
Sudah 5 hari sudah sejak kejadian Keinara di bawa ke rumah sakit, Kania sampai hari ini belum menemui anak menggemaskan itu ke rumah sakit. Setiap harinya Kania selalu mengurung di kamar miliknya, puluhan telpon dan pesan dari Kenan yang menanyakan kabarnya Kania tak pernah merespon.
Kadang kalau Kenan pulang ke mansion saat membawa baju ganti, Kenan selalu membujuknya dari pintu kamar miliknya yang tertutup agar keluar dari kamar untuk bisa berbicara empat mata menjelaskan semua permasalahannya.
Kania belum siap, boleh di bilang Kania wanita paling egois sekarang. Kania butuh teman cerita, yaitu kedua sahabatnya. tetapi sampai sekarang Kania belum bertemu mereka, entah kemana perginya kedua sahabatnya itu akhir-akhir ini.
Suara ketukan pintu menyadarkan lamun Kania yang tengah terduduk di ranjang. Kania menghela nafasnya pelan, apa itu Kenan? Kenapa kekasihnya tak pernah bosan untuk mendatangi nya?
"Kania!! Woy, buka pintunya ege!!" teriak melengking dari arah luar kamar yang sangat Kania kenal.
Kania melompat dari kasurnya untuk membuka pintu kamar yang di kunci. Terlihat wajah masam Keysa yang bersidakap dada menatapnya.
Kania cengegesan, menggaruk tengkuknya. "Hehe mangap, gue kira siapa tadi."
"Awas minggir Lo, gue mau masuk." kata Keysa menyelonong masuk ke dalam kamar.
Setelah menutup pintu kembali, Kania mendekati Keysa yang tengah terbaring di ranjang, wajahnya terlihat lelah dengan kantung mata yang terlihat hitam.
Kania kembali mengurungkan niatnya yang akan menceritakan semua masalahnya kepada Keysa. Kania ragu, terlihat dari wajah Keysa sekarang, terlihat banyak beban dan pikiran.
"Lo ada masalah?" tanya Kania, menyadari raut wajah Keysa yang tak biasanya.
Keysa bangun menegangkan tubuhnya, terdengar helaan nafas pelan dari bibirnya. "Bukan masalah besar, nanti gue cerita."
Kania mengerutkan alisnya, dari tatapan mata sahabatnya pasti masalah yang dihadapinya tak sesuai dengan yang di ucapkan Keysa. Dia tahu itu, Keysa tak pandai menyembunyikan sesuatu dari dulu.
Kania mengusap pelan bahu Keysa sambil tersenyum tipis. "Gue tunggu, kita sahabat key, kalau Lo punya masalah apapun jangan sungkan bagi cerita sana gue!"
Keysa mengadahkan wajahnya, mengangguk tersenyum tipis menatap sang sahabat yang selalu mengerti dengan keadaannya. Keysa sungguh sangatlah beruntung bisa bertemu dengan Kania dan Kirana, mereka adalah sahabat terbaik.
Sahabat yang selalu mengerti dengan keadaannya, selalu ada saat dirinya butuh sandaran saat dirinya lelah dengan kehidupan. Keysa sudah menganggap keduanya bukan hanya sebatas sahabat, tetapi sudah seperti menjadi keluarganya sendiri.
Keysa menyayangi kedua sahabatnya lebih dari apapun itu, walaupun nantinya Keysa mempunyai kekasih bahkan suami, jika mereka menanyakan first love dirinya siapa, Keysa akan menjawabnya kedua sahabat kesayangannya.
Namun lagi-lagi Keysa tersenyum kecut mengingat tentang kekasih, apa dirinya bisa melupakan sosok Leo? Sosok Pria dingin yang setiap malamnya selalu menghantui mimpinya dan pikirannya?
"Hey, Lo kenapa jadi bengong lagi seh?" tepukan pelan di pundak Keysa menyadarkan lamunannya.
"Hehe gak papa, gue cuman lagi mikirin duit gue udah mulai menipis, udah akhir bulan lagi, kan gue belum gajian, masih jauh malahan."
Kania tersenyum, dirinya tahu kalau sahabatnya tengah mengelak. Tapi tak apa, Kania akan menunggu sahabatnya untuk menceritakan masalahnya.
"Ya udah, gue mau mandi dulu. Udah mau sore, badan gue rasanya ke lengket. Mending Lo istirahat dulu aja, sambil nunggu gue beres madunya ogheyy."
Keysa kembali mengangguk, buliran air dari matanya tanpa permisi menetes menatap punggung Kania yang tak terlihat masuk kedalam kamar mandi.
"Gue beruntung punya sahabat kayak Lo Kan, makasih atas semuanya, gue sayang Lo dan juga Kirana, melebihi apapun itu."
...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...
Migo tak melepaskan tautan tangan Kirana sedikitpun. Kebahagiaannya sekarang sederhana, yaitu melihat Kirana terus tersenyum. Lihatlah wajah bahagia Kirana sambil memakan eskrim kesukaan, sambil menggoyangkan kepalanya seperti anak kecil menjadi kebahagian tersendiri dari Migo yang melihatnya.
Migo sangatlah beruntung. Di luaran sana para wanita pasti akan minta ini itu ke pacarnya, tapi Kirana? Hanya di belikan satu eskrim kesukaannya saja sudah membuatnya kesenangan buka kepalang.
