
Jona telah membaca semua isi novel The Killian's Love bahkan ingat setiap adegannya karena di kehidupan dulu Joana adalah editor novel yang mengedit naskah tersebut sebelum di terbitkan.
Dan sehari sebelum naskah itu di berikan ke pencetakan, Joana malah masuk ke dunia novel yang Dia edit.
Tapi entah kenapa akhir-akhir ini ingatan Joana tentang jalan cerita novel mulai sedikut terlupakan. Joana baru menyadari kalau ternyata ia telah melupakan sebagian isinya. Dan entah apa yang mengakibatkan ingatan Joana perlahan memudar.
Jadilah disini, di kamarnya, Joana menulis kembali semua plot yang ada di novelnya. Dari mulai kemunculan Marina dari abad 21 sampai ending kematian Killian.
Satu hal yang ternyata Joana lupakan dan menjadi satu-satunya petunjuk adalah Zero, anak berambut hitam bermata biru yang Joana adopsi beberapa waktu lalu.
Zero bukan sekedar tokoh figuran, Dia adalah tokoh yang muncul di bagian akhir sebagai main lead untuk season 2 novel.
Urutan kejadian Novel
1. Tanggal 23 bulan 5 tahun 99 kalender Foresta Fredda\, Marina memasuki dunia novel tapi berubah ke tanggal 37 bulan 5.
2. Tanggal 42 bulan 5\, Marina membuat kesepakan dengan Killian (tapi gagal karena Aku lebih dulu menemui Killian)
3. Tanggal 28 bulan 7\, Marina melakukan ritual mengganti jenis sihir menjadi api merah. (Berubah lebih cepat dari alur) Tanggal 39 bulan 6.
4. Tanggal 29 bulan 7\, Arhan mengetahui pembunuh Ibunya dari Marina (Perlu diselidiki siapa pembunuhnya?)
5. Tanggal 47 bulan 7\, Marina membumi hanguskan hutan kegelapan di utara.
6. Tanggal 1 bulan 8. Marina membakar istana.
7. Tanggal 2 bulan 8\, Killian mati... dibunuh Marina
Pada saat menulis poin ke tujuh, jari Joana berhenti untuk menulis lagi.
Jika saat ini tanggal 17 bulan 6, maka kematian Killian sesuai alur tersisa 133 hari untuk ku menyelamatkan Killian dan dunia ini.
8. Lima hari setelah kematian Killian (tanggal 7 bulan 8\, Marina membunuh semua dataran Foresta Fredda!!)
9. Arhan...
Tiba-tiba ingatan Joana kembali mengingat akhir cerita mengenaskan itu, ... Arhan menyesal telah menghianati Killian.
"Mungkin Aku bisa membujuk Arhan dengan ini!!!" Gumamnya mendapat secercah harapan menghindari akhir dunia. "Ya, Aku harus bertemu dengan Arhan sekarang!"
Joana bangkit meninggalkan kamarnya, menyimpan catatan itu di antara lembaran naskah novelnya.
"Max, dimana Killian?" Tanya Joana menenteng mantel tebal untuk ia pakai nanti saat keluar. Joana terlihat tergesa-gesa sedikit berlari menuju barak latihan.
"Tuan ada di ruang kerjanya Nyonya," Jawab Max mengejar Joana yang sudah berlari lebih dulu tanpa mendengar jawabannya.
Dengan cepat Joana langsung mengubah arah untuk menuju ruang kerja suaminya. Sedangkan Max masih mengikuti Joana dari belakang.
***
"Aarash?" Saat Joana hendak membuka pintu ruangan Killian, pintu sudah terlebih dahulu dibuka oleh Aarash.
Pria itu menunduk sopan pada Joana.
"Kau mau pergi?" Tanya Joana.
"Iya Nyonya, urusan Saya dengan Tuan Grand Duke sudah selesai," Jawab Aarash sopan hendak mempersilahkan Joana untuk masuk ke ruangan.
"Masuklah, Aku memiliki urusan denganmu," Sahut Joana memasuki ruangan Killian.
Terlihat Killian sudah berdiri di depan pintu karena mendengar suara istrinya dari luar.
"Ada urusan apa sampai Kau menahan Aarash untuk pulang?" Tanya Killian dengan suara baritonnya yang berat.
"Arhan," Jawan Joana yakin dan penuh kepastian dengan rencana yang telah ia pikirkan.
