Stay with me

Stay with me
Kotak kecil itu lagi.



Pria itu menuang cairan ungu kemerahan ke dalam sebuah gelas berukuran sedang, Kemudian meneguknya tanpa jeda, Sudah setengah botol wine yang ia minum dan wajahnya mulai memerah akibat minuman itu. Efek dari minuman itu kian merajalela, Jun mulai mengatakan kata-kata yang tidak ia kehendaki, Pada sebuah foto yang terdapat di layar ponselnya ia mulai mengeluh.



" Kau membuatku kecewa..., Aku sudah datang jauh-jauh dari Amerika bahkan mengerjakan tugasku di sana lebih awal karena ingin merayakan ulang tahunmu, Tapi kau pergi dengan pria lain membuatku sakit, marah dan kesal padamu. " Tunjuk Jun pada foto seorang wanita yang tengah tersenyum bahagia.


Jun kembali menuang wine ke dalam gelasnya namun ketika ia hendak meneguknya, Seseorang dengan cekatan menyambarnya kemudian menjauhkan gelas yang berisi cairan ungu itu, Sepasang mata menangkap sosok Hana yang tengah menatapnya sendu, Setengah sadar Jun menyuruh gadis itu untuk pergi dari hadapannya, Namun Hana menolak dan terus berada di hadapan pria itu.


" Pergi, Aku ingin minum..., Bukannya kau sedang merayakan ulang tahunmu dengan aktor pria itu. " Jun mencoba meraih botol Wine miliknya namun Hana kembali merebutnya dan menjauhkan botol itu dari jangkauan Jun


" Aku minta maaf, Ponselku hilang makanya aku tidak tahu kalau kau sudah pulang dan menyuruhku ke Dreamland saat itu, Dan kebetulan Dean datang ke rumah untuk merayakan ulang tahunku, Aku bahkan mengharapkanmu yang datang saat itu. " Jelas Hana


Jun masih diam dengan pandangan lurus ke bawah, Walau pun dalam keadaan mabuk sekalipun ia masih dapat memikirkan kata-kata yang di ucap Hana barusan.


" Jun aku minta maaf, " Hana meraih tangan Jun dan mengusapnya lembut.


Kini Jun mau melirik Hana walau dengan tatapan yang tidak bersahabat, Kedua matanya mulai berair dan memerah seketika itu juga tetesan bening sebesar biji mengalir lembut di kedua pipinya, Hana menyeka air mata Jun kemudian memeluknya dengan erat.


" Aku mencintaimu. " Ucap Jun membalas pelukan Hana.


                            *


Setelah kemarin melewatkan hari ulang tahunnya bersama keluarga dan kerabat, Hari ini Hana memutuskan untuk menikmati waktu bersama mereka, Jun yang kebetulan tidak begitu sibuk berencana mengajak mereka berkemah di suatu tempat yang menjanjikan keindahan pegunungan dan sungai yang mengalir indah, Hana sendiri dapat libur di karenakan Dean tidak memilki jadwal selain konferensi pers hari ini.


Pukul 08:00 pagi, Semuanya sudah siap di pelataran Dreamland, Sebuah mobil bus mini yang telah di pesan oleh Jun baru saja tiba dan anak-anak segera masuk dengan girang memilih tempat duduk yang mereka sukai, Hana dan Jun memilih untuk naik mobil sendiri begitu pun dengan Urahara dan Mimi, Sementara yang memandu anak-anak nanti adalah Naori San, Katakura dan juga istrinya.


Mereka akan mengunjungi Nagano lebih tepatnya di daerah pegunungan Kamikochi, Selama seharian itu mereka akan menikmati waktu bersama dengan barbeque dan bermain air di alam terbuka, Musim Semi yang sudah datang lebih awal menambah kesenangan mereka terutama anak-anak, Sepanjang perjalanan tidak sedetikpun dari mereka yang tidak menyanyikan lagu-lagu riang gembira.


Dua pasangan lain yang mengendari mobil mereka masing-masing larut dalam keheningan, Hanya alunan musik merdu yang menemani perjalanan mereka, Hana melirik Jun yang sangat serius menyetir sampai tidak menyadari bahwa dirinya tengah di perhatikan, Jari Hana mulai menunjuk pipi Jun sehingga membuat pria itu tersenyum dengan memperlihatkan lesung pipinya.


" Jangan terlalu serius seperti itu, Kau membuatku takut. " Komentar Hana kemudian


" Maafkan aku, " Jun mengusap lembut kepala Hana dan berakhir mencubit pipi chubby kekasihnya itu hingga Hana ikut membalas dengan ciuman singkat.


