The Next Of Phoenix

The Next Of Phoenix
Bab 71. Perayaan Ulang Tahun Kaisar



Seluruh rangkaian proses mulai berjalan lancar hingga perayaan ulang tahun Kaisar dimulai. Seluruh bangsawan telah berkumpul, banyak tamu terhormat hadir dari luar Kekaisaran, namun hanya sedikit, tidak seperti acara tahun lalu. Hal ini membuat para tamu undangan berbisik-bisik dan mulai memberikan tebakan asal mengapa Kekaisaran Timur tidak menggelar acara semeriah perayaan tahun lalu.


Xiao Jiwang mengenakan pakaian yang dia beli di acara pelelangan toko butik Song Hua satu minggu yang lalu, namun dia mengenakan pakaian itu sendiri, Xie Wanting tidak mengenakan pakaian yang banyak sekali orang mengira Xiao Jiwang membeli pakaian itu untuk mereka berdua gunakan bersama.


Rumor akan hubungan Xiao Mingyui dan Xiao Jiwang yang mulai merenggang benar-benar telah dipercayai oleh seluruh kalangan. Serta kedekatan Xiao Jiwang dan Xie Wanting menimbulkan rumor baru bahwa kemungkinan besar Xie Wanting lah yang akan menjadi Putri Mahkota resmi Kekaisaran Timur dan Xiao Mingyui dihapus dari dekrit pertunangan.


Dan kini, mereka diam-diam sedang membicarakan di mana keberadaan Xiao Mingyui di tengah kemeriahan pesta. Pasalnya, seluruh bangsawan dan bahkan Xiao Xiangqing yang merupakan adik kandungnya telah hadir di Istana, namun ... Xiao Mingyui menjadi satu-satunya yang tidak terlihat keberadaannya.


"Dia pasti malu untuk bertemu umum karena akan dibuang Putra Mahkota!"


"Aiya ... Putri Mingyui yang malang, dia adalah wanita sempurna dengan prestasi luar biasa. Sayang sekali nasib percintaannya tidak mulus."


"Sepertinya posisi Putri Mahkota akan diisi oleh Putri utusan Kerajaan Huan Tenggara, Putri Xie Wanting. Aku bertaruh!"


"Tidak mungkin! Putri Mingyui adalah wanita dengan kelas bangsawan tinggi yang memiliki darah keluarga Kekaisaran, dia adalah kakak perempuan kandung dari Xiao Wangye. Kaisar dan Putra Mahkota tidak mungkin bertindak sembarangan!"


"Apa yang kamu harapkan dari Putra Mahkota? Kaisar adalah ayah yang selalu menuruti kehendak anaknya. Ditambah, Putra Mahkota bukankah memiliki kepribadian yang gemar semena-mena? Belakangan ini beliau memang terlihat diam, namun sepertinya itu karena Putri Mingyui yang selalu mengawasinya. Kepribadian mereka sangat bertolak belakang, Putra Mahkota mungkin merasa tidak nyaman dengan Putri Mingyui yang sangat taat aturan serta berkepribadian lurus."


"Lalu apakah Putra Mahkota dan Xiao Wangye akan kembali bertengkar? Mengingat Xiao Wangye sangat peduli dengan Putri Mingyui dan kini Putra Mahkota seperti sedang mempermainkan saudarinya?"


Banyak sekali komentar dan pendapat dari bisik-bisik para bangsawan. Xiao Jiwang menyadari hal ini dari kursinya yang berada tidak jauh dari ayahnya Xiao Jihuang. Pria itu memiliki kemampuan mendengar lebih tajam dari siapapun, dia mengetahui apa yang dikatakan oleh para bangsawan di sana.


Bibir Xiao Jiwang masih tetap tersenyum, walaupun sebenarnya dia kesal ketika mendengar apa yang mereka katakan. Seolah, Xiao Jiwang memiliki kepribadian yang sangat buruk (walaupun benar) sementara Xiao Mingyui adalah roll model terbaik dari seorang wanita bangsawan elegan taat aturan sehingga mereka tidak pantas bersama karena Xiao Jiwang terlalu hina.


Sialan, seandainya mereka tahu Xiao Mingyui lebih buas dan berbahaya!


Xiao Jiwang melirik ke arah Xiao Xiangqing, di sana pria itu dengan tenang menikmati kudapan pesta. Xiao Jiwang sedari tadi sedikit gelisah menunggu kedatangan Xiao Mingyui, pasalnya wanita itu tak kunjung datang melewati waktu yang telah disepakati mereka bertiga.


Xiao Xiangqing yang menyadari tatapan Xiao Jiwang hanya tersenyum singkat, membuat Xiao Jiwang kesal. Bukan karena tidak bersedia menunggu, namun kesal karena melihat wajah Xiao Xiangqing. Sepertinya mereka masih gemar bertengkar kecil-kecilan.


Ketika semuanya sedang sibuk dengan keasikan masing-masing, tiba-tiba pintu besar ruangan pesta terbuka, menampilkan Xiao Mingyui yang masuk dengan badan tegak yang mengenakan pakaian serasi bersama Xiao Jiwang. Di belakangnya ada Bingbing yang mengikuti, wanita itu menenteng sebuah kotak peti berukuran sedang.


