The Next Of Phoenix

The Next Of Phoenix
Bab 33. Saya Mencintainya!



"Yang mulia, mengapa anda tidak meminta pendapat saya terlebih dahulu sebelum menghukum cambuk sekaligus memenjarakan tunangan saya?"


>>>>>


"Haruskah Zhen memerlukan izinmu untuk melakukan sesuatu? Putra Mahkota, kau adalah pewarisku! Jangan macam-macam!" Xiao Jihuang menembakkan tatapan dingin ke anaknya.


Xiao Jiwang tidak takut, pria itu justru malah menyeringai tipis. "Lalu? Yang mulia, saya tidak ada niatan untuk berbuat lancang terhadap anda. Yang saya lakukan saat ini adalah sebuah usaha untuk melindungi orang yang ingin saya lindungi."


Brak!!


Xiao Jihuang menggebrak mejanya, kemudian berdiri sambil melotot marah ke arah Xiao Jiwang. "Lancang! Xiao Jiwang! Zhen membesarkanmu bukan untuk menjadi seorang pembangkang orang tua!"


Xiao Jiwang menggeleng lagi. "Tidak, yang mulia. Saya sama sekali tidak ada maksud untuk berbuat demikian. Saya tidak akan berdebat atau membuat tindakan kasar, saya hanya akan memohon kelurahan hati anda untuk membatalkan hukuman putri Mingyui!"


Xiao Jihuang mendengus kasar. "Hng! Jadi kau lebih memihak kepada orang luar dari pada ayahmu sendiri, Jiwang?! Jika ibumu tahu ini, dia pasti akan kecewa!"


Xiao Jiwang mengeratkan genggamannya di gagang pedang ketika mendengar Kaisar mengungkit ibunya, kepala pria itu sedikit menunduk walaupun matanya terlihat tidak ada ketakutan sama sekali.


Xiao Mingyui perlahan menggerakkan tangannya, kemudian menarik pelan kain pakaian Xiao Jiwang. Xiao Jiwang yang menyadari ini dengan cepat melirik Xiao Mingyui.


Xiao Mingyui tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalanya, seolah dia berkata ... lebih baik Xiao Jiwang mundur dan tak perlu ikut campur. Biar masalah ini menjadi tanggung jawab dan urusan pribadinya.


Xiao Jiwang menggertakkan giginya kesal, sialan. Dia sendiri sebenarnya tidak mau ikut campur, namun entah mengapa pikiran dan hatinya dari tadi gelisah tak mau diam. Seolah dia akan merasa sangat terpuruk berat jika tidak melakukan ini.


"Diam saja, jangan banyak bicara," ucap Xiao Jiwang cepat dengan nada bicara rendah, kemudian kembali menatap Kaisar.


"Yang mulia, saya tidak bisa menuruti permintaan anda kali ini. Saya bersedia menerima hukuman yang sama seperti Putri Mingyui." Xiao Jiwang mengatakan itu dengan raut wajah datar tanpa keraguan, seolah tekadnya untuk melindungi Xiao Mingyui sudah bulat total.


"Apa yang membuatmu sangat ingin sekali melindungi putri Mingyui? Atas dasar apa kau berani melawan ayah sekaligus Kaisar-mu sendiri demi orang luar?!" tanya Xiao Jihuang, membuat Xiao Jiwang semakin terlihat gelisah.


Seluruh orang terlihat menunggu jawaban Xiao Jiwang, sampai akhirnya pria itu mulai membuka mulutnya dan menjawab,"Saya mencintainya! Walaupun pertunangan saya dan putri Mingyui baru ada selama empat hari, namun dengan adanya dekrit itu, seluruh tanggung jawab atau hal yang berkaitan dengan putri Mingyui adalah milik saya. Putri Mingyui akan menjadi istri saya, saya tidak akan membiarkan siapapun, termasuk yang mulia sekalipun untuk melukai wanita saya. Saya berani berbicara seperti ini bukan sebagai Putra Mahkota, namun sebagai tunangan putri Mingyui. Pria yang akan menjadi suaminya di masa depan."


Seluruh orang membelalakkan matanya, termasuk Xiao Xiangqing. Pria itu molotot sambil menahan sensasi merinding yang sedang menjalar di permukaan tubuhnya. Kalimat penuh kehangatan seperti itu terlontar dari bedebah Xiao Jiwang untuk kakak perempuannya, Xiao Xiangqing benar-benar ingin muntah di tempat!


Xiao Mingyui yang juga terkejut pun kini sedang menatap Xiao Jiwang tanpa berkedip, dia tidak menyangka Xiao Jiwang akan mengatakan hal seperti itu. Entah yang dia katakan adalah sebuah kebenaran atau tidak, Xiao Mingyui tidak tahu! Yang jelas, saat ini hatinya sedang sangat terkejut! Melihat pria itu berani melawan Kaisar untuk melindunginya saja sudah di luar ekspetasi Xiao Mingyui, kini pria itu malah mengucapkan kalimat-kalimat seperti itu! Benar-benar membuat Xiao Mingyui tidak habis pikir!


