Stay with me

Stay with me
Menjadi Model?



Mungkin memang terlalu cepat bagi Jun untuk melamar Hana, Sehingga ia memutuskan untuk mengikuti permintaan Hana saja, Tak ada yang perlu di khawatirkan juga selain itu ia harus meyakinkan ayahnya juga untuk mendapatkan restu.


Sejak piknik 5 hari yang lalu, Kini semua kembali ke pekerjaan masing-masing, Hari demi hari yang telah di lalui Hana bersama Dean kini berakhir hari ini juga, Untuk yang terakhir kalinya Hana ingin berpamitan dengan Dean, Setelah itu ia terbebas dari suruhan ini itu dan akan menentukan pekerjaannya mulai dari sekarang.


Setibanya di JM Entertainment, Hana langsung menuju studio tempat Dean melangsungkan pemotretan, Ketika Hana tiba di sana ia tak sengaja mendengar percakapan dua orang yang bekerja sebagai staff tengah membicarakan sesuatu yang menarik perhatian Hana.


" Aku tak menyangka kalau Dean itu licik, Dia menuduh asistennya itu sebagai pelaku minuman kadaluarsa, Padahal yang melakukannya waktu itu adalah Fans gilanya, Dia benar-benar bisa mengerjai orang yang tidak bersalah. " Celetuk Staff itu pada seorang staff lainnya.


Hana yang berada di belakang mereka mendengarnya dengan jelas, Kedua mata Hana kemudian berlalih melirik Dean yang tengah berpose dalam pemotretan, Tanpa sengaja keduanyanya saling kontak mata, Namun Hana pergi dengan cepat dari tempat itu, melihat hal tersebut Dean sempat kehilangan konsentrasi dan kembali fokus saat fotografer menegurnya.



Begitu Hana meninggalkan ruang studio, Ia tak sengaja bertemu dengan Ryota, pria itu menanyakan keadaan Hana yang terlihat sendu, Sebagai teman kecilnya dulu tentu Hana tidak dapat menyembunyikan perasaannya, Ia menjelaskan apa yang baru saja di ketahuinya barusan dan alhasil Ryota ikut terkejut sekaligus kesal karena telah di permainkan oleh Dean.


" Kau tenang saja, Aku akan menyuruh Dean minta maaf padamu. " Ucap Ryota menepuk pundak Hana pelan


" Tidak perlu, Aku sudah tidak ingin menemuinya lagi, Aku sebaiknya pergi dari sini. Terima kasih karena sebelumnya kau telah repot-repot mencarikan pekerjaan untukku. " Lontar Hana menatap Ryota dengan senyuman getir.


Hana berlalu meninggalkan Ryota yang hanya dapat menatap punggungnya menghilang dari balik tembok, Selang bebera saat seseorang lewat dengan tergesa-gesa, Ryota tahu kalau pria yang barusan lewat adalah Dean, Ia hanya dapat berharap keduanya tidak akan saling bertengkar nantinya.


Hana yang telah berhasil keluar dari gedung JM Entertaiment langsung menuju halte bus yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini, Seseorang baru saja menarik lengannya sehingga membuat gadis itu berbalik dan terkejut ketika melihat pelakunya.


" Kenapa pergi secepat itu? " Tanya Dean namun membuat Hana langsung melepaskan tangannya.


" Jangan mengikutiku, Awas saja kalau kau tetap mengikutiku. " Ancam Hana menunjuk Dean dengan geram sembari berjalan beberapa langkah menjauhi pria itu.


" Tapi kenapa,? Apa yang salah denganku? Ini kan hari terakhirmu bekerja, Kita bisa merayakannya dengan makan malam bersama. " Sahut Dean lantas membuat Hana tertawa kecil di buatnya.


