
Keesokan paginya, Hana terbangun dengan ceria setelah itu beralih menuju kamar Jun untuk membangunkannya, Namun setelah beberapa saat di ketuk dan tidak mendapat respon, Hana pun langsung membuka pintu dan mulai mencari sosok pria itu.
" Apa dia sudah bangun?," Ucap Hana kembali menutup pintu.
Gadis itu kembali mencari Jun di berbagai tempat namun tak berhasil menemukannya, Langkah Hana terhenti di deretan tas belanjaan yang membuatnya segera mengecek isinya. Kedua mata Hana membelalak kaget melihat isi tas yang berisikan semua pakaian yang kemarin di lihatnya di mall.
" Kenapa dia sampai membelikanku sebanyak ini, " Keluh Hana pasrah.
Di sebelah tas belanjaan Hana menemukan secarik kertas yang di tinggalkan Jun.
Dear Hana,
Semua pakaian ini untukmu, Aku memberikanmu hadiah terakhir karena pernah menjadi asisten pribadiku, dengan begitu kau tidak akan merasa sungkan menerimanya lagi.
Hana tersenyum getir dan kembali memandang semua pakaian itu, Ia sampai lupa tujuannya pagi itu adalah untuk mencari Jun, Dan seperti dugaanya Jun sudah tidak ada di rumah sehingga membuatnya segera mencari ponselnya.
Di ponsel Hana, Kini telah menerima 20 panggilan tak terjawab dan 5 pesan masuk yang datangnya dari Jun semua.
Jun~
Tadi malam aku berangkat ke Amerika untuk urusan bisnis, Maafkan aku karna tidak membangunkanmu sebelum berangkat, Aku tahu semalam kamu lelah jadi aku membiarkanmu untuk tetap tidur...
Jun~
Hana, Apa kau marah karena aku tidak memberitahumu? Maafkan aku, Aku akan kembali secepatnya.
Lagi-lagi Hana di buat tertawa oleh tingkah Jun yang seperti anak-anak, Setelah mengetahui keberadaan Jun, Sebelum itu Hana mengirimkan pesan balasan kepada Jun agar pria itu tidak perlu mengkhawatirkan dirinya selama ia pergi, Kini Hana dapat bekerja dengan tenang, Namun sebelum itu ia akan membawa semua pakaian pemberian Jun ke kamarnya.
*
Walaupun Jun tidak ada, Hana tetap harus datang ke kantor untuk melanjutkan laporannya yang kemarin sempat tertunda, Setibanya di sana Hana langusng mendapat omelan dari seniornya, Hana hanya dapat pasrah dengan cacian yang di lontarkan Seniornya itu, Ia tak bisa berkata apa-apa walaupun statusnya adalah kekasih Direktur utama perusahaan itu.
" Sekarang kerjakan laporan itu secepatnya, Ku tunggu sampai waktu makan siang tiba, Awas saja kalau belum selesai." Ucapnya dengan tegas kemudian berlalu meninggalkan Hana.
Hana menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya kemudian mulai melanjutkan laporannya, Namun saat ia membuka file di dalam komputer tampaknya file yang sebelumnya sudah setengah jadi mendadak hilang, Hana sudah mencoba mencarinya di Recycle bin namun tak ada, Ia ingat betul bahwa file laporan di simpannya ke dalam folder kerja.
" Rasakan itu, Siapa suruh sok dekat dengan Misugi San. " Sahut seorang wanita di belakang Hana.
Hana meliriknya dengan sinis dan di balas tatapan menantang oleh wanita itu, Walaupun sebelumnya Jun menyuruhnya untuk melawan tapi kali ini ia masih menahannya dan kembali menoleh dan mengerjakan ulang laporan itu.
Di sela-sela pekerjaanya, Hana tiba-tiba mendapat kiriman sebuket bunga dari kurir yang baru saja mengantarkannya langsung padanya. Melihat Hana yang mendapat buket bunga, seisi kantor kembali membicarakannya namun masih tetap tak di hiarukan oleh gadis itu.
" Dari siapa ini?, " Ucap Hana mencari nama pengirimnya.
Gadis itu mendapat sepucuk surat kemudian membukanya secara perlahan.
For Hana Yui,
Bunga ini spesial untukmu,
Dan sekali lagi saya mengingatkanmu untuk meninggalkan putraku, Atau sesuatu yang tidak kau inginkan akan terjadi.
