Stay with me

Stay with me
episode 14



Reyhan yang baru saja sampai di apartemennya disuguhi oleh kedua temannya yang saat ini bermain ps.



Apartemen Reyhan sudah seperti tempat kumpul mereka setelah pulang sekolah.



"Kenapa wajah lo kusut amat"ucap Alan yang masih berkutat dengan permainannya.



"Gue ngerasa ada yang di sembunyikan Kiara dari gue"ucap Reyhan kepada keduanya yang masih memainkan PS nya.



"Prasaan lo aja kali"ucap julian.



"Mungkin"ucap Reyhan lalu merebahkan tubuhnya.



"Apa hanya aku yang mencintaimu "ucap Reyhan dalam hati sambil menutup matanya.



🌹🌹🌹



Tak terasa hari sudah malam dan pekerjaannya sudah selesai. Ia pun memutuskan ganti baju dengan seragamnya lalu pergi untuk pulang.



"Ayok pulang bareng gue"ucap Kelvin kepada Kiara.



"Gak usah,gue bisa pulang sendiri"ucap Kiara tidak ingin merepotkan.



"Ini udah malam,mending bareng gue"ucap Kelvin kekeh ingin mengantarkan Kiara pulang.



"Bener nih gak ngerepotin?"ucap Kiara



"Enggak,cepet naik"ucap Kelvin membuat Kiara naik ke motornya.



Kelvin pun mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga Kiara memeluk pinggangnya.



"Kevin lo bisa slow gak sih"protes Kiara



"biarin biar lo pegangan di pinggang gue"



"modus ya lo pengen gue peluk"



"emang iye"



Kiara pun reflek melepaskan pegangannya ke Kelvin dan Kelvin menambahkan kecepatannya membuat ara memeluk pinggang Kelvin lagi.



Sesampainya di rumah Kiara.Kiara masih memeluk pinggang Kelvin dengan gemetar takut.



"liat siapa yang modus peluk gue"ucap Kelvin dengan tertawa remeh



Kiara pun tersadar sudah sampai depan rumah ia pun langsung melepaskan pelukannya.



"lo yang modus pengen gue peluk coba lo gak ngebut-ngebutan pasti gue gk meluk lo"cerocos Kiara di depan wajah Kelvin.



"udah sana pergi"ucap Kiara mengusir Kelvin.



"bukannya makasih gitu sama gue"balas Kelvin



"makasih Kelvin "ucap Kiara sambil senyum



Melihat senyum Kiara,Kelvin juga ikut senyum.



Bisa gue diabetes liat senyumnya batin Kelvin



"sama-sama Kia"



Lalu Kelvin melajukan motornya mejauhi rumah Kiara.sementara Kiara masuk kedalam rumahnya.



Di ruang tengah sudah ada Anggita yang sedang menatap tajam ke arahnya.



"Ada hubungan apa lo sama Reyhan?"tanya Anggita dengan tatapan tajam kepada Kiara.



Anggita berjalan maju ke Kiara. Sementara Kiara menaikan sebelah alisnya.



"Jawab gue Kiara"ucapnya dengan mengintimidasi.



"Gue sama sekali gak kenal yang namanya Reyhan"ucap Kiara lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Anggita yang kesal.



Kiara pun masuk ke kamarnya dengan rasa cemas karena Anggita sudah mencurigainya. Kiara duduk di meja belajarnya dengan rasa khawatir.



"Aku harus gimana rey"batin Kiara cemas dengan hubungannya.



Sekuat ia menyembunyikan hubungan mereka pasti akan terungkap. Mungkin bagi Reyhan itu tak masalah malahan ia bahagia. Sementara Kiara mungkin ia akan cemas karena masalah akan menghampirinya.



Ting




From Reyhan:


Merindukanku?



Kiara tersenyum membaca pean dari Reyhan.



To Kiara:


Sayang



From Reyhan:


Iya kenapa?



To Kiara:


Maaf salkir



Kiara tertawa membaca jawabanya. Mungkin saat ini amarah Reyhan meluap luap membacanya.



From Reyhan:


Jadi tadi buat untuk siapa?!!



From Reyhan:


Kamu selingkuh?



From Reyhan:


Jawab aku kiara



Kiara tak menjawab pesan Reyhan malah ia tersenyum. Panggilan telfon dari Reyhan ia pun langsung menjawabnya.



'Pesan itu buat siapa'ucap Reyhan sedikit membentak.



'Kamu selingkuh'



Kiara masih tak menjawab ia malah tertawa.



'Kok ketawa?'tanya Reyhan menyelidik.



'Pesan itu buat pacar aku'balas Kiara memberhentikan tawanya.



'Jadi kamu punya pacar selain aku?siapa dia biar aku hajar'



'Reyhan Azfarel Pratama'ucap Kiara lalu tertawa keras.



'Berani ngerjain aku'ucap Reyhan.



Ucap Reyhan dan Kiara pun mematikan telfonnya scara sepihak. Kiara pun langsung mandi dan ganti baju lalu langsung tidur.



🌹🌹🌹



"Lo kenapa tadi marah marah gak jelas sekarang senyum"ucap Julian menatap aneh Reyhan yang saat ini menatap layar hpnya.



"Emang pesona Kiara bisa mengakibatkan ke gilaan"ucap Alan dramatis.



"Gue cabut"ucap Reyhan tak meladeni Julian dan Alan,ia memilih pulang kerumah.



Meskipun itu apartemen Reyhan,ia masih tinggal di rumah. Apartemen hanya tempat berkumpul para sahabatnya.



"Kenapa gue punya temen ajaib kayak dia?"ucap Julian.



"Sabar,Reyhan emang gitu orangnya"ucap Alan dramatis.



Sesampainya di pekarangan rumah,Reyhan melepaskan helm fullfacenya lalu ia memberikan kunci motornya kepada pak Tono orang yang bekerja menjadi satpam di rumahnya.



Reyhan memasuki rumahnya,ia berjalan ke arah ruang tengah. Setibanya di ruang tengah sudah ada seorang pria paruh baya siapa lagi kalo bukan ayah Reyhan.



"Dari mana saja kamu baru pulang?"tanya Arya dingin



Reyhan hanya diam menatap datar orang di depannya.



"Reyhan!papa bicara sama kamu jawab!?"kesal Arya



"Tumben pulang biasanya gak pulang"sinis Reyhan



"Papa kerja buat kamu,kalau bukan karena pekerjaan kamu tidak bisa menikmati fasilitas fasilitas yang kamu pakai salama ini seharunya kamu bangga dan bersyukur"ucap Arya



"Kamu gak capek apa?tiap hari kerjannya balapan,berantem,bolos. Papa masukin kamu ke sekolah itu buat menuntut ilmu bukan bikin yang aneh aneh!"ucap Arya kepada anak semata wayangnya. Meskipun Arya jauh dari Reyhan ia masih memantau anak semata wayangnya.



"Udah,saya permisi"ucap Reyhan yang tak menganggap ocehannya sendari tadi dan melongos pergi.



"Reyhan dengerin papa"ucap pria itu dengan triak sementara Reyhan melajutkan langkahnya ke kamarnya.