TRIPLE 'K'

TRIPLE 'K'
Chapter 31



Kecanggungan menyelimuti sepanjang perjalanan di mobil tersebut, Kania maupun Kenan mereka diam bungkam tanpa ada satu orang pun untuk memulai percakapan memecahkan keheningan yang melanda.


Anjirr gue kok jadi anak alim ye, dari tadi diem tapi sumpah canggung banget


"Em.. tuan kita mau kemana ya?"Tanya Kania ragu.


"Saya tidak tau!"


Kania melongo, what the terus tujuan si kenebo kering ini mau mengajak nya kemana, pupus sudah khayalan nya mengira Kenan akan mengajaknya makan malam romantis untuk menyatakan perasaannya.


"Ga jelas banget, terus tuan mengajak saya keluar malam malam kayak gini mau kemana kalau nggak tau tujuannya? mau ngajak saya ke kuburan?"Kesal Kania.


Kenan terkekeh pelan. "Tidak. kau duduk lah diam, kita pergi melalui insting dari pikiran saya"


"Satu lagi kau jangan panggil saya tuan, saya tidak suka"


Kania mendelik kesal. "Terus mau apa? mau saya panggil opa?"


Kenan tertawa tangannya terangkat mengacak rambut Kania membuat si empunya memekik kesal. Kania mengumpat dalam hati kenapa pria di depannya gampang sekali mengubah sikap nya.


Mobil yang Kenan kendarai berhenti di sebuah pasar malam yang terlihat ramai oleh orang, mungkin karena malam Minggu banyak pasangan muda mudi kesana bersama pasangan nya.


Kenan memang sudah berencana akan mengajak Kania keluar saat tadi siang tak sengaja dia melihat di internet sebuah pasar malam yang baru saja buka, Kenan tadi hanya ingin mengerjai Kania saja melihat wajah kesal Kania selalu membuat nya gemas sendiri.


Lah? pasar malam?


"Ayo turun lah!"Kata Kenan keluar dari mobil di ikuti oleh Kania.


Kenan mengandeng tangan Kania memasuki pasar malam tersebut, Kania sempat menolak namun bukannya melepaskan Kenan malam mempererat tautan tangannya.


Kedua mata Kania berbinar melihat banyaknya wahana dan para pedagang, Kania sangat rindu suasana pasar malam seperti ini. Tangannya menarik Kenan ke sana kemari untuk mencoba semua wahana di sana.


Kenan hanya mengikuti setiap wanita di depannya menariknya, sesekali bibirnya tersenyum melihat wajah bahagia Kania. Semua wahana di sana sudah keduanya coba, namun belum satu lagi yaitu wahana bianglala.


"Mas ayo kita naik bianglala"Kata Kania antusias menarik tangan besar tersebut.


Deg


Kenan mematung, mas? kenapa jantungnya berdegup kencang hanya saja Kania memanggilnya dengan sebutan itu.


"Mas ihh ayo!"


Kenan tersadar, tetapi mengapa dia tiba tiba gugup. "Ah.. iya kamu ke tunggu di sini sebentar biar saya beli dulu tiketnya"


Kenan kembali sambil memegang dua tiket wahana yang Kania inginkan, bibir Kania tak melunturkan senyumannya, lihat saja saat tempat yang mereka naikin berhenti di puncak teratas Kania memekik kegirangan.


"Wah mas lihat pemandangan dari atas sini bangus!"


Kenan mengangguk, tangannya merapikan rambut Kania yang menutupi wajah cantiknya. kedua mata tersebut saling terkunci Kenan menatap lekat wajah cantik tersebut tanpa berkedip.


"Ah.. em itu lampu di sana sangatlah terang ya"Kata Kania gugup.


Setalah selesai, keduanya berjalan berdampingan dengan sedikit jarak dari keduanya. keduanya kembali di landa kecanggungan setelah kejadian di atas bianglala tadi.


"Kania"


Kania tersentak saat kedua tangannya di genggaman hangat oleh Kenan. matanya mengerjap gugup saat manik mata Kenan menatapnya lekat.


Kenan berjongkok di bawah memegangi kedua tangannya. kini semua atensi semua orang yang berada di sana memperhatikan mereka berdua.


"Kania, entah sejak kapan aku memiliki perasaan ini sama kamu, aku tidak tau kenapa perasaan ini tumbuh begitu saja. akhir akhir ini aku merasakan perasaan yang aneh dengan hatiku kalau berdekatan dengan mu Kania, namun aku dulu menyimpulkan kalau aku hanya memiliki rasa kagum saja padamu"


"Namun semakin hari rasa ini semakin menjadi, aku selalu cemburu melihat kamu berdekatan dengan pria lain selain aku, aku berasa tidak rela melihatnya. aku yakin kalau aku benar benar mencintai mu Kania, aku benar benar sudah jatuh dalam pesona mu"


Kenan menjeda ucapannya mengeluarkan kotak cincin dari kantung celananya. "Will you marry me?


