
"Sial! dia sudah sangat berani menjemput Kania ku di jam kerjanya. Memang nya dia siapa hah? saya pecat baru tahu rasa!"
Sepanjang perjalanan menuju tempat Kania berada Kenan terus menyumpah serapahi Bian. Hatinya sekarang di penuhi api cemburu, kenapa Kania menyuruh si Bian yang menjemputnya? dia masih bisa.
Kalau sekarang ada Migo mungkin Kenan sudah di ejek habis-habisan oleh anak tengik itu. Melihat kepribadian Kenan yang sungguh sangatlah berbaring balik dari jati diri Kenan.
Orang yang dingin, datar, tak ada raut senyum dari wajahnya, dan yang paling penting sangat ganas kepada rekan bisnisnya kini hilang berkat Kania kekasihnya sekarang yang datang ke kehidupannya membuat hari-hari nya semakin berwarna dan hidup.
Kenan menepikan mobilnya di depan penjual bakso pinggir jalan yang terlihat ramai oleh pengunjung yang mengantri membeli. Manik mata Kenan terhenti melihat Kania yang sedang bergelayut manja di tangan Bian menuju mobil yang tak jauh dari tempatnya.
Sial!
"Kak Bian lagi kerja kan? maaf ya Kania ngerepotin. Kalo gitu kakak balik aja gak papa biar aku sama key naik taksi iya gak key?"Tanya Kania mendapatkan anggukan dari Keysa.
Bian tersenyum manis mengusap Surai rambut Kania."Ngak papa, yang penting Adek kesayangan nya kakak seneng."
Ekhem!
Atensi ketiganya beralih menatap ke asal suara, ternyata Kenan sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajam yang menusuk siap melahap hidup-hidup.
"Saya paling tidak suka melihat karyawan saya yang tidak tahu aturan!"Kata Kenan dingin, sambil melepaskan kacamata hitamnya yang Kenan pakai.
"Maaf tuan Kenan!"Kata Bian sesepon mungkin karena masih menghargai Kenan sebagai atasnya, dia juga mengaku salah.
"Saya tidak butuh kata maaf, kau sudah salah besar. Keluar dari perusahaan dari jam kerja, dan menjemput kekasih saya seenaknya."
Kania beralih mendekati Kenan yang sedang mode macan. "Sayang jangan salahkan kak Bian, ini semua kesalah aku menyuruh kak Bian jemput tadinya sekalin mau mampir ke perusahaan."
Kenan beralih menatap datar Kania yang memegang tangannya, tatapan tajam yang menusuk tersebut membuat Kania panas dingin sendiri. Kanapa Kenan aura sangat berbeda sekarang? kenapa dirinya menjadi diam tak berkutik dengan tatapan Kenan?
"Kau tidak menaggap ku sebagai kekasih mu? apa gunanya saya kalau begitu?"Tanya Kenan datar.
"Enak aja, kan tadi pagi kamu bilang nanti bakal ada rapat jadi aku baik gak mau ganggu kamu. Lagi pula aku kan udah ijin ya sama kamu tadi!"Delik Kania mulai terselut emosi dengan kelakuan Kenan.
"Ijin? saya belum membalasnya kalau kau lupa nona Kania! jika kau menunggu balasan ku lebih dulu mungkin Leo yang akan menjemput mu."
Diam. Kania diam tak berkutik mendengar ucapan Kenan yang sangat benar adanya. Bian yang melihat Kania terpojok menatap sengit mata atasannya.
Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian orang orang yang mengantri yang memesan bakso dan ada juga orang yang sedang makan di dalam keluar terlebih dahulu untuk melihat kegaduhan yang menurutnya lebih menarik dari acara makannya.
"Maaf tuan jika anda kesal kepada saya jangan ke pada adek saya anda lampiaskan nya! saya tidak terima mendengar ucapan anda yang sangat berlebihan terhadap Adek saya."
"Diam. kau jangan ikut campur dengan urusan hubungan kami. Kau hanyalah orang lain di hubungan kami tak lebih!"Kata Kenan tersebut licik.
Bian tersulut emosi tangannya terkepal kuat, dia tak terima ucapan yang keluar dari mulut Kenan. Kenan menyeringai mengejek menatap remeh Bian yang menatapnya tajam.
Kania melihat keadaan semakin mencengkram menarik kasar tangan Kenan menjauhi tempat itu menuju mobil Kenan yang terparkir tak jauh dari kedai.
"Masuk!"Ketus Kania.
