TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 81



Sorot mata tajam Leo menatap lekat wajah cantik Keysa, dengan kedua tangannya menggenggam mesra tangan kecil Keysa.


Setelah keterkejutan Keysa oleh sikap Leo yang berbeda dari tadi siang, kini Keysa di buat gugup kembali dengan perlakuan Leo yang menurutnya sangat aneh, bukan seperti kepribadian Leo si pria angkuh yang ia kenal.


"Jadi bagaimana dengan jawaban mu, atas pernyataan saya tadi siang?"


Degup jantung Keysa tiba-tiba berdebar kencang mengingat kembali ungkapan perasaan Leo tadi siang di depan campus nya. Keysa kira, itu ucapan bualan Leo saja.


Jujur hatinya sangat senang mendengar ucapan Leo tadi siang ternyata benar, tetapi apakah dia harus menyampingkan egonya atas keraguan nya takut perasaannya di permainkan yang ke tiga kalinya.


Keysa menunduk dalam, pikirannya bergelut apa dirinya terima? Tetapi, jika dirinya terima, apa ia seperti wanita yang mudah di bodohi, yang mudah di manfaatkan oleh laki-laki?


Wanita yang bodoh karena kembali menerima cinta yang dulu pernah dua kali menyakiti hatinya.


Keterdiaman Leo juga, dirinya sekarang sangat gugup melihat Keysa hanya diam menunduk tanpa ada niatan menjawab pertanyaannya. Segitu jahatkah dirinya dulu, membuat wanita sebaik Keysa merasakan sakitnya perasaan yang dirinya permainan dulu.


Leo menghela nafasnya pelan, dia akan melakukan apapun itu agar Keysa bisa memaafkannya, walaupun permintaannya mempertaruhkan nyawanya sendiri.


"Saya akan menunggu jawaban mu, walaupun lama. Dulu juga kamu terus mengejar saya dan berusaha mencari perhatian saya lama bukan? Sekarang biar saya yang menunggu perasaan itu walaupun dengan waktu lama, saya akan berusaha meyakinkan perasaan mu Key, saya tak akan janji sekarang. Tapi saya akan membuktikannya." jelas Leo panjang, dengan manik matanya menatap sendu wajah Keysa yang menunduk.


Keysa mengadakan kepalanya, kedua matanya terlihat berembun menahan air mata yang akan lolos turun bebas beberapa detik saja. "Aku bingung... aku bingung dengan perasan ku sendiri Le, jujur hati kecil ku sangat bahagia perasaan ku yang dulu aku harapkan kini terbalaskan. Tapi, jika aku menerima perasaan mu, apa aku terlihat seperti wanita bodoh yang menerima cintanya yang sudah mengecewakan dua kali?"


Air mata Keysa tak bisa terbendung, kini kedua pipinya sudah di banjiri oleh tetesan air mata yang terus turun. Hatinya sedikit lega, karena semua ucapan yang menghantui pikirannya bisa di keluarkan.


Leo cepat mendekap tubuh mungil Keysa yang bergetar, hatinya sangat merasa bersalah mendengar semua demi kata-kata yang Keysa ungkapkan. Dia adalah pria brengsek yang dengan bodohnya mengabaikan perasaan wanita yang begitu tulus seperti Keysa.


Istilah penyesalan akan datang di akhir, itu benar adanya. Leo sekarang amat sangat menyesal dengan perlakuannya dulu yang sangat menyakiti dalam hati Keysa sampai sekarang.


Leo terus meramalkan kata maaf dengan mendekap erat tubuh Keysa yang menangis terisak di dekapannya. "Saya mohon, maafkan pria brengsek ini, saya sangat amat menyesal Key. Dan saya mohon jangan pernah berbicara seperti tadi, di sini saya yang salah. Kamu tidak bodoh, pria brengsek ini yang sangat bodoh telah mengabaikan perasaan tulus kamu."


Keysa semakin menangis terisak, tangannya meremat kuat baju kemeja di bagian dada Leo menyalurkan kekecewaannya. Leo pun semakin merengkuh tubuh Keysa menyalurkan ketenangan.


Kini, isakan Keysa mulai memelan. Leo melepaskan rengkuhan tangannya di pinggang ramping itu, tangannya terangkat untuk mengusap pelan sisa air mata di pipi Keysa.


"Jangan keluarkan air mata berharga mu karena saya Key, saya tidak pantas di tangisi."


Leo kembali menarik tubuh Keysa kedalam rengkuhannya. Hidungnya meraup rakus wangi rambut yang membuatnya candu sambil memejamkan matanya.


"Saya akan membuktikan jika saya benar-benar serius dengan mu Key, saya akan membuktikannya." bisik Leo pelan, di akhiri kecupan lama di kening Keysa.