Presdir.
Hana menutup surat itu dengan wajah sedihnya, Ia mendapat sebuket bunga kesukaanya beserta surat yang membuat hatinya sakit. Gadis itu mulai beranjak pergi untuk mengambil minum, Rasanya hari ini benar-benar membuat harinya lelah belum lagi orang-orang kantor yang mencibirnya tanpa henti.
Di ruangan bagian divisi pemasaran Hana bertanya pada salah satu karyawan tentang keberadaan Mimi, Dan dia menjawab bahwa gadis itu sudah pulang beberapa saat yang lalu, Hana kembali mencarinya dengan harap Mimi masih belum jauh meninggalkan Dreamland.
Hana akhirnya berhasil menemukan sahabatnya itu, seorang gadis yang terlihat murung sambil menatap barang-barang bawaanya pada sebuah kotak yang ia pegang, Kemudian Hana meraih sahabatnya itu dan bertanya soal keadaanya.
" Hana, Kau kenapa,? " Tanya Mimi heran.
" Ceritakan padaku apa yang sudah terjadi, kenapa kau bisa di pecat?, " Tanya Hana begitu khawatir.
" Soal itu aku juga tidak tahu, Tiba-tiba saja utusan dari pusat datang dan memberiku surat keluar, Mau tidak mau aku harus keluar kan. "
" Maksudmu Presdir Misugi? Ayah Jun?, "
Mimi mengangguk pelan kemudian Hana melepas pegangannya pada Mimi dengan tatapan nanar. Sepertinya Presdir mulai melaksanakan aksinya dengan memecat Mimi agar Hana secepatnya keluar dari rumah Jun.
" Aku minta maaf, Karena aku kamu jadi di pecat. " Ucap Hana menunduk bersalah.
" Kau ini bicara apa? Ini bukan salahmu, Lagi pula aku senang akhirnya bisa keluar dari pekerjaan ini. "
" Apa maksudmu?."
" Sebenarnya Aku dan Kyosuke berniat tinggal di Kyoto untuk melanjutkan perusahaan orang tuanya, Karena aku masih terikat kontrak dengan Dreamland terpaksa aku menunggu sampai masa kontrak berakhir, Tapi karena aku sudah di keluarkan maka aku bisa pergi secepatnya. "
Walaupun Mimi berkata demikian Hana tetap merasa tidak tenang, Bisa saja Presdir kembali beraksi dan besar kemungkinan korban selanjutnya adalah Ibu panti, Apapun pasti bisa di lakukan oleh orang kaya seperti dia, Dan mau tidak mau Hana secepatnya harus meninggalkan rumah Jun.
*
Hana menjatuhkan tubuhnya dengan lemah di atas sofa, Pandangannya beralih melihat sekeliling ruangan yang sudah di anggapnya seperti rumah sendiri, Kenangan bersama Jun mulai terbayang sehingga membuatnya semakin berat meninggalkan rumah itu.
Baru saja Hana akan bergegas merapihkan barang-barangnya tiba-tiba saja sebuah panggilan masuk dari ponselnya membuat gadis segera menjawabnya.
" Hei, Kenapa kau tidak membalas pesanku? " Tanya seorang pria di seberang sana.
" Maafkan aku, Aku lupa membalasnya. " Jawab Hana benar-benar lupa.
" Kamu kenapa, Suaramu terdengar tidak bersemangat, Apa kau Sakit?. "
" Tidak, Aku habis pulang kerja. "
" Benar juga, Di sana pasti sudah malam, Aku sampai mengganggumu. "
" Tidak juga, Bagaimana dengan urusan di sana, Apa semuanya lancar?."
" Disneyland Amerika setuju untuk bekerja sama, Dalam waktu dekat ini aku akan lebih mewujudkan Dreamland lebih maju lagi. "
" Syukurlah kalau begitu. Kamu kapan pulang?, "
" Besok pagi aku sudah tiba di Jepang, Kau harus menungguku oke. "
Hana terdiam, Dalam benak ia minta maaf pada Jun kalau besok saat pria itu tiba dirinya sudah meninggalkan rumah.
" Sudah dulu yah, Aku lelah. "
" Baiklah, Jaga dirimu yah. "
Hana mengakhiri panggilannya dengan wajah sendu, Sambil menarik nafas panjang gadis itu mencoba untuk berhenti bersikap melow dan segera membereskan barang-barangnya.