The Next Of Phoenix

The Next Of Phoenix
Bab 32. Tunangan Saya



Kereta kuda dan tunggangan Xiangqing serta Xiao Jiwang telah memasuki gerbang Istana. Seluruh pasukan Xiao Wangfu yang mengawal mereka pun telah kembali ke markas yang dipimpin oleh Gu Lingchi. Begitu juga dengan Gu Sinjie dan Baili Ruyi, pasutri itu mengikuti para pasukan ke markas.


Xiao Mingyui masih duduk dengan tenang di dalam kereta, walaupun sebenarnya dia sudah cukup suntuk. Pintu kereta kudanya dibuka pelan, lalu Xiao Xiangqing muncul sambil mengulurkan tangan ke arahnya.


"Jiejie, kita sudah tiba di Istana. Kaisar memerintahkan anda turut hadir untuk menghadap," ucap Xiao Xiangqing yang diangguki singkat oleh Xiao Mingyui sambil membalas uluran tangan pria itu.


Xiao Mingyui masuk ke dalam Istana untuk menghadap Kaisar, wanita itu berjalan dengan bantuan Xiao Xiangqing. Sekarang dia tidak terlalu menggunakan tongkat bantu berjalan lagi, walaupun sesekali keseimbangan tubuhnya goyah.


Sesampainya di dalam, Xiao Mingyui melihat Xiao Jiwang yang tengah berdiri menghadap Kaisar. Ruang aula Kekaisaran saat ini sepi, tidak ada pejabat penting yang berkumpul.


Xiao Jiwang menoleh ketika mendengar pengumuman kedatangan Xiao Mingyui dan Xiao Xiangqing. Kedua mata pria itu terlihat datar, kemudian menarik kembali tatapannya untuk menatap Kaisar.


Xiao Xiangqing membungkuk sambil membantu kakaknya membungkuk, kemudian mereka berdua kembali berdiri tegak dan menatap Kaisar.


Bibir Xiao Mingyui tersenyum tipis, senyum formalitas yang biasa ia gunakan. Xiao Jihuang yang melihat kondisi Xiao Mingyui pun mengerutkan keningnya. "Ada apa denganmu, putri Mingyui?"


Xiao Mingyui dengan tenang menjawab,"Mingyui menjawab, yang mulia. Kaki saya ... untuk saat ini sulit digerakkan secara leluasa, karena sedang mengalami pelumpuhan sementara. Ketika sedang mengambil air bersih di danau, sebuah ikan bertaring muncul dan menggigit tangan saya. Sepertinya ... ikan itu memiliki racun, sesuai yang kita tahu bahwa gunung Lang Tao menyimpan banyak sekali misteri."


Xiao Jihuang mengangguk singkat, kemudian tatapan matanya mendadak dingin dan berkata,"Zhen sangat mengapresiasi keberhasilan kalian, namun ... Putri Mingyui, kamu harus dihukum."


Ketika mendengar kalimat itu, Xiao Jiwang dan Xiao Xiangqing menatap penuh keterkejutan ke arah Xiao Jihuang. Sedangkan Xiao Mingyui, wanita itu tetap bersikap tenang walaupun wajahnya menampilkan kebingungan. Dia tidak tahu apa alasan Kaisar menghukumnya, padahal dia sudah membantu kembalinya kedua pangeran penting Kekaisaran.


"Kau tahu apa kesalahanmu, putri Xiao Mingyui?" tanya Xiao Jihuang, nada bicaranya terdengar suram.


Xiao Mingyui dengan cepat berlutut di lantai, kemudian menggeleng. "Mingyui terlalu bodoh sehingga tidak dapat mengetahui kesalahan yang Mingyui perbuat sendiri. Mohon petunjuk yang mulia." Saat berlutut, tatapan matanya semakin dingin.


"Kamu keluar Kekaisaran dan membawa pasukan Xiao Wangfu dengan angkuh menuju lokasi bencana tanpa mengajukan permohonan izin terlebih dahulu. Pasukan itu memang mutlak hak milik mendiang Xiao Wangye, namun yang diperbolehkan menggunakan pasukan itu tanpa izin dari Zhen adalah pemilik gelar 'Xiao Wangye'. Walaupun kamu adalah anak dari beliau, tetapi kamu bukanlah pemegang gelar tersebut! Kamu melanggar peraturan penting Kekaisaran! Benar-benar memalukan!!"


Xiao Xiangqing terlihat cemas, dia sama sekali tidak menduga akan ada masalah seperti ini. Dia juga tidak sempat memikirkan masalah ini lebih dalam. Sementara itu Xiao Jiwang, dia tetap terlihat tenang dan tidak menoleh sedikitpun ke arah Xiao Mingyui. Pria itu tampak acuh, seolah tak peduli. Dia tidak mengatakan atau mengambil tindakan apa pun.


Xiao Mingyui sedikit mengangkat pandangannya untuk menatap Xiao Jiwang, tatapan matanya bertambah datar dan dingin ketika melihat pria itu tidak peduli. Senyum dingin perlahan muncul, ah ... benar, apa yang dirinya bisa harapkan dari hubungan mereka? Bahkan jika Kaisar membunuhnya di sini pun sepertinya dia tidak akan peduli.


Xiao Xiangqing berlutut tepat di samping kakaknya, kemudian berkata,"Yang mulia, hamba mohon, izinkan saya untuk menggantikan putri Mingyui menjalani hukumannya. Yang mulia, Jiejie saya saat ini sedang berada dalam kondisi yang tidak--"


"Kalau begitu berarti kau bersedia dihukum cambuk lima puluh kali dan dikurung di dalam penjara selama satu minggu?" Potong Xiao Jihuang, bibirnya tersenyum dingin.


