Stay with me

Stay with me
episode 9



Hari ini adalah hari minggu semua orang yang berkerja maupun bersekolah libur tapi beda dengan Kiara, hari ini adalah hari pertamanya kerja.



"Lo mau kemana"tanya Anggita melihat Kiara yang rapi menggunakan bajunya.



"Bukan urusan lo"ucap Kiara judes lalu pergi meninggalkan rumah.



Kiara pun pergi ke cafe menaiki angkot. Sesampainya di cafe ia langsung masuk ke ruangan Kelvin.



"Pagi Kak Kel"ucap Kiara begitu masuk ke ruangan.



"Assalamualaikum"ucap Kelvin membuat Kiara ingat ia belum mengucapkan salam.



"Walaikumsalam"balas Kiara"maaf kelupaan"lanjutnya.



Kiara pun duduk di depan meja Kelvin.



"Jadi mana seragam gue?"tanya Kiara to the point kepada Kelvin.



"Ini seragam lo, kerjaan lo gampang cuma menyajikan makanan"ucap Kelvin kepada Kiara.



"Baik mas bos"ucap Kiara sambil tersenyum semangat.



Kiara pun pergi dari ruangan Kelvin dan menuju ke dapur yang merupakan ruangan pelayan.



Sesampainya di dapur ia bertemu dengan salah satu pelayan yang mungkin akan menjadi temannya.



"Lo anak baru?"tanyanya ramah kepada Kiara.



"Iya,Kiara"ucap Kiara sambil mengulurkan tangannya kepada perempuan di depannya.



Menurut Kiara orang di depannya ini usianya tak jauh darinya dan kemungkinan seumuran dengannya atau masih tua dirinya.



"Keysia"ucapnya membalas uluran tangan Kiara.



"Lo umur berapa?kanyaknya Kita gak jauh beda"tanya Kiara sambil mengamati Keysia.



"15"ucapnya membuat Kiara membulatkan matanya.



"What"ucap Kiara kaget"lo muda banget kenapa jadi pelayan?bukanya enak main"lanjut Kiara.



"Lo sendiri, kenapa kerja?bukannya enak main"ucap Keysia membalikan pertanyaan Kiara"udah sana ganti baju,trus bantuin gue"lanjutnya.



Kiara pun mengganti pakaiannya yang modis dengan pakaian pelayan, bisa di bayangkan hidupnya sekarang.



Selesai ganti baju Kiara pun membantu Keysia melayani pelayan.



Dengan senyum ramah Kiara san Keysia melayani para pengunjung dengan sangat baik.



Kiara yang lelah berhenti dari aktivitasnya dan memilih melihat Keysia yang masih semangat melayani.



"Keysia masih muda,bahkan lo lebih tua dari dia"ucap Kelvin membuat kaget Kiara.



"Iya,gue liat Keysia juga cantik"ucap Kiara"kok mau jadi pelayan lo"lanjut Kiara mengejek.



"Apa kabar lo?primadona sekolah"ucap Kelvin tak mau kalah.



"Iya juga"ucap Kiara sambil terkekeh.



Saku Kiara bergetar,ia pun segera menjawab panggilan tersebut.



"Kayaknya gue harus ngangkat telfon"ucap Kiara menjauh dari Kelvin.



Ia pun mengangkat telfon yang ternyata dari Reyhan.



'Hallo'



'Kamu siap siap ya, aku mau ngajak kamu jalan'ucap Reyhan



'Iya kita ketemuan di halte deket cafe coffee'



'Bukanya itu jauh dari rumah kamu?'ucap Reyhan



'Kamu keluar rumah?sama siapa?ngapain?'lanjut Reyhan curiga degan Kiara.



'Enggak aku gk keluar rumah'



'Serius'ucap Reyhan



'Iya, aku tunggu di halte'lanjut Reyhan



'Bye'



Kiara pun memutuskan panggilannya dan menghampiri Kelvin.



"Kel,kerjaan gue udah selesai"ucap Kiara"gue pulang ya"lanjut Kiara.



