
Reyhan turun dari atas kamarnya,ia sudah rapi dengan seragam SMA nya,ia berjalan ke arah meja makan. Di meja makan sudah tersedia banyak makanan,namun entah mengapa Reyhan tak nafsu makan.
Reyhan jarang sekali sarapan di rumah,ia lebih sering sarapan di kantin.
"Den yuk sarapan dulu,bibi udah siapin makanan kesukaan aden"ajak Aminah wanita paru baya yang berumur 40 tahun. Aminah sudah sangat lama berkerja di rumah Reyhan.
"Papa mana?" Tanya Reyhan.
"Mmm tu-tuan--" belum sempat Aminah menjawab sudah di potong Reyhan.
"Makasih susunya"ucap Reyhan mengalihkan pembicaraan dan meminum susu vanila lalu pergi ke sekolah dengan mobil sportnya.
🌹🌹🌹
Setelah memarkirkan mobilnya Reyhan melihat sekeliling memastikan bahwa tidak ada guru yang memergokinya terlambat. Meskipun ia terlambat tapi ia masih bersikap biasa saja.
Merasa bahwa dia sudah aman.Reyhan pun berjalan menuju rooftop karena percuma ia ikut pelajaran.
Langkah kakinya pun terhenti,ketika kerah seragamnya ada yang menarik.
"Mau kemana Reyhan"tanya seseorang itu.
Reyhan pun membalikan badannya dan benar saja dewi fortuna saat ini tidak sedang berpihak padanya.
"Seperti yang ibu lihat"ucap Reyhan acuh.
"Berdiri di lapangan dan hormat ke bendera sampai istirahat"ucap Bu Rika yang memergokinya terlambat.
Tanpa mengucapkan sepatah pun Reyhan langsung menuju ke lapangan.
Sesampainya di lapangan Reyhan menaruh tasnya ke sembarang tempat,dan langsung hormat bendera.
Beberapa siswa yang masih belum mendapatkan pelajaran,dan masih berkeliaran di luar kelas pun melihat si most wanted di hukum. Melihat Reyhan dihukum,merupakan tontonan gratis yang tidak bisa di tinggalkan.
'Reyhan di hukum tuh'
'Pasti telat lagi'
'Kak Reyhan,kasian'
Seperti itulah celotehan para siswi saat melihat Reyhan.
Reyhan merasa menjadi pusat perhatian dan mendengar ocehan para siswi pun hanya cuek. Pasalnya ia sudah terbiasa dengan itu semua.
🌹🌹🌹
Bu Rika yang baru saja masuk kekelas Kiara,ia sedikit terlambat karena mengurusi si bandel Reyhan.
"Kiara"ucap Bu Rika memanggil Kiara.Kiara pun menghampri Bu Rika.
"Ada apa bu?"tanya Kiara dengan sopan kepada Bu Rika.
"Tolong kamu awasin Reyhan di lapangan"perintah Bu Rika kepada Kiara.
"Kok saya bu"elak Kiara karena tak mau meninggalkan pelajaran.
"Kamu mau nilai kamu saya kurangin"ancam Bu Rika membuat Kiara pasrah.
"Ya udah bu saya pamit"ucap Kiara pamit Ke Bu Rika.
Kiara pun menuju kelapangan,sesampainya di lapangan ia melihat Reyhan sedang hormat ke bendera.Ia pun menghampiri Reyhan.
"Kenapa di hukum?"tanya Kiara ketika sudah ada di depan Reyhan.
"Tumben nyapa aku?"tanya Reyhan kepada Kiara karena jarang sekali Kiara berbicara padanya ketika di depan umum seperti ini.
"Di suruh bu rika ngawasin"ucap Kiara menjawab pertanyaan Reyhan.
"Kenapa di hukum?"tanya Kiara sekali lagi kepada Reyhan.
"Telat,karena semalam gak tidur"ucap Reyhan masih dengan hormat dan menghadap ke bendera.
"Kok gak tidur?"tanya Kiara bingung.
"Nunggu pesan dari seseorang"ucap Reyhan membuat Kiara memeriksa hpnya.
Dan ternyata banyak notifikasi Wa dari Reyhan.Semalam ia lupa membuka handphone.
"Maaf aku gak baca"ucap Kiara merasa bersalah,karena dia Reyhan di hukum.
"Udah gak papa"ucap Reyhan membuatnya sedikit lega,walaupun di hatinya masih merasa bersalah.
"Kok disini,sana ke pinggir lapangan"ucap Reyhan karena tak tega Kiara terkena panas matahari.
"Gak usah aku nemenin kamu aja"ucap Kiara lirih tapi masih di dengar Reyhan.
"Ara,aku bilang ke tepi lapangan sekarang"ucap Reyhan penuh penekanan"kamu mau buat mereka curiga kalau kita ada sesuatu"ucap Reyhan lirih namun bisa di dengar Kiara.
