
Hari ini akan menjadi hari terberat untuk Hana, Pasalnya Mimi akan pindah ke Kyoto bersama Urahara Kyosuke dengan begitu ia tidak bisa merayakan malam tahun baru bersama sahabatnya. Sejak tadi Hana terus menahan koper Mimi untuk tidak di masukkan ke dalam mobil, Mimi sendiri tampak membujuk Hana dengan berbagai kata namun tak berhasil membuat gadis itu menyerahkan kopernya.
" Aku janji akan lebih sering mengunjungimu, Jadi biarkan aku pergi yah. " Ucap Mimi memohon dengan sangat.
Hana mulai meneteskan air mata kesedihan sambil memeluk Mimi, Belum setahun dirinya tinggal bersama Mimi sejak kedatangannya ke Tokyo dan kini sahabatnya harus berpisah lagi dengannya, Mimi kemudian melepas pelukannya dan menyunggingkan senyum pada Hana.
" Walaupun tidak ada aku setidaknya sudah ada pacarmu yang bisa menemanimu kapan pun. "
" Kau bicara apa?. "
" Kau pikir aku tidak tahu kalau kau sudah berpacaran dengan direktur tampan itu. " Mimi melirik Jun dengan senyum menggoda
Hana mencubit Mimi agar tidak mengeraskan suaranya, Jun dan Urahara memandang keduanya dengan heran karena sejak tadi berbicara dengan suara yang begitu kecil.
" Baiklah, Kau boleh pergi, Tapi ingat untuk sering mengunjungiku. " Gumam Hana mulai merelakan kepergian Mimi.
Urahara segera memasukkan koper Mimi kedalam bagasi mobilnya setelah Hana memberikannya, Sebelum benar-benar pergi mereka berempat menyempatkan mengambil gambar sebagai kenang-kenangan, Jun merangkul Hana agar sedikit lebih dekat dengannya begitu pun dengan Urahara yang juga merangkul Mimi sehingga membuat hasil fotonya tampak sangat manis.
Setelah mereka pergi, Hana yang masih larut dalam kesedihan terus menatap mobil Urahara yang perlahan mulai menghilang, Jun kemudian meraih tangan Hana dan mengajaknya kencan. Menghabiskan waktu berdua sebelum perayaan malam tahun baru besok kedengarannya menarik, Hana mengganti posisi tangannya dengan merangkul lengan Jun, Kemudian mereka mulai menelusuri jalan menuju tempat yang akan mereka kunjungi.
*
Malam pergantian tahun biasanya akan di habiskan di luar rumah dengan orang terkasih, Untuk itu Jun sengaja mengadakan festival besar-besaran akhir tahun di Dreamland dengan bekerja sama bersama pemilik Disney Amerika, Para pengunjung yang datang sangat membeludak dari hari biasanya, Selain itu Jun juga mendatangkan pemahat es terkenal dari Sapporo untuk mengukir balok es menyerupai karakter yang di sukai oleh anak-anak.
Bisa di katakan saham Dream corp naik setiap tahunnya karena usaha Jun yang selalu mendatangkan keuntungan dengan merancang inovasi yang menarik minat pengunjung, Itulah alasan mengapa Ayahnya sangat ingin untuk Jun mewarisi perusahaan secepatnya. Tepat pukul 12 malam menjelang pergantian tahun nanti akan di nyalahkan sebuah pameran kembang api yang belum pernah di tampilkan di seluruh dunia, Dan ini pertama kalinya di nyalahkan di negeri sakura Jepang tepatnya di daerah Asakusa.
Dari ruangannya, Jun tampak memperhatikan orang-orang yang datang memenuhi area Indoor dan Outdoor dengan senyuman, Ia merasa senang dapat menyaksikan kebahagiaan orang-orang beserta kerabat dan juga kekasih mereka menikmati keindahan Dreamland saat itu, Suara pintu terkuak membuat pria itu menoleh dan melebarkan tangannya agar seorang gadis yang baru saja masuk dapat memeluknya.
Sambil memeluk mesra kekasihnya, Jun mengucapkan banyak terima kasih kepada Hana, Karena kerja kerasnya menyusun laporan untuk mengembangkan Dreamland kini terwujud, Salah satunya adalah pahatan es yang banyak di minati oleh anak-anak selain itu para maskot yang telah memakai seragam lucu sehingga mengundang perhatian banyak orang.
" Ada satu lagi yang ingin ku perlihatkan padamu. " Bisik Jun membuat Hana semakin penasaran.
Jun melirik jam yang menunjukkan pukul 11:59, Dan sebentar lagi detik-detik hitungan mundur menuju tahun baru segera di mulai, Jun kemudian menarik lengan Hana menuju atap bangunan agar dapat menyaksikan apa yang ingin di perlihatkan pada gadis itu.
Sorak sorai pengunjung yang menghitung mundur waktu dapat terdengar dari atas sana, Hana menatap kerumunan orang yang terlihat seperti semut kecil dengan senyum yang begitu manis, Waktu kini berganti ke tahun 2020 dimana suara dentuman keras mengarah ke langit membuat semua orang menatapnya dengan perasaan bahagia.
