
Tulisan harian Tania berakhir disitu, tapi untungnya dihalaman selanjutnya Tania memberitahukan letak taman surga itu. Tapi lokasinya belum jelas hanya berupa sebuah teka-teki. Setidaknya teka-teki itu membantu daripada tidak sama sekali.
Ada sebuah cerita masa lalu, taman surga adalah tempat yang dibuat oleh dewa sebagai hadiah untuk putri kesayangannya. Taman itu berada ditempat yang tidak pernah gelap. Baik siang ataupun malam tempat itu selalu bersinar paling indah diantara tempat lainnya.
Sang putri merasa sangat senang dengan pemberian dewa. Namun sang dewa memberikan syarat agar taman itu tidak dimasuki oleh siapapun selain putri. Suatu hari ada seorang anak kecil yang menemukan taman itu dan dilihat oleh sang putri, karena kebaikan putri, Dia membawa anak itu memasuki tamannya. Putri ingin menujukkan taman itu pada anak yang penasaran dengan aroma wangi yang dikeluarkan dari taman.
Putri melanggar perintah dewa dan membiarkan orang lain memasuki taman itu dengan sesuka hati. Hingga pada akhirnya sang dewa marah kepada putri dan mengirim seorang putri lainnya untuk menghancurkan taman itu.
Tahun demi tahun, sang putri kedua diberikan misi untuk menghancurkan taman itu. Namun misinya gagal karena seorang anak kecil yang selalu dekat dengan putri pertama tumbuh menjadi seorang pria yang gagah.
Alih-alih berniat menghancurkan taman itu, Putri kedua berniat untuk melenyapkan putri pertama karena pandangannya yang telah dikaburkan dengan seorang anak manusia.
Rencananya pun berhasil, putri kedua berhasil mendapatkan pria itu. Dia sampai melupakan misinya yang diberikan oleh dewa.
Putri pertama sangat sakit hati. Dia yang pertama bertemu, tapi kenapa putri kedua yang dicintainya.
Putri pertama murka dan akhirnya melawan saudarinya itu. Dia mengeluarkan segala sihir dan kekuatannya untuk menyingkirkan adiknya. Dan terjadilah perang antara dua saudara itu.
Dewa sangat marah dengan situasi yang tidak diharapkan itu, kedua putrinya berkelahi demi seorang anak manusia. Sungguh konyol.
Pada awalnya dewa membiarkan perang itu sampai salah satu dari mereka terluka atau mati. Namun peperangan itu tidak kunjung selesai sampai bertahun-tahun lamanya. Satu sama lain tidak mau menyerah dan pada akhirnya sang dewa menurunkan hujan salju yang membekukan semua orang termasuk kedua putrinya dan anak manusia itu.
"Tidak kah Kau pikir putri pertama adalah Daniova?"
Joana terkejut tiba-tiba datang sebuah suara tepat disamping telinganya ketika ia fokus membaca. "Kapan Kau datang?"
"Barusan," Balas Killian sembari ikut duduk lesehan di depan perapian disamping Joana.
"Tunggu, jadi maksudmu Ibuku adalah perebut laki orang gitu?" Sahut Joana tak terima maksud tersirat dari pernyataan Killian.
Joana pun ngambek karena pernyataan Killian tahu. Bagaimana bisa ia menyebut Ibunya sebagai pelakor.
"Kenapa juga Kau harus mengaitkan dua putri itu dengan Ibu dan Bibiku. Dua putri itu adalah putri dewa, sedangkan Ibuku hanya anak manusia. Paham?!"
"Iya, iya. Lanjutkan bukunya." Ujar Killian menyerah dengan perkataan Joana. Semakin di debat semakin Joana tidak mau kalah.
Joana pun muka jutek membuka halaman berikutnya.
Betapa terkejutnya Dia melihat namanya ada dibuku itu dengan tulisan latin.
Joana, Putriku tercinta...
Suatu saat Kau akan merasakan kesulitan yang luar biasa saat Ibu pergi
Tapi jangan khawatir, Ibu percaya Kau akan mendapatkan orang-orang yang menyanyangimu dan bersedia bertaruh nyawa melindungimu
Ibu minta maaf telah membawamu ke dunia ini
Ini adalah takdir yang harus Kau jalani Joana
Takdir yang tidak bisa Ibu selesaikan
Ibu harap Kau melakukan takdirmu
Ibu akan selalu ada untukmu
Aku menyayangimu