TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 26



Migo menyadarkan tubuhnya di samping mobil hitam miliknya menunggu Kirana yang sedang bersiap. Meraka sekarang akan dinner romantis di sebuah restoran yang sudah Migo booking.


"Maaf aku lama"Kata Kirana berjalan mendekati Migo.


"Nggak ko, silahkan tuan putri"Kata Migo tersenyum sambil membuka pintu mobil.


Setalah Kirana masuk Migo mengikutinya masuk kedalam mobil tersebut. Mata Migo tak lepas dari wajah Kirana yang berada di sebelahnya.


Migo merasa malam ini Kirana sangat cantik dengan polesan tipis makeup. Kirana melirik sekilas Migo yang menatapnya merasa risih.


"Kamu kenapa si liatin aku segitunya? lipstik aku belepotan ya?"Tanya Kirana mengusap sisi bibirnya.


Migo menahan tangan Kirana yang mengusap bibirnya. "Udah ntar sakit bibirnya. kamu malam ini cantik banget sayang"


Pipi Kirana bersemu merah mendengar pujian Migo, kenapa bibir Migo sangat manis sekali si? ah dia lupa kalau kekasihnya dulu adalah playboy cap kadal.


"Apaan sih kamu, emang aku kan selalu cantik. keliatan banget bibir buaya nya"


"Udah jalan deh cepetan, kalau gini gimana mau sampe coba"


Migo masih diam, malah tersenyum menatap manik mata Kirana yang kesal, pipinya mengembung lucu sambil melipat tangannya di dada.


Mata Kirana melotot sempurna saat Migo mendekatkan tubuhnya, saking dekatnya Kirana bisa merasakan wangi maskulin Migo yang menyeruak di hidungnya.


"Sabuk pengamannya pakai sayang bahaya!"Kata Migo menegakkan tubuhnya kembali.


Migo mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sekali kali matanya melirik sang kekasih sedang fokus dengan ponselnya.


"Kamu lagi ngapain yang? asik benar dari tadi aku lihat"


Kirana melirik Migo sekilas. "Hehe, aku lagi lihat suami aku!"


Migo mendelik, pikirannya menggerutu siapa yang berani beraninya merebut Kirana. "Heh siapa pria yang berani rebut kamu! beritahu aku akan ku kasih dia pelajaran"


"Nih mas songkang"Girang Kirana menunjukkan ponselnya.


Migo mendelik tak suka. "Cih buluk gitu di bilang ganteng, masih gantengan aku kemana pun"


"Sayang, kamu tuh gak boleh lirik pria lain selain aku,aku nggak suka itu"


Kirana memutar matanya malas, semenjak mereka resmi menjadi sepasang kekasih Migo menjadi lebih posesif terhadapnya. bahkan pas kemarin dirinya ada adik kelas pria anak baru yang menanyakan ruangan dosen saja Migo sudah akan mengajak gulat pria tersebut.


Kirana sempat tak habis pikir kemana sikap playboy nya Migo sekarang? kemarin saja wanita yang dulunya nempel seperti perangko Migo usir mentah mentah.


Kini mobil yang di kendarai Migo memasuki area parkiran restoran bintang lima yang terlibat sangat mewah, dapat dilihat dari parkiran nya saja hanya ada mobil yang harganya fantastis berjajaran di sana.


Migo mengandeng mesra tangan Kirana masuk kedalam restoran tersebut. pelayanan di sana langsung membungkuk sopan melihat Migo datang. Salah satu waiters menunjukan ruangan yang sudah di booking oleh Migo.


Kirana dibuat kagum melihat dekorasi ruangan VVIP yang di sulap menjadi sangat cantik, banyak berbagai macam bungan tak lupa lampu kerlap kerlip sebagai tambahan keindahannya.


Sebuah meja makan di tengah tengah lilin yang mengelilingi dengan bunga mawar yang berbentuk hati.


Tangan Migo menyadarkan kekaguman Kirana, tangganya di tarik pelan menuju meja makan tersebut melalui karpet merah. Migo menarik meja yang akan di duduki Kirana sambil tersenyum manis.


"Makasih"


"Kamu suka dengan tempatnya?"Tanya Migo menggenggam kedua tangan Kirana di meja.


"Suka, sangat suka. ini pertama kalinya aku dinner romantis, dan itu bersama kamu"Jawab Kirana tersenyum manis.


Tak lama datang dua orang waiters yang membawa mapan berisi makanan yang sudah Migo siapkan. mata Kirana berbinar melihat stek dengan jus alpukat tanpa gula kesukaan nya.


Migo mengernyit saat Kirana hanya melihat makanan nya saja."Kenapa kamu tidak suka dengan makanannya?"


Kirana menggeleng cepat. "Tidak aku sangat menyukainya"


Migo mengangguk sambil tersenyum, tangannya memotong stik tersebut menjadi kecil kecil. tangannya memindahkan stik yang sudah di potongnya ke hadapan Kirana sambil mengambil stik yang baru saja akan Kirana potong.


Ehh?


Kirana menatap manik mata Migo kaget, Migo tersenyum tangannya mengusap surai rambut Kirana. "Makan lah, biar kamu tidak kesusahan buat memotongnya"


Setalah acara makan selesai, Migo mengajak Kirana untuk melihat area kota di malam hari di atas gedung, terlihat banyak lampu yang menerangi malam dengan jalan perkotaan yang terlihat padat, mungkin karena malam ini adalah malam Minggu tempat anak muda mengajak pacarnya malam mingguan.


