
Sendari tadi pandangan Kiara hanya tertuju pada jalanan di luar jendela mobil. Tadi pagi ia di depan halte dan Reyhan melihatnya maka disinilah dia mobil Reyhan.
"udah stop sampai sini aja"ucap Kiara membuat mobil mewah tersebut berhenti di pinggir jalan
"Kenapa? Sekolah masih jauh"Jawab Rayhan bingung.
"kalau aku turun di sekolah,nanti semua orang curiga sama kita, aku gak mau semua orang di sekolah tau hubungan kita"Balas Kiara
"kenapa sih kamu gak mau hubungan kita di ketahui orang?"tanya Rayhan dengan mencegah tangan Kiara yang hendak keluar dari mobilnya.Apa ia begitu memalukan sampai sampai Kiara ingin menutupi hubungan mereka berdua.
"apa aku membuatmu malu ra?"tanya Reyhan membuat Kiara tertawa mendengarkannya.
"ya enggak lah"ujar Kiara memberhentikan tawanya.Reyhan lega mendengarnya.
"Terus alasan kamu apa?" tanya Reyhan
"aku gak mau aja pamer ke orang-orang kalau aku punya pacar ganteng, nanti aku dikira sombong"ujar Kiara dan itu sukses membuat Reyhan tertawa.
Alasan yang nggak masuk akal dan konyol menurut Reyhan.Mungkin Kiara adalah perempuan satu-satunya yang berhasil membuatnya tertawa lepas kayak gini hanyalah Kiara.
"kamu kalau ketawa ganteng deh"ucap Kiara"kenapa kalau di sekolah kamu gk ketawa kayak gini? "lajut Kiara bertanya.
"karena hanya kamu yang bisa membuatku tertawa dan tersenyum ra"balas Reyhan sambil mengelus rambut Kiara
"ihh,gombal kamu"ucap Kiara menahan senyum"ya udah aku keluar dulu ya"lanjut Kiara
Belum sempat keluar lagi-lagi Rayhan menahan tangan Kiara.Rayhan menarik tangan Kiara supaya lebih dekat.
Kiara menatap Reyhan dengan tatapan tanya.Lalu Reyhan mencium keningnya membuat Kiara bungkam seketika.
"ini caranya berpamitannya"ucap Rayhan setelah melepas ciumannya.
Lalu Kiara keluar dari mobil Reyhan dan berjalan ke arah sekolahnya.
Namun,langkah kaki Kiara berhenti karena melihat ada sepada motor yang berhenti di depannya.
Si pengendara itu pun membuka helm fullfacenya ternyata ia adalah Gilang.
"lo kok jalan kaki?"tanya Gilang setaunya Kiara adalah orang kaya pastinya kalo gak ada supir pasti naik taksi.
"iya soalnya kaki gue jalan mangkanya jalan kaki"sahut Kiara asal.
"iya nanya apa? "ucap Kiara mengulang perkataan Gilang.
"lo kok makin lama makin ngeselin ya"ucap Gilang gemas.
"iya emang gue gemesin"ucap Kiara sambil tertawa bangga menganggap itu pujian Gilang untuknya.
"lo mau nebeng gak"ucap Gilang"sekolah masih jauh"lanjutnya.
"enggak,udah sana pergi"ucapnya mengusir Gilang.
"beneran gak nyesel,beruntung lo di kasih tumpangan sama cogan kaya gue"ucap Gilang memuji diri sendiri sementara Kiara hanya memutar bola matanya malas.
"enggak sama sekali"ucap Kiara melanjutkan jalan kakinya dan di ikuti oleh Gilang dari belakang sambil menaiki motornya dengan mengegasnya dengan sedikit-sedikit.
"Gilang lo kok ngikutin gue sih"ucapnya geram karena sendari tadi Gilang mengikutinya dari belakang.
"lo kan gak mau nebeng jadi gue ikut lo jalan kaki aja ya"ucap Gilang kepada Kiara.
"terserah"ucap Kiara pasra tak mau berdebat lagi.
Mereka pun berjalan bersama Gilang yang menuntun motor gedenya.Sambil bercanda bersama.
Sesampainya di sekolah Gilang meparkirkan sepedanya.Sedangkan Kiara ia langsung menuju ke kelasnya.
Untung saja Reyhan tak melihat ia bersama Gilang pasti Rayhan akan marah kepadanya dan sulit baginya membujuk Rayhan yang sedang marah.
Kiara sekarang sudah berada di kelas dan duduk di samping Rina.
"lo tadi berangkat bareng Gilang"tanya Rina membuka topik pembicaraan
"enggak,dia yang ngikutin gue"ucap Kiara
Belum sempat mereka melajutkan pembicaraan mereka. Seorang guru datang.
Dan pelajaran di mulai dengan nyaman. Kiara dan Rina fokus dengan mata pelajarnnya.