" Aku marah padamu, Kenapa? Karena kau sudah membohongiku, aku legah kalau pelaku minuman itu memang bukan aku, tapi aku marah padamu karena kau tidak memberitahuku kalau sebenarnya pelakunya bukan aku dan kau menjadikannya ancaman agar aku tetap menjadi asistenmu, mulia detik ini jangan pernah muncul di hadapanku lagi, anggap saja perkenalan kita cukup sampai di sini, Permisi. " Hana menunduk pelan kemudian meninggalkan Dean yang masih terpaku akan ucapan Hana barusan.


                            *


Dari semua pengalaman kerja yang di dapatkannya, Hana sudah tidak ingin lagi bekerja menjadi seorang asisten atau pekerjaan yang memakai kontrak, Walaupun gajinya cukup besar tapi kebebasannya sangat sedikit, Bekerja di Cafe atau toko bunga pun percuma, Jun pasti akan melakukan segala cara untuk mengeluarkannya dari pekerjaan itu.


Hana menghela nafas berat, Kemudian menyandarkan tubuhnya pada kursi yang di tempatinya sejak tadi, Kedua matanya menggerling kesana kemari, Bosan, Hana pun bergegas untuk meninggalkan taman, tapi saat dirinya berjalan beberapa langkah dari kursi taman, seseorang tiba-tiba menahannya dan mengajaknya untuk berkenalan.


" Kenalkan, Namaku Tsuyu Arizawa, Aku bekerja sebagai produser di H&M Entertainment, Boleh meminta waktumu sebentar? " Hana tampak kebingungan saat wanita berumur 30 tahun itu tiba-tiba saja memperkenalkan diri dan mengajaknya untuk bicara.


Alhasil Hana dan wanita tadi kembali duduk di kursi taman, Hana masih menunggu maksud dan tujuan wanita itu mengajaknya untuk bicara, Sementara itu wanita tadi baru saja mengeluarkan sebuah pamflet yang membuat Hana menerimanya dengan ragu, Mata Hana mulai tertuju pada pamflet tersebut kemudian membacanya dengan teliti.


Isi pamplet yang baru saja di baca oleh Hana merupakan perekrutan model iklan kosmetik  yang ada di bawah naungan H&M Entertainment, Agensi itu merupakan agensi yang sama seperti JM Entertainment, Hanya saja H&M Entertainment tidak sepopuler Agensi yang di naungi oleh Dean Musasi itu.


" Bagaimana, Apa kau tertarik untuk menjadi bagian dari kami? " Tanya Tzuyu penuh harap.


" Kau ingin aku menjadi model kosmetik? " Wanita itu langsung mengangguk mantap menjawab pertanyaan Hana barusan.


" Tapi, Aku tidak berbakat menjadi seorang model. " Lanjut Hana kemudian.


" Jangan khawatir, Kami akan mengikutkan kelas modeling untukmu, Selain itu jika kamu berhasil di kontrak pihak kami kamu berkesempatan menjadi model terkenal, Bagaimana.? "


" Maaf, Aku tidak bisa. " Hana menyodorkan kembali pamflet itu dengan cepat kemudian membungkuk pada Tzuyu dan bergegas pergi.


" Tunggu. " Tzuyu kembali mendekati Hana dengan memberinya secarik kertas kecil.


" Ini kartu namaku, Kalau kau berubah fikiran hubungi aku, Oke. " Lanjutnya setelah Hana menerima kartu nama barusan, Wanita itu pergi dengan cepat.


Hana memandang kartu nama yang ia pegang dengan nama label yang di maksud wanita barusan, Menjadi seorang model ? Dengan  memikirkannya saja Hana sudah merasa aneh,  bahkan di mimpi terliarnya ia tak pernah bermimpi menjadi seorang model.


Hana kembali berjalan menelusuri taman dengan memegang kartu nama wanita itu, Dalam diam sebenarnya Hana tengah memikirkan apakah tawaran ini dapat membantunya mendapat restu, Dengan menjadi seorang model terkenal apakah status itu sudah mampu untuk bersanding bersama Jun Misugi? Jika memang bisa, Hana akan memikirkannya baik-baik malam ini.