
Xiao Mingyui memperhatikan pakaian berpasangan yang ia minta dari pihak butik, namun semakin dia perhatikan, semakin Xiao Mingyui tidak tertarik untuk membelinya. Gaya dan motif-nya terlalu membosankan, Xiao Mingyui menginginkan pakaian lain.
"Apa tidak ada yang lain lagi selain pakaian ini?" tanya Xiao Mingyui.
Asisten kepala pelayan itu menggeleng, lalu menjawab,"Ini benar-benar pengeluaran terbaru kami, yang mulia."
Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba salah satu pelayan datang dan berbisik di telinga asisten kepala pelayan. Asisten kepala pelayan itu mengangguk, lalu berkata,"Laksanakan lelang sesuai jadwal. Seharusnya sudah dimulai sekarang, jangan membuat para tamu menunggu."
Xiao Mingyui yang mendengar 'lelang' menoleh, kemudian bertanya,"Apa ada acara lelang di sini?"
Asisten kepala pelayan itu mengangguk, lalu menjawab,"Toko butik kami menggelar acara lelang setiap satu bulan sekali. Acara lelang ini telah mendapatkan izin yang sah dari Kekaisaran, sehingga para bangsawan dan semua kalangan di Kekaisaran ini tidak perlu khawatir."
Xiao Mingyui balas mengangguk juga. "Oh, apa saja yang kalian jual?"
"Kamu melelang pakaian dengan jenis kain atau hiasan langka layaknya permata atau berlian. Kami juga melelang pakaian atau barang bersejarah seperti hanfu Permaisuri zaman dulu." Asisten kepala pelayan itu menjelaskannya dengan baik, membuat Xiao Mingyui tertarik.
Xiao Mingyui tersenyum tipis, lalu berkata,"Aku ingin ikut serta dalam pelelangan itu."
Asisten kepala pelayan mengangguk cepat, lalu membawa Xiao Mingyui dan Fang Laowang ke tempat pelelangan VIP. Lokasi pelelangan berbentuk lingkaran, lima ruangan itu melingkar dan panggung pertunjukkan barang berada di bawah, setiap balkon ruangan VIP langsung tertuju langsung ke arah panggung. Sementara pendatang lain disediakan kursi sesuai kelasnya masing-masing di depan panggung. Dan lokasi Xiao Jiwang kini berhadapan langsung dengan lokasi Xiao Mingyui.
Xiao Jiwang sesekali melemparkan senyum menyebalkan ke arah Xiao Mingyui, seolah pria itu memanfaatkan situasi ini untuk 'bermain-main' dengannya.
"Selamat datang para hadirin yang terhormat, tanpa berbasa-basi lagi, pelelangan toko butik Song Hua akan segera dimulai! Para tamu dipersilahkan untuk menyiapkan papan harga lelang masing-masing, karena sepertinya persaingan akan menjadi sangat ketat. Barang yang akan kami tampilkan malam ini sangat menarik!"
Xiao Mingyui melirik ke papan panjang di sampingnya, di sana ada kapur juga untuk menulis jumlah harganya.
Acara pelelangan itu dimulai, barang pertama yang muncul adalah sebuah tusuk rambut yang terbuat dari berlian murni. Ada hiasan bulu angsa di ujungnya, kono katanya bulu angsa yang ada di tusuk rambut itu serupa dengan bulu angsa yang biasa dipakai oleh Utusan Agung.
Para bangsawan dan saudagar yang gila akan barang-barang antik bernilai tinggi mulai melemparkan tawaran fantastis. Semakin tinggi nilai tawarannya, semakin tinggi pula nilai tawaran yang muncul berikutnya.
Barang-barang unik dipertunjukkan satu persatu, setiap barang pasti menjadi rebutan, tidak ada barang yang gagal laku. Sampai akhirnya barang terakhir muncul, yaitu pakaian pasangan wanita dan pria berwarna merah yang berpadu dengan warna hitam. Pakaian itu terlihat sangat mewah dan elegan, cocok digunakan di pesta besar Kekaisaran.
"Berikut adalah pakaian yang dibuat dari benang sari terlangka yang ada di Kekaisaran Barat. Benang ini resmi punah begitu dua pasang pakaian ini berhasil dibuat. Kami membuka harga di lima ratus tael emas! Silahkan!"
"Enam ratus tael emas!"
"Tujuh ratus tael emas!"
"Delapan ratus lima puluh tael emas!"
"Seribu tael emas!"
Tawaran semakin tinggi, di angka seribu sudah tidak ada lagi yang berani menawar. Xiao Mingyui memperhatikan dua pakaian itu, terlihat sangat menarik. Wanita itu dengan tenang mengambil papan-nya dan mulai menuliskan jumlah angka yang akan dia lontarkan. Setelah selesai, Xiao Mingyui mengangkat papannya.
"Seribu lima ratus tael emas!"
Seluruh orang langsung berbisik, para undangan yang duduk di luar ruangan VIP tidak bisa lagi menawar. Xiao Mingyui senang karena tidak ada yang melawannya, namun tiba-tiba sang pembawa acara kembali meneriaki harga baru.
"Dua ribu tael emas!"
Xiao Mingyui menarik lagi papannya, mulai menulis harga baru. Diam-diam dia merasa kesal. Sepertinya ... Xiao Jiwang sangat mendalami perannya berakting. Maka dari itu, Xiao Mingyui tidak akan bersedia kalah di permainan ini!
