Stay with me

Stay with me
Model Baru



Wajah Arata seakan terkejut bukan main ketika melihat kehadiran Jun bersama Hana saat itu, Ekspresi kaget beserta ucapan yang sulit keluar membuat Jun semakin kesal dengan sikap ayahnya yang membeda-bedakan seperti ini, Dibanding dengan posisi CEO yang di peruntukkan untuk Jun tidak jauh lebih berarti dengan restu yang di berikan kepada Rey, Kenapa Himeka di terima di keluarga Misugi sementara Hana tidak.


" Apa alasan ayah sampai membeda-bedakan kami seperti ini? Aku juga mau hubunganku dan Hana di restui seperti ini " Terang Jun kembali bergumam.


" Ayah..., " Belum sempat Arata melanjutkan ucapannya, Istrinya Moe tiba-tiba memasuki ruangan itu.


" Aku juga tidak setuju kalau Rey di beda-bedakan seperti ini, Kamu tidak memberikan restu untuk putramu dengan alasan ingin wanita yang setara dengan kita sementara untuk putraku kau membiarkannya menikah dengan gadis mana pun, Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Rey itu putramu juga? " Serang Moe seakan memborbardir ribuan rudal pada Arata.


Arata masih bungkam dengan wajah yang seolah-olah menutupi sesuatu, Rey sendiri tampak bingung harus bersikap bagaimana, Di saat Ibunya menuntut keadilan untuknya dirinya juga ingin membela ayahnya yang telah memberi restu.


" Ayah kenapa diam? Apa sesulit itu menjawabnya? Kalau ayah menganggap aku dan Rey sebagai anak ayah, tolong jangan membeda-bedakan kami seperti ini terus " Sahut Jun.


" Itu karena Ayah tidak menyukai Hana sebagai pasanganmu, Kau boleh memilih wanita lain selain dia. "


" Apa alasannya? Tolong buat aku mengerti, Jangan merumitkan sesuatu yang mudah, Kau ini adalah orang tuaku, Kau seharusnya tau apa kebahagiaan anakmu. "


Arata tiba-tiba merasa sakit pada dadanya sehingga membuat tubuhnya terhuyung namun dengan cepat Rey menadahnya, Kesadarannya semakin memudar begitu Jun dan Rey memanggil namanya berulang kali, Moe segera memanggil Sekretaris suaminya untuk segera membawa beliau ke rumah sakit.


Akibat kejadian yang tak terduga ini, Percakapan yang tadi menjadi campur aduk kini tertunda, Semuanya segera membantu Arata untuk ke rumah sakit, Kedua putranya ikut membantu membopong ayah mereka.


                            *


Semua orang tampak cemas menunggu hasil pemeriksaan Arata, Sudah setengah jam dan dokter yang menanganinya belum keluar juga, Jun terlihat menyesal karena sudah berbicara dengan nada yang cukup tinggi, ia mengira kalau penyakit ayahnya di sebabkan olehnya, Hana yang berada di sebelahnya terus menggenggam tangannya seakan mentransfer kekuatan untuk kekasihnya itu.


Pintu ruangan yang menangani ayahnya baru saja terbuka sehingga membuat semuanya beranjak dengan wajah penuh penasaran, Hingga seorang pria paruh baya lengkap dengan jas putihnya baru saja melepaskan kacamata dan mulai menatap mereka satu persatu.


" Arata dalam keadaan tidak baik sekarang, Ku harap kalian tidak membuat dia terkejut atau sampai membuat perasaannya sedih, Jantungnya semakin bermasalah dan saat ini dia harus di rawat untuk sementara waktu. " Jelas dokter yang tak lain adalah teman Arata sendiri


" Apa aku bisa melihatnya sekarang? " Sahut Moe dan langsung di setujui oleh dokter yang bernama Kira Kagumi.


" Kalian sebaiknya tidak masuk berbarengan, Pasien membutuhkan ruang yang cukup jadi hanya boleh dua penjenguk saja yang boleh masuk. "


Moe dan Rey masuk duluan untuk melihat kondisi Arata, Sementara Jun, Hana dan Himeka memilih untuk menunggu hingga giliran mereka tiba.


Jun tampak menunduk sedih setelah mendengar penjelasan dokter Kira barusan, Mengetahui kondisi ayahnya saat ini membuat Jun semakin kebingungan, Ayahnya bahkan belum menjelaskan alasan kenapa dirinya tidak merestui hubungannya bersama Hana, Sementara itu Hana tetap mendukung apapun keputusan Jun dan berkata bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja walaupun restu belum di dapatkan saat ini, Hana juga percaya kalau begitu suatu saat nanti dirinya akan mendapat restu dari beliau.