"Aku sih gak masalah,itu malah bagus"lanjut Reyhan dengan tersenyum kemenangan.
Kiara pun tersadar bahwa masih ada siswa siswi yang masih di luar kelas. Ia pun memutuskan untuk mengawasi Reyhan di tepi lapangan.
🌹🌹🌹
Kiara yang selesai mengawasi Reyhan pun langsung ngicir ke Kantin. Membuat Reyhan tak suka dengan sikapnya kalo di depan umum.
Saat ini Kiara sedang duduk di meja bersama Rina.
"Rin,nanti lo jadi nganterin gue ke cafe saudara lo?"tanya Kiara mengingatkan Rina.
"Tergantung lo masih butuh perkerjaan atau enggak"ucap Rina.
"Iya lah"ucap Kiara.
Tak lama datanglah Reyhan DKK dan yang anehnya mereka bersama Anggita yang tak tau malu bergelayotan di tangan kekar Reyhan membuat Kiara DKK gedek melihatnya.
Reyhan DKK pun duduk di meja yang tak jauh di tempat Kiara tentunya masih bersama Anggita yang terus nempel Reyhan.
"Jantung lo masih kuat?"tanya Rina kepada Kiara yang sendari diam dan menatap tajam Reyhan.Reyhan yang di tatap merasa biasa saja.
"Udah ah,gue mau pesen makanan"ucap Kiara mengalihkan pembicaraan dan ia langsung berdiri untuk memesan makanan.
Setelah memesan makanan pun ia kembali ke mejanya.
Brukk
Kiara tertabrak oleh Luna yang membawa bakso. Kuah bakso itu pun tumpah ke tangannya membuat Kiara kesakiatan.
"Ati ati dong, liat nih bakso gue tumpah"ucap Luna sedikit teriak.
Reyhan yang melihat kejadian itu pun hanya diam meski ingin sekali ia membela Kiara.Sementara Anggita yang duduk di sebelah Reyhan tersenyum puas melihat penderitaan Kiara.
Alan dan Julian bisa liat senyuman Anggita tersebut.
"Lo yang harusnya ati ati"ucap Kiara yang tak mau kalah.
"Lo itu adik kelas gak tau sopan santun udah kayak jalang"ucap Luna sambil menjabak rambut Kiara.
"Lepasin tangan lo dari rambut gue jalang perempatan"ucap kesal Kiara semakin membuat Luna geram.
Plak
"Lo yang jalang"ucap Luna setelah menampar pipi Kiara.
Tanpa mereka sadari sendari tadi mereka menjadi pusat perhatian.
Sementara Rina yang melihat temannya di tampar ia tak bisa diam saja. Ia pun berdiri menghampiri Kiara dan Luna.
Plak
"Itu buat lo yang beraninya nampar sahabat gue"ucap Rina yang berani menampar Luna.
"Dasar jalang"lanjut Rina kepada Luna.
"Tanpa lo bilang jalang,disini udah tau mana yang jalang"ucap Kiara lalu melangkahkan kakinya keluar kantin dan di ikuti Rina.
Kalian jangan tanya kemana pesanan Kiara,Karena Kiara menaruhnya di sembarang meja.
"Reyhan aku pesen makanan buat kita dulu"ucap Anggita yang diangguki Reyhan.Anggita pun pergi untuk memesan makanan.
"Rey,lo mau berbuat apa?"tanya Alan yang melihat kemarahan dan kekawatiran di mata Reyhan.
"Lakuin hal yang sama ke Luna"ucap Reyhan kepada kedua temannya"gue mau ke Kiara"lanjut Reyhan.
Reyhan pun melangkahkan kakinya menuju ke Kiara,mungkin Kiara ke UKS.
Alan pun melaksanakan apa yang di minta Reyhan. Ia membeli bakso dan sengaja menabrak Luna yang selesai membeli minuman.
Brukk
"Aduh,tangan gue "ucap Luna merasakan tangannya ke panasan karena terkena kuah bakso.
"Lo sengaja?"tanya Luna ke Alan.
"Apa kabar lo yang nabrak Kiara,lo sengaja?"tanya Alan balik
"Bukan gue yang nabrak tapi dia"ucap Luna membela diri.
Plak
"Lo ngapain nampar gue"ucap Luna karena Julian menamparnya.
"Karena lo udah nyalain sahabat gue"ucap julian tanpa rasa bersalah meninggalkan Luna yang kesal kepadanya dan di ikuti Alan.
'Gue akan bales kalian semua' batin Luna .
Anggita yang baru memesan makanan pun bingung karena tidak ada Reyhan. Di meja tersebut cuma ada Julian dan Alan.
"Kemana Reyhan?"tanya Anggita setelah duduk di mejanya.
"Dia ada urusan"ucap Alan acuh.
Mereka pun memakan makanan mereka.