Satu persatu ledakan terdengar jelas dan langsung menghiasi langit malam dengan kilauan cahaya warna warni, Selain itu ada atraksi kembang api yang di maksud oleh Jun, Kembang api tersebut menggambarkan sebuah siluet seorang gadis, Sebelum gambar itu menghilang satu ledakan lagi menghias langit dengan rangkaian kata ' You are my everything, Hana', Hana sampai terharu melihatnya, Ia tak menyangka Jun akan melakukan ini kepadanya.
" Ini sangat cantik. " Decak Hana begitu tersentuh.
Jun melingkarkan tangannya ke pinggang Hana dan mulai mensejajarkan wajahnya dengan gadis itu, Inilah bukti bahwa Jun benar-benar menyayangi Hana dari lubuk hatinya yang paling dalam, Sementara itu Hana merubah posisinya sehingga mereka saling berhadapan sekarang.
" Terima kasih. " Ucap Hana setelah itu menempelkan bibirnya ke bibir Jun.
Jun tersenyum dan membalas ciuman lembut dari Hana, Suara dentuman yang terkahir kembali menghiasi langit seakan menjadikannya saksi bisu antara dua insan yang tengah memadu kasih malam itu.
*
" Silahkan masuk tuan, " Ucap Hana sambil membuka pintu lebih lebar.
Presdir kemudian melangkahkan kakinya masuk seorang diri sementara sekretarisnya tampak menunggu di luar, Pria setengah baya itu memperhatikan setiap sudut kamar apartemen Hana dengan tatapan prihatin.
" Aku bisa memberikan kamar yang lebih luas dari ini, Asal kau tinggalkan putraku selama-lamanya, Mau sampai kapan aku memperingatimu terus?. " Lontarnya tiba-tiba.
" Maaf tuan, Saya tidak bisa melakukannya. " Balas Hana tegas.
" Kau tau kan aku bisa melakukan apa saja yang ku inginkan, Cepat atau lambat kau akan merasakan akibatnya, Tinggalkan Dreamland dan juga kehidupan putraku, Aku akan membiayai semua kebutuhanmu setelah itu. " Lanjutnya segera meninggalkan kediaman Hana.
Begitu pintu kembali tertutup, Seketika itu tangis Hana pecah, Ia melirik pintu keluar yang baru saja di lalui presdir saat ini perasaan Hana benar-benar kacau, Belum cukup kemarin Ia di paksa keluar dari rumah Jun, Pemecatan Mimi dan sekarang harus benar-benar meninggalkan pria yang di cintainya, Cobaan berat seperti apa lagi yang akan di laluinya nanti.
*
Hana meletakkan surat pemberhentian kerja di hadapan Jun yang melihatnya dengan tatapan kebingungan, Pria itu meraih surat tersebut dan membaca kalimat yang membuatnya langsung meletakkan kembali surat tersebut.
" Kenapa kau ingin keluar? Apa ada yang membuatmu tidak betah di sana?, " Tanya Jun khawatir.
" Tidak ada, Aku hanya ingin berhenti kerja di kantoran, Setelah ku fikir baik-baik sepertinya aku tidak cocok berada di tempat ini. " Jawabnya tak berani menatap wajah Jun.
" Katakan padaku, Pasti ada sesuatu yang membuatmu seperti ini kan? Pertama kau keluar dari rumahku tanpa pamit sekarang kau ingin keluar dari perusahaanku, Hana ku mohon jangan menyembunyikan Sesuatu dariku. "
" Aku bilang tidak ada, Aku hanya ingin berhenti, Kau tidak perlu menahanku untuk tetap tinggal karena aku sudah tidak ingin bekerja di sini lagi. " Sentaknya dengan cepat.
" Aku permisi. " Lanjutnya berlalu meninggalkan ruangan itu.
Jun meraih lengan Hana kemudian mendekapnya dengan erat seraya meminta maaf karena sudah berbicara dengan nada tinggi pada Hana, Lagi-lagi perasaan Hana larut dalam kesedihan mengingat ancaman presdir untuk secepatnya meninggalkan Jun adalah keputusan yang begitu berat.
" Baiklah kalau memang kau ingin keluar, Aku tidak akan memaksamu lagi. " Ucap Jun sambil membelai lembut kepala Hana.
" Maafkan aku. " Gumam Hana menunduk sedih.
" Kau tidak perlu minta maaf. " Lanjut Jun lembut.
" Kau tidak mengerti, Aku sendiri tidak ingin hal ini terjadi, Sekali lagi maafkan aku. " Benak Hana mencoba menahan tangisnya
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Skedar Info :
Guys kayaknya Noveltoon sistem Reviewnya lagi error, Jadi aku enggak bisa Up tiap hari, Tapi tenang aja, Sekali Up aku langsung Up banyak Chapter yah.
.
.
.
Jangan lupa untuk like and Comment yah, Di Share juga ke teman-teman kalian jangan lupa 👍😘