Bian terus menatap tajam Kania dan Kenan yang masuk kedalam mobil dengan tangganya yang terkepal kuat emosi, sampai mobil tersebut tersebut tak terlihat mata Bian tak melepaskan tatapannya sedikit pun.
Bian mengalihkan tatapannya ke arah tangannya yang di genggam lembut seseorang, manik matanya bertemu dengan Keysa yang sedang tersenyum manis.
Hati Bian seketika terganti oleh kehangatan dari tatapan tersebut, secara refleks bibirnya pun tertarik untuk membalas senyuman tersebut.
Bian menghela nafasnya pelan. "Tapi sikapnya sangat keterlaluan key, masa cuman aku jemput aja dia se marah itu bukannya itu sangat berlebihan?"
"Ye kak Bian mah gak ngerti aja kalau Kenan tu berarti sayang banget sama Kania loh. Masa dulu juga Kania bilang sayang ke aku dia cemburu, itu aku loh yang sahabat ceweknya ya apa lagi kak Bian laki laki"
"Tapi aku seneng banget Kania dan Kirana udah nemuin orang yang tulus sama mereka. Aku senang banget kak liat mereka udah bahagia sama pilihan mereka"
Bian tersenyum simpul mendengar ucapan panjang Keysa. Jadi Keysa belum menemukan pria yang mencintai nya dengan tulus? apakah dia masih bisa mengejar cinta itu?
"Kamu belum punya pasangan? ya udah sama kakak aja."
Keadaan seketika hening, Keysa diam menatap Bian tak terbaca dengan pikirannya sendiri. Pikirannya berpikir keras, apa Bian tak bercanda dengan ucapannya?
Walaupun dulu Keysa pernah menaruh hati kepada pria di depannya ini namun Keysa sekarang sudah menganggap Bian seperti kakak nya sekarang tak lebih.
Bian langsung terbahak melihat wajah Keysa yang terlihat teganguntuk menutupi hatinya yang tidak baik baik saja sekarang. Kini secara tak langsung keterdiaman Keysa membuat Bian mengerti.
"Hahaha key, aduh jangan tegang gitu lah wajahnya. Kak Bian cuman bercanda loh?"
Keysa mendelik membuang wajahnya kesal ke lain arah. Ngeselin banget sih jadi orang, dari dulu selalu aja bikin gue kesel!
"Tapi kalau aku benar bagaimana?"Tanya Bian menatap serius Keysa.
"Emm...."
Kania bernafas lega ponselnya bergetar di waktu yang sangat tepat, dia akan sangat berterimakasih ke penelpon yang mengalamatkan dirinya sekarang.
"Em... bentar kak aku angkat dulu telpon."
Keysa sedikit menjauhkan diri dari tempat Bian berada untuk menjawab sambungan telpon, wajahnya seketika menjadi masam melihat layar ponselnya tertera nama 'Kutub Utara'.
"Ya? ada apa?"Tanya Keysa malas.
"Kau dimana? sudah lupa tugas mu? cepat datang ke perusahaan sekarang juga. Saya tunggu 20 menit tak lebih!"
Panggilan terputus secara sepihak, ingin rasanya Keysa mencakar wajah datar Leo yang sangat menyebalkan yang dengan seenak jidatnya menyuruhnya untuk datang ke perusahaan dengan waktu 20 menit.
Bagiamana kalau macet coba? dasar pria gila yang sangat menyebalkan tapi Keysa sayang. Huaa! kok gue bisa suka sama pria modelan kayak si balok es si!
"Kenapa?"Tanya Bian melihat wajah Keysa yang terlihat lesu.
"Lah iya. Ayok kak kita ke perusahaan nya Kenan, pasti mau balik ke sana kan ka Bian? key numpang ya? bisa tamat nih kalau telat ini tentang antara hidup dan matinya key, bisa di amuk sama jin ipritt!!"
*
*
"Jika Kenan menjemput Kania, berarti Keysa akan berdua dengan pria itu?"Kesal Leo.
Leo kembali merubah raut wajahnya saat menyadari tingkahnya sekarang yang terlalu berlebihan terhadap Keysa. "Kenapa saya memikirkan nya? saya sudah gila sekarang. Tidak, saya tak perduli meskipun mereka mempunyai hubungan spesial sedikit pun."
Bersambung.....
Dukung cerita TRIPLE 'K' dengan Like, komen di setiap bab nya... bisa juga dengan kasih vote atau hadiah yang baik hatinya..