
Hari pemotretan yang di tunggu-tunggu oleh Hana pun tiba, Hari ini sebanyak 5 orang model yang akan melakukan sesi pemotretan kosmetik Etude Fashion telah berkumpul di studio, Hana yang telah selesai dengan segala persiapan segera menyapa para crew serta sutrdara pemotretan brand ini, Tzuyu selaku pembimbing Hana tak henti-hentinya memuji kecantikan gadis itu, Ia berharap Hana akan mendapatkan kesempatan untuk di rekrut di JH Entertainment ini.
Seorang juru kamera memanggil para model untuk segera melangsungkan pemotretan, Hana mendapat bagian Lipstik dan juga Eye shadow untuk promosi kali ini, Setelah mengambil foto gruping kini tiba untuk pemotretan individu.
Hana menatap juru kamera dengan tatapan tajam nan elegan, Sambil memperlihatkan sebatang lipstik berwarna nude Velvet dan mulai berpose layaknya seorang model profesional, Hanya dengan beberapa jepret dan hasil yang Bagus membuat sutradara sekaligus fotografer merasa begitu puas, Hana menjadi satu-satunya model baru yang mendapat perhatian sebanyak ini, Kepercayaan diri Hana semakin tinggi saat orang-orang memujinya dengan julukan Dewi baru yang akan menggemparkan dunia modeling Jepang.
Selepas pemotretan selesai, Hana melirik hasilnya pada sebuah layar komputer besar di mana editor tampak memilih foto-foto yang akan di sunting menjadi majalah minggu ini, Foto Hana yang memegang lipstik akan di jadikan sampul majalah nanti sementara model yang lain akan mengisi halaman pertengahan hingga akhir.
" Kerja Bagus Hana. " Decak seseorang membuat Hana menoleh dan langsung membungkuk hormat.
" Terima kasih Tzuyu san, Ini berkatmu juga aku bisa menyelesaikan pemotretan dengan baik. "
" Kalau majalahnya sudah keluar aku akan membawanya ke kantor dan menunjukkannya pada CEO kami, Ku harap dia semakin tertarik denganmu dan akan secepatnya merekrutmu. "
" Mohon bantuannya " Lanjut Hana kembali membungkuk dengan sangat senang.
*
Malam pertunangan Rey Misugi dan Himeka Asahina akan di langsungkan di sebuah Hotel Bintang lima milik keluarga Misugi, Para tamu undangan yang datang memang tidak banyak karena permintaan dari Rey sendiri, Hal itu juga di lakukan karena untuk menutupi identitas keluarga Himeka yang bukan dari kelas yang sama seperti keluarga Misugi.
Ball room hotel kini telah di isi oleh sebagian para tamu undangan, Seorang pria tampak menunggu dengan gelisah di ambang pintu masuk sambil mencari satu persatu wajah yang membuatnya gelisah sejak tiga puluh menit yang lalu, Langkah kecil seroang gadis ditemani oleh seorang pria berstelan jas hitam seketika membuat pria yang bernama Jun Misugi itu langsung menyambutnya dengan penuh kegirangan.
" Ku fikir kau tidak akan datang. " Lontarnya begitu Hana sudah berada di hadapannya.
" Mana mungkin, Kak Rey sudah mengundangku aku harus datang untuk merayakannya, Terima kasih juga karena sudah menyuruh Katakura San untuk menjemputku. " Balas Hana tersenyum kecil.
Jun membuka sedikit tangannya untuk Hana agar mereka dapat masuk dengan bergandengan, Namun gadis itu menolak lantaran tidak ingin membuat semua orang tahu kalau Jun mempunyai seorang pacar sepertinya, Terlebih lagi dengan status Jun yang seorang CEO sekarang, Apa kata orang nanti kalau dirinya sampai mendapat rumor yang tidak baik.
Dengan menghela nafas panjang akhirnya Jun memasuki ball room dengan tangan kosong, sementara Hana lebih memilih untuk jalan bersama Katakura sebagai tamu undangan di belakangnya. Acara tampaknya sudah mau di mulai, Seorang wanita yang bekerja sebagai Mc acara hari ini telah mengucapkan beberapa kalimat sambutan untuk keluarga dan para tamu hadirin, Setelah itu kedua mempelai yang akan melangsungkan pertungan pun kini saling menatap satu sama lain bersiap untuk memasang cincin ke jari masing-masing.
