The Next Of Phoenix

The Next Of Phoenix
Bab 26. Bernostalgia



"Sepertinya pencarian harus diberhentikan, kita sudah melakukan penyusuran cukup lama namun ketiga yang mulia tak kunjung ditemukan. Kemungkinan besar, mereka sudah--"


"Sudah apa? Lancang sekali bicaramu sebagai pejabat kecil?" Yui memotong ucapan Jenderal Han, walaupun pria itu menyandang gelar Jenderal, namun gelarnya tak pantas disetarakan oleh Xiao Mingyui dan yang lain.


Posisi Yui mendadak sangat penting di situasi ini walaupun sebagian besar pejabat senior telah mengetahui cerita tentang kisah Yui dan Fang Tianyao. Hal ini disebabkan karena Yui dianggap telah berpengalaman akan seluk beluk gunung Lang Tao, mengingat wanita itu pernah menjadi pengawal mendiang Huang Mingxiang dan menyusuri gunung ini bersama-sama.


"Itu Jenderal besar Gu!" Salah satu prajurit berseru ketika melihat Gu Sinjie tiba. Yui yang mendengar hal itu pun dengan cepat menoleh.


Di samping Gu Sinjie terdapat Baili Ruyi yang memasang senyum ceria ke arah Yui, kedua mata wanita itu tanpa sadar mulai berkaca-kaca. Mereka sudah lama sekali tidak bertemu, setelah belasan tahun, akhirnya kini mereka bertemu.


"Yui!"


"Ruyi!"


Yui dan Baili Ruyi berlari kecil, kemudian mereka berpelukan erat.


"Astaga, kau kemari karena mendengar kabar buruk itu?" tanya Baili Ruyi.


Yui mengangguk cepat. "Tentu saja, aku tidak bisa diam saja jika mendengar pangeran Xiangqing dan putri Mingyui dalam masalah."


Baili Ruyi tersenyum semakin dalam, namun ... pelukan penuh haru mereka harus berhenti kala Gu Sinjie bertanya,"Di mana putri Mingyui?"


Raut wajah Yui kembali datar, dengan cepat dia melepas pelukan Baili Ruyi dan menatap Gu Sinjie. "Kabar yang sangat buruk, Tuan Gu. Putri Mingyui juga tiba-tiba menghilang, saya pun tidak mengetahui apa yang menyebabkannya tiba-tiba hilang. Suami saya bersaksi bahwa sebelumnya kemarin putri masih berada tepat di depan mata kami, tetapi tiba-tiba menghilang. Suami saya bersama pasukan Xiao Wangfu yang lain masih melakukan pencarian."


Gu Sinjie dan Baili Ruyi sedikit bingung, karena ... bagaimana mungkin? Orang yang sebelumnya tepat berada di depan mata kita dalam sekejap menghilang begitu saja dan tidak ditemukan lagi?


"Yang mulia!!"


"Pangeran!! Putri!!"


Seruan prajurit dari dalam gunung terdengar, membuat Yui dan yang lain membelalakkan matanya. Mereka dengan cepat berlari ke dalam gunung, tidak peduli walaupun sendi atau tulang mereka tidak sekuat dulu.


Yui, Baili Ruyi, dan Gu Sinjie tertegun kala melihat ketiga orang yang dicari-cari kembali. Xiao Mingyui yang duduk di atas serigala bermata biru, kemudian Xiao Xiangqing dan Xiao Jiwang yang berdiri tepat di samping sang serigala seperti pengawal. Mereka bertiga menatap datara segerombolan prajurit dan yang lainnya.


Yui dan Baili Ruyi mengenali serigala yang menjadi tumpangan Xiao Mingyui, mereka pernah mendengar cerita serigala bermata biru itu dari mendiang Xiao Muqing.


Gu Sinjie sedikit mengepalkan kedua tangannya, tanpa sadar kedua matanya sedikit berkaca-kaca ketika melihat pemandangan ini. Pemandangan di mana seluruh orang berlutut ke arah mereka bertiga yang baru saja turun dari gunung, di antara orang yang berlutut itu adalah anaknya, Gu Lingchi. Sosok Gu Lingchi mirip seperti dengannya belasan tahun silam yang langsung berlutut menyambut kedatangan Xiao Muqing dan Huang Mingxiang. Momen ini benar-benar membuatnya kembali ke masa lalu dan mengenang ingatan itu.


Yui, Baili Ruyi, dan Gu Sinjie perlahan berlutut. Mereka bertiga juga merasakan apa yang Gu Sinjie rasakan, aura yang dikeluarkan oleh Xiao Xiangqing dan Xiao Mingyui benar-benar membuat mereka merasakan seolah mengulang kejadian belasan tahun silam. Rasanya, Xiao Muqing dan Huang Mingxiang lah yang sedang berdiri menerima hormat mereka saat ini.


"Berdiri." Suara dingin Xiao Jiwang menyadarkan lamunan mereka yang penuh cemas sambil berlutut. Yui dan yang lain sekali lagi kembali menatap sosok mereka bertiga.


Ketika Xiao Jiwang mengangkat tubuh Xiao Mingyui dari atas punggung serigala secara pribadi, seluruh orang terkejut, termasuk Yui dan yang lain.


Xiao Mingyui dan Xiao Xiangqing juga terkejut, namun di antara mereka yang paling terkejut adalah Xiao Mingyui. Wanita itu tidak pernah berpikir bahwa Xiao Jiwang berani menggendongnya langsung secara pribadi di hadapan umum, terlebih di sini ada Gu Sinjie dan pejabat penting lainnya.