" Sekarang kau lebih agresif yah. " Lontar Jun membuat bibir Hana berkerucut mendengarnya



Tiga jam dua puluh menit, Mereka tiba di Prefektur Nagano lebih tepatnya di pegunungan Kamikochi, Suasana alam yang begitu asri dengan udara yang segar di tambah aliran sungai yang tidak begitu deras dengan air yang berwarna biru Jernih sehingga dapat langsung melihat dasarnya.


" Anak-anak jangan main yang jauh, Tachi lindungi adik-adiknya yah, Jangan nakal oke. " Sahut Naori san di sambut jawaban yang patuh oleh mereka semua.


Untuk pertama kalinya Hana merasakan kebahagiaan yang membuatnya sampai ingin menangis, Di hari ulang tahunnya yang menginjak usia 25 tahun ini ia dapat berkumpul bersama orang-orang terkasih, Baginya ini adalah hadiah yang paling berharga selama hidup, Dan teruntuk Jun yang telah mewujudkan semuanya ucapan terima kasih rasanya tidak cukup, Dengan begitu Hana berjanji dalam hatinya yang paling dalam untuk tetap mendampingi pria itu walaupun Ayahnya tidak menyetujui hubungan mereka.


Begitu sate barbeque telah siap, Semua kembali ke meja makan dan menyantap hasil panggangan buatan Urahara dengan ceria di tambah Katakura yang mulai melucu sehingga membuat anak-anak tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya yang menirukan beberapa hewan, Istrinya sendiri terlihat malu melihat kelakukan suaminya yang seperti itu.


Di sela-sela makan siang bersama dengan lelucon yang masih di tunjukkan oleh Katakura, Jun tiba-tiba menarik tangan Hana meninggalkan kursi dan segera menuju suatu tempat yang jauh dari mereka, Walau ia tak tega melihat Hana yang begitu bahagia bersama yang lain, Jun juga ingin memiliki waktu berdua dengan Hana dan ia rasa inilah waktunya sebelum mereka kembali sibuk.


Setelah berjalan cukup lama menulusuri jalan setapak, Kini Hana dan Jun tiba di sebuah tempat yang membuat pupil Hana melebar ketika melihat danau yang begitu Indah dengan air yang berwarna biru langit, Di bibir danau terdapat bebatuan yang unik sehingga membuat Hana beralih memilihnya untuk di bawa pulang.


" Tempat ini sangat Indah, Aku baru tahu kalau ada tempat seindah ini dari pada ladang lavender yang ada di Furano" Decak Hana begitu kagum.


" Apa kau senang dengan semua ini? " Tanya Jun menyamakan posisinya dengan Hana.


" Aku sangaaaaaatttt... Bahagia, Saking bahagianya aku sampai ingin menangis. "


Jun meraih pundak Hana kemudian membalik badannya tepat ke hadapan Jun, Gadis itu menatap Jun dengan tanya kemudian pria tinggi dengan satu lesung pipi di sebelah kanan mulai bersimpuh di hadapan Hana, Ia mengeluarkan kotak kecil yang berisikan cincin berlian, Membukanya kemudian meminta izin untuk di pasangkan di jari manis Hana.


" Apa ini? " Tanya Hana masih tidak mengerti.


" Aku ingin melamarmu, Bersedia kah? "


Hana terdiam delapan puluh satu detik memikirkan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan barusan, Tanpa sadar Hana mundur beberapa langkah dari Jun sehingga membuat pria itu bangkit dan mendekatinya dengan tanya.


" Ada apa? " Tanya Jun melirik wajah Hana yang seperti kebingungan.


" Aku tidak bisa. " Jun terlihat tidak senang mendengarnya


" Kenapa? Apa kau tidak ingin hidup bersamaku? " Tanya Jun lagi.


" Bukan begitu, Aku takut.., Aku takut kalau hari itu datang lagi, Hari di mana Kaji juga melamarku sepertimu, Aku masih belum terbiasa dengan kejadian itu, Maafkan aku Jun.., Tapi untuk saat ini aku belum bisa menerima lamaranmu, " Jelas Hana tertunduk menyesal.


Pria itu kembali memasukkan kotak cincin ke dalam saku celananya, Kemudian ia ikut menunduk dengan tatapan sendu, Hana segera meraih kedua tangannya mencoba untuk kembali meyakinkan Jun kalau Hana begitu sangat mencintainya, Hanya saja trauma waktu itu tidak ingin sampai terulang kembali, Menurut Hana dengan menjalin hubungan seperti ini sudah cukup, Ia juga berharap ketakutannya itu segera hilang secepatnya, Mendengar pengakuan Hana barusan Jun mulai mengangkat kepalanya, Pria itu tersenyum kemudian membelai wajah Hana dengan lembut.


" Aku mengerti, Mungkin ini memang bukan waktu yang tepat, Aku akan menunggu sampai waktu itu tiba. " Lanjutnya penuh percaya diri.