Kania menutup mulutnya tidak percaya, bersamaan dengan riuhnya teriakan orang orang yang mengucapkan 'terima'.


Ini gak mimpi kan gue? barusan Kenan lamar gue? beneran sumpah demi apa?


Kenan masih berjongkok menunggu jawaban Kania yang masih terdiam dari keterkejutan nya yang di lamar secara tiba tiba di hadapan semua orang, siapa yang gak terkejut?


Kania menatap datar Kenan yang berjongkok di bawahnya, hati Kenan seketika tertimpa ribuan belati melihat raut wajah tersebut, dia dapat simpulkan kalau Kania menolak lamaran nya.


Tetapi tidak lama Kania merubah raut wajannya tersenyum manis menatap Kenan yang menunduk. "Yes, aku mau!!"


Kenan mengangkat wajahnya tak percaya, tubuhnya langsung merengkuh erat tubuh mungil Kania tidak percaya, sungguh tadi sempat merasa kecewa karena perasaannya tidak mendapat balasan.


"Terimakasih sayang, terimakasih sudah membalas perasaan ku"Girang Kenan menyertakan rengkuhannya.


"Iya, em mas sudah aku malu mereka semua menatap kita loh itu"Lirih Kania menyembunyikan kepalanya di dada Kenan.


Kenan mengurai pelukannya sambil terkekeh pelan. "Tak usah malu anggap saja mereka patung sayang, kini hanya ada kita saja"


Tangan Kania memukul kesal dada Kenan. "Ih mas bencada terus, aku beneran malu tau!"


"Hahaha, iya iya pacar aku sekarang lagi malu nih ceritanya"Goda Kenan.


"Dasar nyebelin, aku serius juga!"


"Oh jadi mau di seriusin nih kesayangan nya aku ceritanya? yaudah ayo kita ke KUA sekalian sekarang"Kata Kenan semakin gencar menggoda wanita yang baru saja bergelar menjadi kekasihnya.


Kania memalingkan wajahnya ke arah lain, kedua pipinya sudah bersemu merah. kemana sifat menyebalkan dan narsis Kenan sekarang?kenapa Kenan berubah menjadi orang petakilan yang sangat menyebalkan.


Kenan tersenyum menggoda mencolek pipi kanan Kania. "Cie salting pacarnya aku. mana sini wajahnya liat mah aku cium sini"


"Huaa mas jangan gitu, aku kan beneran jadi baper ini!"Pekik Kania menutup wajahnya yang semakin memerah dengan tangannya.


Kenan dibuat tertawa melihat wajah menggemaskan sang kekasih, tangannya menarik tubuh Kania kedalam pelukan hangatnya. Kenan tidak memperdulikan keadaan sekitar yang semakin malam semakin padat oleh pengunjung.


Memang benar kalau sedang kasmaran berasa mereka berdua saja di dunia ini orang lain hanya ngontrak ya ges ya.


"Heh, ce ileh pamer terus! kalau mau mesra mesraan di kamar aja dong, gak tau tempat benget jadi orang!"


Kenan mengurai pelukannya, seraya mata tajamnya menatap ke asal suara tersebut, ternyata dia Migo si bocah tengik yang merusak suasana bermesraan nya bersama Kania.


Kania menatap curiga wanita yang berada di samping Migo dengan tangan yang saling bertautan, ada hubungan apa Kirana dengan bocah tengik tersebut? kenapa Kania tidak tahu?


Tidak dengan Kenan, mata elangnya menatap tajam Migo seperti akan memangsa lawannya. "Bocah tengik sialan!!"


Bersambung


Mampir yuk ke cerita temannya author lagi, cuss langsung kepoin :


Tak saling kenal, tak pernah bertemu. Namun Semesta yang menuntunmu. Itulah takdir, tak pernah ada yang tahu bagaimana kedepannya. Soal jodoh ada yang berwarna, ada yang kelam, ada yang penuh keseriusan dan ada juga yang penuh dengan canda tawa.


Shazfa Aiysha Humaira atau sering dipanggil Sasa , seorang mahasiswi yang memiliki tiga orang sahabat yaitu Safia (Sapi), Fathulila (Patul), dan Fifa (Pipa). Bukan sahabat namanya , jika tidak mengganti nama sahabatnya.


Shazfa pernah jatuh cinta dengan seorang Ustadz bernama Sakha. Tapi sayang, takdir berkata lain karena Ustadz Sakha dijodohkan dengan Patul. Mengikhlaskan adalah hal yang sulit sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan gagahnya ingin menikahinya. Lelaki yang sebelumnya tidak ia kenali, tidak bertegur sapa namun ternyata ia lah takdirnya.


Ya, Begitulah Takdir. Lalu, siapakah lelaki gagah itu?