The Killian's Love

The Killian's Love
Bab 26



"Apa Kau gila Kenzie? Joana adalah putri dari Adalberto, Dia bukan keturunan kerajaan." Raja membantah omongan Kenzie mentah-mentah. "Dia hanya putri dari pria biasa dan bukan anggota kerajaan, itu tidak mungkin, jadi hentikan omong kosongmu dan katakan yang sebenarnya."


Kenzie tahu Ayahnya tidak akan percaya, bahkan sebelum kebenaran ini terungkap, Kenzie juga sama tidak percaya dengan rahasia yang dimiliki Joana.


"Lalu apa penjelasanmu mengenai es ini?" Raja kembali bertanya lagi.


"Ini kekuatan Lady Joana, Ayah."


"Omong kosong apa lagi ini? Joana? Dia adalah Lady yang terbuang yang tidak memiliki sihir apapun, dan kau bilang ini kekuatan Jaoan itu? Lagi pula tidak ada sihir semacam ini, jadi berhenti bermain-main Kenzie!" Raja sudah hampir hilang kesabarannya. Bagaimana mungkin Kenzie yang dikenal pintar melebihi Kakaknya itu mengatakam omong kosong seperti ini?


"Itu benar, Yang Mulia." Bukan Kenzie yang menjawab, tapi suara dari belakang milik Jeremmy Adalberto, kakak Joana di dunia ini.


Sang raja pun menoleh ke pemilik suara.


"Adik Saya, Joana, memiliki kekuatan sihir, Yang Mulia. Dan kekuatan itu adalah kekuatan es yang saat ini menyelimuti istana ini." Lanjut Jeremmy. "Jika Yang Mulia masih ingat, kekuatan Joana pernah bangkit sekali dan menghancurkan semua mansion Duke Adalberto. Itu bukan karena badai, tapi karena kekuatan Joana yang meledak bangkit."


Sang Raja menyerngitkan alisnya menatap Jeremmy.


Sementara para bangsawan di belakang terus saja berbisik seakan mendapat gosip baru.


"Kami memang menyebarkan rumor bahwa mansion kami rusak karena badai, kami menyembunyikan tentang bangkitnya kekuatan Joana." Sambung Jeremmy terus saja menjelaskan meski tidak ditanyai oleh Raja atau siapapun. "Kekuatan Joana adalah kekuatan yang tidak boleh diketahui oleh banyak orang, karena kekuatan Joana ada hubungannya dengan berdirinya Foresta Fredda, Yang Mulia."


Killian membulatkan matanya menatap Jeremmy dari posisi duduknya bersandar di pintu berlapis es itu. Bagaimana Dia tahu? Apa Dia tahu tentang kekuatan es? Batin Killian penuh pertanyaan.


Sang Raja juga semakin bingung dengan apa yang terjadi sekarang, sementara para bangsawan lain tak segan untuk berbisik satu sama lain.


Raja pun menghela napas, mencoba menjadi raja, mencoba mengerti dengan situasi di depannya. Istanya kacau penuh dengan duri es. Banyak rakyatnya yang terluka terkena es yang menyelimuti istana. Dan kerajaan yang dasarnya dingin, lebih tambah dingin lagi akibat ulah 'yang katanya sihir es' ini.


"Pengawal," Ujar Raja memberi perintah pada pengawal yang sedari tadi ikut menyimak pembicaraan. "Evakuasi semua orang yang ada di istana. Perintahkan mereka yang tidak berkepentingan untuk kembali pulang."


"Baik, Yang Mulia." Jawab salah satu pengawal yang memiliki pangkat lebih tinggi dari pengawal lainnya.


Dan setelah beberapa menit kemudian, disana hanya ada Raja, Killian and gengs, Jeremmy, Kenzie dan tunangannya Ellia.


"Putra Adalberto, cobalah untuk membuka pintu itu. Jika Joana yang merupakan keluarga kandung kalian, pasti Kau juga membukanya karena kalian satu darah." Sahut Raja sekenanya, entah memang benar atau tidak, tapi patut dicoba.


Namun jika itu berhasil, kedudukannya sebagai Raja menjadi taruhannya. Jika itu benar, maka Adalberto sialan itu akan merebut tahta yang sudah lama kuperjuangkan setengah mati.


Jeremmy pun mengangguk dan mencoba membuka pintu sesuai kemauan Raja.


Killian dan yang lain juga penasaran pada Jeremmy.


Namun sayang, pintu tidak terbuka.


