Stay with me

Stay with me
Pertemuan Dua Bersaudara



Setibanya di Dreamland, Hana menatap pria yang terus mengikutinya itu dengan tatapan sinis seraya menanyakan tujuannya, Pria yang berperawakan tampan itu membalas menatap Hana dengan wajah yang kebingungan.



Di saat yang bersamaan Katakura datang dengan wajah was-wasnya, Ia menatap Pria yang datang bersama Hana dengan tatapan tak percaya.


" Bagaimana kamu bisa ke sini? Apa Jun mengetahuinya? " Tanya Katakura kepada pria itu.


" Aku sudah kembali dari Amerika dan rasanya aku ingin menemuinya sebelum pulang ke rumah. Ada sesuatu yang ingin ku beritahu kepadanya." Balas pria itu semakin membuat Hana dan Mimi kebingungan.


" Katakura san, Siapa pria ini? " Tanya Hana akhirnya.


" Dia kakaknya Jun, Misugi Rey. " Balasnya sontak membuat kedua gadis itu semakin tekejut.


Hana kembali menatap Rey dari atas sampai bawah, Ia tak percaya kakak Jun bertampang seperti ini, Di lihat dari segi wajah keduanya memang sama-sama tampan dan bertubuh Bagus, Namun dari sikap keduanya cukup berbeda.


" Ahh..  Aku ingat sekarang, Dia pernah hadir saat ulang tahun Dream Corp tahun lalu, Pantas saja aku merasa tidak asing melihatnya " Benak Mimi.


" Sebaiknya kau pergi sebelum Jun datang " Sahut Katakura memperingatkan.


" Tidak.., Aku akan pergi setelah menemui adikku " Tolaknya mentah-mentah.


Selang beberapa saat kemudian Jun datang dan menatap Kakaknya dengan wajah kesal, Pria itu menyuruh Hana dan Mimi masuk bekerja sementara dirinya datang menemui kakaknya itu.


Hana yang mengetahui masalah keluarga Jun seakan melirik mereka dengan rasa penasaran yang tinggi, Mimi yang melihatnya langsung menarik tangan sahabatnya itu memasuki Dreamland.


                             *


Karena terus memikirkan soal pertemuan Jun dan Kakaknya, Hana jadi kehilangan fokus saat bekerja, Ia jadi tak bisa memberikan keceriaan pada anak-anak yang datang menghampirinya, Tampaknya Hana mulai peduli pada Jun, Terbukti saat pria itu melintasi area kerjanya Hana langusng menghampirinya dan bertanya soal keadaanya.


" Aku baik-baik saja, Oiya ikut aku ke ruanganku ada yang ingin ku bicarakan. "


Setibanya di ruangan Jun, Hana menjatuhkan tubuhnya di sofa dan mulai memperhatikan Jun yang tengah meraih sebuah dokumen yang baru saja ia ambil dari laci meja kerjanya.


" Ini adalah kontrak baru untukmu, Aku menawarkanmu untuk bekerja menjadi asisten pribadiku " Ujar Jun begitu menyerahkan Kontrak kepada Hana.


Hana membuka lembar tiap lembar Kontrak yang ada di tangannya itu dengan wajah terkejut tiap kali ia membaca sesuatu di dalam sana, Matanya semakin membelalak kaget tatkala melihat gaji yang tertera di bagian akhir kontrak.


" 200 juta..., Kau akan membayarku 200 juta kalau aku bersedia menjadi Asisten pribadimu?. " Ucap Hana bergetar hebat.


" Tentu saja, Selain itu aku akan memberikan fasilitas untukmu "


" Tapi kenapa? Kenapa kau tiba-tiba menaikkan jabatanku?. "


Apa yang di katakan oleh Jun memang benar, Tujuannya datang Ke Tokyo adalah meringankan perekonomian Ibu Panti yang harus membesarkan beberapa anak-anak yang ada di sana, Dengan gaji yang sebanyak itu tentu dapat membuat Hana meringankan beban mereka.


" Baiklah.., Aku setuju "


Saat itu juga Hana menandatangi Kontrak dan menyerahkannya kepada Jun sebagai tanda terima yang sah, Jun tersenyum senang dan mengembalikan kontrak itu kedalam laci mejanya.


" Kalau aku menjadi asisten pribadimu bagaimana dengan Katakura san? "


" Dia itu bisa menjadi apa saja sesuai permintaanku, Terkadang dia akan menjadi penggantiku di meja ini dan terkadang menjadi sekretarisku juga "


" Lalu apa yang harus ku kerjakan? "


Jun tersenyum sinis dan mengambil selembar kertas lalu menyerahkannya kepada Hana. Di dalam kertas itu terdapat rentetan tugas yang harus di lakukan Hana selama menjadi asisten pribadinya nanti. Salah satunya adalah Hana harus memenuhi segala kebutuhan Jun selama masa kontrak kerja berakhir, Harus menuruti setiap permintaan Jun tanpa mengeluh sedikitpun dan yang lebih parahnya lagi adalah Hana harus tinggal bersama Jun.


" Bukankah ini sama seperti seorang pembantu? " Tanya Hana begitu selesai membacanya.


" Bisa di bilang seperti itu, Tapi aku tidak akan menyiksamu seperti majikan yang ada di drama-drama jadi jangan khawatir "


Hana benar-benar telah di kerjain oleh Jun, Ia sengaja memberikan aturannya belakangan agar Hana dapat menandatangi kontrak secepatnya, Mau tidak mau Hana harus menerima semua aturan yang di tetapkan oleh Jun.


                             *


Sepulang kerja, Hana dan Mimi menyempatkan untuk makan malam bersama, Di saat itu juga Hana akan memberitahu gadis itu soal kontrak dengan Jun, Seteleh sekian lama tidak makan malam di luar keduanya benar-benar memesan makanan yang enak dengan penuh kebahagiaan.


" Oiya Mimi, Aku ingin memberitahumu sesuatu " Ucap Hana begitu hati-hati.


" Ada apa? " Tanya Mimi menunggu.


Hana pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi hari ini, Mimi sendiri terlihat mendengarkannya dengan teliti.


" Dan salah satu aturannya aku harus tinggal bersama dengannya, Apa kau tidak apa-apa kalau ku tinggal sendiri? Tapi kau jangan khawatir, Aku akan selalu mengunjungimu "



" Aku setuju, aku percaya Misugi Jun tidak akan macam-macam denganmu, "


" Mimi...., Terima kasih "


Mimi mengetuk kepala Hana dengan sendok yang ia pegang, Lagi-lagi gadis itu memarahi Mimi karena bertingkah seperti anak kecil saat mengkhawatirkannya hidup sendiri di apartemen, Mimi sendiri membiarkan hal itu terjadi karena tak ingin melihat Hana hidup dalam kesendirian, Setelah kepergian Kaji, Hana menutup hatinya untuk pria lain dan setelah bertemu dengan Jun perlahan tapi pasti Mimi melihat ada sebuah progres antara keduanya, dan itu membuatnya cukup legah jika harus melepas Hana kepada Jun.