
"Killian, Ini Saya, Kenzie. Cepatlah bangun!" Suara dari luar yang menyebutkan dirinya adalah Kenzie, calon putra mahkota.
Killian dengan terpaksa akhirnya bangkit. Awas saja jika membangunkanku karena urusan yang tidak penting, Dia akan mati ditanganku. Rutuk Killian dalam hati.
Killian segera membuka pintu kamarnya dan mendapati Kenzie dengan setelah resminya.
"Marina melarikan diri!" Sahut Kenzie cepat, Ia tahu ini terlalu pagi untuk membangunkan iblis dati tidurnya.
Killian menyergitkan alisnya. Beberapa detik, ia langsung tersadar perkataan Kenzie. "Apa Kau bilang?" Tanya Killian terkejut.
Joana yang mendengar berita itu lamgsung bangkit duduk dan membuka matanya lebar-lebar.
"Ikut denganku ke Istana, Aku butuh bantuanmu dan Lady Joana untuk mengidentifikasi pelaku yang membantu Marina kabur."
"Apa maksudmu pelaku? Dan kenapa Kau melibatkan istriku dalam hal ini?"
Joana yang masih terduduk di ranjang juga bingung dengan permintaan pangeran kedua itu. Ia hanya menatap bingung pada kedua ptia yang berbicara diambng pintu.
"Pelakunya meninggalkan jejak rambut hitam."
Killian dan Joana tersentak bersamaan. Rambut hitam? Iya. Rambut dengan warna cukup langka di Foresta Fredda. Hanya ada segelintir orang yang memiliki warna rambut ini, salah satunya adalah Joana yang merupakan keturunan dari Clarissa Adalberto.
For your information, Adalberto adalah gelar yang dimiliki oleh mendiang Ibu Joana-Clarissa. Clarissa menikah dengan orang kaya baru bergelar baron, dia adalah Ferio. Namun setelah kematian Clarissa, Ferio yang mewarisi gelar Duke milik istrinya yang sekrang Duchess. Kedua putra Duke yaitu Jeremy dan Jacob memiliki rambut berwana merah seperti Ferio, lain dengan Joana yang memiliki rambut hitam berkat ibunya. Tapi untuk warna mata biru Joana, terlihat persis dengan sang Ayah-Ferio Adalberto.
Mendengar penjelasan Kenzie tentang rambut hitam, Killian langsung menatap istrinya yang berantakan menatap keduanya cengo.
"Apa Kau tahu siapa Dia sayang?" Tanya Killian masih berdiri di ambang pintu. Kenzie pun ikut menoleh kearah wanita yang sudah menjadi Grand Duchess Edellyn itu.
Joana tentu saja geleng kepala, Dia juga tidak tahu. "Aku tidak tahu... Aku juga tidak pernah menemukannya di buku yang Aku baca."
Killian menghembuskan napas. "Aku Akan ke istana dalam satu jam." Putus Killian menyudahi acara pagi yang begitu menegangkan.
Kenzie lantas mengangguk dan pergi meninggalkan mansion Grand Duke Edellyn.
"Kau mandilah terlebih dahulu, Aku akan memanggil pelayanmu Daisy untuk membantumu bersiap." Sahut Killian lembut namun masih jelas nampak wajah dingin dengan mata merahnya.
Joana hanya mengiyakan langsung berjalan ke kamar mandi.
***
Kenzie, Killian, Arhan, Joana, dan satu penjaga istana derada di dalam penjara yang semula di tempati oleh Marina.
Joana sebenarnya merasa tidak nyaman dengan pemandangan gelap yang ada disana. Lembab, gelap, dan berbau cukup busuk seperti bau darah yang tidak segera dibersihkan dan dibiarkan begitu saja di tempat yang lembab ini.
Killian yang melihat istrinya merasa tidak nyaman akhirnya peka dan merangkul pundaknya. "Apa Kau ingin keluar saja?" Sahut Killian lembut.
Joana menggeleng cepat. "Tidak, Aku tidak apa-apa."
"Tapi..." Sahut Joana kemudian. "Apa disini habis kebakaran?"
Mendengar hal itu, ke empat pria termasuk penjaga penjara menoleh kearah Joana.
"Apa kalian tidak menciumnya? Ada aroma gosong dimana-mana."
Sontak Arhan dan si penjaga mengendus untuk mencoba mencium aroma yang dimaksud. Tapi nihil, Mereka tidak menciumnya.