Raja pun diam-diam menghela napas lega. Tapi yang jadi masalah, bagaimana bisa Putri Adalberto itu bisa membuka pintu itu?


***


Di tempat lain, saat Joana hilang kesadaran, hilang juga pertahanannya untuk menahan kekuatannya keluar. Namun sayang, kekuatannya keluar seiring dengan tidak kuatnya Joana untuk bertahan hanya sekedar membuka matanya.


Pria itu mengelus pipi kurus gadia yang sedng tidur di pahanya yang Dia panggil putrinya. "Ayah minta maaf membuat kekuatanmu bangkit tiba-tiba. Pasti sakit, kan?" Dengan lembut pria itu mengusap pipi, mata, kening, dan rambut hitam panjang gadis itu.


Ya Dia adalah Joana. Joana belum sadar dari pingsannya. Kepalanya terasa berdenyut saat merasakan sentuhan tangan.


Dengan perlahan ia membuka mata, mengerjap perlahan menatap sekitar. Namun kepalanya masih terasa sakit.


"Kau sudah bangun?" Tanya Pria itu melihat ada gerakan dari mata Joana. Bulu matanya yang lentik menambah kecantikan Joana saat itu.


Joana akhirnya membulatkan mata hitamnya menatap wajah diatasnya. Seketika ia pun menyipitkan mata menemukan sosok familiar namun terasa berbeda.


"Aku Ayahmu, Sayang." Sahut pria berambut silver itu dengan senyum mengembang. Menyambut Joana yang baru saja bangun dari tidurnya.


Mendengar hal itu Joana langsung bangkit dalam posisi duduk diatas ranjang. Ranjang yang pernah ia gunakan di dunia lain.


Pria itu tertawa gemas melihat tingkah Joana yang terkejut namun terlihat imut dan manis dimatanya. "Kau sangat mirip dengan Tania, Sayang."


Joana hanya diam, menaikkan sebelah alisnya dan pandangannya tidak pernah turun dari tatapan pada netra biru yang sedang melihatnya juga.


"Kau pasti terkejut, maafkan Ayah. Kemarilah." Pria itu masih berbicara lembut.


"Kenapa Kau sangat mirip dengan Killian? Apa Killian juga anakmu?" Itu adalah satu-satunya pertanyaan yang ada di otaknya sekarang. Dia sangat mirip dengan Killian, sangat mirip. Tapi rambutnya mirip dengan Kenzie khas anggota kerajaan.


Pria itu tertawa kecil mendengar pertanyaan polos dari putrinya. "Aku hanya Ayahmu, dan Killian siapa yang Kau maksud? Aku memang Killian."


Hah?


Joana mengerjapkan matanya beberapa kali. "Kau jelas-jelas bukan Killian, Tuan. Siapa Kau?"


"Sudah Ku bilang, Aku adalah Ayahmu, suami dari Tania di dunia ini, dan namaku adalah Killian De Fredda."


"Killian... De Fredda?" Beo Joana membulatkan matanya terkejut. "Kau Killian yang itu? Yang... Yang... yang itulah pokoknya Aku lupa." Sambung Joana dengan ekpresi tercengang.


Killian pun tertawa terbahak-bahak ternyata sifat polos Tania menurun pada Joana. Dia mengingatkannya pada pertemuan pertamanya dengan Tania si gadis ceroboh namun selalu membawa kebahagian untuknya.


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Killian.


"Aku baik-baik saja disini, tapi di dunia lain, Aku sedang tidak baik-baik saja."


Killian pun mengangguk mengerti dengan jawaban putrinya.


"Tapi,,, Kenapa Anda terlihat sangat muda, Tuan?" Tanya Joana yang seketika membuat Killian tergelak.


"Aku serius, Tuan. Jika Anda adalah Ayahku, seharusnya usia Anda 40-50 tahunan. Tapi jika kulihat wajah Anda, umur Anda bahkan terlihat lebih muda dari Killian yang kukenal."


"Aku meninggal saat umurku 27 tahun, Sayang." Jawab Killian santai.


Mendengar jawaban itu, sontak membuat Joana memundurkan posisi duduknya. Jadi Dia adalah hantu? Aku sedang berbicara dengan hantu? Lalu apakah Aku sudah menjadi hantu juga? Bagaimana ini, Aku belum berpamitan pada Killian. Dan Dia ada di luar kamar yang tidak bisa dibuka oleh keturunan pertama Raja. Jadi apa Aku akan membusuk di sana selamanya?