Stay with me

Stay with me
Siapa orang itu?



Setelah memutuskan untuk berpacaran bukan berarti Hana dan Jun selalu menghabiskan waktu berdua, Sebaliknya mereka hanya bertemu di rumah saat Jun selesai bekerja, Akhir-akhir ini Jun sangat sibuk mengurus Dream Corp untuk perayaan tahun baru yang akan berlangsung sebentar lagi. Kerja samanya dengan pihak Lotte Word pun belum sepenuhnya terealisasikan.


Siang itu Jun mendapat pesan langsung dari Korea Selatan untuk mengadakan rapat gabungan, Dimana Jun harus segera terbang ke Korea untuk membahas kontrak kerja dua taman hiburan besar itu. Hari ini Jun pulang lebih cepat dari biasanya karena akan mempersiapkan keberangkatannya besok.


Setibanya di rumah, Jun mendapati Hana yang tengah sibuk membuat makanan untuk kekasihnya itu, Jun menghampiri Hana yang sibuk memotong buah-buahan sementara Jun ikut sibuk dengan melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Hana, Pria itu membenamkan wajahnya di leher Hana sehingga membuatnya dapat mencium aroma tubuh Hana yang sangat di sukainya.


" Kau jangan menggangguku memasak, Duduk yang manis di kursi selagi aku membuatkan makanan untukmu. " Perintah Hana namun tak membuat Jun bergerak sedikitpun.


" Lima menit lagi. " Balas pria itu terdengar manja.


" Ada apa denganmu, Tidak biasanya bersikap manja seperti ini. " Lanjut Hana mengubah posisinya sehingga saat ini ia dan Jun saling berhadapan.


Jun menggendong tubuh mungil Hana untuk duduk di atas meja agar tinggi mereka cukup sejajar, Hana merangkulkan tangannya di pundak Jun dan menatap wajah pria itu dengan senyum.


" Aku ingin memberitahumu sesuatu. " Ujar Jun di balas anggukan penasaran oleh Hana.


" Besok aku harus ke Korea untuk melanjutkan kontrak kerjaku dengan Lotte World. "


" Berapa lama?. "


" Mungkin seminggu, Apa kau baik-baik saja kalau aku meninggalkanmu sendiri?. "


" Jangan khawatir, Aku bisa mengajak Mimi untuk menemaniku selama kau tidak ada. "


" Aku senang, Ku fikir kau akan melarangku pergi jauh. "


" Mana mungkin aku melarangmu untuk urusan pekerjaan, Sebaliknya kalau kau ingin mencari wanita lain di sana aku akan memotong jari-jarimu sampai kau tidak bisa lagi memakainya. " Jun mulai bergidik setelah Hana mengatakan hal yang menakutkan barusan.


" Tentu saja tidak. Aku sudah menemukan wanita tercantik di dunia ini , Untuk apa aku mencari yang lain, Bahkan Song Hye kyo artis tercantik Korea pun lewat."


Hana menampar wajah Jun pelan sambil tertawa kecil karena di bandingkan dengan wanita tercantik Korea, Walaupun seperti itu Hana tetap percaya pada Jun, Apa pun yang terjadi dia tidak akan berselingkuh dengan wanita lain.


 


\*


 


Sepanjang perjalanan menuju bandara, Hana dan Jun terlihat saling bergandengan tangan sampai keduanya tiba di sana, Melihat keberadaan Urahara dan Katakura yang berada di lobby lantas membuat Hana langsung melepas tangannya sehingga membuat Jun menatapnya heran.


" Aku tidak ingin mereka melihat kita sedekat ini. " Ucap Hana mencoba menjaga jarak dari Jun.


" Sampai kapan kau mau merahasiakan hubungan kita.? " Bisik Jun melirik Hana sebentar



" Itu mereka sudah datang. " Tunjuk Katakura di balas oleh lambaian tangan dari Hana, Gadis itu berlalu dengan cepat tanpa menjawab pertanyaan Jun barusan


" Kita harus segera masuk, Ayo Jun. " Sahut Katakura begitu keduanya berada di depan mereka.


Jun menarik kopernya sambil melirik Hana, Ingin rasanya ia memeluk Hana sebelum pergi namun melihat sikap Hana yang seperti enggan berada di dekatnya membuat Jun harus menelan ludah.


" Aku pergi dulu. " Ucap Jun terlihat memelas.



Setelah Jun dan Katakura memasuki area yang tidak bisa di masuki oleh pengantar, Hana dan Urahara pun segera pulang, namun sebelum benar-benar meninggalkan lobby, Hana berbalik dan mendapati Jun yang sudah sejak tadi meliriknya, Keduanya saling melambaikan tangan diiringi senyum yang begitu mengembang.