Jun melirik Hana yang terlihat begitu senang melihat Rey telah berhasil melangsungkan pertunangannya tanpa ada kendala, Jun mulai memberi kode pada Hana untuk segera bertemu di luar ball room dengan menunjuk sebuah pintu yang menghubungkan koridor Hotel. Begitu Jun pergi, Hana menunggu beberapa menit setelah pria itu berhasil meninggalkan ball room, Setelah semua aman barulah dirinya yang ikut keluar dengan sangat hati-hati.
Hana berhasil meninggalkan ball room tanpa ketahuan siapa pun, Ia mencari sosok Jun di penjuru koridor tapi tak berhasil menemukannya, Mulai kebingungan ia pun terus berjalan menelusuri koridor tersebut hingga seseorang berhasil menarik lengannya memasuki sebuah ruangan yang tidak di ketahuinya.
Pupil Hana melebar saat Wajah Jun berada tepat di hadapannya, Pria itu terlihat menoleh ke arah pintu masuk dengan nafas yang berburu seperti sudah berlari jauh, Hana bingung dengan cara Jun menariknya ke ruangan ini terlebih lagi pria itu belum mengatakan apapun sejak di tarik olehnya.
" Kita harus pergi dari sini, Pengawal ayahku sudah berjaga di mana-mana, Sepertinya dia sengaja melakukan ini. " Bisik Jun menolehkan wajahnya ke arah Hana.
Sejenak keduanya saling terdiam menikmati keindahan wajah mereka masing-masing, Jantung mereka pun berdetak sangat kencang, bahkan ini bukan untuk pertama kalinya mereka berdekatan seperti ini tapi kenapa rasanya seperti ingin meledak.
Jun melangkah mundur dengan wajah memerah karena malu, Ia mulai berpikir secara rasional dan setelah itu mengajak Hana meninggalkan ruangan kosong itu, Pintu terkuak dan memunculkan setengah kepala Jun, Ia melirik kesana kemari untuk mengecek apakah pengawal ayahnya masih ada atau tidak, Setelah di rasa aman keduanya pun segera meninggalkan tempat itu.
Saat melewati sebuah tempat yang berada tak jauh dari ball room, Jun melihat kakak dan juga ayahnya yang terlihat tengah membicarakan sesuatu yang serius, Setelah Jun perhatikan lebih teliti ternyata di sana tak hanya ada mereka berdua melainkan Himeka tunangan kakaknya juga ada di sana.
Jun menatap Hana heran kemudian melanjutkan aksi menguping mereka melalui celah-celah tembok besar yang dapat menutupi tubuh mereka. Dari jarak yang cukup dekat seperti itu tentu memudahkan Jun serta Hana mendengar semua percakapan mereka.
" Jadi jelaskan pada ayah, Apa yang membuatmu membohongi kami dengan identitas calon istrimu ini. " Ungkap Arata sukses membuat Rey terkejut mendengarnya.
" Ayah sudah mengetahuinya? " Ucap Rey tertunduk memelas.
" Jangan main-main dengan ayah Rey, Selama ini ayah sudah memantau identitas calon istrimu ini sejak hari pertemuan kedua keluarga malam itu. Kau bahkan memalsukan kedua orang tua gadis ini agar terlibat baik di mata ayah, Bagaimana kalau ibumu sampai tahu kalau kau sudah membohongi kami? " Wajah Rey sudah semakin putus asa sekaligus ketakutan mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut ayahnya itu.
" Kalau kau jujur dari awal kalau dia hanya seorang pramusaji, Ayah tidak akan marah seperti ini. " Lanjutnya lagi-lagi berhasil membuat Rey terkejut namun dengan perasaan yang berbeda.
" Apa maksud ayah? Apa ayah akan tetap merestui hubunganku dan Himeka walaupun dia bukan dari kelas yang sama dengan kita? " Lontar Rey kemudian.
" Kau ini anak ayah, Mana mungkin ayah tidak merestui pilihan terbaik anak ayah, Kau dan Himeka boleh menjalin hubungan lebih dari ini, Tapi mulai hari ini jangan pernah membohongi keluarga lagi, kau paham? " Rey tampak senang mendengar jawaban dari sang ayah, Ia tak menyangka kalau dirinya akan mendapat restu semudah itu dari beliau.
" Bagaimana denganku? Kenapa Rey bisa bersama dengan wanita yang tidak sekelas dengan kita sementara aku tidak? " Sahut Jun yang tidak bisa menunggu untuk terus bersembunyi, sontak kalimatnya barusan membuat semua mata tertuju padanya.