"Dua ribu lima ratus tael emas!"
Xiao Mingyui menyunggingkan senyum tipis, di depan sana raut wajah Xiao Jiwang hampir serupa dengan Xiao Mingyui. Pria itu memang tersenyum, namun senyumannya memiliki sejuta arti. Rasanya seperti melihat sosok Xiao Jiwang saat pertama kali mereka bertemu.
"Tiga ribu tael emas!"
Xiao Mingyui mengerutkan keningnya. Xiao Jiwang tidak mau mengalah? Untuk apa pria itu membeli pakaian serasi seperti ini? Digunakan bersamanya? Situasi saat ini tidak tepat. Digunakan bersama Xiao Feluan? Tidak mungkin. Meskipun dia dan Xiao Feluan adalah adik kakak, namun mereka berbeda ibu. Hubungan mereka tidak seerat Xiao Mingyui dja Xiao Xiangqing yang terlahir kandung. Lalu ... kalau begitu, apakah dia membeli pakaian itu untuk dikenakan bersama Xie Wanting?
Xiao Mingyui menyeringai tipis. Gila. Apa tebakannya benar?
Ketika melihat Xiao Jiwang menoleh ke arah Xie Wanting dan mereka saling tersenyum, Xiao Mingyui mencengkeram gagang papan miliknya cukup erat. Xiao Mingyui ingin sekali melempar papan di tangannya ini tepat di kedua wajah mereka.
Xiao Jiwang berengsek. Pria itu pikir hanya dia yang sedang berakting? Xiao Mingyui juga sedang berakting! Tetapi Xiao Mingyui masih tetap berusaha menjaga jarak dan mengingat pertunangan mereka. Lalu kini Xiao Jiwang muncul dengan 'akting' serasinya bersama Xie Wanting? Pria itu sepertinya sungguhan ingin membuat permainan kecil internal untuk mereka berdua.
Xiao Mingyui menghapus lagi nilai tawaran lamanya, lalu menuliskan nilai tawaran yang baru. Fang Laowang yang melihat harga baru yang dicantumkan oleh Xiao Mingyui terkejut, karena memang jumlahnya yang fantastis! Harga baru yang Xiao Mingyui cantumkan bahkan cukup untuk membangun kota baru!
Xiao Mingyui kembali mengangkat papannya, lalu menatap Xiao Jiwang lagi. Dia ingin lihat, sejauh mana pria itu ingin mengalahkannya demi Xie Wanting?
"Sepuluh ribu tael emas! Wow! Jumlah yang fantastis! Bagaimana? Apa ada yang ingin menaruh harga lagi?"
"Yang mulia, anda serius? Hanya untuk dua pakaian itu?" Fang Laowang bertanya, dia terlihat heran. Dia sudah menyadari bahwa sepertinya ada 'sesuatu' di antara Xiao Mingyui dan Xiao Jiwang hingga kedua manusia itu saling bersaing sengit.
Xiao Mingyui menoleh, bibirnya tersenyum. Wanita itu meniru gaya interaksi Xiao Jiwang dengan Xie Wanting, membuat senyum Xiao Jiwang di depan sana kini disertai tatapan tajam yang dingin.
Ketika Xiao Mingyui hendak menjawab pertanyaan Fang Laowang, tiba-tiba pembawa acara meneriaki harga baru.
"Dua puluh ribu tael emas! Luar biasa besar! Bagaimana tamu terhormat di ruang VIP Timur? Apakah anda akan kembali memasang harga baru?"
Xiao Mingyui dengan cepat menoleh, lalu dia menatap Xiao Jiwang terkejut. Dua puluh ribu tael emas?! Xiao Jiwang sepertinya benar-benar ingin mengenakan pakaian yang serasi dengan tamu terhormat-nya.
Xiao Mingyui meletakkan papan kayunya lagi pertanda dia tidak akan memasang harga baru lagi. Xiao Mingyui menatap datar Xie Wanting yang tersenyum girang karena Xiao Jiwang memenangkan lelang.
Tak lama palu diketuk, pakaian itu resmi menjadi milik Xiao Jiwang.
Fang Laowang yang menyadari ekspresi buruk Xiao Mingyui bertanya,"Yang mulia, apa anda ingin kembali sekarang?"
Xiao Mingyui mengangguk, kemudian berdiri. "Iya, aku masih harus mencari pakaian untuk diriku dan Xiao Wangye."
Fang Laowang balas mengangguk juga, lalu ikut berdiri dan menyusul langkah Xiao Mingyui keluar dari ruangan.
Xiao Mingyui berusaha mendinginkan pikirannya lagi setelah perseteruan singkatnya dengan Xiao Jiwang di ruang lelang.
"Kirimkan satu perancang busana terbaik toko butik kalian. Ingat, saya perintahkan yang terbaik. Tidak peduli ada keluarga Kekaisaran lain yang memesannya, yang terbaik harus hadir di Xiao Wangfu. Atau toko butik ini tidak akan dapat beroperasi dengan lancar ke depannya." Xiao Mingyui mengatakan itu kepada asisten kepala pelayan toko butik. Dia sudah tiga kali menerima kekalahan hari ini karena Xie Wanting dan Xiao Jiwang, dia tidak akan membiarkan kekalahan berikutnya terjadi lagi.