
"Di mana tusuk rambut itu?" tanya Xiao Jiwang.
>>>>>>
Xiao Mingyui menarik turun lengan Xiao Jiwang yang menyentuh kepalanya sembari menjawab,"Saya berjanji akan memakainya besok."
Xiao Jiwang mengerutkan keningnya, wajahnya terlihat tidak begitu puas dengan jawaban Xiao Mingyui. Tetapi kemudian dia membalas,"Tidak, jangan gunakan yang itu. Aku akan memberikanmu perhiasan baru yang layak digunakan seorang wanita sepertimu." Kedua lengan Xiao Jiwang pun kembali memeluk erat pinggang Xiao Mingyui.
Pinggang Xiao Mingyui sangat ramping dan kecil, seolah membuat Xiao Jiwang telah menelan tubuh mungil Xiao Mingyui ke dalam tubuh kekarnya. Tetapi, tubuh yang terlihat ramping dan kecil itu sejatinya diam-diam mematikan.
Xiao Jiwang menyandarkan kepalanya di dada Xiao Mingyui. Xiao Mingyui merubah senyum dinginnya menjadi hangat, wanita itu pun mengelus kepala Xiao Jiwang lembut.
"Bukankah seharusnya kita sudahi pertemuan ini? Akan aneh jika orang lain melihat kereta Xiao Wangfu tak kunjung beranjak pergi sementara pemiliknya tidak ada di Istana kediaman manapun." Xiao Mingyui mulai menyadari Xiao Jiwang bahwa waktu mereka tak bisa terlalu lama.
Xiao Jiwang tak bergerak, pria itu kini justru memejamkan kedua matanya. "Aku tidak peduli."
Xiao Mingyui mengerutkan keningnya ketika merasakan telapak tangan Xiao Jiwang mulai menggerayang di punggungnya, kemudian perlahan berusaha menarik kain hanfu-nya.
Sebelum hanfu Xiao Mingyui lepas sempurna, dengan cepat wanita itu menghentikan gerakan Xiao Jiwang.
"Yang mu--"
"Jiwang."
Xiao Mingyui menghela napas tipis, kemudian mengulang apa yang ingin dia katakan barusan. "Jiwang, kita tidak bisa melakukannya sekarang."
Xiao Jiwang membuka matanya lagi, lalu mendongak. Matanya yang terlihat dingin namun menggoda benar-benar membuat 'sesuatu' ikut menggebu di benak Xiao Mingyui.
"Karena tempat ini? Bagaimana jika kita pindah ke--" Belum selesai Xiao Jiwang bicara, Xiao Mingyui langsung memotong.
"Bukan. Tetapi karena kita belum resmi menikah. Jangan melakukan tindakan yang seharusnya tidak kita lakukan." Xiao Mingyui memotong tegas, dia harus memberikan garis batas yang tegas untuk Xiao Jiwang walaupun 'sesuatu' juga sama menggebunya di benaknya.
Xiao Jiwang terkekeh, kemudian dengan cepat menarik turun sedikit kain hanfu Xiao Mingyui hingga menampakkan kulit bahu wanita itu yang terlihat sangat lembut dan cerah.
Xiao Jiwang mengecup pelan kulit bahu Xiao Mingyui, kemudian menatap Xiao Mingyui dalam dengan menggoda. "Sungguh ingin melewatkan ini?" Lalu Xiao Jiwang membuka sedikit pakaian atasnya, menunjukkan bentuk otot perutnya.
Xiao Mingyui menggeram kesal, wanita itu dengan cepat bangkit dari pangkuan Xiao Jiwang dan mengambil posisi duduk mandiri di kursi hadapan Xiao Jiwang.
Xiao Jiwang tertawa, lalu menutup kembali pakaiannya. "Maaf, aku hanya bercanda." Setelah itu dia sedikit bangkit dan mengecup kening Xiao Mingyui.
"Kembalilah, hati-hati di jalan. Aku akan mengutus salah satu orangku untuk mengawal kepulanganmu dari jauh," ujar Xiao Jiwang, sebelum akhirnya dia keluar dari kereta Xiao Wangfu dan mereka berpisah saat itu juga.
Kereta kuda Xiao Mingyui berjalan dengan tenang dan lancar menuju Xiao Wangfu. Sepanjang jalan, wanita itu terus menerus mengingat kejadian ciuman pertamanya bersama Xiao Jiwang. Gila, dia tidak pernah menyangka akan ada kejadian seperti itu di hidupnya. Walaupun wajah Xiao Mingyui terlihat tenang dan datar, namun rona merah di belakang kuping dan debaran kencang jantungnya tak bisa berbohong bahwa dia bahagia.