Xiao Jihuang yang mendengar pernyataan cinta dari anaknya pun terkejut, namun perlahan bibirnya tersenyum, ekspresi ini membuat Xiao Jiwang mengerutkan keningnya dalam.


Xiao Mingyui dan Xiao Xiangqing terkejut mendengar gelak tawa Kaisar, mereka dengan cepat menatap Kaisar penuh dengan tanda tanya. Xiao Jiwang yang langsung tahu bahwa ayahnya sengaja membuat situasi tegang untuk menjahilinya pun segera menggertakkan giginya keras. Raut wajah suram mulai muncul, tatapan matanya menembak tajam ayahnya.


"Bagus! Bagus! Seperti itu!!" ucap Xiao Jihuang sambil tertawa, kemudian Kasim pribadi Kaisar pun turut tertawa. Mereka berdua seperti telah sengaja membuat lelucon untuk menjahili Xiao Jiwang, Xiao Mingyui, dan Xiao Xiangqing.


"Wu Guifei Niangniang datang!!"


Pengumuman kedatangan Wu Zeyuan terdengar, membuat semua orang menoleh. Wu Zeyuan masuk dengan senyum cerah menatap Xiao Jiwang dan Xiao Mingyui, wanita itu mendekat ke arah Xiao Mingyui dan membantunya berdiri. "Sudah-sudah, ayo berdiri, Mingyui." Kemudian Wu Zeyuan melanjutkan langkah kakinya ke arah Xiao Jihuang.


Xiao Jihuang menggenggam telapak tangan Wu Zeyuan hangat, kemudian mengelusnya lembut dan kembali duduk di singgasana-nya ditemani Wu Zeyuan.


"Ternyata cara ini berhasil, yang mulia. Tebakan saya tidak salah, bukan?" ucap Wu Zeyuan, membuat Xiao Mingyui dan Xiao Xiangqing tersadar bahwa kejadian ini hanyalah sebuah lelucon untuk memancing Xiao Jiwang!


"Astaga, Putra Mahkota. Katakan, seberapa besar cinta yang kau sebutkan tadi?" tanya Xiao Jihuang untuk menggoda putranya, kemudian tertawa bersama Wu Zeyuan.


Wajah Xiao Jiwang memerah, memerah karena malu dan marah. Pria itu memasukkan lagi pedangnya secara kasar, kemudian berbalik dan pergi meninggalkan yang lain begitu saja tanpa mengucapkan apa pun.


Xiao Mingyui yang sudah kembali berdiri dan kini Xiao Xiangqing kembali mendekat ke arshnya untuk membantunya lagi pun menatap kepergian Xiao Jiwang dengan datar.


Xiao Mingyui beralih menatap Kaisar dan Wu Zeyuan, lalu bertanya,"Yang mulia, apakah yang tadi hanyalah sebuah lelucon?"


Wu Zeyuan mengangguk lembut. "Maafkan kami, Mingyui, Xiangqing. Tetapi, kami melakukan ini agar Xiao Jiwang melunak. Eh ... agak sulit dijelaskan, nak. Tenang saja, intinya kejadian yang sebelumnya adalah sebuah lelucon."


Xiao Xiangqing terkekeh. "Tidak masalah, yang mulia. Melihat wajah merah padam Putra Mahkota sudah cukup membuat saya terhibur kembali."


Xiao Mingyui menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, lalu tak lama dia mendengar Xiao Jihuang berkata,"Susul Putra Mahkota sekarang, Mingyui. Zhen khawatir dia akan mengamuk karena malu."


Wu Zeyuan yang mendengar ini segera mengerutkan keningnya, lalu berbisik,"Apa akan baik-baik saja?"


Xiao Jihuang melirik istrinya, lalu mengangguk singkat, kemudian matanya kembali menatap Xiao Mingyui.


"Susul, nak."


Xiao Mingyui diam-diam menghela napas tipis, dia agak malas melakukan ini. Terlebih, pasti saat menemui Xiao Jiwang nanti susananya akan canggung! Tetapi Xiao Mingyui tidak bisa menolak, jadi mau tidak mau dia benar-benar menyusul Xiao Jiwang sekarang.


Dengan dibantu oleh Xiao Xiangqing, Xiao Mingyui mulai berjalan keluar dari aula Kekaisaran untuk mencari keberadaan Xiao Jiwang. Tetapi di tengah jalan Xiao Mingyui melihat Bingbing dan Da Xuan, akhirnya posisi Xiao Xiangqing diambil alih oleh Bingbing. Xiao Xiangqing pun memutuskan untuk kembali menuju markas menemui Gu Lingchi.