The Next Of Phoenix

The Next Of Phoenix
Bab 66. Akting



"Bagaimana rasanya?" tanya Xiao Mingyui setelah Han Silue menelan sup ikan buatannya.


Han Silue tersenyum, lalu menjawab,"Sangat enak, di restoran mana anda membeli ini?"


"Itu bukan dibeli, bu. Putri Mingyui membuatnya secara pribadi dan putramu ini yang menangkap ikannya." Fang Laowang muncul dan ikut bergabung duduk sambil meletakkan sebuah mangkuk nasi untuk memakan sup ikan Xiao Mingyui.


Han Silue tertegun. "Sungguh? Putri sendiri yang membuatnya? Luar biasa ...." Han Silue tersenyum penuh, dia terlihat sangat bahagia.


Xiao Mingyui mengangguk. "Furen terlalu memuji, saya hanya dapat membuat masakan sederhana karena mendiang ibu saya gemar memasak."


Suasana makan siang itu jauh lebih hangat dari pada suasana sarapan tadi pagi karena kali ini Xiao Mingyui turut makan bersama mereka, Bingbing pun diajak bergabung meskipun wanita itu sejak kemarin memakan makanannya sambil berdiri. Bukan kejam, namun seperti itulah peraturan seorang pelayan dan majikan di zaman Kekaisaran mereka. Bingbing pun tak merasa ini sebuah masalah, dia justru senang dan merasa dihargai karena Xiao Mingyui mengajaknya makan bersama. Han Silue dan Fang Laowang pun terlihat tidak masalah.


Makan siang selesai, Han Silue pun kembali beristirahat. Setelah selesai merapikan semua peralatan makan, Xiao Mingyui dan Fang Laowang berjalan keluar bersama.


Fang Laowang membungkuk ke arah Xiao Mingyui. "Terima kasih banyak karena yang mulia bersedia memenuhi permintaan saya."


Xiao Mingyui mengangguk. "Bukan masalah besar."


Fang Laowang tersenyum, lalu bertanya,"Selanjutnya apa yang mulia berniat mengunjungi Istana atau langsung kembali ke Xiao Wangfu?"


Xiao Mingyui menggeleng. "Aku berniat pergi ke toko butik Ibu Kota, sebentar lagi akan diumumkan perayaan ulang tahun Kaisar."


Fang Laowang mengangguk. "Ah ... saya mengerti, karena saya juga hendak membelikan pakaian baru untuk ibu saya di sana hari ini."


Xiao Mingyui tersenyum, lalu? Mereka tidak mungkin pergi berdua bersama-sama menuju butik tersebut, bukan?


Menghindari tawaran mengkhawatirkan dari Fang Laowang, Xiao Mingyui bergegas naik ke atas kereta sambil berkata,"Kalau begitu sampai bertemu lagi, Tuan muda Fang. Saran saya anda harus datang lebih cepat, karena bisa saja stok akan habis karena hampir seluruh wanita bangsawan kelas satu dan dua ibu kota membeli pakaian di sana."


Fang Laowang terkejut dengan fakta itu, dia dengan cepat naik ke atas kudanya dan pergi ke tujuan yang sama dengan Xiao Mingyui. Dia benar-benar ingin membelikan pakaian untuk ibunya, Fang Laowang tidak akan membiarkan Fang Jichang membawa wanita lain ke acara besar sedangkan ibunya ditinggalkan begitu saja.


Xiao Mingyui turun dari kereta kudanya begitu sampai di toko butik terkenal. Sejak awal turun, dia telah menyadari bahwa sedikit di depan sana ada kereta kuda Putra Mahkota. Xiao Mingyui memilih tidak terlalu memikirkannya, sampai akhirnya ketika dia sedang berjalan menaiki tangga, tiba-tiba suara yang sangat manis menari di telinganya. Suara itu membuat seluruh perhatian mengarah ke padanya.


"Putri Mingyui! Astaga ... kita bertemu di sini!"


Xiao Mingyui dengan cepat menoleh, lalu dia melihat Xie Wanting yang berjalan beriringan dengan Xiao Jiwang. Sepertinya mereka pergi ke butik ini dengan menggunakan kereta kuda yang sama.


Ekspresi Xiao Mingyui tetap tenang, dia tidak menjawab apa pun panggilan Xie Wanting dan hanya memperhatikan mereka berdua. Xie Wanting masih tersebut, kemudian berkata,"Hari ini saya hendak membeli hanfu baru bersama Putra Mahkota atas perintah Kaisar. Kaisar mengatakan bahwa saya dan putri Mo diundang menghadiri acara perayaan ulang tahun beliau mewakili negara kami. Benar kan, yang mulia?" Xie Wanting kemudian menoleh dan tersenyum manis ke arah Xiao Jiwang yang berdiri di sampingnya. Lalu tangan kanannya menyentuh lengan Xiao Jiwang, seperti sengaja memamerkan kedekatan mereka.


Melihat gerak-gerik Xie Wanting, seluruh orang dengan cepat berbisik-bisik. Mereka penasaran apa yang sedang terjadi, mengapa Putra Mahkota datang ke butik ini dengan menggandeng wanita lain? Lalu bagaimana dengan perjodohannya dengan Xiao Mingyui?