"Enak aja baru setengah hari udah pulang"ucap Kelvin.



"Kel,lo kan baik terus ganteng"ucap Kiara memuji Kelvin karena ada maunya.



"Emang dari dulu baru nyadar"ucap Kelvin.



"Gue pulang ya plisss"ucap Kiara"udah,potong gaji gue pokonya gue pergi"lanjut Kiara.



"Besok gue kerja lagi lembur deh sampai malem"ucap Kiara.



"Ya udah gue ijinin lo pulang"ucap Kelvin akhirnya menyerah.



Kiara pun masuk kedalam ruang ganti lalu mengganti pakaian pelayannya dengan pakainnya.



Lalu ia pergi menuju halte yang sudah ada mobil yang nangkring disana.Siapa lagi kalau bukan mobil Reyhan.



Kiara pun masuk kedalam mobil tersebut yang sudah ada Reyhan yang duduk di kursi pengemudi.



"Kamu mau ngajakin aku kemana?"tanya Kiara kepada Reyhan yang kini menghadapnya.



"Kamu udah makan?"tanya Reyhan kepada Kiara dan di jawab gelengan oleh Kiara,karena jujur ia tadi pagi hanya makan sepotong roti.



"Ya udah kita makan"lanjut Reyhan.



"Aku yang milih tempat ok"ucap Kiara dengan antusias dan diangguki Reyhan.



Kiara pun menujukan arah kepada Reyhan.



"Stop"ucap Kiara membuat Reyhan berhenti.




"Kata siapa kita makan ke restoran"ucap Kiara membuat Reyhan semakin bingung.



"Trus kita mau makan dimana"tanya Reyhan.



"Udah ayuk turun ikutin aku"ucap Kiara lalu turun dari mobil dan di ikuti Reyhan.



Kiara pun menggegam tangan Reyhan supaya mengikutinya, Disinilah sekarang penjual makanan pinggir jalan yang bernama 'pecel lele'.



"Pecel lele?" Tanya Reyhan yang tak percaya bahwa Kiara anak orang kaya makan di tempat pinggir jalan. Baru kali ini ia melihat sisi lain gadisnya yang sederhana ini. Tapi seharunya ia tak heran dengan sifat sederhana Kiara.



"Iya,Ayo masuk"ucap Kiara dengan antusias dan langsung duduk di salah satu bangku yang tersedia.



"Kamu mau pesen apa?"tanya Kiara menatap Reyhan yang duduk di depannya.



"Samain aja,minumnya es jeruk"ucap Reyhan.



"Mbak!pecel lelenya dua, es jeruk satu dan es teh satu"ujar Kiara kepada pelayan wanita yang berdiri di sebelahnya.



"Mohon menunggu nona,kami segera menyiapkan"ujar pelayan tersebut dengan senyum ramah.


Lalu pergi meninggalkan meja Kiara dan Reyhan.



"Kamu sering makan sini?"tanya Reyhan kepada Kiara dengan tatapan menyelidik.



"Sering sama Gilang"ucap Kiara enteng namun membuat Reyhan membulatkan matanya.



"Sama Gilang?"tanya Reyhan sekali lagi dan diangguki oleh Kiara.



"Aku gak suka kamu deket sama dia"ucap Reyhan penuh penekanan.



Kiara tertawa melihat ekspresi Reyhan kesal,yang menurutnya sangat lucu.Sementara Reyhan bingung kenapa Kiara tertawa.



"Kok ketawa?aku serius"ucap Reyhan menatap Kiara tajam.Kiara pun memberhentikan tawanya dan menatap Reyhan.



"Kamu tau"ucap Kiara yang ia jeda.



"Tau apa?"tanya Reyhan dengan penuh penasaran.



"Aku tadi bohong"ucap Kiara sambil tertawa.



"Oh...jadi udah berani jahilin aku"ucap Reyhan tersenyum jahil dan mencubit gemas kedua pipi Kiara.



"Kok di cubit"ucap Kiara sambil memegang kedua pipinya yang sudah di cubit oleh Reyhan.