"Itu tidak mungkin, penjara ini anti sihir, tidak mungkin ada yang terbakar disini." Timpal Killian meyakinkan penciuman Joana.
"Aku benar kok, Aku menciumnya, Apa hidung kalian buntu?" Timpal Joana tak mau kalah, bodo amat dengan sopan santun pada pangeran. Dia berasal dari dunia lain.
"Apa Anda yakin, Nona?" Kini Arhan yang membuka suara.
Joana mengangguk yakin. "Dan tadi Kau bilang penjara ini anti sihir, Aku merasakan ada sihir pekat yang ada di rantai disana." Joana mengangkat tangannya menunjuk kearah tumpukan rantai dan belenggu besi. "Aromanya lebih kuat disana,"
Arhan pun mendekat ke arah yang ditunjuk Joana. Mengambil rantainy dan memperhatikannya dengan teliti. "Besi ini meleleh, seperti terkena api dengan suhu tinggi." Ujanya sembari matanya menggerling menatap tetesan lelehan besi di lantai penjara.
Semua orang merasa heran bagaimana bisa. Tangan Killian juga dengan paham mencoba mengeluarkan sihir api maupun sihir kegelapannya, tetap tidak bisa. Begitu juga Kenzie dan Arhan yang juga mencobanya.
"Joana." Killian mengarah ke istrinya. "Keluarkan sihirmu."
Mendengar hal itu, Kenzie dan Arhan sebenarnya cukup penasaran. Kenzie lantas meminta penjaga penjara untuk keluar sementara waktu, jangan sampai kekuatan Lady Joana tersebar.
Joana mengiyakan lantas memejamkan matanya seraya fokus.
Semua pasang mata menatap pembangkitan sihir Joana.
Tak berselang lama, ada sebuah kabut yng menyelimuti tangan Joana. Berarti sihirnya bisa digunakan di ruangan anti sihir ini. Joana pun membuka matanya yang menunjukkan mata hitam gelapnya.
Joana mengangkat tangannya. "Bagaimana bisa?" Tanyanya heran menatap Killian yang juga terkejut.
"Jadi alasannya hanya satu, Dia memiliki kekuatan api yang bisa digunakan di ruang anti sihir." Sahut Killian pada teman-temannya.
"Dia juga memiliki warna rambut hitam." Timpal Kenzie menambahkan pernyataan Killian. "Apa orangtuamu mimiliki anak haram Lady?" Sambung Kenzie menanyai satu-satunya wanita yang ada di penjara, tidak lain adalah Joana.
"Apa maksudmu?!" Bukan Joana, tapi Killian yang seolah tidak suka dengan pertanyaan itu.
"Siapa tahu, si pelaku memiliki warna rambut hitam, sihirnya juga bisa digunakan si ruang anti sihir, karakteristiknya mirip dengan Lady Joana. Ya~kupikir Dia bagian dari keluarga Adalberto." Kenzie menjawab enteng mengendikkan bahunya. "Siapa tahu kan ternyata ada anak yang sengaja disembunyikan. Apalagi rambut hitam hanya dimiliki oleh keturunan asli Adalberto."
Deg!
Joana tersentak mendengar akhir kalimat Kenzie. Rambut hitam hanya dimiliki oleh keturunan asli Adalberto?
Sama seperti Mamanyaa dari dunia lain, Dia memiliki karakteristik Tania tapi hidup terasingkan ditinggalkan tanpa menikmati seperpun harta keluarga turun temurun milik Mamanya.
"Aku akan pulang dan menanyakan secara langsung pada Duke Ferio..." Jawab Joana kemudian. Dia juga butuh kepastian, Dia lebih berhak menjadi penerus Adalberto dengan rambut hitamnya yang menandakan ciri khas Adalberto daripada para Kakaknya yang suka berkorupsi dengan uang rakyat.
Apa karena ini mereka membenciku? Karena Aku lebih mirip Adalberto dari pada kakak-kakakku? Sepertinya ada rahasia dibalik kelahiranku, bahkan kehadiranku tidak pernah tercatat oleh novel untuk menjadi tokoh disini, bahkan untuk tokoh figuran saja tidak ada nama Joana. Siapa Aku ini? Jalan cerita terlalu melenceng jauh dari aslinya. Apa Aku memang tidak seharusnya di dunia ini? Atau penulis menyingkirkan keberadaanku? Apa dunia ini masih dunia novel yang kubaca?
Pikiran Joana semakin rumit memikirkan segala kemungkinan yang ada benaknya.