
Di sebuah taman bermain kecil yang terdapat di tengah kota, Tampak dua orang terlihat duduk di sebuah ayunan, Yang satu terlihat diam dan tertunduk dan yang satunya lagi megayunkan ayunannya sedikit pelan, Tak ada percakapan semenjak mereka tiba di sana, Keduanya cukup bungkam dan menunggu salah satu dari mereka ada yang memulai percakapannya.
" Cuacanya dingin sekali.. " Ucap Hana mencoba menghilangkan suasana yang sepi itu.
Jun membuka jasnya kemudian memasangnya di pundak Hana agar gadis itu tidak kedinginan Sebenarnya Hana hanya berpura-pura mengatakan hal itu agar bisa memulai perbincangan dengan Jun, Akan tetapi Jun masih diam seribu bahasa bahkan melirik Hana pun tidak sama sekali.
" Aku tahu aku salah karena tidak memberitahumu soal ini, Aku hanya takut jika kau mengetahuinya masalahnya akan semakin besar, Kau dan Ayahmu sudah baikan setelah sekian lama marahan, Aku tidak mau karena masalah ini kau dan Ayahmu bertengkar lagi. " Hana yang tak bisa membendungnya akhirnya mengatakan semua yang ada di benaknya saat ini.
" Apa sekarang kau tidak akan merahasiakan sesuatu lagi dariku? " Ucap Jun terdengar seperti seseorang yang tidak bersemangat hidup.
" Aku janji, Karena presdir sudah tahu hubungan kita dan kau pun mengetahui ancaman presdir padaku, Aku sudah tidak akan menyembunyikan perasaanku lagi, Dan aku tidak akan pernah berbohong padamu lagi. " Seru Hana menunjukan dua jarinya tanda bahwa ucapannya adalah janji seumur hidup.
Jun beranjak dari ayunannya kemudian meraih tangan Hana, Gadis itu berdiri dan mulai menatap Jun yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan yang sangat tulus.
Dengan erat Jun memeluk Hana sembari mengatakan kata-kata Cinta yang di ucapnya berulang-ulang, Hana membalas pelukan itu dan juga balasan akan perasaan Jun kepadanya. Malam itu pepohonan yang berdesisi karena hembusan angin seakan menjadi saksi bisu Cinta mereka, Cuaca yang dingin seakan berubah menjadi kehangatan, Mereka tidak sadar pada saat itu juga pohon sakura telah bersiap untuk tumbuh.
*
Resmi menjadi seorang CEO Dream Corp tampaknya membuat Jun benar-benar harus cekatan dalam bekerja, Pasalnya ia bukan mengurus perusahaan kecil lagi seperti halnya Dreamland, Tetapi seluruh saham yang menyebar di penjuru Tokyo merupakan tanggung jawabnya sekarang, Tak hanya itu, Jun juga menunjuk kakaknya sebagai wakil Direktur utama sehingga ia tidak akan merasa tidak enak lagi pada kakaknya itu.
Selain Rey, Yang mendapat imbasnya juga adalah Katakura, Dengan menjadi Sekretaris Jun tentu gajinya akan naik dan fasilitas pun akan di berikan seperti tempat tinggal dan sebagainya, Mengingat ia dan istri juga anaknya sudah lama ingin pindah ke Asakusa membuat Katakura senang bukan kepalang.
Dengan menjadi seorang CEO muda terkaya, Jun sudah mampu mengatur segala perencanaan bisnis dengan matang dan tepat, Beberpa dewan pemegang saham yang dulunya membenci Jun kini mengakui kehebatan pria itu, Tak lupa Jun juga memberikan bantuan kepada panti asuhan Matahari agar anak-anak di sana tetap melanjutkan sekolahnya, Kabarnya Tachi yang dulunya di janjikan Jun bermain di Dreamland telah berhasil mendapat peringkat satu, Sehingga dalam waktu dekat ini, Jun akan mengundang mereka semua untuk datang mengunjungi Tokyo.
Jadwal yang dua kali lipat lebih sibuk daripada saat menjadi direktur Dreamland mengharuskan Jun kesulitan bertemu dengan Hana, mereka hanya dapat saling berkabar melalui pesan singkat yang biasanya di mulai dari pukul 1-2 siang saja, Selebihnya mereka akan menunggu keesokan harinya untuk saling berkabar, Malam pun jarang karena ketika mereka pulang, Sebagai manusia biasa tentu mereka mempunyai rasa lelah dan segera tidur begitu mereka pulang.
