
Gadis itu menyipitkan matanya ketika melihat pakaian yang ada di dalam lemari, Semua pakaian tampak kuno dan tidak ada yang cocok untuk orang kantoran sementara pagi ini ia akan di perkenalkan oleh Jun pada divisi pengembangan. Pilihan Hana jatuh pada kemeja biru bergaris-garis di padukan rok selutut berwarna putih, Setidaknya pakaian ini cocok untuk di kenakan di kantoran.
Setelah selesai berganti pakaian dan memakai sedikit make up untuk wajahnya, Hana kembali di buat bingung harus memakai sepatu apa, Semua sepatunya juga tidak layak pakai dan juga tasnya yang kebanyakan totebag, Tiba-tiba Hana teringat dengan pemberian presdir dimana beliau pernah memberinya sepasang sepatu dan juga tas mewah.
Hana membuka sebuah kotak besar yang ia gunakan untuk menyimpan barang-barang tak terpakai, Kemudian mengeluarkan hadiah pemberian presdir dari dalam sana, Awalnya Hana memang tidak berniat memakainya karena harganya yang mahal dan kepribadiannya yang tidak suka benda-benda mewah terpaksa membuatnya harus menyimpan barang-barang itu, Namun tidak untuk kali ini, dimana dirinya akan menggunakan pemberian presdir di hari pertamanya bekerja.
Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 7:30, Hana pun bergegas keluar kamar dan menghampiri Jun yang sudah menunggunya di luar, Ia bahkan lupa membuat sarapan pagi itu, Namun setelah menemui Jun, pria itu berkata untuk tidak memasak pagi ini lantaran ingin mengajak Hana untuk sarapan di luar saja.
Di perjalanan menuju restauran, Jun memperhatikan Hana yang terlihat sibuk membaca sebuah buku, Dan perhatian Jun tiba-tiba teralih pada penampilan Hana pagi itu, Untuk tampil formal dalam menyesuaikan pekerjaan Hana sampai memakai pakaian yang di nilai Jun sungguh tidak baik, Dalam benak ia benar-benar prihatin namun ia tahu Hana bukanlah tipe wanita yang suka belanja untuk kepentingan penampilan.
" Kau sangat cantik pagi ini, " Puji Jun sukses membuat Hana tersipu malu.
" Terima kasih, " Jawabnya pelan sambil menyampingkan ujung rambutnya.
" Ngomong-ngomong tas dan sepatu itu aku baru melihatnya, Kapan kau membelinya.? "
" Oh ini, Presdir memberiku hadiah waktu itu. "
" Wah aku tidak menyangka Ayah akan sebaik itu pada orang lain. "
*
Untuk akhir tahun biasanya Jun mengadakan sebuah inovasi baru yang membuat saham Dream Corp naik hingga mengalahkan perusahaan lain, Itu sebabnya Dream corp menjadi perusahaan nomor satu di Jepang karena dengan bantuan anak perusahaannya yaitu Dreamland. Jun mengumpulkan semua divisi untuk rapat membahas malasah ini, Di dalam ruang rapat Jun mulai memimpin seluruh karyawan dengan kata-kata yang bijak dan dapat di terima oleh semuanya, Hana yang saat itu ikut rapat tersenyum senang dengan kepiawaian Jun dalam mengarahkan bawahannya.
" Minggu ini ku harap kalian bisa memberikan inovasi baru agar Dreamland bisa mencapai penjualan saham yang paling tinggi dari anak perusahaan lain, Kalian boleh memberikan ide-ide dan menyerahkannya pada Sekretarisku, Aku akan menunggu laporan kalian secepatnya, Rapat selesai kalian boleh kembali ke tempat masing-masing. " Ucap Jun di balas mantap oleh semua karyawan.
Setelah semua keluar meninggalkan ruangan, Jun menyandarkan tubuhnya sambil memijiit pelipis matanya yang terasa penat, Katakura ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Jun setelah memberikan segealas air untuknya.
*
Hana terlihat sibuk mengerjakan laporan untuk di serahkan pada Katakura, Sebagai anggota dari divisi pengembangan tentu dia harus merancang sebaik mungkin laporan yang akan di berikan, Atasannya dalam divisi juga memaksanya untuk melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakan Jun.
Sebagai salah satu syarat Hana ingin bekerja di tempat itu tak lain adalah ingin di perlakukan sama seperti karyawan lain, Dia juga tidak ingin orang-orang sampai tahu mengenai hubungannya dengan Jun.
" Lihat, Dia adalah gadis yang di bawa langsung oleh Tuan Musugi ke divisi ini," Bisik dua wanita yang berdiri tak jauh dari meja kerja Hana.
" Benarkah." Respon wanita satunya.
" Kabarnya dia pernah melamar di sini tapi di tolak karena hanya lulusan SMA, Aku tahu apa yang dia berikan pada Tuan Misugi sampai bisa di terima lagi. "
" Aku bahkan melamar di sini setengah mati, Kalau bukan karena gelar sarjana ku, Tapi dia enak sekali bisa di terima dengan mudah. "
" Apa dia miskin? Lihat pakaiannya, Sederhana sekali, Tapi anehnya dia memakai sepatu dan tas branded, Aku curiga dia adalah wanita yang tidak baik. "
Hana tampak gelisah mendengarnya, Ia melirik pakaian yang di kenakannya dengan memelas, Namun dalam hatinya ia mencoba untuk menguatkan diri tanpa harus merasa terbebani dengan omongan orang-orang terhadapnya. Ini baru hari pertama dan dirinya sudah di cibir seperti ini.
" Dimana Hana, " Sahut seseorang berhasil membuat Hana menoleh ke arah sumber suara.
" Di-disana Misugi-san, " Tunjuk wanita yang mencibir Hana barusan.