Kadang Migo merasa tak pantas buat wanita sebaik Kirana, dengan sifatnya dulu selalu bergonta ganti pasangan, kadang Migo selalu berpikir, Kenapa gue masih seberuntung ini dapat pasangan sebaik Kirana? Kenapa tuhan masih baik ke gue? Padahal gue dulu selalu sakiti banyak hati perempuan, mencampakkannya begitu saja.
"Yang, ih kok bengong sii. Ayo cepetan jalannya, eskrim aku mau meleleh!" teriak Kirana mendengus kesal.
"Sayang kamu mau juga?" tanya Kirana antusias, mendapat gelengan kecil dari Migo.
Migo menggeleng pelan, tangannya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut Kirana yang menghalanginya wajah cantik kekasihnya. "Buat kamu aja, habisin ya. Setelah itu kita pulang, udah mau sore."
Kirana tersenyum lebar, dengan nakal Kirana mencuri kecupan di pinggir bibir Migo dengan mulutnya di penuhi oleh belepotan eskrim. Migo tak bisa marah, melihat senyum bahagia Kirana hanya mencubit gemas hidung pesek kekasihnya.
"Nakal ya!"
"Hehe ... habisnya kamu ganteng banget si, kan Kirana makin sayang." kata Kirana sambil menggerlingkan matanya menggoda.
"Udah berani ya sekarang, hem? Sini aku akan kasih kamu hukuman!" kata Migo, mengapit kepala Kirana di ketiaknya gemas.
"Huaa! Tolongin Kirana! Kirana mau di culik sama om-om." teriak Kirana, Migo yang gemas melihat tingkah laku kekasihnya, mempunyai ide jail. Yaitu mengambil eskrim kesukaan kekasihnya yang tersisa setengah.
"Kira ... Kira ... eskrim Spongebob nya di ambil nih!" kata Migo dengan wajah tengil nya, menj***ti eskrim Kirana yang masih diam di tempat membulatkan matanya tak terima.
"Huaa!! Ayang, kembaliin eskrim Spongebob nya Kirana!!" teriak Kirana histeris mengejar Migo.
"Em yamii ... ini buat Migo aja yang Kira, Kira nanti beli aja yang baru." kata Migo mengangkat eskrim di tangganya tinggi-tinggi saat Kirana berhasil mengejarnya.
"Enggak Indomie, nggak boleh. Itu punya Kirana, kembaliin ihh! Kan Indomie bisa beli, kenapa mau punya bekas Kirana si." Kirana tak terima, itu eskrim miliknya, tak bokeh di ambil oleh siapapun. "Indomie ih! Kirana marah nih, cepetan balikin, gak nyampe tangan Kirana."
Migo terkekeh geli, wajah kekasihnya sekarang sangat menggemaskan. Dirinya baru sadar, kenapa tinggi badan Kirana pendek sekali, hanya sebatas dada saja dari tinggi nya sekarang.
Tapi etss, jangan di sangka. Walaupun badan kecil, tapi tenaganya tidak main main. Dulu saja Migo yang berhasil mengerjai kekasihnya ini mendapat cubitan maut yang tidak main-main, sampai ada bekas keunguan di perutnya.
Migo mensejajarkan kepalanya, dengan gemas bibir yang masih belepotan dengan eskrim di tempelkan di bibir Kirana, Kirana membulatkan matanya kaget, dirinya sangat malu sekarang, mana di mall itu banyak pengunjung lagi. Pasti sekarang dirinya sudah menjadi pusat perhatian.
"Ihh ... gak tahu tempat banget si jadi orang, main cium aja!" kesal Kirana, namun tak urung kedua pipinya merona menahan malu melihat beberapa tatap orang orang menyorotinya.
"Itu bukan ciuman sayang, tapi kecupan." kata Migo enteng.
Dasar cowok mesum, apa dia tak merasa malu telah melecehkan seorang gadis di tempat umum!
"Serah, semerdekanya Lo aja!" ketus Kirana meninggalkan Migo begitu saja. Migo yang tahu sang kekasih sedang marah, dengan cepat mengejar langkah kecil tersebut.
Kedua wanita dari lantai tiga tersenyum sinis melihat jelas adegan sepasang kekasih yang di mabuk asmara.
"Tante, kita harus segera bertindak cepat! Belle sudah muak melihat kemesraan mereka dari lima hari yang lalu ya!"
Friska tersenyum misterius. "Kamu tenanglah, kita jangan gegabah menjalankan rencana. Kita biarkan mereka bersenang-senang sebentar, sebelum hubungannya hancur sehancur-hancurnya.
"Tante benar. Aku tak sabar menunggu itu terjadi" jawab Belle tersenyum sinis.
Sebentar lagi kau akan menjadi milikku seutuhnya Migo sayang. And si kuman itu akan lenyap sejauh-jauhnya dari kehidupan kita nanti. Hahaha ... Aku akan kaya raya.
Bersambung ...
Author come back, yuhuu🤸🤸
Like, komen nya jangan lupa ya gaisss... awas aja nanti othor santet online lohh, rawrrrr🤣
Kasih hadiah, sama vote yang juga ya gais jangan lupa 🥺, biar Author semangat buat update nya hehehe...
Papayyy... sampai ketemu lagi di chap selanjutnya 🤸🤸