The Next Of Phoenix

The Next Of Phoenix
Bab 64. Bagaimana Jika Dulu Ia Adalah Maharani Agung?



Xiao Mingyui kembali ke Xiao Wangfu, sesampainya di sana dia tidak melihat kereta kuda Xiao Xiangqing. Kemungkinan besar pria itu pergi ke kantor militer Xiao Wangfu terlebih dahulu.


Xiao Mingyui masuk ke dalam kediamannya, lalu seperti biasa dibantu Bingbing untuk bersih-bersih dan berganti pakaian. Agenda Xiao Mingyui telah selesai hari ini, saatnya dia untuk beristirahat.


"Yang mulia, apa besok anda akan mengunjungi Fang Furen lagi?" tanya Bingbing sambil menyisir lembut rambut Xiao Mingyui.


Xiao Mingyui mengangguk. "Tentu. Kali ini aku memiliki alasan yang jelas untuk berada di dekat Fang Furen. Perintah Kaisar."


Bingbing balas mengangguk juga, mengerti. Setelah selesai melayani Xiao Mingyui, Bingbing pun akhirnya keluar untuk menyiapkan makan malam Xiao Mingyui.


Kini, Xiao Mingyui sendirian di kamarnya. Wanita itu fokus pada buku yang ada di tangannya, dia sedang melupakan sejenak seluruh beban pikirannya. Buku yang tengah ia baca sekarang buku sejarah Xiao Wangfu, ini adalah buku sejarah yang paling dia gemari.


Di tengah kesibukannya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka tanpa diketuk, menampilkan Xiao Xiangqing yang baru saja kembali dari luar.


"Jiejie, aku butuh tanggapanmu." Xiao Xiangqing mengatakan itu sambil menarik kursi kosong ke dekat Xiao Mingyui.


Xiao Mingyui mengangkat pandangannya, menatap adiknya datar. "Mengenai apa?"


"Mengenai ...." Pandangan mata Xiao Xiangqing gagal fokus ke buku yang sedang Xiao Mingyui baca, membuat pria itu tersenyum dan bertanya,"Jiejie masih gemar membaca buku ini?"


Xiao Mingyui melirik bukunya, kemudian mengangguk. "Tentu, aku sangat menyukainya."


Xiao Xiangqing terkekeh. "Sepertinya Jiejie gemar mengingat masa lalu."


Xiao Mingyui menggeleng dengan senyum tipis, ketika dia hendak kembali bertanya mengenai apa yang ingin Xiao Xiangqing katakan, pria itu sudah lebih dulu bicara lagi.


"Membahas masa lalu aku jadi ingat kelakuan konyol mu," ucap Xiao Xiangqing.


Xiao Mingyui menaikkan alis kirinya sekilas. "Kelakuan konyol?"


Xiao Xiangqing tertawa renyah, lalu berkata,"Kau sungguh tidak ingat? Saat itu umurmu masih sepuluh tahun dan aku delapan tahun. Tiba-tiba saja kau bertingkah aneh dan menyebut dirimu sendiri 'Maharani Agung', sikapmu berubah drastis seperti menjadi orang lain selama satu minggu penuh. Mu qin yang khawatir akan muncul rumor buruk mengenai kesehatan mentalmu pun memerintahkan seluruh pelayan Xiao Wangfu menutup mulut."


Xiao Mingyui tertegun, dia tidak ingat apa pun mengenai kejadian itu. Dirinya bertingkah aneh selama satu minggu penuh dan menyebut diri sendiri 'Maharani Agung'?


"Saat ke gunung Lang Tao kemarin dan bertemu Utusan Agung aku pikir Jiejie akan langsung memilih Utusan Agung karena kejadian saat kita masih kecil dulu dari pada Putra Mahkota yang jelek. Ya ... Utusan Agung juga masih di bawahku, sih ...." Xiao Xiangqing tertawa renyah saat mengatakan ini.


Xiao Mingyui terlihat lebih serius. "Kau bercanda?"


Xiao Xiangqing sedikit terkejut ketika mendapati kakaknya terlihat serius, namun kemudian dia menjawab,"Mau aku panggilkan Su Mama yang telah pensiun untuk kemari menjadi saksi?"


Xiao Mingyui membuang pandangannya dari Xiao Xiangqing, lalu kembali menatap bukunya sambil berkata,"Apa yang ingin kau katakan?"


Xiao Mingyui mengangguk setuju. "Itu bagus. Lagi pula, nama mendiang Fu qin terkenal di sana. Mereka harus berpikir dua kali untuk menolak surat kerja sama."


"Bagaimana jika Kaisar bodoh itu menolak?" tanya Xiao Xiangqing, bibirnya menyeringai tipis. Dia tahu jawaban yang akan dikeluarkan kakaknya.


Xiao Mingyui menutup bukunya, lalu menatap adiknya lagi. "Bersihkan."