Xiao Mingyui membelalakkan matanya, tatapan matanya menjadi sulit. Gila! Kaisar sungguhan ingin menghukumnya? Xiao Mingyui mengepalkan kedua tangannya erat, apakah kalimat yang dikatakan Rong Wangxia sebelumnya yang ingin mewakili dirinya untuk meminta izin kepada Kaisar adalah palsu? Atau tidak berhasil mendapatkan persetujuan Kaisar?


Xiao Mingyui menunduk semakin dalam, lalu berkata,"Yang mulia! Kesalahan ini adalah murni perbuatan saya, adik saya tidak tahu menahu dan bukan tanggung jawabnya pula untuk menanggung hukuman saya! Saya dan dia telah dewasa, kami memiliki dunia dan tanggung jawab masing-masing. Maka dari itu, biarlah kesalahn saya menjadi tanggung jawab saya seorang diri. Tidak peduli bagaimana kondisi saya saat ini, hukuman atas perbuatan tidak terpuji harus tetap saya terima!"


Xiao Jihuang melirik anaknya, Xiao Jiwang sekilas, kemudian kembali menatap Xiao Mingyui dan berkata,"Sebuah kalimat yang bijak, zhen bersyukur bahwa kamu masih memiliki hati nurani." Lalu kepalanya menoleh ke arah Kasim pribadinya. "Perintahkan pengawal untuk datang dan membawa putri Mingyui ke tempat cambuk."


Kasim Kaisar mengangguk, lalu dengan terburu-buru berjalan ke arah luar.


Xiao Mingyui kembali mengangkat pandangannya untuk menatap Xiao Jiwang, pria itu masih pada posisi yang sama. Berdiri tegak ke arah Kaisar, tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.


Xiao Xiangqing tiba-tiba berdiri, matanya menatap tajam Kaisar. Anak itu benar-benar tidak peduli siapa lawan di hadapannya, yang ada di kepalanya saat ini hanyalah ingin menyelamatkan kakaknya.


"Yang mulia, saudari saya sedang sakit parah akibat rela mendatangi gunung Lang Tao untuk mencari Putra Mahkota dan saya. Luka yang dia dapatkan berasal dari ikan beracun ketika saudari saya hendak mengambil sir bersih untuk luka Putra Mahkota. Saya akui bahwa perbuatan saudari saya sangat sembrono dan tidak pantas, namun ... anda tidak bisa bersikap kejam kepada seseorang yang telah menyelamatkan sekaligus membantu pewaris takhta! Hukuman cambuk berpuluh-puluh kali dan kurung penjara selama satu minggu, itu terlalu kejam! Hukuman ini lebih terasa seperti penghinaan dari pada pertanggungjawaban yang sesuai." Xiao Xiangqing menatap penuh cemas dan benci ke arah Xiao Jihuang.


Xiao Jihuang menaikkan alis kirinya sekilas. "Hukuman penghinaan? Kamu tidak tahu apa-apa, pangeran Xiangqing. Zhen sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meringankan hukuman yang akan putri Mingyui dapatkan. Bahkan, ada beberapa pejabat penting yang mengusulkan hukuman mati!"


"Tetapi--!"


"Xiangqing, sudah ...." Xiao Mingyui berusaha menghentikan adiknya agar tidak memperkeruh suasana. Jika Xiao Xiangqing terus menerus berdebat dengan Kaisar, Xiao Mingyui khawatir hubungan Xiao Wangfu dan Kaisar ikut memburuk. Xiao Mingyui tidak ingin musuh Xiao Wangfu semakin bertambah.


"Tidak, kak! Ini tidak bisa--!"


"XIANGQING!" Xiao Mingyui membentak adiknya, membuat Xiao Xiangqing terdiam total dengan raut wajah penuh amarah.


Para pengawal Istana masuk bersama Kasim pribadi Kaisar, mereka membungkuk ke arah Kaisar terlebih dahulu, kemudian melanjutkan langkahnya menuju Xiao Mingyui.


Belum sempat mereka menyentuh Xiao Mingyui untuk dibawa ke tempat hukuman cambuk, tiba-tiba Xiao Jiwang menarik pedangnya keluar dan menghunuskannya ke arah para pengawal Istana.


Tatapan mata Xiao Jiwang terlihat sangat ganas dan dingin, seolah siap membunuh siapa saja yang berani menyentuh Xiao Mingyui.


Xiao Jiwang berjalan mendekat ke arah Xiao Mingyui, dia berdiri tepat di samping Xiao Mingyui yang masih berlutut, kemudian matanya menatap tajam Kaisar.


Xiao Mingyui mendongakkan kepalanya, dia tertegun ketika melihat Xiao Jiwang berdiri di sampingnya sambil mengeluarkan pedang untuk menahan gerakan pengawal Istana.


Xiao Xiangqing yang tadi ribut pun ekspresinya berubah total, pria itu mendadak membatu dan melihat Xiao Jiwang penuh dengan keterkejutan.


Xiao Jiwang melirik sekilas Xiao Mingyui yang menatapnya, kemudian kembali melihat Kaisar dan berkata,"Yang mulia, mengapa anda tidak meminta pendapat saya terlebih dahulu sebelum menghukum cambuk sekaligus memenjarakan tunangan saya?"