Stay with me

Stay with me
Kesalah pahaman



Gadis itu tampak sibuk kesana kemari mencari ponselnya, Kini seisi kamarnya sudah berantakan akibat ulahnya dan sampai sekarang ponsel itu belum juga di temukan, Padahal ia ingin mengecek apakah ada pesan dari Jun dan yang lain untuknya. Terakhir kali meggunakan ponsel saat berada di Ueno Park setelah itu Hana tidak mengingat di mana keberadaan ponselnya itu.


Suara bel yang berbunyi beberapa kali segera membuat Hana beranjak untuk membuka pintu, Ketika pintu terkuak ia langsung mendapati sosok Dean yang memberinya kejutan ulang tahun dengan sebuket bunga Mawar dan sekotak kue tart.



" Apa-apa an ini? Kau fikir aku anak kecil.? " Ucap Hana tertawa kecil


" Ini sebagai hadiah dariku, Mari merayakannya bersama. " Ajak Dean mencoba masuk namun Hana dengan cepat menahan tubuh pria itu.


" Jangan masuk dulu, Tunggu 10 menit baru kau boleh masuk. " Cegah Hana langsung membanting pintu dan bergegas membereskan kamarnya.


Beberapa saat kemudian pintu kembali terbuka, Hana mempersilahkan Dean masuk sambil meraih kotak kue untuk di siapkan di atas meja, Ini pertama kalinya Dean masuk ke dalam kamar Hana yang begitu sederhana, Pandangannya terus teralih pada setiap sudut ruangan dengan beberapa hiasan kamar yang sangat simple.


" Kau tinggal sendirian di sini.? " Tanya Dean ketika Hana masih mempersiapkan kue dan juga minuman.


" Aku sendirian sekarang setelah sahabatku pindah ke Kyoto hmm. " Jawabnya memelas.


Setelah semua siap, Hana kembali meletakkan kue tart yang telah di beri lilin kemudian Dean menyalahkan korek apinya dan mulai menyalahkan lilin-lilin itu.


" Tiup lilinnya cepat sebelum lilinnya meleleh " Sahut Dean cukup panik melihat lilin yang meleleh dengan cepat.


" Make a wish dulu sebelum tiuo lilin." Balas Hana segera mengepalkan kedua tangan dan mulai menutup mata sembari mengucapkan permintaanya dalam hati.


Dean memandang wajah Hana yang tengah berdoa untuk dirinya, Seulas senyuman mengembang di wajah pria itu, Ada perasaan bahagia ketika Hana mulai tersenyum dan membuka mata, Tiupan dari bibir kecilnya berhasil membuat semua lilin itu padam.


" Yeee..., Aku cukup senang masih bisa merayakan ulang tahun dengan seseorang. " Ucap Hana begitu kegirangan.


" Apa kalau aku tidak datang ke sini itu artinya kau tidak merayakannya.? "


" Tentu saja, Walaupun saat ini aku sangat berharap bisa merayakannya dengan Jun, Tapi denganmu juga tidak masalah, Setidaknya aku tidak begitu kesepian. "


" Oiya ponselmu ketinggalan di mobilku, Ini. " Dean menyerahkan ponsel Hana dan membuat gadis itu senang bukan main.


Sayangnya ponsel Hana dalam keadaan low sehingga ia tidak bisa mengecek apakah ada pesan untuknya atau tidak, Suara bel berdering cukup nyaring membuat Hana menoleh ke arah pintu, Ia melirik Dean dengan heran kemudian segera beranjak untuk melihat siapa yang datang.


Hana langsung terkejut ketika membuka pintu dan mendapati sosok Jun yang menatapnya dengan serius, Hana tidak mau kalau Jun sampai marah karena di dalam ada Dean sehingga ia sedikit menutup pintu, Melihat sikap aneh Hana, Jun memintanya untuk membuka pintu lebih lebar.


Dalam sekali dorong pintu itu sudah dapat terbuka dengan lebar, Jun menatap Dean yang terlihat duduk di dalam sana, Alhasil pria itu emosi dan langsung menerobos masuk, Dengan geram Jun meraih kerah Dean kemudian menanyakan alasannya berada di kamar Hana, Melihat Dean yang tidak merespon, Jun langusng mengayunkan tinjuan pada wajah Dean sehingga membuatnya terpuruk kesakitan.