Kirana masih tidak menyangka dengan takdirnya, dulu dirinya hanya orang biasa yang tinggal di sebuah kontrak petak kecil kini akibat pertemuan dengan pria menyebalkan ketidak sengajaan kehidupannya berbanding balik.


Dampaknya Kirana bisa tinggal di sebuah rumah yang sangat megah walupun itu masih numpang, dan ya sekarang Kirana bisa merasakan apa itu cinta. ketulusan cinta dari seorang playboy cap kadal yang tengik.


Kadang Kirana tidak menyangka pada dirinya, kenapa bisa dia mencintai seorang pria yang paling menyebalkan dalam hidupnya, yang selalu mengusik kehidupannya setiap hari.


Sebuah tangan yang melingkar di perut ratanya menyadarkan Kirana dari lamunannya, tangan Kirana menggenggam tangan Migo yang berada di perutnya, di sandarkan tubuhnya di dada bidang tersebut. Kirana dapat merasakan kenyamanan rengkuhan tersebut.


"Mengapa ini sangat nyaman sekali"Gumam Kirana menutup matanya menikmati pelukan tersebut.


"Ya karena sekarang pria tampan yang menjelma menjadi pacar mu memeluk tubuh kurus kering ini"Kata Migo sepontan.


Hancur sudah keromantisan terjadi, Kirana menyikut perut Migo keras, matanya kini berubah melotot tajam sambil berkacak pinggang menatap Migo yang meringis kesakitan.


"Apa? coba bilang sekali lagi ucapan mu tadi!"


Migo masih tidak mengerti, wajahnya masih polos tai kucing tidak tau apa apa. "Hias, kenapa kamu menyikut pacar tampan mu ini sayang"


"Dan apa? aku hanya mengatakan tubuh mu kurus ker..."


Migo tidak melanjutkan katanya tangannya menutup mulutnya rapat rapat, matanya membulat sempurna menyadari kelakuannya, wajahnya menatap takut Kirana yang berkacak pinggang tak lupa wajah garangnya.


Ya Tuhan habislah aku malam ini, kenapa mulutku bisa terpleset sii


"Sa.. sayang aku tak bermaksud mengatakan nya sumpah"Bujuk Migo memegang tangan Kirana namun segera di tepisnya.


"Jadi kau tidak suka dengan tubuh tepos ku ini hah? kau lebih suka kan dengan tubuh para mantan kekasihmu mu dulu kan yang kayak gitar spanyol"


Migo menggeleng cepat. "Ti.. tidak sayang, itu semuanya salah aku.."


"Aku apa? hah, sudah lah jangan banyak alasan. Lo pasti hanya mainin gue kan kayak mantan mantan lo?"Kata Kirana sinis.


Migo hilang akal, bagaimana caranya menjelaskan ke Kirana sekarang sungguh marahnya Kirana membuat Migo takut. Kirana berubah menjadi macan betina yang siap menerkam mangsanya.


"Udah lah gue mau pulang, liat muka Lo lama lama gue pengen cakar!"


Kirana berlalu meninggalkan Migo yang frustasi, dasar mulut si*lan kan sekarang jadi salah paham.


"Sayang tunggu.. aku akan menjelaskan nya!"Teriak Migo mengejar Kirana.


Kirana sepanjang perjalanan menggerutu terus mengumpatin Migo habis habisan.


"Cowok edan seenaknya aja bilang tubuh gue kurus kering, apanya coba yang kurus kering tubuh gue masih ngisi gini"


"Gue gak terlalu marah si, emang kenyataan tubuh mantan nya si mie goreng bagus semua gak gagal, tapi gue ingin kali sekali kali ngerjain tuh playboy hihihi"


Bersambung


Mampir juga yok ke karya teman ku sambil nunggu aku update!!


Ini cuplikannya


Saat pagi menjelang, Sevia terbangun dari tidurnya. Perlahan dia melepaskan tangan kekar yang membelit perutnya. Sevia membalikkan badannya dan mendapati Dave yang sedang tertidur pulas.


Bagaimana nanti jika aku punya anak, apa dia akan bertanggung jawab? batin Sevia.


"Jangan melihatku terus, nanti kamu terjebak dalam pesonaku!" Dave langsung membuka matanya dan mendapati Sevia sedang menatapnya dengan tatapan kosong. "Dengar! Meski kita sudah menikah, tapi kamu jangan berharap banyak padaku, karena aku sudah memiliki seseorang yang aku cintai."


"Kamu bicara seperti itu setelah mendapatkan semuanya dariku? Aku tidak keberatan jika kamu menceraikan aku sekarang juga. Lagipula pernikahan kita hanya siri." Sevia langsung bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi.


Hatinya hancur berkeping-keping mendengar apa yang suaminya katakan. Meskipun benar tidak ada cinta di antara mereka, apa seharusnya Dave mengatakan hal itu setelah dia mengambil harta yang paling berharga dalam hidupnya.


Tidak Sevia! Kamu tidak boleh lemah! Sudah cukup kamu dipermainkan oleh lelaki! Apapun yang terjadi dengan Dave jangan pernah memakai perasaan. Anggap saja semua itu sebagai kewajiban kamu sebagai seorang istri," batin Sevia