
JM Entertainment merupakan agensi pertama terbaik yang mencetus beberapa penyanyi, artis, aktor hingga model berbakat yang telah mendapatkan berbagai macam penghargaan baik dalam negeri hingga manca negara. Salah satu artis dan aktor yang tengah naik daun saat ini adalah Dean Musasi dan Rin Sakuragi, Keduanya tengah sibuk dengan jadwal mereka di luar negeri sehingga Hana tidak dapat menemui mereka saat itu.
Ryota yang bekerja di perusahaan itu baru saja selesai memperkenalkan segala tempat yang ada di dalamnya, Setelah Hana cukup menghafal beberapa tempat kini tiba saatnya untuk memperkenalkan Hana bagian pekerjaan yang akan di lakukannya.
Di studio pemoretan, Ryota memberitahu Hana kalau pekerjaanya untuk saat ini adalah merapihkan beberapa perlengkapan pemotretan atau bisa di bilang sebagai pesuruh, walaupun demikian Hana tampak mensyukuri pekerjaannya itu, Setidaknya tidak ada orang yang memaksanya untuk keluar lagi.
" Karena hari ini tidak ada jadwal pemotretan, Kau bisa pulang lebih awal, Tapi ingat besok ada jadwal pemotretan dan kau harus datang tepat waktu, Oke. "
" Siap bos. "
" Maaf yah, Aku hanya bisa memberikan pekerjaan seperti ini untukmu. "
" Kau ini bicara apa, Dapat bekerja di sini pun sudah membuatku begitu senang."
Ryota mengacak-acak rambut Hana sambil menyunggingkan senyuman, Ia melihat Hana seperti Hana kecil yang selalu menerima apapun dengan senang hati, Tampaknya sifat seperti itu akan selalu di bawanya sampai mati.
" Oiya, Kau serius berpacaran dengan Anak konglomerat itu?," Tanya Ryota penasaran.
" Benar, Aku sama Jun sudah berpacaran selama sebulan, Tapi kami senagaja tidak mempublikasinya karena suatu alasan. " Balas Hana kemudian.
" Apa kau yakin menyukai pria seperti dia?, Dari rumor yang ku dengar dia itu sosok pria yang sombong dan dingin, Bahkan tak memandang bulu dan suka berlaku kasar?."
" Aku tahu, Bahkan aku sangat mengetahuinya. Tapi aku sudah memutuskan untuk mencintainya, Setelah kehilangan Cinta pertamaku, Dia mampu menyembuhkan hatiku dan berhasil mencurinya. "
" Cukup.. Cukup.. Aku tidak mau menendengarnya lagi. "
" Kenapa?. "
" Kau membuatku cemburu, Aku sudah menjomblo selama ini dan kau dengan terang-terangan menyatakan hubungnmu dengan anak konglomerat itu. "
Hana hanya dapat terkekeh mendengar penjelasan Ryota barusan, Setelah itu keduanya memutuskan untuk berpisah di lobby karena Ryota masih memiliki banyak pekerjaan, Sedangkan Hana harus pulang sebelum ketinggalan bus terakhir.
*
Jun menghemapaskan dirinya ke tempat tidur king sizenya dengan malas, Lalu ia melirik ke atas nakas di mana terdapat ponselnya yang sejak tadi tak menunjukkan notifikasi, Pria itu meraih ponselnya dan memastikannya sekali lagi, Tak ada satupun pesan yang masuk dan itu membuatnya benar-benar bad mood.
Semenjak kepergian Hana dari rumahnya, Nuansa suram dan dingin kembali menghantui rumah itu dan Tak ada lagi kebahagiaan serta kehangatan saat Hana berada di sana, Setiap pagi Jun hanya sarapan makanan yang di bawakan oleh istri Katakura, Kehidupannya kembali saat sebelum bertemu Hana.
Kali ini Jun sudah tidak dapat menahan kerinduannya dengan Hana, Bersikap cuek tanpa memulai duluan membuatnya muak dan segera menghubungi gadis itu.
" Halo... " Sahut Hana begitu panggilannya berhasil terhubung.
" Kau sedang apa?, " Tanya Jun basa basi.
