The Killian's Love

The Killian's Love
Bab 74



"Anda tahu Ibu Saya?" Ujar Joana.


"Ibu?" Beo nenek itu terkejut.


"Iya, Tania Alexandra adalah Ibu Saya." Balas Joana. "Silahkan duduk dulu." Sambung Joana mempersilahkan dengan ramah.


"Nenek, Aku tinggal ya. Kalian bicaralah dengan nyaman." Sahut Ellia izin meninggalkan ruangan.


"Anda sangat mirip dengan lukisan. Rambut dan mata. Anda sangat mirip." Gumam nenek itu setelah Ellia pergi.


Mendengar hal itu membuat Joana dan Killian penasaran. Siapa Dia dan bagaimana Dia tahu wajah putri Tania yang disembunyikan oleh istana.


"Siapa Anda? Bagaimana Anda tahu wajah Ibu Saya?" Tanya Joana dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi.


"Ah, maaf Saya lupa memperkenalkan diri, Saya adalah putri dari pelayan yang melayani putri Tania. Ibu Saya dulu adalah dayang pribadi Putri Tania." Ujar nenek itu gugup.


Joana dan Killian saling tatap sejenak. "Dayang?" Beo Joana.


"Saya tidak menyangka Anda masih sangat muda." Ujar nenek itu lagi.


Dan Joana hanya tersenyum, "Ceritanya cukup panjang, tapi Saya benar adalah Anak dari Putri Tania Alexandra dan Putra Mahkota terdahulu, Killian De Fredda."


"Saya percaya nyonya, Anda sangat mirip dengan Putri Tania."


"Jadi apa yang ingin Anda katakan? Rekan Saya bilang Anda tahu tentang taman surga? Apa itu benar?" Ujar Killian kemudian.


"Ah, iya Tuan, Nyonya." Balasnya gugup dan takut dengan aura Killian yang mendominasi.


Nenek tua itu kemudian mencoba mengeluarkan sesuatu dari balik celemek lusuhnya.


Terilhat sebuah buku tua yang ia keluarkan.


Nenek tua kemudian memberikannya pada Joana. "Saat Ibu Saya meninggal, Saya menemukan buku ini. Dan Saya tidak sengaja membacanya Nyonya. Saya minta maaf." Ujar Nenek itu sembari takut sambil duduk bersujud meminta maaf.


"Anda tidak perlu meminta maaf, silahkan berdiri." Ujar Joana tak enak melihat seorang wanita yang jauh lebih tua darinya bersujud meminta maaf pada bukan kesalahannya. Apakah orang di dunia ini selalu seperti ini?


Nenek itu dengan takut-takut berdiri kemudian duduk kembali. Gestur tubuhnya masih menunjukkan rasa hormat dan takut.


Sementara itu, Joana membuka buku dengan seksama. Pada halaman awal menggunakan aksara Foresta Fredda, namun pada halaman tengah menggunakan huruf latin dari dunia asli Joana.


Joana menatap sambul buku yang sudah nampak lusuh dan berwarna kusam. Buku ini terlihat sudah dirawat selama puluhan bahkan bisa jadi seratus tahun. Mengingat Tania hidup seratus tahun yang lalu.


Di sampul buku itu terdapat tulisan nama Tania Alexandra yang ditulis menggunakan aksara Foresta Fredda.


"Ini benar tulisan ibuku, ini buku dairy ibuku." Gumam Joana mengusap lembut sampul buku bertuliskan nama ibunya itu.


"Cerita tentang Taman Surga ada di buku itu Nyonya." Ucap nenek itu.


"Saya akan memberikan imbalan pada Anda. Apa ada yang Anda inginkan?" Tawar Killian.


"Tidak- tidak perlu Tuan. Saya hanya ingin mengembalikan barang yang seharusnya menjadi milik Nyonya Alexandra. Saya sangat senang buku itu sudah kembali ke pemilik aslinya. Saya sudah sangat lama menyimpannya. Dan Saya sangat bersyukur Saya bisa mengembalikannya saat Saya masih hidup."


Nenek itu akhirnya menyerah setelah Joana memaksa beberapa kali.


"Saya hanya berharap Anda bisa hidup bahagia Nyonya. Karena Ayah dan Ibu Anda meninggal saat perang besar melindungi Foresta Fredda dan melindungi Saya dan Ibu Saya. Saya hanya meminta Nyonya untuk hidup bahagia kali ini."


Kata-kata itu membuat Joana terharu. Joana pun bangkit kemudian memeluk nenek tua itu dengan erat. "Terimakasih. Aku berjanji akan melindungi Foresta Fredda sama seperti ibu dan ayahku. Dan Aku akan hidup bahagia. Terimakasih."


***


Joana duduk di depan perapian membaca buku dairy Tania. Dan semua pertanyaan-pertanyaan Joana selama ini terjawab di buku itu.


Dari halaman pertama menceritakan tentang ingatan-ingatan Tania saat memasuki dunia ini. Dan terus belanjut sampai penglihatan masa depan Tania.


Isi Buku Diary


Hari ketiga terjebak di dunia aneh Foresta Fredda. Seharusnya Aku mati karena kecelakaan, tapi kenapa Aku bisa ada disini? 


Ingatan-ingatan Tania yang dulu terus bermunculan. Bahkan ingatan ini bercampur seperti ingatan milikku sendiri.


Bagaimana caranya Aku keluar dari dunia ini. Dunia ini benar-benar aneh. Sihir dianggap biasa. Dan apalagi Aku memiliki sihir yang keluar dari tanganku ini.


Halaman berikutnya


Aku bermimpi aneh, Aku bermimpi tentang bencana besar akan menimpa Foresta Fredda. Dan seorang laki-laki meninggal di pelukanku.


Yang jadi pertanyaan, siapa laki-laki itu? Kenapa Aku menangis tersedu-sedu melihatnya mati?


Aku tidak memiliki ingatan pria itu.


Halaman berikutnya


Aku senang Dania ternyata datang ke dunia ini bersamaku.


Aku senang setidaknya Aku tidak sendiri di sini.


Dan laki-laki yang ada di mimpiku, ternyata Dia adalah seorang Putra Mahkota. Dia sangat tampan.


Halaman berikutnya


Killian mengajakku ke taman surga. Taman yang ada di ingatanku saat kecil.


Meskipun disini tidak ada HP dan Komputer, tapi Aku sangat senang hidup disini.


Killian yang baik padaku dan selalu menjagaku.


Tapi Aku merindukan ketiga Putraku yang ada di dunia itu.


Bagaimana kabar mereka...