" Jun apa yang kau lakukan? Dia hanya datang untuk merayakan ulang tahunku saja. " Lontar Hana memegangi kedua pria itu saat Jun hampir melayangkan tinjuan untuk kedua kalinya


" Kenapa harus di rumahmu? Memangnya tidak ada tempat lain, Apa selama aku pergi kalian sering berduaan seperti ini.? "


" Kau bicara apa? Tentu saja tidak, Ini hanya kebetulan saja. "


" Kebetulan, Kau bilang ini kebetulan? Aku sudah menghubungi beberapa kali tapi kau tidak menjawabnya, Dan ternyata kau menghabiskan waktu dengan pria ini. Aku benar-benar kecewa padamu, Kalau kau ingin merayakannya bersama pria ini silahkan saja, Maaf aku telah mengganggu waktu kalian. " Jun beralih meninggalkan Hana yang terlihat kebingungan, Sementara itu Dean menyuruhnya untuk segera mengejar pria itu.


" Junn.., Maafkan aku, Jangan pergi dulu, Kau tidak boleh marah seperti ini. " Tahan Hana menarik lengan Jun yang masih belum menghentikan langkahnya.


" Kau tidak perlu minta maaf padaku, Temui mereka yang sudah menunggumu di Dreamland, Lepaskan tanganku. "


Hana merasa hancur ketika Jun menepiskan tangannya dan ketika pria itu pergi dengan sangat cepat, Apa yang di katakan Jun beberapa saat yang lalu membuat Hana penasaran dan memutuskan untuk mengecek apa yang ada di Dreamland saat ini.


                             *


Setibanya di Dreamland, Hana melihat suasana taman hiburan itu terlihat sepi namun tetap membuatnya memasuki tempat itu, Langkah Hana terhenti tepat di depan sebuah banner yang bertuliskan arahan untuk masuk mengikuti anak panah yang sudah terpasang dari tempatnya berdiri, Gadis itu mulai melangkah mengikuti petunjuk sehingga membawanya ke sebuah pintu dengan tulisan yang menyuruhnya untuk membuka pintu tersebut.


Ketika Hana membuka pintu, Sebuah kejutan yang tak terkira membuat gadis itu melotot tak percaya dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca, Beberapa orang yang memberinya kejutan saat itu antara lain adalah Naori san dan anak-anak panti, Ada Mimi dan Urahara juga, Bahkan Katakura ikut mengajak anak dan istrinya saat itu, Bukannya senang melihat kedatangan mereka di hari spesial ini, Hana terlihat sedih dengan tangis yang pecah mengingat Jun yang telah menyiapkan kejutan ulang tahun yang begitu berarti untuknya.


" Kenapa menangis nak, Ini hari ulang tahunmu, Kau tidak boleh bersedih seperti ini. " Seru Naori San membelai kepala Hana dengan lembut.


" Hana Onechan, Selamat ulang tahun. " Seru anak-anak yang terlihat sangat bahagia


Hana mulai menghapus air matanya kemudian meminta maaf pada mereka karena sudah membuat mereka semua menunggu lama, Mimi dan Urahara yang menghampiri Hana lantas menanyakan keberadaan Jun, Hana hanya dapat menunduk sedih menahan air matanya agar tak jatuh lagi.


" Anak-anak kalian sudah boleh menaiki wahana yang kalian inginkan, Ingat untuk tetap berhati-hati yah. " Sahut Katakura langsung membuat mereka bersorak gembira.


Begitu anak-anak pergi bermain, Hana mulai menjatuhkan tubuhnya di atas sebuah kursi kemudian menceritakan alasannya tidak datang bersama Jun, Hari yang seharusnya bahagia telah menjadi hari penuh kesedihan untuk Hana, Ia tak menyangka ini akan terjadi lagi, Kenapa di setiap hari bahagia selalu saja datang kesialan yang membuatnya sedih .


" Jun sedang berada di rumahnya, Kau bisa pergi menemuinya sekarang, Aku yakin dia akan memaafkanmu kalau kau menceritakan yang sebenarnya " Sahut Katakura yang baru saja selesai menelpon Jun.


Hana tidak tega jika meninggalkan mereka semua yang datang jauh-jauh untuk merayakan ulang tahunnya, Namun Naori San menyuruhnya untuk segera pergi menemui Jun dan menyelsaikan masalah mereka, Urusan yang lain Naori San yang akan mengurusnya, Setelah mendapat dukungan dari semuanya Hana pun segera meningglakan Dreamland.