
"Joana," Killian memanggil nama Joana yang terlihat sedang melamun dengan serius.
Joana akhirnya tersadar setelah beberapa panggilan. "Ah, Maaf... Sepertinya pikiranku sedang kacau sekarang..."
"Apa Kau baik-baik saja? Apa Kita pulang saja?"
Joana dengan cepat mengelak dan menggeleng pelan.
"Aku hanya takut..." Gumam Joana Kemudian.
"Tidak apa, ada Aku disini." Balas Killian memeluk istrinya.
***
Berita menghilangnya Lady Marina Adalaberto yang telah membunuh Putra Mahkota Kinsey De Fredda cukup ramai diperbincangkan baik dari kalangan bangsawan maupun dari kalangan rakyat biasa.
Joana pergi mengunjungi tempat penerbitan buku yang sebelumnya bekerja sama dengan Joana.
Sepanjang perjalanan, Dia selalu mendengar gosip tentang kakak angkatnya yang sedang menjadi buah bibir hangat di Kerajaan Foresta Fredda.
Joana dengan setelan kemeja berwarna putih tulang dan celana bahan berwarna coklat, serta dengan rambut pendeknya yang dikucir kuda memilih berjalan kaki saja daripada menaiki kereta, dketemani Daisy pelayannya dan Max, pengawal bayangan Killian terlihat menunjukkan diri.
Dalam cerita memang sosok pria bertubuh kekar dengan bekas luka di dahinya memang memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa dan kemampuan sihir kegelapan yang cukup hebat, karena itulah sosok Max diceritakan menjadi pengawal yang rela mati demi tuannya.
Max terlihat tinggi semampai, matanya berwarna coklat hazel yang senada dengan warna rambutnya. Jika tanpa bekas luka di wajahnya, mungkin Max masuk dalam jajaran pria tertampan di Foresta Fredda.
"Max," Panggil Joana setelah mereka sampai di depan bangunan yang lebih mirip dengan toko buku daripada sebuah penerbitan.
"Iya, Nyonya Grand Duchess." Balas Max menundukkan kepalanya.
Joana agak risih dipanggil dengan sebutan Grand Duchess, apalagi tidak ada yang tahu pernikahannya dengan Killian.
"Aku lapar, bisakah Kau dan Daisy membelikan Aku cloud bread yang ada di depan sana?"
"Maaf, Nyonya Grand Duchess, Saya diperintahkan Tuan Grand Duke untuk selalu mengikuti Anda kemanapun Anda pergi, Nyonya."
"Aku tidak pergi kemana-mana, Aku hanya mampir ke toko buku ini sebentar, saat Aku keluar, Kalian harus sudah mendapatkan cloud bread yang Aku inginkan. Aku ingin 5 box cloud bread. Mengerti?"
Lantas Max pun menyetujui permintaan Nyonyanya, memang selama Joana tinggal di kediaman Grand Duke Edellyn, Max selalu menjadi pengawal bayangan Joana yang diam-diam selalu mengikuti kemanapun Joana pergi. Termasuk ke toko buku ini. Max tahu kalau Joana adalah penulis novel yang tengah naik daun.
Max bersama Daisy beranjak kemudian ikut berjejer antri dengan pembeli lain.
Ya, toko roti yang menjual roti awan ini selalu ramai dengan pembeli yang tidak pernah sepi pengunjung.
Sepeninggal Max dan Daisy, Joana lebih leluasa membahas kerja samanya dengan baron pemilik toko buku ini.
Sebelum pergi ke ruangan khusus yang selalu ia gunakan untuk bertransaksi dengan Baron, Joana lebih ingin melihat karya ya. Ternyata bukunya dipajang di depan etalase utama, terlihat beberapa wanita dengan pakaian ala bangsawan telah membicarakan buku Joana.
Pembicaraaannya pun sebagian besar memuji jalan ceritanya, alur yang tidak tertebak, dan keinginan para Lady bangsawan untuk bertemu dengan penulisnya langsung.
Joana menulis cerita novel berdasarkan kehidupannya dulu, tentu latar dan waktu disesuaikan dengan kondisi di Foresta Fredda.
Joana berjalan pelan dengan matanya yang masih terfokus membaca setiap judul yang buku yang terlihat menarik dimatanya.