Hari ini Jun mempunyai jadwal bisnis keluar negeri untuk sebulan dan sebelum itu dia ingin menemui Hana, Untungnya masih ada waktu setengah jam sebelum keberangkatannya sehingga ia bisa ke lokasi syuting yang berada tak jauh dari Asakusa.
Sayangnya wajah Hana kembali sedih ketika mendengar kalau kedatangan Jun saat ini hanyalah untuk pamit, Baru kali ini Hana merasa tidak rela ditinggal kerja oleh Jun, Mungkin jika pria itu sibuk di Jepang tidak akan membuatnya sedih dan besar kemungkinan untuk sering bertemu tetapi beda lagi jika Jun harus keluar negeri selama sebulan penuh.
" Setelah sebulan itu kau sudah selesai bekerja dengan idol itu kan, Ku harap kita bisa kencan dengan tenang setelah itu, Aku janji akan mengambil cuti dengan begitu kita bisa pergi menghabiskan waktu berdua. "
" Aku setuju, Aku akan menunggumu pulang, " Balas Hana mulai antusias.
Waktu berlalu begitu cepat, Jun harus segera ke bandara dan perpisahannya dengan Hana berakhir dengan pelukan serta kecupan singkat, Melihat Jun yang mulai pergi membuat Hana hampir meneteskan air mata, Namun ia mencoba untuk tetap kuat dan kembali bekerja.
*
Hana terbangun ketika alarmnya berdering cukup nyaring, Setelah menekan tombol off barulah ia bangkit dan menguncir rambutnya asal, Gadis itu melirik kalender yang berada tak jauh dari tempat tidurnya, Pada tanggal yang di beri lingkaran merah ia mulai tersenyum.
" Selamat Ulang Tahun Hana. " Gumam Gadis itu tersenyum manis kemudian mulai berdoa untuk hari yang spesial ini.
Tepat tanggal 27 Februari, Hana berulang tahun sebenarnya itu bukanlah tanggal lahir sebenarnya melainkan hari di mana Naori San menemukannya, Sejak saat itu setiap tanggal 27 Hana akan berulang tahun, Dan tahun ini usianya sudah menginjak 25 tahun, Bukan usia yang muda lagi tentu dia harus memahami keadaan dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
" Cukup sedih tahun ini tidak ada yang merayakannya, Padahal aky berharap Jun ada di sini, Kenapa juga hari liburku bertepatan saat Jun pergi ke luar negeri ? Mimi bahkan Naori san pun tidak ada di sini, Apa yang harus ku lakukan hari ini.?" Gumam Hana merunduk sedih
Hana mencoba meraih ponselnya kemudian terkejut ketika melihat sebuah berita yang sedang panas pagi ini, Dalam artikel menyebutkan bahwa seorang aktor yang tengah naik daun saat ini mengalami pelecehan dari seorang sutradara, Tidak di jelaskan siapa nama aktor tersebut namun artikel menyimpulkan bahwa sang aktor berasal dari JM Entertaiment, Sontak Hana langsung teringat dengan Dean karena satu-satunya aktor yang ia tahu sedang naik daun saat ini adalah Dean Musasi.
Tanpa basa-basi lagi Hana segera bersiap-siap menuju tempat tinggal Dean, sebagai asisten pribadinya tentu Hana merasa ini bagian dari tugasnya walaupun hari ini sedang libur, Untungnya Dean pernah memberinya kartu VVIP kepada Hana sehingga gadis itu dapat dengan bebas mengakses masuk ke dalam.
Setibanya diapartemen Dean, Kedua mata Hana tampak terbelalak kaget melihat banyaknya paparazzi yang meminta masuk ke dalam untuk mewawancarai Dean, dengan sangat hati-hati, Hana mencoba melewati kerumunan manusia itu untuk sampai di gerbang, Sesampainya di sana Hana langsung di tatap sinis oleh salah satu penjaga namun setelah gadis itu memperlihatkan kartunya si penjaga barusan menyuruhnya untuk lewat pintu kecil yang di sediakan tak jauh dari gerbang utama.
Begitu berhasil masuk, Hana segera menuju kamar Dean yang berada di kamar 2020, Melihat mobil Van milik Dean masih ada di parkiran itu menandakan bahwa pria itu masih berada di dalam sana.