
"Nah ketemu!"
"Bagaimana? kau menemukan keberadaan nya? dimana kania?"Tanya Kenan beruntun.
"Em dari pelacakan saya, dia sekarang berada di kediaman tuan Prayoga"
"Prayoga? maksud kau Andra Prayoga rekan kerja baru kita?"Tanya Kenan memastikan.
"Apa jangan, jangan!"Kata Keysa dan Kirana saling tatap membuat Kenan mengalihkan tatapannya mengerutkan alisnya penuh tanya.
"Sebaiknya kalian pergilah untuk memastikannya, hari sudah semakin malam. biar saya yang menjaga rumah"Kata Leo datar.
Kenan tak menunggu lama langsung pergi ke kediaman Andra bersama Keysa dan Kirana, tak lama mereka sudah berada di depan gerbang yang menjulang tinggi.
Satpam yang menjaga di sana bertanya kepada Kenan, setelah mendapatkan ijin Kenan memasukan mobilnya ke pekarangan rumah tersebut.
Tok. tok.. tok
"Sebentar!"Teriak wanita dari dalam rumah.
"Iya ada yang bisa saya bantu?"Tanya Mama Lita setelah pintu terbuka.
"Loh tuan Kenan? ayo silahkan masuk, saya sangat tersanjung tuan Kenan berkunjung ke rumah saya"Kata Andra sopan.
"Ah iya tuan Andra terimakasih"Kata Kenan masuk mengikuti pasangan suami istri tersebut.
"Dia siapa Pa?"Bisik Mama Lita
"Dia rekan bisnis Papa ma, atasan Bian di kantor. CEO muda yang mama puji itu loh"
"Beneran pa? ganteng ya pa kaya opa opa korea yang sering mama tonton"Kata Mama Lita kegirangan.
Andra memasang wajah masamnya. "Apaan sih ma biasa aja. masih gantengan Papa!"
Kenan berdehem pelan melihat pasangan suami istri di depannya asik saling bisik.
"Aduh maaf tuan Kenan, jadi di cuekin. jadi kedatang tuan Kenan ada apa ya?"Tanya Mama Lita senyum senyum tak jelas.
"Sayang Inget jaga mata jaga hati!"Bisik Papa Andra cemburu mendapat delikan sebal dari Mama Lita.
"Panggil Kenan saja tante, oke saya ke inti nya saja. apa kalian kenal Kania? dia ke kasih saya, dari pelacakan saya dari gelang miliknya dia berada di kediaman ini"
"Kania? benar di sini ada anak kesayangan kita yang udah lama hilang namanya Kania, tetapi bisa kita lihat wajah yang anda maksud untuk memastikan?"Tanya Andra memastikan.
Kenan mengangguk mengeluarkan ponselnya memperlihatkan wajah Kania yang di jadikan wallpaper ponselnya.
"Ini Kania pa beneran!"
"Samlekom!"Seru Keysa dan Kirana masuk kedalam rumah yang pintunya kebetulan tak tertutup.
Mama Lita menautkan alisnya menelisik wajah kedua wanita yang masuk yang seperti tak asing di matanya.
"Huaa!! Mama Lita!"Teriak keduanya langsung berlari memeluk tubuh Mama Lita erat.
"Ya ampun sayang! ini beneran kalian kan?"
Kedua mengangguk sambil melerai pelukannya. "Mama gimana kabarnya?"
"Mama baik yang seperti kalian lihat sekarang sayang. kalian kemana saja Mama sama yang lainnya khawatir saat kalian pergi dulu"Kata Mama Lita sendu.
"Maaf ma, kita janji akan jelasin semuanya deh!"
"Sudah sudah... sebaiknya kita ke atas, nak Kenan udah terlalu lama menunggu loh sayang"Kata Andra kepada sang istri yang sedang melepas rindu.
Mama Lita mengangguk menggandeng tangan kedua tangan Keysa dan Kirana yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri mengikuti langkah kedua Pria di depannya.
Kenan yang melihat tujukan tangan Andra ke sebuah pintu kamar yang bercat biru dongker langsung berlari sedikit mendorong keras pintu tersebut
"Sayang!!"
Mata Kenan terhenti di sebuah ranjang menatap lekat wajah Kania yang terlihat pucat menghiasi wajah cantiknya, namun senyumnya pudar saat melihat wajah pria asing di samping kekasihnya.
Siapa dia?
"Sayang kamu baik baik aja kan? aku khawatir banget sama kamu!"Kata Kenan langsung mendekap tubuh Kania erat.
Bibir Kania terangkat menampilkan senyum sambil tangannya mengusap lembut bahu lebar kekasihnya. "Aku nggak papa, jangan khawatir oke?"
"Apa? sini peluk juga"Tanya Kania langsung diterjang oleh keduanya.
"Huaa! kan maafin gue! ini semua salah gue, gara gara gue lo marah dan pergi gitu aja"Kata Kirana terisak.