Xiao Jiwang tersenyum, lalu membalas tangan Xie Wanting yang menyentuh lengannya sambil menatap Xiao Mingyui. "Benar, saya kemari untuk menemani putri Xie berbelanja. Putri Mingyui, tolong jangan salah paham."


"Salah paham?" tanya Xiao Mingyui, bibirnya tersenyum dingin. Walaupun dia tahu Xiao Jiwang dan dirinya sedang berakting untuk menjebak Xie Wanting, namun tetap saja perasaan kesal Xiao Mingyui saat ini adalah nyata.


Xiao Mingyui tersenyum semakin dalam ketika matanya melihat sosok Fang Laowang yang baru saja sampai dan turun dari kuda. Raut wajah pria itu terlihat bingung ketika melihat Xiao Mingyui seolah sedang melempar isyarat padanya, namun ketika menyadari ada Xie Wanting di sana, pria itu langsung memahami kondisinya.


Fang Laowang bergegas menuju Xiao Mingyui, lalu membungkuk ke arah Xiao Mingyui serta Xiao Jiwang bergantian. "Salam yang mulia."


Xiao Mingyui menatap Fang Laowang, lalu berkata,"Dari mana saja anda, Tuan muda Fang? Saya telah menunggu anda."


Fang Laowang tersenyum. "Maafkan saya, yang mulia. Apa ... kita bisa langsung masuk sekarang untuk mempersingkat waktu?"


Xiao Mingyui mengangguk, lalu sebelum dia dan Fang Laowang berjalan beriringan menuju bangunan dalam butik, Xiao Mingyui menyempatkan diri untuk menatap Xie Wanting lagi dan berkata,"Terima kasih karena telah mengkhawatirkan saya, putri Xie. Tetapi, saya sama sekali tidak salah paham, saya mengerti." Kemudian dia menggeser tatapannya ke Xiao Jiwang. "Yang mulia, apakah saya boleh memberi anda masukan?"


Xiao Jiwang mengangguk. "Tentu."


Xiao Mingyui kembali menatap Xie Wanting, kali ini ada tatapan penghinaan di dalamnya. "Tolong perhatikan tamu anda lebih ketat. Jika dia belum mengetahui bagaimana tatakrama memberi salam atau menyapa kepada yang lebih tinggi, saya bersedia meminjamkan buku tatakrama wanita untuk tamu anda." Lalu dia mengajak Fang Laowang berlenggang pergi, meninggalkan Xie Wanting yang mematung karena marah. Dia sangat tersinggung dengan kalimat Xiao Mingyui, terlebih lagi sekarang ini mereka sedang diawasi oleh banyak mata.


Bisik-bisik yang dilakukan orang sekitar semakin ramai, mereka semua mendengar kalimat yang dikatakan oleh Xiao Mingyui. Xie Wanting benar-benar terlihat konyol di hadapan para pelanggan butik sekarang.


Sesampainya di dalam, seorang kepala pelayan toko menghampiri Xiao Mingyui.


"Salam, yang mulia putri Mingyui. Bagaimana kabar anda? Apa anda ingin membeli pakaian baru?" tanya kepala pelayan toko itu ramah.


Xiao Mingyui mengangguk. "Aku butuh pria dan wanita yang berpasangan."


"Eh? A--apa pria yang akan mengenakan pakaiannya adalah--"


"Benar, Xiao Wangye." Xiao Mingyui langsung memotong kalimat kepala pelayan itu untuk mencegah pria itu salah paham ketika melihat Fang Laowang lah yang menemaninya kemari.


Kepala pelayan itu segera tertawa elegan. "Ah ... benar sekali, dan sangat pas sekali saya pun baru saja membuat model pakaian terbaik."


Xiao Mingyui mengangguk singkat, ketika dia hendak menjawab sesuatu, tiba-tiba kepala pelayan itu berjalan maju melewatinya. Xiao Mingyui menoleh, ah ... kepala pelayan itu berpindah ke Xiao Jiwang.


Fang Laowang yang melihat ini tidak begitu senang, pria itu dengan cepat berkata,"Kepala pelayan, di mana sopan santun anda? Putri Mingyui sedang berbicara dengan anda."


Kepala pelayan itu terlihat kikuk, dia bingung harus menjawab apa karena keduanya memiliki gelar dan latar belakang bergengsi. Tetapi bagaimana pun juga Xiao Jiwang adalah Putra Mahkota, penerus takhta.


Xiao Mingyui tersenyum tipis, lalu menyentuh lengan Fang Laowang sama seperti yang Xie Wanting lakukan di luar tadi. Wanita itu melingkarkan lengannya di Fang Laowang.


"Tuan muda Fang, tidak apa-apa. Masih banyak pelayan di toko ini." Xiao Mingyui tersenyum tipis, hingga asisten kepala pelayan maju dan menggantikan perannya.


"Yang mulia, silahkan lewat sini untuk melihat pakaian terbaru kami ...." Asisten kepala pelayan itu cepat tanggap, dia buru-buru menggiring Xiao Mingyui dan Fang Laowang agar tidak terjadi perselisihan dan atasannya tidak terlibat masalah rumit.


Xiao Jiwang memperhatikan Xiao Mingyui yang menggandeng tangan Fang Laowang, suasana hati pria itu menjadi sangat buruk, namun dia dituntut harus tetap tersenyum. Dia benar-benar ingin menyudahi akting ini! Sialan! Xiao Jiwang ingin mengamuk melihat adegan tadi!