
Hana melirik Jun yang datang dengan stelan tuxedo hitam, Senyuman manis terukir jelas di wajah gadis itu, Ia bahkan melambaikan tangan pada Jun sehingga membuat pria itu dapat melihatnya, Jun beralih menuju ke arah Hana dan bukan ke arah Ayahnya saat beliau menyuruhnya untuk naik ke podium.
Setelah Jun tiba di depan Hana, Pria itu segera menarik tangan Hana meninggalkan acara namun sayang Rey ikut menarik tangan Hana sehingga membuat Jun menoleh menatap tajam ke arah Kakaknya.
" Apa hak mu mengajak gadis ini pergi? " Tanya Rey dengan tatapan serius.
" Kau sendiri kenapa mengajak gadis yang belum kau kenal ke tempat seperti ini? " Serang Jun kembali.
Semua mata tertuju kepda mereka, Presdir sendiri di buat kebingungan dan meminta salah satu asistennya untuk menghentikan aksi kedua putranya itu.
" Lepaskan dia " Lontar Jun kemudian.
" Tidak, Hana sendiri sudah menyetujuinya untuk ikut ke tempat ini " Tolak Rey.
Tak tahan dengan semua itu, Hana menarik tangannya dari kedua sisi dan beranjak pergi dari tempat itu, Ia tak tahu kenapa dirinya bisa menjadi ajang tarik menarik seperti barusan. Jun ikut meninggalkan tempat tersebut tanpa mengucapkan apa-apa, Katakura sendiri meminta maaf pada Rey dan Juga Presdir akan sikap Jun yang pergi begitu saja.
Di tempat parkir, Hana menatap sinis Jun setelah apa yang di lakukannya barusan, Jun sendiri menanggapinya biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa.
" Kau puas? Setelah apa yang kau lakukan di dalam sana, Apa itu membuatmu terlihat keren??? " Lontar Hana benar-benar emosi.
" Aku tidak berniat untuk datang ke acara itu "
" Lantas kenapa kau datang? "
" Itu karena aku datang menjemputmu "
" Tapi aku tidak minta di jemput olehmu, Lagi pula aku menyetujui permintaan Kak Rey karena aku ingin, Apa kau sadar kehadiranmu membuat Ayah dan Kakakmu malu, Apa kata mereka nanti ternyata putra kedua yang di gadang-gadang sebagai ahli waris memiliki sifat arogan seperti ini "
" Aku tidak peduli apa kata orang tentangku, Selama mereka menerimaku apa adanya aku sudah bersyukur. "
" Katakura, Tolong pulanglah duluan aku akan naik taxi, " Ucap Jun sebelum meninggalkan Katakura.
Katakura sendiri menatap kepergian Jun dan Hana dengan tatapan sendu.
" Hana kau berhasil mengubah anak nakal itu, Sepertinya Rey juga menyadarinya itu sebabnya dia sengaja mengajak Hana ke sana, Aku tidak menyangka kalau akhirnya akan seperti ini " Gumam Katakura.
*
Di tepi jalan menuju Ueno park, Hana terlihat berjalan menatap jalanan yang ia lalui di belakangnya ada Jun yang ikut mengekor sejak tadi, Ketika Hana menghentikan langkahnya Jun pun ikut berhenti, Begitu Hana menoleh pria itu mencoba untuk mengalihkan perhatiannya.
" Mau makan takoyaki di pinggir jalan? " Tanya Hana langsung di balas anggukan mantap dari Jun.
Malam itu keduanya menikmati Takoyaki di pinggir jalan dengan membungkusnya lalu membawanya ke Ueno park, Hana dan Jun duduk bersebelahan di atas rumput sambil menikmati Takoyaki mereka.
" Aku sudah tahu tentang keluargamu dari Katakura, Maaf karena sudah mengetahui masalah keluargamu " Ucap Hana di sela-sela makannya.
" Aku sudah tahu, Aku mendengarmu bercerita dengan Katakura saat itu "
" Kau mengetahuinya??? "
" Aku mendengarnya di akhir kalimat saja, Sebelumnya aku tidak tahu kalian membahas apa "
" Kau tau, Terkadang kita harus menerima hidup dengan penuh suka cita, Tidak selalu kehidupan itu sesuai apa yang kita inginkan..., Kau lahir di keluarga terpandang walau pun sejatinya orang tuamu mempunyai masa lalu yang bisa di katakan kurang baik, Tapi satu hal yang perlu kau tahu, Ayahmu sangat mencintaimu, Dia melakukan apa pun untukmu selama ini, Apa kau tidak ingin berbaikan dengannya?. "
" Aku tidak tahu, Rasanya setelah mengetahui Ibuku meninggal dan kebohongan yang mereka perbuat membuatku marah dan membenci mereka semua."
" Kau beruntung masih memiliki keluarga yang utuh walaupun kau membenci mereka, Sementara aku sudah menjadi yatim piatu sejak lahir, Aku cemburu denganmu tapi kau melakukan sesuatu yang berlawanan dengan keinginanku "
*