" Sedang makan, Kau sendiri?."
" Aku baru saja pulang kantor, Mendengarmu sedang makan membuatku merindukan masakanmu."
" Apa kau sudah makan?, " Tanya Hana membuat Jun bangkit dari tempat tidur kemudian mulai berpikir keras.
" Belum. Apa kau ingin datang membuatkan makanan?, " Lanjutnya antusias.
" Baiklah aku akan kesana setelah ini. "
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Hana, Jun segera keluar dari kamarnya dan menyembunyikan sisa makananannya beberapa saat yang lalu, Ia juga menyemprotkan pengharum ruangan agar tidak meninggalkan aroma tidak sedap pada setiap ruangan.
" Selesai, " Ucap Jun sambil menyeka keringat pada keningnya.
Jun mencium baju yang ia kenakan dengan wajah masam, merasa ada bau yang aneh ia pun dengan cepat kembali ke kamarnya untuk mengganti baju.
Beberapa saat kemudian, Hana datang dengan kotak makanan yang sebelumnya sudah ia buat di apartemen, Gadis itu duduk berhadapan dengan Jun yang sejak tadi menunggu kedatanganya dengan perasaan yang menggebu-gebu.
" Apa selama aku meninggalkan rumah kau makan dengan teratur.?"
" Katakura biasanya membawakanku makanan, Tapi aku masih merindukan masakan buatanmu. "
Hana menatap Jun dengan sendu, Dalam benak ia sangat minta maaf karena harus meninggalkannya, Sejujurnya ia masih tertekan dengan tuntutan presdir yang terus menerus memintanya untuk meninggalkan Jun. Walaupun saat ini dia sudah meninggalkan rumah dan pekerjaanya, Tetap saja meninggalkan Jun adalah keputusan paling berat, Sehingga sampai saat ini Hana masih ingin berada di dekat Jun.
" Bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa pekerjaanya menarik?, "
" Tentu saja, Aku di tugaskan di bagian pemotretan. "
" Aku ikut senang kalau kau menyukai pekerjaan barumu. "
" Kenapa mobil itu mirip dengan mobil Sekretaris ayahku,?" Benak Jun mendadak penasaran.
*
Pukul 8:00 Hana telah berada di studio sambil merapihkan barang-barang yang perlu di persiapkan untuk pemotrean pagi ini, Tentu Hana tidak sendirian, Ia di temani oleh Zoe yang juga bekerja sebagai pesuruh sepertinya.
" Kalau boleh aku tahu, Siapa yang akan melangsungkan pemotretan nanti?, " Tanya Hana sambil mengangkat beberapa barang.
" Kau kenal Dean Musasi kan?Kabarnya dia sudah kembali dari Amerika dan akan melakukan pemotrean parfum brand terkenal. "
" Aku tidak begitu mengikuti acara TV sampai tidak mengenali Dean Musasi, Mendengarnya dari beberapa crew yang ada di sini banyak membicarakannya cukup membuatku penasaran seperti apa dia di lihat secara langsung. "
Baru saja Hana mengatakan hal demikian, Pria yang menjadi number 1 agensi muncul bersama managernya, Sontak Hana langsung terpesona melihat ketampanan pria itu, Terlebih lagi saat dirinya membuka kaca mata dan menjatuhkan tubuhnya di sebuah kursi.
" Itu dia Dean Musasi yang menjadi Bintang JM Entertainment selama 9 tahun ini. " Tunjuk Zoe namun sudah duluan membuat Hana terdiam meliriknya.
Dean yang ikut melirik Hana spontan membuat gadis itu menoleh dengan cepat, Dengan langkah cepat ia pun melanjutkan pekerjaanya dan berusaha untuk tetap santai. Dan setelah semua perlengkapan selesai, Pemotretan pun di mulai ketika Dean sudah memasuki tempatnya, Hana yang memperhatikan proses pemotretan hanya dapat berdecak kagum melihat kepiawaian Dean dalam berpose.
" Apa menjadi artis itu menyenangkan?, " Guman Hana dengan senyum getir
Hana mulai berpikir apakah jika dirinya seorang artis maka hubungannya bersama Jun dapat di terima, Mengingat kesetaraan yang hampir sama dan pastinya tidak akan meninggalkan rumor buruk jika dirinya adalah seorang artis.