Xiao Mingyui enggan menunjukkan wajahnya ke hadapan semua orang karena perbuatan Xiao Jiwang, ingin rasanya dia melompat turun, namun kakinya sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama. Seandainya kedua tangan Xiao Xiangqing tidak terluka, dia sudah memberontak dan memilih adiknya sendiri yang menggendongnya.


"Saya di sini, yang mulia." Chen Qi sedikit berjalan maju, kemudian membungkuk.


Xiao Jiwang mengangguk singkat. "Bagus. Di antara ketiga tabib yang akan dipanggil, panggil satu tabib dari Istana secara langsung."


Chen Qi mengerutkan keningnya. "Tetapi, yang mulia ... jika kita harus memanggil tabib dari Istana, maka akan membutuhkan waktu yang--"


"Tidak bisa dibantah." Xiao Jiwang memotong cepat, lalu melanjutkan langkah kakinya.


"Yang mulia, maaf jika saya lancang, namun ... apa yang menyebabkan--" Jenderal Han maju dan hendak bertanya alasan Xiao Jiwang kekeuh hendak memanggil satu tabib Istana secara langsung.


Xiao Jiwang melirik datar Jenderal Han, aura membunuhnya tiba-tiba keluar. "Calon istriku terluka, dan ... kamu masih memiliki nyali untuk muncul di hadapanku?"


"Chen Qi." Xiao Jiwang kembali menatap Chen Qi, setelah Chen Qi menjawab panggilannya, pria itu segera berkata,"Tangkap Jenderal Han, dia akan dipecat dan dihukum mati karena berani menipu dan berusaha membunuh keluarga kerajaan sekaligus pewaris takhta."


Seluruh orang terkejut, namun tidak ada yang berani bertanya. Chen Qi yang mendengar perintah pun tanpa bertanya segera melesat ke belakang Jenderal Han dan menahan kedua tangan pria itu ke belakang.


Xiao Mingyui mendongak sedikit untuk melihat wajah Xiao Jiwang, ah ... sepertinya pria itu benar-benar marah? Apa penyebab hilangnya mereka di gunung Lang Tao adalah ulah Jenderal Han? Dan ... apakah Jenderal Han adalah salah satu kaki tangan pejabat Fang? Fang Jichang?


"Yang mulia! Ini penangkapan tuduhan tak berdasar!!" Jenderal Han berseru tidak terima.


Tak!


Chen Qi memukuk keras kaki Jenderal Han hingga jatuh berlutut ke tanah. Xiao Jiwang menyeringai tipis, lalu berkata,"Jika kau masih berani bicara, maka seluruh marga Han akan aku bersihkan dari Kekaisaran ini."


Xiao Jiwang melanjutkan langkah kakinya, sedangkan Xiao Xiangqing setelah kepergian Xiao Jiwang yang 'membawa kabur' kakaknya pun memilih membiarkannya dan fokus mengucapkan salam perpisahan kepada serigala bermata biru yang telah membantu mereka.


Xiao Xiangqing mengelus kepala serigala itu. "Terima kasih banyak, kamu benar-benar serigala yang baik."


Serigala itu terlihat tersenyum, kemudian menpelkan kepalanya di kaki Xiao Xiangqing, kemudian melolong. Setelah itu dia pergi dan kembali ke dalam gunung Lang Tao. Saat Xiao Xiangqing fokus memperhatikan serigala itu, tiba-tiba Yui, Baili Ruyi, dan Gu Sinjie sudah berdiri di belakangnya. Xiao Xiangqing sedikit terkejut kala mendengar suara Yui.


"Yang mulia, apa anda tahu cerita mengenai serigala itu?"


Xiao Xiangqing dengan cepat menoleh, lalu menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, memangnya ada apa?"


Yui tersenyum tipis. "Dulu sekali, saat mendiang Xiao Wangye pergi ke gunung Lang Tao, beliau sempat melihat serigala berina berwarna putih abu-abu yang memiliki sayap hendak melahirkan, lalu seekor ular datang dan hendak memakan anak sang serigala. Mendiang Xiao Wangye menolong Faxia untuk memukul mundur sang ular, singkat cerita Faxia menjadi jinak dan menganggap mendiang Xiao Wangye adalah tuannya. Sepertinya dia merasakan aura dan darah keturunan Xiao Wangye di tubuh anda."


Baili Ruyi ikut tersenyum tipis. "Tetapi sepertinya yang mengantarmu tadi adalah anak sang serigala bernama Faxia tersebut, karena serigala tadi adalah serigala jantan, bukan betina."


Gu Sinjie tertegun. "Apakah Faxia mati?"


Baili Ruyi mengangkat kedua bahunya ringan. "Tidak tahu, namun kemungkinan besar iya. Jika Faxia masih hidup, seharusnya serigala itu dapat dengan mudah menyadari kedatangan darah keturunan mendiang Xiao Wangye sejak awal."


Xiao Xiangqing menikmati cerita itu, ternyata ... mendiang ayahnya sangat hebat sehingga memiliki hewan peliharaan kuat di gunung Lang Tao yang mengerikan ini. Walaupun serigala itu tidak dirawat langsung, namun ... dianggap tuan dan dihormati oleh hewan gunung Lang Tao yang sering dianggap monster mengerikan tidak peduli sekecil apa pun ukurannya adalah sebuah cerita yang hebat.


Xiao Xiangqing mulai menjadi penasaran, jika seekor ikan kecil bertaring saja memiliki dampak luka yang luar biasa, lalu bagaimana dengan hewan-hewan raksasa lainnya? Atau ... seperti serigala tadi contohnya, mereka tentu bukan serigala biasa yang memiliki kekuatan di bawah rata-rata, bukan? Terlebih lagi mata biru mereka yang menurut cerita telah diberikan berkat oleh Utusan Agung. Pasti hewan itu sangat terhormat dan luar biasa kuat.