Tak lama pesananan yang mereka pesan datang. Baunya yang menusuk indra penciuman. Kiara yang melihat pesanannya datang pun terenyum antusias.



"Kamu ngapain liatin aku?"tanya Kiara kepada Reyhan yang tertangkap memandanya.



"Emang gak boleh liatin pacar?"tanya Reyhan membuat Kiara salting.



Mereka pun memakan makanan mereka. Reyhan memakan makanannya tapi masih sempat mencuri pandang dengan sosok di depannya yang terlihat serius memakan makanannya.



Selesai makan mereka pun membayar semuanya,keduanya keluar dari sana. Mereka berjalan berdampingan. Reyhan menggandeng tangan Kiara, Kiara pun tak menolak itu.



Rintik air turun membuat Reyhan langsung menyeret Kiara untuk mencari tempat teduh. Mereka pun meneduh.



Kiara bukannya meneduh ia malah berlari ke hujan membuat Reyhan khawatir.



Reyhan pun menghampiri Kiara dengan membawa jaket di atas kepalanya dan menutupi Kiara supaya gak kehujanan.



"Kia jangan hujan hujan"ucap Reyhan sambil menarik tangan Kiara. Namun buka Kiara kalau tidak membantah Reyhan.



"Aku mau hujan hujan"ucap Kiara berlari menghindari Reyhan.



"Kiara nanti sakit"ucap Reyhan sambil mengejar Kiara yang berlari trus menjauh darinya.



Hap



Dan akhirnya Reyhan dapat menangkap Kiara dengan mendekap Kiara dengan kedua tangannya.



"Ya udah,udah terlanjur basah jadi kita hujan hujan"ucap Kiara tersenyum antusias.



"Udah kita pulang aja,nanti kamu sakit"ucap Reyhan dengan lembut.



"Rey,biarin aku ngerasain hujan kali ini"ucap Kiara sambil mencoba melepaskan diri dari dekapan Reyhan.



"Ini juga udah ngerasain"ucap Reyhan"jadi sekarang kita pulang"lanjut Reyhan penuh penekanan.



Kiara pun pasrah dengan keputusan Reyhan. Mereka pun menuju ke mobil untuk pulang.



Selama perjalanan Kiara hanya diam tak bicara. Ia hanya melihat hujan di jendela kaca sebelahnya. Sementara Reyhan menyetir mobil sambil melirik sampingnya.



"Apa di luar lebih menarik dari aku?"tanya Reyhan membuat Kiara menghadap ke arahnya.



"Kayaknya"ucap Kiara menoleh lagi kearah jendela mobil.



"Aku takut nanti kamu sakit kalau lama hujan hujan"ucap Reyhan.



"Aku tau"ucap Kiara ketus.



"Ara jangan marah"ucap Reyhan kepada Kiara namun Kiara hanya diam tak menjawab.



"Aku gak marah cuma kesel aja"ucap Kiara dengan cemberut membuat Reyhan terkekeh melihatnya.



Sesampainya di depan rumah Kiara mobil Reyhan pun berhenti.



"Kenapa berhenti?"tanya Kiara yang tak sadar kalau sudah sampai di depan rumanya.



"Udah sampai di depan rumah kamu"ucap Reyhan membuat Kiara membulatkan matanya.



"Kok diantar kerumah sih"ucap Kiara khawatir.



"Kenapa?"tanya Reyhan merasa bingung.



"Enggak"ucap Kiara lalu keluar dari mobil Reyhan namun Reyhan menahan tangan Kiara. Reyhan menarik tangan Kiara supaya lebih dekat. Kiara hanya menatap Reyhan dengan tatapan tanya.



Cup



"Jangan marah,aku cuma gak mau kamu sakit"ucap Reyhan asetelah mencium pipi Kiara.



"Aku gak marah"ucap Kiara.



Kiara pun membuka pintu dan masuk kedalam rumah. Ia berharap Anggita tak tau kalau dia diantar Reyhan.