The Killian's Love

The Killian's Love
Bab 56



Joana berrubuh Maurice diam terpaku menatap sebuah pintu kamar rumah sakit dengan di dinding sebelah pintu tertempel namanya sendiri, Joana Alexandra, 26 tahun.


Joana sangat bingung dan takut dengan kenyataan ini. Kenyataan yang menadakan dirinya dan Marina adalah manusia yang berasal dari dunia yang sama dan masa yang sama. Marina bukan hanya sebuah tokoh karangan saja, tetapi Dia nyata.


"Maurice!" Panggil Marina akhirnya menemukan adiknya setelah mencari ke beberapa lantai rumah sakit. "Kenapa Kau disini?"


Marina mengamati nama yang tertempel di dinding. Namun ia tidak pernah mengingat Joana sebagai teman Maurice. "Apa Dia temanmu?"


Joana hanya diam masih menatap pintu tidak berani membukanya.


"Ayo pergi, Kak." Ujar Joana kemudian.


Joana takut untuk melihat dirinya sendiri terbaring lemah dengan alat bantu yang terpasang untuk membuatnya tetap bernapas.


***


Maurice Beatrice Asher.


Itulah yang Joana tahu tentang pemilik tubuh yang tak lain adalah adik dari Marina Asher.


Joana duduk termenung di kursi meja belajar yang ada di kamar Maurice.


Pikirannya penuh dengan teka-teki yang harus ia temukan jawabannya. Bagaimana jiwanya bisa berkeliaran, bagaimana bisa jiwanya masuk ke tubuh adiknya Marina, bagaimana bisa Dia dan Marina ada di dunia yang sama.


Satu hal yang pasti, Joana harus mendapatkan novel yang Marina baca. Dengan begitu ia bisa membantu Foresta Fredda dari kehancuran dan membantu Killian menghindari kematian tragis.


Tapi yang jadi pertanyaan, kapan Marina akan berpindah jiwa? Jika Dia masih hidup saat ini berarti Marina yang saat ini belum berpindah jiwa ke Foresta Fredda.


Toktok!


Joana menoleh ke arah pintu yang menunjukkan Marina sedang membukanya.


"Apa Kau sudah baikan?" Tanya Marina ragu-ragu. Sejak tadi pagi adiknya itu terkesan menjauh darinya. Entah apa yang membuat Maurice seperti takut padanya.


Joana mengangguk sekali sebagai balasan pertanyaan Marina.


"Apa Kau mau Aku antarkan sarapanmu ke kamarmu?"


Joana terdiam sejenak kemudian menggeleng, "Aku akan makan di ruang makan saja,"


***


Joana duduk dk ruang makan dengan sarapan yang tersaji berupa sandwhich dan sereal buatan Marina tentunya.


Marina menunggu adiknya menyuap terlebih dahulu.


"Kau tidak suka?" Tanya Marina menatap Joana yang hanya menyentuh sendok serealnya tak mengangkatnya.


Joana terdiam bukan karena takut dengan Marina. Tapi karena sepanjang hidupnya, ia ingin sekali merasakan kasih sayang dari saudara yang tidak pernah ia dapatkan. Baik dalam tubuh Joana Alexandra maupun Joana Adalberto. Semua saudaranya menganggap Joana sebagai aib dan sampah yang tak oantas untuk dihargai.


Dan entah angin dari mana, Joana menitihkan setetes air mata yang membuat Marina tersentak menghawatirkan adik satu-satunya.


"Kenapa Kau menangis?"


Marina begitu bingung dengan adiknya Maurice. Hari masih pagi dan Maurice telah membuat beberapa keanehan.


Joana tak menggubris kekhawatiran kakak pemilik tubuh. Dia menyendokkan sesuap sereal yang kemudian ia masukkan ke dalam mulutnya.


Ia makan lahap meski air mata masih menetes pelan karena terharu.


***


Dua hari Joana terjebak di tubuh Maurice. Dan selama itu juga Joana mulai bisa beradaptasi dengan Marina yang ternyata adalah seorang kakak yang sangat baik bagi Maurice.


Dari jiwanya yang menempati tubuh Maurice, Joana mendapatkan beberapa informasi yang cocok dengan isi novel yang ia baca.


Yang pertama, Marina dilahirkan dari keluarga miskin dengan Ayah yang pemabuk dan sering memukuli Marina dan Maurice. Tapi sebagai seorang kakak, Marina lah yang selalu menerima pukulan Ayahnya. Tidak boleh ada orang yang memukuli adik kecilnya.


Kedua, Marina saat ini sedang cuti dari tugas kenegaraannya. Tapi dalam beberapa hari ia akan kembali ke kamp militer untuk melakukan pelatihan. Dan pada saat melakukan pelatihan, bisa dipastikan saat itulah Marina berpindah jiwa.


Dan yang ketiga. Joana telah mendapatkan novel Killian's Love versi yang dibaca Marina.


.


.


