The Next Of Phoenix

The Next Of Phoenix
Bab 54. Menemui Mo Wanwan



Keesokan harinya, Xiao Mingyui bangun dari tidur dan menjalani aktivitas seperti biasa. Kali ini dia tidak memiliki jadwal atau undangan khusus apa pun untuk berkunjung ke Istana. Jadi dia memutuskan untuk berdiam diri di Xiao Wangfu seharian penuh, kesibukannya kali ini adalah memeriksa catatan pengeluaran Xiao Wangfu serta keuntungan bisnis yang ditinggalkan kedua orang tuanya, Chuan Wuqi.


"Di mana Wangye?" tanya Xiao Mingyui, pasalnya hari ini adalah hari di mana pria itu tidak memiliki kegiatan apa pun di kantor militer Xiao Wangfu.


"Ketika saya hendak menyiapkan sarapan untuk anda, pelayan yang bekerja di kediaman Wangye sempat bercerita bahwa beliau memiliki urusan di Istana, yang mulia," jawab Bingbing, wajahnya berupaya mengingat momen saat dia berbincang dengan pelayan kediaman Xiao Xiangqing.


Xiao Mingyui menaikkan alis kirinya. Urusan di Istana? Kaisar? Putra Mahkota? Jika Kaisar, hari ini adalah hari libur. Kaisar biasanya tidak akan menerima tamu, lagi pula Xiangqing seingatnya tidak memiliki urusan apa pun yang sangat penting sehingga mengharuskan dia bertemu secara langsung dengan Kaisar.


Putra Mahkota? Sepertinya tidak, karena hari ini adalah jadwal pria itu mengunjungi kota Zilue dan baru akan kembali sore nanti.


Lalu ... untuk apa Xiangqing pergi ke Istana? Tidak mungkin dia menemui Wu Guifei, bukan?


Ketika sedang sibun memikirkan mengenai orang yang hendak ditemui Xiangqing di Istana, Xiao Mingyui mengingat Mo Wanwan. Satu-satunya penghuni Istana sekarang yang memiliki potensi tinggi memiliki keterkaitan dengan Xiangqing selain Kaisar dan Putra Mahkota adalah Putri Mo Wanwan.


Bibir Xiao Mingyui tersenyum samar. Sepertinya ... anak itu sungguh-sungguh memikirkan masalah yang ia katakan.


Sementara itu Xiao Xiangqing, kini duduk di kursi yang telah disediakan oleh pelayan Mo Wanwan. Xiao Xiangqing dan Mo Wanwan duduk berhadapan. Yang satu beraut wajah sedang menahan kekesalan, dan yang satunya lagi duduk dengan gelisah. Wajah Mo Wanwan memerah, dia sama sekali tidak menyangka Xiao Xiangqing benar-benar datang untuk menemuinya.


"Jika saya diizinkan tahu, apa yang membuat Wangye repot-repot datang kemari dan menemui saya yang--"


"Setelah meminta pernikahan kepada saudariku kau masih memiliki wajah untuk bertanya?" Potong Xiao Xiangqing, kemudian mendengus tipis. Wajah tampannya menghela napas karena kesal.


Mo Wanwan diam-diam mencengkeram kain hanfu-nya, kemudian menjawab,"Jadi anda ... telah mengetahui hal itu ...."


"Waktumu di sini tersisa satu minggu lagi, jadi sebelum kamu kembali ke Kekaisaran Barat, lebih baik kita bicarakan dulu mengenai permohonan yang kamu buat kepada saudariku," ucap Xiao Xiangqing, kemudian dia mulai membetulkan posisi duduknya untuk pembicaraan serius.


Mo Wanwan mengangguk, kemudian dia juga mulai menarik napas dalam untuk menenangkan dirinya.


"Jika Wangye merasa keberatan menjadikan saya seorang Wangfei anda, saya tidak masalah jika hanya dijadikan seorang selir oleh anda. Saya tahu kalimat saya terdengar tidak tahu malu, tetapi--" Belum selesai Mo Wanwan bicara, Xiao Xiangqing dengan cepat memotongnya dengan gelengan kepala yang tidak setuju.


"Rencanamu untuk mengajukan permohonan pernikahan dengan saudariku tidaklah salah, karena memang di situasi seperti ini tidak ada jalan lain selain mengandalkan orang luar yang memiliki kekuatan. Xiao Wangfu adalah bagian dari Kekaisaran Timur, begitu juga dengan Mo Wangfu yang merupakan bagian Kekaisaran Barat. Jika Xiao Wangfu membantu hanya karena ikatan 'persahabatan medan perang' tentu saja tidak akan berefek apa pun. Tetapi akan berbeda jika alasan Xiao Wangfu membantu Mo Wangfu karena ikatan pernikahan, karena hubungannya semakin dalam, maka Xiao Wangfu pun berhak masuk semakin dalam juga dalam permasalahan kalian. Sekali lagi, idemu tidak salah." Xiao Xiangqing mengatakan itu agar dapat bersikap netral. Walaupun dia sendiri membenci ide pernikahan ini, namun di situasi saat ini yang paling memungkinkan adalah pernikahan. Hal ini jugalah yang dilakukan dia dan kakaknya beberapa waktu lalu, dia tidak bisa mengolok ide ini terlalu jauh.