Xiao Xiangqing terkekeh. "Kekaisaran Timur akan menjadi lebih besar, kemungkinan banyak yang akan menentang. Tetapi jika mereka menolak surat itu dan ikut mengusik, tidak ada alasan untuk para penentang muncul."


Xiao Mingyui mengangguk setuju lagi, setelah itu Xiao Xiangqing pun selesai dengan urusannya. Pria itu berdiri, lalu tersenyum cerah. "Baiklah, kalau begitu selamat beristirahat dan makan malam. Malam ini aku masih harus mengurus beberapa dokumen."


Xiao Mingyui hanya mengangguk singkat, lalu kembali membuka bukunya. Belum ada satu paragraf dia baca, Xiao Xiangqing tiba-tiba berkata,"Bagaimana jadinya ya kalau ternyata dulu kau adalah Maharani Agung sungguhan? Itu terdengar sangat lucu." Xiao Xiangqing tertawa sambil berjalan keluar.


Xiao Mingyui tertegun, wanita itu kembali menutup bukunya. Setelah Xiao Xiangqing pergi, dia memijat keningnya pelan. Astaga ... mengapa dia sangat memikirkan ini? Xiao Mingyui biasanya selalu acuh dengan sesuatu yang dianggapnya tidak benar, namun ... kini semakin dia menolak fakta tersebut, semakin dia dihantui. Tunggu, fakta? Tidak! Itu bukan fakta! Bagaimana mungkin dirinya adalah Maharani Agung di kehidupan sebelumnya? Gila! Dia adalah putri darah daging Xiao Muqing dan Huang Mingxiang, bukan hanya diciptakan dari tulang rusuk serta pecahan hati Utusan Agung! Mendengarnya saja sudah tidak masuk akal!


Sementara itu di Istana Kediaman Utusan Agung, Di Fuyi sedang duduk sambil menatap ke jendela kamarnya. Tidak ada pemandangan apa pun selain langit malam yang dihiasi jutaan bintang, dia tidak bisa melihat pemukiman ramai seperti manusia lainnya.


"Yang mulia Agung, pakailah mantel ini. Kondisi tubuh anda sedang buruk." Baobao muncul dari belakang, kemudian memberikan mantel putih tebal yang terbuat dari bulu angsa dan beruang.


Di Fuyi melirik Baobao, mengambil mantel itu dan mengenakannya.


"Berapa lama lagi aku akan hidup, Baobao?" tanya Di Fuyi.


"Jika sesuai hitungan dari saat anda lahir, seharusnya anda masih dapat hidup tujuh puluh tahun lagi," jawab Baobao sambil berpikir keras karena menghitung.


Di Fuyi tersenyum tipis, lalu bertanya lagi. "Menurutmu Xiao Mingyui dilahirkan menjadi manusia biasa atau membawa berkat dewa?"


Baobao menelan ludah, kemudian dengan hati-hati menjawab,"Karena pada awalnya putri Mingyui tercipta dari tulang rusuk dan kepingan hati anda, jadi meskipun beliau telah mengalami ratusan kali reinkarnasi, dia akan tetap terlahir dengan membawa berkat dewa."


Di Fuyi terkekeh. "Aku membayangkan saat dia mulai menua dan kondisi fisikku masih sama seperti sekarang. Apa dia akan mengomel dengan gemas? Atau ...."


"Atau?" tanya Baobao bingung.


Pandangan mata Di Fuyi terlihat mengambang di langit. "Atau justru aku dan dia bukan ditakdirkan di kehidupan Xiao Mingyui yang saat ini? Bagaimana jika dia berhasil menikah dengan Putra Mahkota Kekaisaran Timur?"


Baobao mengerutkan keningnya bingung, lalu setelah itu dia paham dan menjawab,"Tidak mungkin. Meskipun putri Mingyui bereinkarnasi ratusan kali, karena beliau diciptakan dari bagian dalam tubuh anda, seharusnya anda dan beliau tetap menjalin hubungan. Tidak peduli di kehidupan putri Mingyui yang mana. Dan ... jika pun dugaan pertanyaan terkahir anda benar, anda tentu tahu jawabannya, bukan?" Baobao tersenyum sedih.


Di Fuyi mengangguk. Ya, tentu dia tahu. Dia mengetahui semua jawaban dari pertanyaannya sendiri, namun dia tetap bertanya kepada Baobao untuk menurunkan kecemasannya.


Jika Xiao Mingyui yang lahir dengan berkat dewa dan ditakdirkan untuk menjadi 'Maharani Agung' menikah dengan manusia biasa, maka ... derajat dan berkat wanita itu sebagai 'manusia terpilih' akan dihapus. Dia akan menjadi manusia biasa, serta kepingan hati dan tulang rusuk Di Fuyi juga akan dihilangkan.