Joana duduk membuka halaman novel itu. Dibacalah halaman per halaman dengan disamping novel ada secarik kertas untuk menemukan adegan penting dan perbedaan novel versi Marina dan versi Joana.


Dan setelah beberapa jam membaca sampai tamat, Joana mendapat informasi yang tidak ada dalam novel versi Joana, yaitu identitas Max, orangtua Killian, rahasia keluarga Adalberto, dan Zero.


Dari novel ini, ternyata Max adalah anak dari hasil hubungan Grand Duke Edellyn dan seorang wanita misterius. Jadi bisa dikatakan Max adalah adik se-Ayah Killian.


Dan Arhan, yang Joana pikir sebagai penghianat. Memang benar pembunuh orangtua Arhan adalah Raymond Edellyn. Dan hal itu dimanfaatkan Marina untuk mengadu domba kesetiaan Arhan pada Killian.


Orangtua Killian.


Ibunya Killian ternyata adalah seorang putri dari kerajaan musuh yang dijadikan tawanan oleh Foresta Fredda yang kemudian ditemukan oleh Grand Duke Raymond untuk dijadikan istri karena kecantikan luar biasa dari Ibu Killian. Tapi sayangnya Ibu Killian tidak diperlakukan baik oleh Grand Duke sehingga Ibu Killian memutuskan kabur dari mansion dengan membawa kandungan yang tidak diketahui oleh Raymond. Hingga pada saat usia Killian 6 tahun, Raymon menemukan keberadaan mereka dan membunuh Ibu Killian kemudian membakarnya.


Selanjutnya rahasia keluarga Adalberto. Yang mana dalam keluarga Adalberto memiliki sihir api hitam yang hanya diturunkan kepada keturunan murni keluarga Adalberto.


Dalam novel tidak dijelaskan siapa keturunan murni itu. Tapi kemungkinan Stevan termasuk keluarga Adalberto karena Dia memiliki sihir api hitam.


Di dalam novel juga dijelaskan kalau keturunan murni Adalberto memiliki ciri khas yaitu rambut hitam legam.


Bisa juga Joana memiliki kemungkinan menguasai sihir api hitam itu. Tapi kemungkinannga sangat kecil. Apalagi Joana memiliki sihir es yang menjadi lawan kebalikan dari api.


Dan yang terakhir, Zero.


Sedikit yang diceritakan membahasan Zero, seorang anak kecil yang hanya muncul di akhir cerita.


Joana perlu membaca novel versi Joana untuk menggabungkan kedua cerita itu.


Tapi sayangnya novel itu belum dirilis sehingga dengan terpaksa Joana harus bisa mendapatkan buku itu ditempat Dia bekerja dulu.


***


"Kak, bisakah Kau mengantarku ke suatu tempat?" Tanya Joana pada Marina.


Ya, setelah dua hari itu, Joana beradaptasi menyebut Marina dengan Kakak.


Meskipun dalam novel diceritakan Marina sangat jahat dan sadis. Tapi yang sebenarnya Marina adalah kakak terbaik yang pernah ada.


Bahkan saat ini Joana tidak ada rasa takut sama sekali pada Marina. Malahan Dia menyayangi Marina. Marina berbeda dengan para saudara di keluarganya.


***


"Aku temani?" Tanya Marina sampai di parkiran perusahaan penerbitan tempat kerja Joana dulu.


Joana menggeleng meminta Marina agar menunggunya di parkiran saja.


Bisa gawat kalau Marina tahu novel yang ada dirinya sendiri sebagai tokoh.


"Baiklah, telpon Aku jika butuh sesuatu."


***


Joana menghadap ke salah salah satu staf teman kerjanya dulu. Namun karena saat ini Dia berada di tubuh Maurice dan bukan Joana. Maka Joana harus berpura-pura tidak mengenal pria di depannya.


"Maaf, Saya adalah temannya Kak Joana. Aku memiliki urusan dengan Kak Joana. Apa Saya bisa dipertemukan dengannya?" Tanya Joana berbohong. Jelas ia hanya berpura-pura. Apalagi Joana yang asli terbaring dirumah sakit.


Yang jelas Joana harus mendapatkan draft novel yang ada di laptop milikinya.


"Apa Kau tidak tahu? Joana selama dua bulan ini koma di rumah sakit."


"Benarkah? Aku tidak tahu hal itu." Balas Joana memasang wajah terkejutnya.


"Tapi apakah Laptopnya Kak Joana ada disini? Aku harus mendapatkan file penting yang Kak Joana simpan."


"File penting? File apa?" Tanya pria itu sedikit ragu.


Joana sedikit gelagapan harus menjawab apa, "Ehm. Aku tidak bisa memberitahukannya padamu. Karen file itu Aku meminta Kak Joana yang menyimpannya."


"Aku bisa saja melakukannya. Tapi laptop Joana terkunci dengan password, tidak ada yang bisa membukanya. Bahkan di laptop Joana ada beberapa draft naskah yang belum.di cetak dan haru ssegera dicetak.


"Aku tahu passwornya"