
Setelah mendapat gelanya, Joana mengambil satu kotak lagi yang memiliki inisial Marina.
Joana membuka kotak itu kemudian berpikir bahwa Marina yang dimaksud bibinya adalah Marina Adalberto.
"Marina?" Tanya Killian berdiri di belakang Joana membaca inisial nama itu di kotak perhiasan. "Marina Adalberto?"
"Iya, dulu Bibi Daniova pernah mengatakan untuk memberikan gelang ini pada gadis bernama Marina. Kupikir Marina yang dimaksud Bibi adalah Marina yang ada di dunia ini,"
"Kau yakin?"
"Mmmm, entahlah. Bibi hanya mengatakan kalau Marina adalah orang yang akan Aku lindungi nanti," Balas Joana menutup kembali kotak perhiasan itu dan memasukkannya di kantong celana.
Joana lalu duduk di ranjang besar di sana untuk memakai gelang kakinya.
"Bolehkah Aku yang memakai gelangmu?" Tanya Killian spontan saat Joana mengeluarkan gelang dari kotaknya.
Joana menatap bingung Killian namun pada akhirnya berdiri untuk memakaikan gelngnya di tangan Killian.
Killian pun tersenyum begitu gelangnya sudah terkait di tangannya yang besar.
Killian mengecup puncak rambut Joana yang bertubuh lebih pendek darinya.
***
Marina Adalberto, sekarang menjadi buronan dimana-mana. Ada banyak sekali selebaran sayembara yang membawa Marina ke istana akan dihadiahi sejumlah emas dengan nilai yang cukup fantastis.
Setiap kereta kuda milik Grand Duke Edellyn melintas selalu ada selebaran itu di setiap seratus meter.
"Marina belum ditemukan ya?" Tanya Joana pada Killian yang duduk berhadapan di dalam kereta kuda.
Killian diam tak bereaksi, Dia tahu tapi tidak ingin memberitahukannya pada istrinya. Killian masih perlu mencari tahu keberadaan pasti dimana Marina.
Toktok!
Suara ketukan kereta Kuda. Killian membuka tirai dan mendapati Max menaiki kuda mensejajarkan dengan kereta kuda. "Saya mendapatkan informasi kalau Tuan Duke Ferio Adaberto bersama dengan para Tuan Muda Adalberto mengunjungi mansion, Tuan."
"Bagaimana Sayang, Kau ingin bertemu mereka?" Tanya Killian pada Joana.
"Kita pulang," Jawab Joana singkat.
***
"Bagaimana kabarmu, Joana?" Tanya Ferio hangat. Nampak secara jelas kalau Dia menyesal telah mengabaikan putrinya.
"Untuk apa Anda kemari, Tuan Duke Adalberto yang sibuk," Balas Joana ketus. Ia menatap malas ketiga pria berbeda usia di depannya.
"Joana!" Jacob menggeram sedikit marah pada Joana yang bersikap tidak sopan.
Joana hanya memutar mata malas. Orang yqng paling ingin Joana hindari adalah Jacob. Si bocah yang tidak pernah terima dengan apa yang namanya kekalahan.
"Cukup Jacob," Ferio menghentikan putra ke duanya untuk tidak emosi pada adiknya.
"Aku putri dari mantan Putra Mahkota Killian De Fredda dan Putri Mahkota Tania Alexandra," Sambung Joana tanpa peduli telah memotong ucapan orang yang telah menjadi Ayah Joana Adalberto selama 18 tahun terakhir.
"Kau bukan putri mereka, Joana." Jeremy membuka suara membantah pernyataan adiknya. "Aku dengan jelas mengingat kelahiranmu. Kau sangat mirip dengan Ibu. Kau tidak mungkin putri mereka."
Joana menghela napas sudah muak sekarang. Dulu saat diabaikan, Joana tidak pernah dianggap sebagai anggota keluarga. Tapi setelah tahu dirinya diklaim sebagai anggota kerajaan malah bersikap seperti ini.
"Joana Adalberto memang putrimu. Tapi tidak denganku, Tuan," Jawabnya yang membuat ketiga pria itu menaikkan sebelah alis bingung.
"Apa maksudmu?" Tanya Ferio.