Xiao Mingyui mengerutkan keningnya. "Di mana Xiao Wangye?"
"Yang terhormat Xiao Wangye belum kembali sejak keberangkatannya tadi pagi, yang mulia," jawab pelayan tersebut.
Xiao Mingyui mengangguk singkat, sepertinya kegiatan Xiao Xiangqing akan semakin padat setelah dia resmi menjadi 'Xiao Wangye'.
Xiao Mingyui bergegas melangkah menuju ruang tamu Xiao Wangfu, dia tebak kedatangan Fang Laowang kemari ingin memperlihatkan dan membahas lukisannya.
Sesampainya di ruang tamu, Xiao Mingyui melihat Fang Laowang yang duduk di kursi tamu sambil memperhatikan lukisan-lukisan yang ada di dinding.
Begitu menyadari kedatangan Xiao Mingyui, Fang Laowang dengan cepat berdiri dan membungkuk. "Salam, yang mulia."
Xiao Mingyui mengangguk tipis, kemudian mengambil duduk di hadapan Fang Laowang. "Maafkan saya karena membuat Anda menunggu sangat lama, saya benar-benar tidak tahu bahwa anda akan bertamu. Xiao Wangye juga menjadi sibuk akhir-akhir ini."
Fang Laowang mengangguk. "Saya mengerti, anda tidak perlu khawatir. Datang kemari tanpa pemberitahuan menang niat awal saya untuk memberikan kejutan kecil."
Xiao Mingyui tersenyum tipis, kemudian menatap ke canvas-canvas lukisan disiapkan Xiao Jiwang. "Lukisan mana yang ingin anda tunjukkan, Tuan Muda Fang?"
Fang Laowang dengan cepat menunjukkan salah satu canvas lukis kepada Xiao Mingyui. Kedua mata Xiao Mingyui sedikit tertegun kala melihat lukisan Fang Laowang. Lukisan itu adalah mendiang ibunya, Huang Mingxiang. Benar-benar sangat sempurna.
"Maafkan saya jika hasilnya tidak begitu indah seperti ekspetasi yang mulia, karena saya hanya mengumpulkan ingatan gambaran sosok mendiang Xiao Wangfei sebelumnya dari orang-orang yang mengenal beliau. Sesuai yang anda tahu, saya jarang berada di Ibu Kota sejak kecil," ucap Fang Laowang.
Xiao Mingyui tersenyum tipis tanpa sadar, kemudian menyentuh lukisan itu perlahan. "Indah sekali.Tuan Muda Fang sangat berbakat."
Fang Laowang terkekeh, lalu mulai menunjukkan koleksi lukisannya yang lain. Mereka juga mulai bertukar pendapat dan memberi saran mengenai dunia lukis.
"Sepertinya warna gradasi akan menambahkan kesan hidup dan mahal di lukisannya," ucap Xiao Mingyui ketika masih berdiskusi dengan Fang Laowang. Di hadapan mereka kini terdapat satu canvas kosong yang digunakan untuk mempraktikkan hasil diskusi mereka. Masing-masing dari mereka pun menggenggam sebuah kuas.
Fang Laowang mengangguk setuju. "Benar, namun saya masih belum terlalu berani membuat warna gradasi. Khawatir warnanya justru akan saling bertabrakan dan tidak cocok."
Xiao Mingyui tersenyum tipis, kemudian mengambil dua warna berbeda sambil berkata,"Anda harus melihat warnanya dulu dan jangan terlalu pekat menggabungkan kedua warna begitu saja."
Selagi Xiao Mingyui sibuk menjelaskan, Fang Laowang pun sibuk memperhatikan wajah Xiao Mingyui. Tanpa sadar bibirnya tersenyum tipis, matanya menatap teduh Xioa Mingyui. Kedua mata biru mereka benar-benar terlihat bersinar secara bersamaan.
"Bagaimana menurut anda?" Xiao Mingyui menoleh ke arah Fang Laowang setelah sibuk menjelaskan, dia sedikit terkejut karena mendapati Fang Laowang yang menatapnya intens.
Fang Laowang tersadar, lalu berkata,"Sangat sempurna, apa yang anda katakan tidak pernah salah. Selera anda benar-benar sangat baik."
Xiao Mingyui hanya tersenyum tipis, dia tahu bahwa sejak tadi Fang Laowang tidak fokus terhadap penjelasannya. Tetapi, justru itu yang dia diam-diam inginkan. Sesuai kesepakatannya dengan Xiao Xiangqing kemarin, dia akan mengurus Fang Laowang dengan caranya sendiri. Xiao Mingyui berencana membuat pria itu lengah agar dia dapat dengan mudah mengulik keluarga Fang.