Keysa memejamkan matanya erat, wajahnya tidak bisa di kontrol sekarang di keadaan sedang melow saja wajah murahannya sudah memerah malu.


Sudut bibir Leo terangkat membentuk senyum manis, kenapa dia sangat bodoh menyia-nyiakan wanita seimut Keysa. Melihat wajah merona hanya dirinya kecup saja membuat dirinya gemas.


Keysa tersenyum malu-malu dengan kedua tangan di bawah yang bertautan gugup. "Jadi, hubungan kita apa?"


Wush


Wajah Keysa kembali memerah, tangannya memukul bibir lemesnya pelan. Bisa-bisanya bibir seksoy nya bisa typo mengungkapkan isi pikirannya begitu saja.


"Sudah, nanti bibirnya sakit."


Leo maju satu langkah agar bisa semakin dekat dengan tubuh Keysa, tangannya dengan tidak kata permisi menyelipkan anak rambut di sela telinga Keysa. "Kamu milik saya sekarang dan selamanya Keysa Refilyta Putri."


...🔪🔪🔪🔪🔪🔪...


Di sebuah kamar yang remang-remang pencahayaan terdengar suara Isak tangis yang begitu dominan di kamar yang gelap dengan sunyi nya malam hari.


Bahu Kirana bergetar menandakan sedang menangis dengan sorot mata menatap sebuah film sad end yang dirinya tonton di laptop.


Tangannya terus menyeka air mata dan ingus yang keluar dengan tisu. Tangisan bukan semakin mereda, Kirana malah semakin terisak melihat adegan di film laptop di pangkuannya.


"Hiks, kenapa semua cowok sama aja sih! Kenapa lagi tuh cowok milih wanita lain ninggalin cewek se tulus Miranda, hikss"


Kirana menutup laptop miliknya, dia sudah tak kuat melanjutkan tontonan yang persis seperti kehidupannya sekarang.


"Hiks, ini kemana lagi tuh dua bocah curutt, hikss." kata Kirana sambil menyimpan laptop miliknya di atas meja tak jauh dari ranjang.


Srott


Suara ingus Kirana yang dirinya usap oleh tisu. Matanya menatap langit gelap yang terlihat dari jendela. Wajahnya tersenyum kecut melihat satu bintang yang begitu terang di Antara bintang yang lainya.


"Kapan gue bisa kayak bintang itu? Bersinar terang dengan keberuntungan cahaya terang di antara beribu bintang lainya. Bahkan keberuntungan kayaknya gak akan ada buat gue, dari soal keluarga, bahkan sekarang tentang percintaan."


Kirana menghela nafas kasar, dia menggelengkan kepalanya untuk mengusik pikiran buruknya. Kirana kembali balik ke ranjang untuk segera tidur saja, daripada di teruskan takut pikirannya semakin berpikiran buruk tentang takdir yang telah Tuhan tetapkan.


"Jika hari ini dan sebelumnya gue selalu gagal dalam hal apapun, aku mohon ya tuhan setelah menutup mataku sekarang dan besoknya aku bangun kembali tolong beri aku keberuntungan satu kali saja," kata Kirana pelan, sebelum mata itu perlahan tertutup masuk kedalam mimpi.


Suara decitan pintu terbuka tak menggangu wajah Kirana yang terlelap damai, dia seolah olah tidak terganggu malah semakin menarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya.


Di gelapnya keadaan kamar, hanya ada penerangan sinar bulan, seseorang yang baru masuk kedalam kamar Kirana tersenyum tipis menatap wajah tenang itu.


Dia memberanikan diri mendekati tubuh Kirana yang berbaring, tangannya menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik di remang-remang sinar bulan.


"Good night my love, sebentar lagi. Sebentar lagi kamu akan merasakan kebahagiaan itu," kata seseorang itu, sempat mendaratkan kecupan hangat di dahi Kirana sebelum keluar dari kamar.


Bersambung ...


Anyyoungg apakah kalian merindukan kedatangan author yang bersemedi dalam satu bulan ini?🤣


Cuman mau ngasih tau aja, cerita TRIPLE 'K' kayaknya beberapa bab lagi author mau tamatin, soalnya udah buntu buat kasih konflik. Tapi insya Allah setelah cerita yang ini tamat author mau bikin cerita yang baru lagi.


Jadi kalian mau sad end apa happy end cerita TRIPLE 'K'? Tapi kalo terakhiran bikin readers semua nangis bawang seru ya?🤣


Pokonya kasih terus dukungan buat karya author yang masih remehan renginang ini, yuk vote dan hadiahnya keluarinn yukkk, like and komennya juga.


See youuu di next chapter👋