
Jam kuliah Kirana dan Keysa sudah selesai, kini keduanya berjalan secara beriringan menuju kantin di ikuti oleh kedua sahabatnya dari belakang.
Wajah Kirana yang tadinya berseri seri sekarang sirna digantikan menjadi ekspresi masam melihat seseorang yang berdiri tidak jauh di tempatnya.
"Ekhem, udah di tunggu aja sama mas pacar aja. kalo gitu kita duluan Ki selamat bersenang-senang senang"Pamit Keysa menarik tangan Fani dan Tina sambil tersenyum menggoda ke arah Kirana.
"Key lo kok ninggalin gue sih gak asik"Teriak Kirana tidak terima, namun hanya mendapat lambayan tangan.
Kirana menatap tajam yang katanya pacarnya, Migo menampakkan wajah tak berdosa nya membuat Kirana muak ingin menghajarnya.
"Halo sayang"Sapa Migo sambil mengusap surai rambut Kirana.
Kirana dengan cepat melepaskan tangan tersebut. "Ck. Lo maunya apa sih mi?"
"Jangan galak galak sayang, nanti cantiknya ilang"Goda Migo mencolek dagu Kirana.
"Diem gak Lo. malu di liatin banyak orang!"Risih Kirana yang kini keduanya sudah menjadi pusat perhatian.
"Gak usah pikirin orang lain. udah lah yuk kita cari makan laper aku yang"Kata Migo menarik pelan tangan Kirana menuju parkiran.
"Lo bisa gak, gak usah maen tarik tangan gue! gue bisa jalan sendiri"Sentak Kirana berusaha melepaskan genggaman itu, namun Migo malah memegang nya semakin erat.
"Udah diem sayangku, kalo gak diem aku cium juga di sini"
Sumpah ucapan Migo sekarang sangat menggelikan, ingin rasanya Kania muntah sekarang juga.
Sepanjang perjalanan Kirana membuang muka ke arah jendela, sumpah dirinya masih kesal mendapat perlakuan Migo yang secara tiba tiba menariknya.
Mobil yang dikendarai Migo berhenti tepat di sebuah restoran yang terkenal di kalangan muda saat ini.
Migo membuka serbet nya, matanya melirik Kirana yang masih diam menatap keluar jendela.
Migo menghela nafasnya pelan, dirinya sadar Kirana pasti masih risih dengan hubungan sekarang karena dirinya mengungkapkan perasaannya secara tiba tiba.
"Ki, coba lihat aku"Kata Migo menggenggam salah satu tangan Kiarana.
Kirana dengan malas membalikkan tubuhnya menatap Migo, Kirana menatap manik mata Migo yang menatapnya lekat, Kirana menundukkan kepalanya sumpah tatapan tersebut membuat dirinya sedikit gugup.
Tangan besar tersebut menarik dagu Kirana agar menatapnya. "Tatap aku jangan menunduk sayang"
Bluss
Sumpah kenapa wajahnya memerah di waktu yang tidak tepat.
"Dengerin aku, aku beneran suka sama kamu terserah kamu mau bilang aku apa, tapi perasaan ini tumbuh secara tiba tiba. akhir akhir ini aku tidak bisa kontrol hatiku yang melihat kamu deket sama pria lain"
"Kamu orang pertama yang membuat hatiku yakin kalau kamu orang yang aku cintai dengan tulus, bukan para masalahku yang ingin aku ajak main main saja, aku menghargai mu kalau masih tidak bisa membalas perasaan ku, tapi aku tidak masalah Ki, aku akan menunggu itu"
"Aku sayang kamu Kirana Resky Natasya, sungguh sangat mencintai mu"
Ungkapan kata Migo menyentuh relung hati Kirana, apa dirinya terlalu berlebihan mengabaikan perasaan Migo? Kirana sekarang dilema, sungguh dirinya juga sama merasa cemburu melihat Migo dekat dengan para wanita.
Mungkin dirinya juga mempunyai perasaan yang sama, namun bagaimana dengan kekasih Miho sekarang? dia tidak ingin kalau seandainya mereka pacaran namun Migo masih mempunyai hubungan sama meraka.
Migo tersenyum tipis, dari ke terdiaman Kirana sudah cukup memberi dirinya jawaban. dirinya sadar kalau Kirana masih butuh waktu memikirkan nya untuk berhubungan dengan pria brengsek sepertinya yang selalu mempermainkan mereka.
