Lah saya udah sopan loh pak panggil bapak dengan sebutan bapak bukan panggil nama. terus saya kurang sopan nya di mana?"Tanya Keysa membuat Leo semakin kesal saja.


"Cukup Keysa! sebagai hukuman kau telat tadi bersihkan ruangan saya dengan bersih beserta toilet dan kamar istirahat saya sampai bersih dan buat hukuman kau yang sudah membuat saya kesal dan naik darah gaji kau yang satu bulan saya potong 20%"


Kedua mata membola sempurna. "Loh pak gak bisa gitu, saya masih bisa terima hukuman buat bersih bersih tapi kalau potongan itu saya gak terima masa bapak tega sih potong lagi gaji itu 20% iget pak kan bapak dulu udah potong gajinya 75% lah kalau di kurangin terus saya rugi!"


Leo mengidikan bahunya acuh bangkit dari duduknya untuk duduk di kursi kebesarannya. "Saya tidak perduli!"


Bersambung....


Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.


Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.


Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?