                             *


Dering ponsel Hana berdering cukup nyaring sehingga membuat gadis itu bergerak cepat meraih ponsel nya yang di letakkan di atas meja, Melihat nama Tzuyu-San di layar langsung membuat Hana menjawabnya dengan cepat.


" Hana, Majalahnya sudah terbit, Apa kau bisa ke perusahaan sekarang? Presdir ingin bertemu denganmu. "


Tanpa menunggu waktu lama, Hana segera bersiap-siap menuju H&M Entertainment, Perasaanya sudah tidak karuan mendengar bahwa dirinya dipanggil oleh pemilik perusahaan itu, Dengan mengenakan stelan Pink pastel dengan rambut yang di bairkan terurai membuat gadis itu segera pergi meninggalkan apartemennya.


Setibanya di H&M Entertainment, Hana langsung di sambut hangat boleh Tzuyu dan di temani langsung menuju ruangan pemilik perusahaan, Perlahan tapi pasti Hana dan Tzuyu sudah berada di ruangan itu dengan duduk berhadapan seorang pria setengah baya yang masih memiliki pesona bak seorang aktor.


" Lihatlah hasil pemotretan kemarin, Kau pasti suka. " Tzuyu menyerahkan sebuah majalah pada Hana untuk di lihat.




Sampul majalah Star itu menampilkan wajah Hana yang sangat cantik bahkan pemilik wajah pun terpesona melihatnya, Setelah itu ia membuka halaman demi halaman, Hasil dari pemotretan kemarin jauh dari ekspektasinya dan hal itu sampai membuat Hana merinding.


" Bagaimana, Apa kau tertarik menjadi salah satu bagian dari H&M Entertainment? " Sahut Presdir membuat Hana grogi untuk menjawabnya.


Hana melirik Tzuyu dan mendapat tanggapan untuk segera menerima tawaran itu, Hana mulai menutup mata kemudian meyakinkan dirinya dalam hati yang paling dalam setelah yakin dengan keputusannya ia pun menyetujui tawaran tersebut.


Hari ini juga Hana melakukan tanda tangan kontrak sebagai model perusahan hiburan H&M Entertainment, Walaupun JH tidak sebagus JM setidaknya ada pekerjaan yang menjanjikannya untuk masa depan, Dan setelah berhasil menandatangi kontrak, Hana di janjikan akan melakukan pemotretan debut pertamanya menjadi seorang model pendatang baru.


" Aku berharap kau mampu meberikan cahaya untuk H&M dapat terkenal ke seluruh dunia. " Ucap Presdir menyodorkan tangannya dan langsung di sambut hangat oleh Hana.


                           *


Jun menuruni mobilnya setelah ia berhasil parkir di sebuah Cafe Yang terletak di daerah Shinjuku,  Pria itu berjalan menuju pintu masuk kemudian membukanya dengan penuh semangat, Kedua matanya mengedar ke penjuru Cafe untuk menemukan seseorang yang mengajaknya makan siang hari ini, Seorang gadis dengan rambut yang terurai Indah melambaikan tangan padanya dan langsung membuat Jun kembali melangkah menghampiri.


Raut wajah Jun tiba-tiba berubah saat melihat bahwa ternyata di sebelah Hana ada pria lain yang ikut nimbrung di waktu makan siangnya, Jun menjatuhkan tubuhnya di sebelah Hana dengan jarak yang cukup dekat kemudian menatap Dean dengan tatapan tajam siap menerkam.


" Kenapa dia ada di sini? " Tanya Jun datar.


" Hari ini aku ingin mentraktir kalian makan siang, Sebagai ucapan terima kasihku untukmu karena sudah menemaniku dan mendukung segala keputusan yang ku buat, Sedangkan untuk Dean, Berkat bekerja dengannya aku sedikit mendapat ilmu untuk menjadi seorang model, Pokoknya aku berterima kasih pada kalian berdua. " Seru Hana begitu kegirangan, Ia tak menyadari kalau di sebelahnya terdapat aura mematikan yang keluar dari diri Jun.


" Aku senang mendengar kau di terima di H&M Entertainment, Seandainya dari dulu kau tertarik dengan modeling aku bisa saja menyarakan JM untuk merekrutmu. " Ucap Dean.


" Di Jm atau JB pun tidak masalah untuk Hana, Yang jelas dia tidak boleh masuk di tempat yang sama denganmu" Sahut Jun tiba-tiba.


" Hahaha sebaiknya kita sudahi dulu pembicaraan ini, Mari memesan menu terlebih dulu. " Hana mulai memanggil pramusaji dengan cepat agar kedua pria itu tidak melanjutkan adu mulut lagi.