"Udah gue gak papa, ini salah gue juga yang sensian"Lerai Kania.
Kalau ketiga sahabat sedang acara melow tidak dengan kedua pria tersebut. Kenan dan juga Bian saling menatap tajam tak suka.
Kenapa pak Kenan memanggil Kania sayang? apa hubungan mereka?
"Oh iya kak, kenalin ini Kenan pacar nya adek. dan mas kenalin ini kak Bian kakak aku!"
Kenan tersenyum sinis menyodorkan tangannya. Jadi ini pria yang Kania tangisi? Cih masih gantengan saya!
Kenan menyambut tangan Bian dengan mata keduanya masih saling menatap tajam, Mama Lita yang melihat kelakuan anaknya hanya menggeleng lucu melihat wajah anaknya yang tidak suka melihat kekasih adek kesayangannya.
"Eh ma, kita ke kamar yuk, udah malem banget ini takut kesiangan Papa ke kantor besok"Kata Andra membuyarkan agar ruangan tersebut tidak terlalu mencengkeram.
"Iya pah, eh nak Keysa sama Kirana kalau mau nginep di kamar tamu di bawah ya? soalnya yang di sebelah paling di pake sama Bian"
"Iya mam siap itu mah!"Seru keduanya.
"Kalau begitu kami permisi tuan Kenan! kalau mau menginap silahkan. yuk mam"Kata Andra sopan sebelum keluar dari kamar tersebut.
"Papa udah gak sabar bikin adek buat Bian mah, udah bangun nih si otong"Bisik Andra
"Gak Inget umur! udah bau tanah juga!"Dengus Mama Lita meninggalkan Andra dengan wajah masamnya.
"Kan, kita berdua ke bawah ya mau tidur ngantuk banget ini"Kata Keduanya mendapat anggukan dari Kania.
Kini di ruangan tersebut tersisa hanya Kania, beserta kedua pria yang sangat berarti di hidupnya. keduanya terus saling menatap tajam, membuat Kania memutar matanya malas.
"Kalian tuh apaan sih! dari tadi tatap tatapan mulu, kak Bian belok ya?"
Kenan menahan senyumnya yang akan meledak, wajah atasannya yang sedang mengejek sangat menyebalkan ingin rasanya Bian memukul wajah tersebut.
Bian menyentil dahi Kania gemas. "Omongan nya di jaga adek! gak baik"
"Ih kak Bian... sakit tau!"Dengus Kania mengusap keningnya yang terasa sakit.
Kenan sudah memasang wajah masamnya menatap tak suka kedekatan keduanya, Kenan tak rela Kania nya hanya boleh tersenyum dan bermanja kepada dirinya saja.
Sial, kalau saja tidak ada Kania ingin rasanya membogem wajah buruk rupanya itu
"Kau sebaiknya keluar dari sini! sudah malam kekasih ku ingin beristirahat tidak mau di ganggu oleh setan jadi jadian"Kata Kenan datar.
"Kau mengatai ku setan jadi jadian?"Tanya Bian emosi.
"Saya tidak mengatakan nya kepada kau, ya kalau kau mengaku sebaiknya sadar diri!"Kata Kenan sinis.
"Sayang, gak boleh gitu sama kak Bian, gak baik ngatain orang kaya gitu"Tegur Kania membuat Bian menatap remeh Kenan yang mendapatkan pembelaan.
Kenan melotot kan matanya tak suka menatap Kania, namun seketika nyalinya menciut mendapat pelototan yang lebih menakutkan kekasihnya.
"Kak Bian kalau mau tidur di sini, biar adek yang pindah ke kamar sebelah ya?"
"Nggak perlu sayang! kamu tidur aja di sini biar kakak yang di kamar sebelah"Kata Bian lembut mengusap sayang surai rambut Kania.
Sial, dia sangat berani memanggil Kania ku sayang... awas saja kau!
"Gak papa beneran kak?"Tanya Kania tak enak.
Bian mengacak rambut Kania gemas. "Iya adek sayang, udah kamu tidur ya? istirahat. kalau ada yang gangguin langsung tendang aja kalau bisa langsung lempar aja ke bawah"
Di sela anggukannya Kania terkekeh geli melihat Kakaknya yang seperti kucing dan juga tikus dengan Kenan. ekor matanya melirik Kenan yang sedang dongkol menatap tak suka Bian membuat Kania mengulum bibirnya rapat agar tawanya tidak pecah.
"Good night adek kesayangannya Kakak, mimpi indah"Kaya Bian sambil mengecup lembut dahi Kania membuat Kenan kebakar janggot melihat kemesraan keduanya yang mengabaikan keberadaan nya sekarang.
Sial! Berani sekali pria edan itu mengecup milik ku, awas saja nanti kau akan tau akibatnya sudah menyentuk kania ku!
Bersambung....
Mampir yuk ke novel seru yang author rekomendasiin...