"Sudah jangan terlalu di pikirkan, kita makan siang dulu ayo.."Kata Migo menyadarkan Kirana dari lamunannya.
Baru saja Migo akan membuka pintu mobil, tangan mungil Kirana menghentikannya. Migo menatap manik Kirana penuh tanya.
Migo tersenyum sambil mengangguk sebagai jawaban.
Kirana ragu mengungkapkan nya, ditambah Migo sekarang menatapnya intens membuat Kirana kikuk dibuat.
"Em i..itu bagaimana dengan wanita kamu yang lainnya, aku tidak mau kalau kita pacaran kamu masih punya hubungan sama mereka"Kata Kirana sekali tarik nafas.
Migo tersenyum manis, tangganya mengusap surai rambut Kirana lembut. "Jangan khawatir, dulu aku sudah memutuskan mereka setelah aku mengungkapkan perasaannya ku padamu"
Secara tiba tiba kini jantungnya berdegup kencang mendengar ucapan tersebut, sungguh dirinya sekarang sudah dibuat gugup entah ke berapa kalinya.
"Sebenarnya aku juga punya perasaan pada kamu juga"Cicit Kirana nyaris tidak terdengar.
Mata Migo membulat, wajahnya tersenyum merekah tangannya menarik wajah Kirana yang menunduk.
"Sayang aku tidak salah dengar kan? tolong ucapkan sekali lagi"Kata Migo antusias dengan wajah berserinya.
"Aku sayang kamu Migo, indomie ku!"Teriak Kirana sempontan, kini wajah Kirana sudah sangat merah menyadari perbuatannya.
Migo menarik tubuh Kirana kedelapannya, sungguh dirinya sekarang sangat senang Kirana membalas cintanya, dirinya berjanji tidak akan pernah menyia-nyiakan Kirana.
"Terimakasih sayang, terimakasih kamu menerima perasaan pria brengsek ini"Kata Migo terus mengeratkan rengkuhannya.
Saking bahagianya tanpa permisi bulir bulir kristal turun dari matanya, Migo terisak pelan di pelukan Kirana. Kirana tersadar saat merasakan bajunya terasa basah, di urainya pelukan tersebut.
Tangan Kirana mengusap sisa air mata yang berada di pipi Migo, dirinya tidak menyangka begitu bahagiakan pria di depannya mendengar balasan perasaannya.
"Hiks... aku cengeng banget ya Ki, baru kamu bilang sayang sama aku aja udah nangis gini"Lirih Migo menatap sendu Kirana.
Kirana menggeleng pelan. "Udah jangan nangis jelek tau"
"Nggak perduli ya. pokoknya aku sekarang bagaimana banget, aku janji nggak akan kecewain kamu Ki, aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri"Kata Migo.
"Aku tidak butuh semua janjimu, aku hanya butuh bukti"
Bersambung
Hay readers manis sambil nunggu kelanjutan kisah TRIPLE'K Yuks lanjut mampir karya temen author ga kalah keren dan campur sari eh, campur aduk gtu 😁 yuks mampir jduul novel Bad Wife karya oktiyan.
"Hidup itu memang perlu bebenah diri! Termasuk singkirin kamu!"
"Hanum, serius itu hanya kecelakaan dan lupa."
"Termasuk menyakiti juga kamu sebut Hippocampus sejenis amnesia anterograde?"
Kamu tau, kamu cuma jadi beban yang bisanya nyalahin aku dan ninggalin aku diwaktu yang tidak tepat. Muaaak!!
Hanum seorang wanita dengan minus akal kepercayaan diri jauh dari kata cantik, serta bentuk tubuhnya besar jauh dari kata normal membuat dirinya selalu di ejek dan hina oleh pasangan. Hanum mati matian diet, demi mendapatkan pasangan yang tampan serta bisa mengertinya. Dapatkah Hanum melewatinya, belum lagi kisah cintanya dengan Alfa Jhonson bagai ada di roller coaster!
NAH KAN, SIMAK PENASARAN?
CUSS! KLIK LINK JUDULNYA YA KAK!
BAD WIFE.
JANGAN LUPA TAP LOVE, JEJAKNYA.