"Anda ingat insiden Aku membunuh pelayan senior? Bukan Joana yang membunuhnya, tapi Aku." Jawab Joana tenang namun matanya mulai berkaca-kaca, "Aku bukan lah Joana putrimu. Dia sudah meninggal bunuh diri dan Aku menggantikan posisi Joana."
"Itu tidak mungkin!" Jacob tidak terima dengan apa yang dikatakan Joana.
"Apa maksudmu? Kau masih hidup, Kau adalah Joana." Jeremy juga ikut menyangkal.
"Terserah kalian mau percaya atau tidak, Joana Adalberto meninggal karena ulah kalian bertiga yang lebih menyayangi anak angkat yang sudah mempermalukan kalian. Dia tidak pernah disayangi. Bahkan saat ditindas oleh pelayan rendahan pun Kalian tidak pernah memperdulikan Joana." Jawab Joana yang hampir meneteskan air mata namun ia tahan tetap memasang wajah tenangnya. Hatinya sangat mengingat ingatan Joana yang selalu berharap kasih sayang mereka. Begitu juga dengan dirinya di dunia lain yang berusaha mencari kasih sayang dari Ayah dan para Kakaknya. "Joana lebih memilih bunuh diri daripada terus menyaksikan sikap kalian yang abai. Kalian tidak pantas menjadi keluarga Joana. Yang Joana perlukan hanya kasih sayang dari Kalian. Tapi sayangnya semua terlambat karena Joana putri dan adik Kalian sudah meninggalkan dunia ini."
Ada penyesalan mendalam di wajah mereka. Jacob sudah tidak lagi menampilkan wajah angkuhnya. Mereka bertiga menunduk sendu.
"Lalu siapa Kau?" Tanya Jeremy kemudian.
"Aku adalah orang yang dibawa Joana datang kemari untuk menggantikan dirinya." Jawab Joana tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya pada keluarga Adalberto kalau dirinya berasal dari dunia lain. "Aku adalah anak yang dilahirkan Putri Tania."
Ferio menatap sendu pada wajah putrinya yang cantik. Rambut hitam panjang dan mata hitam menyala.
Mereka semua terdiam, begitu juga Joana yng puas mengeluarkan semua uneg-uneg Joana Adalberto yang mirip dengannya di dunia lain.
Tiba-tiba Killian datang membawa satu foto masa kecil Joana yang ia ambil di kamar rahasia istana. Foto itu adalah foto Joana dengan memakai seragam SMA bersama Daniova.
Killian duduk berdampingan dengan istrinya dan menyodorkan foto itu untuk dilihat keluarga Adalberto.
Mereka bertiga dengan seksama menatap foto Joana dengan pakaian yng terlihat cukup aneh karena seragam Joana memakai rok pendek yang sangat jauh berbeda dengan tata busana di Foresta Fredda yang selalu mengenakan gaun.
"Gadis yang ada di gambar itu adalah Joana Alexandra, anak dari Putri Mahkota terdahulu, Putri Tania. Dan wanita yang ada disamping Joana adalah kakak dari Putri Tania, Lady Daniova." Jelas Killian.
Ferio menatap wajah Joana kembali. Dengan mata hitam itu jelas Dia bukan Joana putrinya. Dan pada detik berikutnya laki-laki paruh baya itu menangis meletakkan foto itu diatas meja.
Menangisnya wajar, tapi penyesalan yang begitu mendalam ternyata putrinya sudah meninggal karena ulahnya sendiri yang tidak becus menjadi orangtua. Dia bersalah pada Clarissa istrinya, bersalah karena membiarkan putri satu-satunya meninggal tanpa tahu kasih sayang keluarga. Ia sangat menyesal.
Mata Joana berkaca-kaca. Jika Joana masih hidup, Dia pasti akan senang kalau Ayahnya menyesali perbuatannya. Tapi sayangnya penyesalan iti sudah terlambat, Joana Adalberto sudah menghilang dari dunia ini.
Killian merangkul bahu istrinya mencoba menguatkan Joana.
"Lalu dimana Joana?" Tanya Jeremy.
"Aku tidak tahu dimana Dia sekarang," Jawabnya. Joana jujur tidak tahu apakah jiwa Joana benar-benar sudah menghilang atau kan kembali nanti pada waktunya.
"Kalian tidak layak mendapatkan maaf dari Joana," Sambung Joana dingin. "Meskipun kembali pun Joana tidak akan mau bersama kalian meski kalian sudah menyesal."