***
"Kita harus memberitahukan semua ini pada Arhan, beritahu tentang Aku yang dari dunia lain yang telah melihat semua kejadian yanh ada di dunia ini," Joana dengan yakin menatap ketiga pria di depan dan disampingnya.
"Dunia lain?" Gumam Max dan Aarash sama-sama terbengong mendengar pernyataan Joana.
"Bagaimana kalau Marina tahu tentang dirimu? Tidak... tidak bisa..." Balas Killian cepat.
"Aku punya alasan kenapa kita harus melakukan ini. Aku telah melihat semuanya, Aku tidak mau dunia ini berjalan sesuai dengan novel." Joana mencoba meyakinkan mereka bertiga, Joana tidak peduli lagi membongkar rahasianya di depan Max dan Aarash. Matanya kini mulai berkaca-kaca mengingat akhir tragis novel yang kini sudah menjadi dunianya, "Aku telah melihat semuanya, aku melihat kematianmu, dan aku melihat Arhan yang mati bunuh diri karena penyesalan yang telah ia lakukan padamu, Aku ingin membuat novel ini happy ending, hiks," Tangis Joana mulai deras ketika mengatakan kematian Killian.
"Novel?"
"Ini dunia novel?"
Max dan Aarash bergumam lagi. Betapa terkejutnya mereka dengan omongan tidak masuk akal dari Joana.
Tapi kalau dipikir-pikir, jika dihubungkan dengan kejadian-kejadin yang pernah dikatan Joana sebelumnya tentang dirinya yang pernah mengatakan telah melihat takdir, maka takdir yang dimaksud Jaona adalah alur dalam cerita novel.
Killian terdiam, menatap sendu wajah Joana yang deras dengan air mata. "Lalu apa rencanamu?" Balas Killian lembut mengusap air mata yang masih menetes dengan kedua ibu jarinya.
"Biarkan Aku menemui Arhan,"
***
Sesuai keinginan Joana, Killian membawanya menuju menara sihir bersama dengan Aarash dan Kenzie yang belum mengetahui semua cerita Joana.
"Aku ingin bicara empat mata dengan Arhan," Ujar Joana menatap Killian yang sedari tadi menggengam tangannya.
Joana menunjukkan ekspresi dia akan baik-baik saja bersama Arhan.
Dan akhirnya Killian pun menyetujui permintaan istrinya.
Sementara disisi Arhan, pria itu cukup terkejut dengan kedatangan ketiga partner nya dan Grand Duchess Joana yang memnita bicara empat mata dengannya.
***
"Ada yang ingin Nyonya bicarakan dengan Saya?" Tanya Arhan ramah meletakkan secangkir teh diatas meja sebagai suguhan untuk Joana.
"Aku dari dunia lain," Gumam Joana menatap kosong ke arah cangkir yang di isi dengan teh dengan kepulan asap diatasnya.
"Apa?" Sahut Arhan tidak mengerti. Tiba-tiba?
"Apa maksud Nyonya?"
"Aku berasal dari dunia lain, dan dunia ini adalah~" Jawab Joana menggantungkan suaranya, "Dunia novel."
Arhan terdiam masih belum mencerna ucapan wanita di depannya. "Dunia novel?" Beonya mengira Joana datang hanya untuk memoermainkannya.
"Aku tahu, tujuanmu mendekati Killian adalah untuk balas dendam kematian Ibumu,"
Deg!
Mata Arhan membelalak menatao Joana yang masih menunduk menatap kelas berisi teh.
"Dalam novel yang Kubaca, Kau akan menghianati Killian karena Kau tahu siapa pembunuhnya."
"Saya tahu?" Beo Arhan lagi.
Joana pun lantas mengangkat wajahnya menatap balik Arhan. Joana sedikit ragu untuk mengatakannya, Saat ini Joana belum yakin apakah Arhan sudah berhianat atau belum. Jika dalam novel masih satu bulan lagi untuk Arhan mengetahui kenyataan yang sebenarnya dari Marina.
"Marina yang tahu," Balas Joana pada akhirnya. "Marina memberitahumu tentang siapa pembunuh Ibumu dan Kau mulai memihak Marina,"
"Aku tidak akan pernah menghianati Tuan Edellyn, Nyonya!!" Ujar Arhan dengan suara meninggi.