" Ikut aku, Kau harus menemaniku ke suatu tempat. " Lanjutnya melirik Hana yang juga tengah meliriknya.
" Tapi Misugi San, Saya harus mengerjakan laporan anda. " Akting Hana agar semua orang tidak mencurigainya.
" Aku bosnya di sini, Kalau aku bilang ikut, Kau harus menurut.! "
" Lain kali gunakan kantor ini untuk bekerja, Bukan membicarakan orang lain. " Ujar Jun sukses membuat kedua wanita tadi bungkam.
Jun kemudian menarik tangan Hana meninggalkan ruangan itu, Seisi kantor cukup terkejut dengan aksi Jun yang tidak biasa, Untuk pertama kali mereka melihat Jun bersikap baik pada seorang wanita.
Setibanya didalam mobil Hana terus merunduk malu karena mengetahui Jun ikut mendengarkan cibiran mereka tadi, Jun meliriknya pelan kemudian meraih tangan Hana untuk di genggam.
" Kenapa kau tidak melawan mereka?, "
" Mana mungkin, Aku karyawan baru di sana sudah seharunya aku menjaga sikap. "
" Sampai kapan kau akan mendengarkan cibiran mereka terus kalau kamu tidak melawannya. "
" Kau juga harus ingat aku ingin bekerja di tempatmu sebagai karyawan biasa bukan pacar dari seorang direktur. "
Jun mengusap kepala Hana dengan lembut, Apapun yang dikatakannya memang selalu berlawanan dengan Hana, Namun hal itu tetap membuatnya menghargai keputusan Hana karena dalam sebuah hubungan ada dua orang yang beraksi bukan hanya satu.
" Kita mau kemana,?" Tanya Hana penasaran.
" Kau akan tahu sebentar lagi, " Balas Jun semakin mempercepat laju kendaraanya.
*
Jun memarkirkan mobilnya di sebuah mall besar yang terletak di daerah Kanto, Begitu ia menuruni mobil dan membukakan pintu untuk Hana, Pria itu langsung menggandeng tangan Hana memasuki mall tersebut. Hana sempat bertanya untuk apa mereka datang ke tempat ini, apakah ini adalah tempat yang sebelumnya di maksud oleh Jun?, Tampaknya Hana hanya dapat pasrah dengan mengikuti langkah Kaki Jun yang dimana keduanya sudah tiba di lantai 4, Di mana lantai 4 merupakan lantai barang branded dan hanya pelanggan Vip yang dapat menginjakkan kaki di sana.
Dua orang pelayan toko menghampiri Jun dan Hana, Begitu Jun menyerahkan sebuah kartu kecil yang di yakini adalah black card untuk pelanggan tetap barulah mereka melayani Jun dengan mengajaknya mereka untuk di perkenalkan barang-barang apa saja yang mereka jual.
" Apa yang kau lakukan, Kenapa mengajakku ke tempat ini?, " Bisik Hana menahan langkah Jun untuk mengikuti karyawan toko.
" Malam ini aku akan bertemu dengan para dewan pemegang saham Dream corp, Dan aku mengajakmu kesana, Sebelum itu kita pilih busana untuk kau kenakan ke tempat itu. "
Kali ini Hana terpaksa menuruti ucapan Jun dengan mencoba memilih busana yang paling murah, Dari semua busana yang ia lihat tak ada satu pun yang berharga standar, Bahkan dari satu busana yang ia lihat setara dengan 50 potong ayam utuh jika di beli di pasar, Harganya benar-benar membuat Hana kesusahan menelan ludah.
" Bajunya tidak ada yang Bagus, Sebaiknya kita tidak usah membelinya. " Ucap Hana menghampiri Jun dengan cepat.
Jun beranjak dari kursinya kemudian memegang pundak Hana seraya menatapnya dengan serius.
" Please kali ini saja, Aku ingin kamu menerima permintaanku dengan ikhlas, Aku tidak akan jatuh bangkrut hanya karena membelikanmu satu atau dua busana ini. "
Melihat wajah Jun yang begitu sendu seketika membuat Hana luluh, Ia pun memilih salah satu busana yang elegan namun masih terlihat sederhana, Gadis itu beralih menuju ruang ganti untuk mencobanya terlebih dulu. Sementara itu Jun tampak sibuk memilihkan sepatu untuk Hana, Setelah melihat sepatu yang di kenakan Hana tadi tampaknya ia tak mau kalah dari si pemberi sepatu Hana, Pilihan Jun jatuh pada sebuah sepatu yang terukir Indah dengan kilauan batu rubi tak hanya itu Jun juga memilih sebuah tas untuk Hana kenakan saat bekerja dengan begitu sepatu dan tas yang di kenakannya hari ini akan menjadi tinggal kenangan.
Selang beberapa menit Hana keluar dari ruang ganti dan menghampiri Jun yang telah selesai memilih sepatu dan tas, Kedua mata Jun membelalak lebar melihat Hana dengan balutan busana yang Indah, Kecantikannya seakan bertambah saat itu, Jun menghampirinya seraya memasangkannya sepatu pilihannya tadi.
" Sentuhan terkahir maka kau akan menjadi wanita paling cantik di acara nanti. " Ucap Jun membuat Hana tersipu malu.
Begitu selesai membayar tagihan, Sebelum pergi Jun meminta kepada karyawan tadi untuk membungkus semua pakaian yang telah di sentuh oleh Hana, Jun juga meminta mereka untuk mengirimkannya langsung ke rumahnya agar Hana tidak dapat menolak, Begitu pembayaran telah selesai tujuan akhir mereka adalah salon untuk merias wajah serta menata rambut Hana.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Jangan lupa untuk like and comment guys .