 


\*


 


Rumah tampak sangat sepi setelah Jun tidak ada, Hana hanya dapat duduk termenung di ruang santai dengan pandangan lurus ke bawah, Ia bingung harus melakukan apa sedangkan tidak ada pekerjaan yang bisa di selesaikan hari ini.


Gadis itu merogoh isi tasnya kemudian mencari ponsel miliknya, Setelah berhasil di temukan, Jemarinya dengan cepat mencari kontak Mimi kemudian menghubunginya sambil merebahkan tubuh di sofa.


" *Mimi, Kau bisa datang ke rumah Jun malam ini? Aku sangat kesepian, Kau bisa ke sini menemaniku kan?. "


" Oke, Aku akan tinggal di sana malam ini, Oiya Hana sepertinya aku akan pulang telat, Tapi kau jangan khawatir aku pasti akan pulang ke sana. "


" Baiklah, Aku akan menunggu*. "


Begitu panggilan berakhir Hana kembali kosong dan hanya menghela nafas, Mengubungi Jun pun tidak bisa karena pria itu masih berada di pesawat, Bahkan pesan terakhir darinya pun belum di baca oleh pria itu.


 


\*


 


Suara gemuruh petir sukses membuat Hana terekjut, Ia tak menyangka kalau malam ini akan turun hujan mengingat musim dingin yang belum berakhir membuatnya khawatir pada Mimi jika pulang nanti, Jarak antara kantor dan rumah Jun cukup jauh dan harus menempuh berjalan kaki jika berhenti di halte terakhir, Hana berpikir untuk menjemput Mimi di halte agar sahabatnya itu tidak kehujanan.


Ketika Hana keluar dari rumah dengan membawa payung, Hujan deras di sertai angin yang cukup kencang membuatnya melangkah mundur kembali, Menjemput Mimi dalam keadaan yang tidak memungkinkan seperti ini tampaknya membuat Hana kembali masuk dan segera mencari ponselnya untuk menghubungi sahabatnya itu.


" Mimi, Kau sebaiknya naik taxi sampai di depan, Hujannya sangat deras aku tidak bisa menjemputmu di halte. " Tulis Hana pada sebuah pesan


Selang beberapa saat kemudian.


" Aku tahu, Kau tidak perlu khawatir, 10 menit lagi aku selesai dan akan kesana, Btw kamu ingin makan apa? Aku bisa membelikanmu jajanan di jalan. " Balas Mimi


" Kau tidak perlu membawa apa-apa, Cukup datang kesini dengan selamat aku sudah senang. " Setelah membalas pesan dari Mimi tiba-tiba saja lampu mendadak mati, Sontak Hana ketakutan dan langsung menyalahkan senter di ponselnya.


" Kenapa lampunya bisa mati? Bukannya Jun sudah menggantinya waktu itu. " Ucap Hana mulai keringat dingin.


Sorot senter ponsel Hana mulai dari mengedarkan ke segala tempat, Ia mencoba melawan rasa takutnya pada kegelapan dengan memberanikan diri menuju sakelar yang berada di halaman belakang, Suasana malam itu sangat menakutkan di tambah suara gemuruh petir yang tak kunjung berhenti, Dengan ragu-ragu Hana membuka pintu halaman belakang, Ia terkejut saat mendapati seseorang di belakang sana, Dengan cepat gadis itu menutup pintu lagi dan menguncinya rapat-rapat.


" Siapa orang itu, Apa yang dia lakukan di rumah ini. " Ucap Hana yang terus berjalan masuk.


Suara pintu yang di buka secara paksa membuat Hana semakin ketakutan dan langsung bersembunyi di balik sofa, Ia segera mencari nomor kontak siapa pun untuk meminta pertolongan, Melihat nama Jun pada deretan nomor di ponselnya Hana begitu ingin menelponya namun ia tahu ini tidak akan berguna, Jun pasti akan khawatir sehingga membuat pekerjaanya berantakan.


Hana mencoba menelpon Urahara tapi tak di angkat, Bayang-bayang tentang kejadian waku itu membuat Hana kembali ketakutan, Tubuhnya bergetar hebat sambil menutup kedua telinganya agar tidak mendengar suara gemuruh petir, Perlahan tapi pasti Hana merasa sesak sehingga membuatnya kesulitan untuk bernafas, Tubuhnya terkulai lemas dan jatuh tak sadarkan diri. Dalam benak ia berharap seseorang datang untuk menolongnya.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Q : Hayooo Reader bisa nebak nggak yang datang malam ini ke rumah Jun siapa? Yang bisa nebak dengan tepat aku bakal Crazy Up 😉