
Hana berjalan dengan pelan sambil menyaksikan dedaunan yang mulai berjatuhan, Tanpa terasa musim telah berganti dengan cepat, Setelah kemarin merasakan panasnya musim Panas kini Hana akan menjalani kehidupannya di awal musim gugur, Menyaksikan daun yang terjatuh ke tanah sangatlah menyenangkan bagi Hana, Terkadang dirinya menangkap salah satu daun yang jatuh lalu menuliskan sebuah harapan di daun tersebut. Konon katanya menulis sebuah harapan pada daun yang jatuh di awal musim gugur dapat mengabulkan harapan.
Hal itu biasa ia lakukan saat bersama Kaji tentunya, Karena sekarang sudah tak ada pria itu sehingga sudah tak ada alasan lain untuk menulisnya. Taman hiburan Dreamland kini sudah ada di depan matanya, Ia tak menyangka nasibnya akan jatuh di sini setelah sebelumnya sempat di tolak mentah-mentah oleh Jun Misugi.
Di pintu gerbang Hana dapat melihat sosok Jun yang tengah sibuk dengan ponselnya, Sebenarnya bukan sibuk dengan ponsel melainkan sengaja untuk menyambut kedatangan Hana.
" Ohayoooo Misugi San " Sahut Hana sukses membuat Jun tertegun dengan ucapannya barusan.
" Kenapa kau tiba-tiba menjadi sopan denganku? " Tanya Jun melongo heran.
" Selain anda ini adalah atasanku kita juga beda 2 tahun, Jadi sudah sewajarnya saya memanggil anda dengan sebutan yang sopan "
" Berhenti bersikap seperti itu, membuatku mual mendengarnya.., Sebagai pengecualian aku mengizinkanmu memanggil nama depanku "
" Uhhh.. Anda pasti tidak ingin terlihat Tua bukan? "
" Kau terlambat 5 menit, gajimu di potong 5 % "
" Tapi aku kan sudah di sini??? "
" Kau bediri di luar Dreamland yang artinya kamu belum memasuki Taman hiburan ini dan kamu terlambat"
Jun berlalu meninggalkan Hana dengan cepat, Sementara itu Hana mengejarnya sambil memohon untuk gajinya tidak di potong, Selain itu karena Jun juga dirinya belum memasuki area Dreamland.
*
Hari ini Hana bekerja di outdoor sehingga sulit bagi Jun memantaunya dari ruang kerjanya, Karena bosan dengan pekerjaan yang menumpuk pria itu beranjak dari kursinya menuju pintu keluar, Di lihatnya tak ada Katakura ia pun dengan bebas meninggalkan ruangan tersebut.
Kini Jun sudah berada di Outdoor Dreamland sambil mencari sosok Hana yang mengenakan kostum maskot, Karena areanya yang cukup luas Jun kembali di buat kebingungan menemukan gadis itu.
Setelah mencari kesana kemari cukup lama, Akhirnya Jun menemukan Hana yang saat itu tengah duduk si sebuah kursi sambil menikmati semangkuk ice cream, Jun yang melihatnya segera menghampiri gadis itu, Tampaknya Hana menyadari kehadiran Jun dan melambaikan tangan menyuruh pria itu untuk ke arahnya.
Dari arah jam 9 posisi Jun berada tampak seorang pria berpakaian serba hitam menggunakan topi dan juga masker terlihat berjalan mendekati Jun, Hana yang menyadarinya terus memperhatikan sosok pria itu, Beberapa orang yang lalu lalang sempat membuatnya kehilangan fokus namun dengan cepat Hana menghampiri Jun dan membuang ice cream yang ada di tanggannya.
Jun terkejut dengan aksi Hana dan meliriknya pelan-pelan, Hana tampak lemas tak berdaya saat itu juga, Jun menata pria yang menusuk Hana barusan keduanya sempat saling kontak mata namun pria itu berlari secepat mungkin, Orang-orang mulai mengelilingi keduanya dimana saat itu Jun menatap Hana dengan tubuh yang gemetar.
" Hei... Kau tidak apa-apa? " Tanya Hana dengan nafas yang terengah-engah.
" Dasar bodoh, Kenapa kau melindungiku..., Siapa saja tolong telepon ambulans, SEKARANG! " Teriak Jun begitu lantang.
" Aku tidak apa-apa.., Pisaunya tidak menusuk tubuhku, Untungnya kostum ini tebal sehingga tidak menembusku " Lanjut Hana mencoba untuk bangkit.
Jun langsung menarik pisau yang masih menancap di kostum yang Hana pakai, Jun baru saja lupa akan phobianya dengan benda tajam, Sewaktu melihat Hana dalam keadaan tertusuk seperti itu ia seperti lupa dengan phobianya.
Katakura yang mendengar kabar tersebut segera datang ke tempat itu dengan wajah paniknya, Begitu melihat Hana yang masih dalam keadaan baik-baik saja Ia pun dengan gesit mengajaknya ke ruangan Jun.
" Kau yakin tidak apa-apa? " Tanya Jun sekali lagi begitu mereka tiba di ruangannya.
" Aku tidak apa-apa, Yang lebih penting saat ini adalah menangkap pelaku itu, Sepertinya dia mengincarmu makanya aku langsung datang menghalanginya " Balas Hana begitu ia melepas kostum maskotnya.
" Beritahu seluruh keamanan untuk memantau gerak gerik yang mencurigakan, Periksa Cctv yang ada di sekitar tempat kejadian tadi, Aku ingin pelaku itu segera ditemukan " Ucap Jun segera di laksanakan oleh Katakura.
" Apa kau memiliki musuh? " Tanya Hana tiba-tiba.
" Aku sudah sering mendapatkan teror seperti ini, Tapi sudah 7 tahun sejak peristiwa tragis itu terjadi, Aku tidak tahu pasti kenapa mereka melakukan hal itu kepadaku dan sampai sekarang pelakunya pun belum pernah di temukan "
" Kau punya segalanya tapi kenapa mencari satu pelaku saja kau tidak bisa? "
" 7 tahun yang lalu Kasusku di tutup karena kepolisian tidak berhasil menemukan pelakunya, Dan sejak saat itu aku tidak pernah melaporkan kejadian yang ku dapat kepada polisi kecuali Katakura "
" Sayang sekali "
" Dan satu lagi, Tolong jangan melakukan hal berbahaya seperti tadi..., Aku tidak ingin kau kenapa-napa karena aku " Lanjut Jun berhasil membuat Hana tersentuh.
" Sepertinya dia memang bukan pria sombong yang ku temui saat pertama kali, Dia sudah menjadi pria Gentle yang mempesona.., Tunggu.. Apa yang barusan ku pikirkan? Kenapa juga aku memikirkan pria ini... Akhhh" Berontak Hana dalam benak.
" Kau kenapa? " Tanya Jun keheranan melihat tingkah Hana.
" Aku.. Aku lapar, Saat menolongmu tadi aku sempat lemas karena aku kelaparan Hehehe "