Xie Wanting yang melihat Xiao Mingyui yang masuk menggunakan pakaian yang 'katanya' dibeli Xiao Jiwang untuk dirinya segera pecah. Wanita itu langsung memasang raut wajah suram dan galak ke arah Xiao Mingyui, seperti bersiap untuk menyerang Xiao Mingyui. Kemudian dia menatap Xiao Jiwang, tatapan matanya berubah sedih dan menuntut penjelasan.


Sementara Xiao Jiwang yang mendapat tatapan sendu dari Xie Wanting sengaja tidak menatap balik wanita itu, seolah dia sama sekali tidak melihat tatapan Xie Wanting.


Xiao Jihuang mengangguk, pria itu bernapas lega kala melihat Xiao Mingyui telah hadir dengan selamat di acaranya.


"Mingyui, apa yang menyebabkanmu sangat terlambat seperti ini, nak?" tanya Wu Guifei, wanita itu sama sekali tidak tahu menahu tentang rencana antara suaminya, Xiao Jiwang, Xiao Mingyui, dan Xiao Xiangqing.


"Anda sama sekali tidak disiplin, Putri Mingyui. Bagaimana bisa Anda telat hadir di acara penting bagi yang mulia Kaisar?" Xie Wanting yang sudah tidak sabaran untuk menyerang Xiao Mingyui pun akhirnya mulai menunjukkan taringnya.


Xiao Mingyui tersenyum tipis, melirik sekilas ke arah Xie Wanting dan kembali menatap Wu Zeyuan seolah kalimat Xie Wanting sama sekali tidak penting.


"Maafkan, Mingyui, niangniang. Alasan utama Mingyui terlambat adalah karena hadiah khusus yang ingin sekali Mingyui persembahkan kepada yang mulia Kaisar dan ... ada sedikit hambatan ketika Mingyui mengambil hadiah ini. Seorang mata-mata negara asing, mendadak muncul di Hutan Tepi Ibu Kota."


Ketika Xiao Mingyui mengatakan 'Hutan Tepi Ibu Kota', Xie Wanting dan Fang Jichang tersentak kaget. Jantung mereka berdebar karena rasa takut, jika Xiao Mingyui yang menemukan mata-mata itu, maka sudah dipastikan sang mata-mata berhasil ditangkap dan kini berada tidak jauh dari mereka karena Xiao Mingyui membawanya kemari.


"Mata-mata?!" tanya Xiao Jihuang seolah terkejut, pria itu ikut serta dalam berakting.


Xiao Mingyui menghela napas tipis, kemudian mengangguk. Tetapi tak lama bibirnya kembali tersenyum. "Yang mulia, alangkah baiknya saat ini kita membahas hal baik terlebih dahulu dan mengesampingkan hal buruk. Dan izinkan saya untuk mempersembahkan hadiah tulus dari lubuk hati saya untuk yang mulia."


Kasim pribadi Xiao Jihuang maju dan menerima kotak pemberian Xiao Mingyui melalui Bingbing, kemudian pria itu kembali berjalan mendekat ke arah Xiao Jihuang dan meletakkan kotak tersebut tepat di atas meja Xiao Jihuang.


Begitu kotak dibuka, Xiao Jihuang langsung tersenyum sangat cerah.


"Sebuah mantel dari kulit beruang emas? Luar biasa! Putri Mingyui, bagaimana bisa Anda mendapatkan barang luar biasa seperti ini?" Xiao Jihuang benar-benar terlihat senang ketika menerima hadiahnya, kali ini ekspresinya adalah sungguhan.


Xiao Mingyui tersenyum tipis. "Saya diam-diam pergi berburu ke gunung Lang Tao untuk menangkap beruang emas secara khusus, yang mulia. Kepergian saya dimulai saat matahari terbenam kemarin lusa dan langsung menuju ke tempat olah dan pabrik mantel terbaik di Kekaisaran ini untuk menghasilkan satu buah mantel khusus untuk yang mulia. Hal inilah yang membuat saya terlambat, maafkan saya."


Xiao Jihuang tertawa, lalu menaruh kembali mantel itu ke dalam kotak peti khusus dan menyerahkannya lagi kepada Kasim pribadinya untuk disimpan.


"Putri Mingyui sangat loyal dan dewasa, benar-benar calon menantuku yang hebat!" Xiao Jihuang mengatakan itu dengan lantang, dia sangat bangga kepada Xiao Mingyui.


"Lalu bagaimana dengan mata-matanya?" Pertanyaan Xiao Jiwang memecah kebahagiaan, membuat semua orang kembali teringat.


Xiao Mingyui tersenyum dingin, lalu menoleh ke arah Xie Wanting secara tiba-tiba. "Mungkin ... Putri Xie dapat menjelaskannya kepada yang mulia?"


"A--apa?!" Xie Wanting yang terkejut mulai berkeringat dingin, dia diam-diam mencengkeram kain hanfu-nya di bawah meja.