Mo Wanwan mendengarkannya dengan gugup, meskipun penampilannya dari luar terkesan dewasa dan cuek seperti Xiao Mingyui, sejatinya di dalam dia adalah wanita yang pemalu.


Xiao Xiangqing menatap Mo Wanwan lebih serius. "Tiga tahun. Benwang akan menikahimu selama tiga tahun, setelah itu kita akan bercerai. Tidak perlu khawatir mengenai kehormatan dan martabatmu sebagai wanita bangsawan, benwang akan berusaha tetap menjaga citramu. Dan dalam waktu tiga tahu itu, benwang akan membantumu memulihkan kondisi Mo Wangfu. Kita tidak bisa bergerak terlalu agresif, karena mau bagaimanapun, konflik yang sedang dirasakan oleh Mo Wangfu adalah konflik internal Kekaisaran kalian."


Mo Wanwan tertegun. Perlahan senyum mengembang di wajah wanita itu, tubuh Mo Wanwan terasa hangat dan lebih tenang. Dia bahagia karena berhasil mendapatkan 'sandaran' sementara untuk keluarganya.


Mo Wanwan dengan cepat berdiri, kemudian membungkuk dalam ke arah Xiao Xiangqing. "Wanwan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Xiao Wangye. Wangye, Mo Wangfu tidak akan pernah melupakan kebaikan anda dan Xiao Wangfu."


Xiao Xiangqing mengangguk singkat, keningnya masih terlipat karena perasaan kesalnya. "Benwang melakukan ini demi Putri Mingyui, jika bukan karena saudari benwang yang minta dipertimbangkan, mungkin keputusannya akan berbeda."


Mo Wanwan mengangguk. "Wanwan mengerti, mohon sampaikan rasa terima kasih saya kepada yang mulia Putri Mingyui. Lalu ...."


Xiao Xiangqing menaikkan alis kirinya sekilas, penasaran dengan apa yang akan dikatakan Mo Wanwan.


"Apakah ... saya diizinkan untuk mengunjungi Xiao Wangfu menemui Putri Mingyui?" tanya Mo Wanwan.


Xiao Xiangqing mengangguk singkat. "Tentu saja, apa sebelumnya ada yang melarangmu?" tanya Xiao Xiangqing acuh.


Mo Wanwan menggeleng pelan. "Tidak ada, hanya saja ... saya khawatir Wangye akan merasa tidak nyaman dengan kehadiran saya."


Xiao Xiangqing mengangguk singkat lagi, kemudian berdiri dan hendak berjalan keluar. Tetapi sebelum itu,"Benwang tidak peduli kau datang atau tidak, jadi kau bisa datang sepuasnya."


Mo Wanwan menundukkan kepalanya sedikit kala mendengar jawaban Xiao Xiangqing. Wanita itu kembali membungkuk ke arah Xiao Xiangqing yang mulai berjalan keluar dari ruangannya.


Setelah Xiao Xiangqing telah tak terlihat lagi, Mo Wanwan dengan cepat berbalik untuk menatap pelayan pribadinya dengan senyuman cerah.


"Aku berhasil!" Saat mengatakan itu, air mata menetes kedua sudut mata Mo Wanwan.


Xiao Xiangqing keluar menuju kudanya dengan raut wajah suram.


"Apa-apaan raut wajah yang memelas dan tersenyum bahagia itu? Putri Kekaisaran Barat terlihat aneh!" gumam Xiao Xiangqing, dia diam-diam merasa sesuatu yang tidak biasa ketika melihat senyum Mo Wanwan yang tersenyum tulus cerah. Dia pikir Mo Wanwan adalah wanita yang bersikap dingin seperti kakaknya, namun ... sepertinya wanita itu terlihat lebih lunak?


Satu buah fakta yang belum diketahui siapapun, bahwa tadi adalah senyum tulus cerah pertama yang dimiliki Mo Wanwan dalam dua bulan terakhir belakangan ini. Semenjak ayahnya koma dan saudari laki-lakinya sakit-sakitan, wanita itu terlalu sibuk memikirkan Mo Wangfu sampai lupa untuk tersenyum dan mengambil jeda untuk dirinya sendiri beristirahat. Dengan kata lain, Xiao Xiangqing adalah orang pertama yang melihat senyuman cerah Mo Wanwan yang sudah lama tidak terlihat. Dan Xiao Xiangqing, adalah penyebab wanita itu dapat tersenyum cerah kembali.