" Bodohnya aku, Mana mungkin aku bisa menjadi artis. " Lanjutnya segera meninggalkan tempat itu.
*
Pria itu baru saja keluar dari mobil mewahnya dan berjalan dengan penuh percaya diri memasuki sebuah gedung besar yang ada di hadapannya, Melihat reaksi orang-orang saat melihatnya ia merasa sudah menjadi bagian artis dari agensi besar itu, Bahkan tak sedikit yang bertegur sapa dengannya ada juga yang dengan nekat meminta foto.
" Apa sebaiknya aku menjadi artis saja?, " ucap Jun begitu bangga pada ketampanan dirinya.
Alasan Jun datang ke agensi itu tentunya untuk menemui Hana, Mengingat sebentar lagi jam makan siang ia berniat mengajak kekasihnya itu untuk makan di sekitar tempat ini, Karena tidak tahu Hana bekerja di bagian mana, Ia pun menanyakannya pada seseorang yang lewat, Namun sayangnya wanita yang di tanya Jun tidak mengenal siapa itu Hana.
"Oiya.. Semalam Hana bilang kalau dia bekerja di bagian pemotrean, Itu artinya dia berada di studio. " Ujar Jun segera menuju ruang studio sesuai petunjuk yang baru saja ia lihat di peta bangunan itu.
Setibanya di sana, Jun mencoba mencari sosok Hana namun teralihkan oleh suasana pemotrean yang saat itu cukup memanas, Tampaknya ada seseorang yang kena marah dari seorang sutradara, Jun kembali mengedarkan pandangannya untuk mencari Hana, Dan saat sesorang yang menutupi Hana baru saja beranjak pergi barulah Hana terlihat, Namun yang membuat Jun kembali terhenti ialah saat dimana sutradara tersebut melontrkan kata-kata yang menyakitkan kepada Hana.
" Kau tidak tahu seberapa penting pemotretan ini, Kita bisa kehilangan milyaran uang hanya karena kecerobohan bodohmu itu. " Serang pria itu hanya dapat membuat Hana merunduk bersalah.
" Apa yang terjadi?, " Tanya Jun pada salah satu kru.
" Pekerja baru itu memberikan minuman pada model kami yang membuat modelnya tiba-tiba sakit perut dan harus di larikan ke rumah sakit. " Jawabnya seketika membuat Jun bereaksi.
" Apa kau mau menggantikan kerugian itu, Hah!!!!. " Sentaknya sehingga membuat Hana bergetar hebat.
" Berapa kerugian yang harus di bayar. " Sahut Jun membuat semua orang meliriknya.
" Siapa kau?, " Tanya Sutradara itu dingin.
" Pak, Dia putra pemilik Dream Corp. " Bisik Seseorang seketika membuat Sutradara itu bungkam.
" Ma-maafkan aku Misugi-Sama, suatu kehormatan anda bisa mengunjungi tempat ini. " Ucapnya mendadak ramah.
" Jangan mengubah topik, Katakan berapa total kerugiannya sampai kau berani memarahinya.! " Sambung Jun benar-benar emosi.
" Sudahlah, Kau tidak perlu ikut campur, Ini salahku. " Cegah Hana menarik lengan Jun.
" Aku tidak suka mereka membentakmu seperti itu, " Balas Jun menatap Hana dengan tajam.
" Begini Misugi san, Kau tidak perlu mengganti kerugiannya, Lagi pula kami bisa menunda pemotretan ini sampai Dean kembali sehat, Jadi lupakan saja kejadian ini, Dan maafkan aku ya pekerja baru. " Ungkap Sutradara itu sekali lagi membuat Jun muak dan langsung menarik lengan Hana meninggalkan tempat itu.
" Wah.. Ada hubungan apa si pesuruh itu dengan anak konglomerat, Kalau bukan karena Ayahnya yang menginvestasikan dana untuk iklan ini, Aku sudah memaki-makinya, Uhhh membuatku kesal saja . " Keluh sutradara itu sambil menjatuhkan tubuhnya di sebuah kursi.