Setelah beberapa menit, Joana akhirnya tertarik dengan satu buku kecil yang lebih mirip seperti sampul buku diari.
Hingga tiba-tiba sebuah tangan besar dengan gampangnya mengambil buku itu.
"Killian?" Sahut Joana terkejut, bukankah tadi Killian ijinnya tidak bisa menemani Joana karena membahas tentang insiden pelarian Marina. Apa Killian sudah selesai.
Meskipun pria yang ada di depannya menggunakan jubah bertudung yang menutupi selurih wajahnya, tetap dengam wajah tampan khas tokoh utama tidak bisa disembunyikan.
Pria itu terkekeh pelan kemudian memberikan buku itu pada gadis yang memakai baju pria yang tak lain adalah Joana.
"Apa Saya begitu mirip dengan Yang Mulia Grand Duke Killian, Nona?" Tanya pria itu memasang wajah ceria.
Mendengara hal itu, Joana tak langsung menjawab, melainkan mengerutkan dahinya menatap tajam sosok di depannya. Terlihat sangat mirip dengan Killian. Tunggu! Dia memang Killian, apa pria ini mau menggodaku lagi?
Joana menghentikan tatapannya dan langsung mengambil buku dari tangan Killian dengan paksa.
"Melihat Anda tahu wajah Yang Mulia Grand Duke Killian, Anda pasti dari kalangan bangsawan." Ujar pria mirip Killian itu dengan nada ramahnya, apalagi dengan mata yang menunjukkam smile eyes miliknya.
"Berhentilah menggodaku, Killian. Kau tidak cocok dengan senyuman itu, Kau terlihat semakin menakutkan jika Kau tersenyum." Timpal Joana melengos mengabaikan pria di depannya.
Dengan mata merah dan coklatnya, siapa lagi kalau bukan Killian. Di cerita juga tidak di sebutkan kalau Killian memiliki saudara kembar, jadi pastilah Dia Killian, suaminya si iblis haus darah.
Pria yang dianggap sebagai Killian oleh Joana itu terkekeh cukup keras, hingga beberapa Lady yang ada di toko buku itu menatap ke arah mereka. Joana pun tersenyum paksa dan menunduk pelan ketika di tatap para Lady.
"Apa urusanmu dengan Kenzie sudah selesai?" Ujar Joana.
"Kenzie?" Beo Killian mengangkat alisnya. "Anda memanggil nama calon Putra Mahkota dengan sebutan nama?"
Joana mencebik, Mau sampai kapan Dia berakting?
"Sudahlah Aku pergi menemui Baron saja." Joana melangkah meninggalkan Killian yang memepertahankan aktingnya.
Namun saat dua langkah berjalan, Dia diberhentikan oleh Killian.
Sontak Joana menoleh kearah suaminya, namun yang tidak disangka, Pria itu malah mencium punggung tangan Joana yang putih.
"Semoga Kita pertemukan kembali, Lady." Sahut Killian mengangkat wajahnya menatap netra biru laut wanita di depannya.
Pria itu langsung menghilang kabur dari jendela terbuka yang ada di samping rak buku.
Joana agak bingung dengan tingkah Killian. Biasanya Dia akan langsung memeluknya ketika bertemu. Ucapannya juga aneh, sejak kapan Dia bisa berbahasa sopan? Pada Pangeran dan Putra Mahkota saja Dia selalu berbicara nonformal, tapi kenapa tiba-tiba pria itu berubah? Ada yang aneh. Batin Joana masih memandangi jendela dimana Killian keluar tadi.
Di tengah lamunannya, Joana di kejutkan dengan tangan yang tiba-tiba melingkar di pinggangnya.
Joana tersentak dan langsung menghindar melepaskan tangan lancang itu.
Saat Dia menghindar dan menatap sosok lancang itu, matanya membelak menatap Killian dengan wajah datar yang tertutup jubah mewah yang menampilkan sosok Grand Duke Killian Edellyn.
Killian dengan wajah tak berdosanya mendekati istrinya kembali.
Tapi dimata Joana, Killian baru saja meninggalkannya tadi, dan kenapa tiba-tiba sudah berganti pakaian mewah ini?
Apa dengan sihir?