Stay with me

Stay with me
Terbongkar




Hana melirik Jun yang sedang fokus menyetir, Setelah makan siang bersama tadi rupanya Jun membawa Hana bersamanya ke lokasi syuting lantaran Jun tidak ingin miliknya pergi bersama pria lain, Sejak tadi Jun tampak diam tanpa kata sementara Hana  hanya menikmati perjalannya dengan memainkan tape recorder milik Jun.


" Besok kau mau datang ke pelantikanku sebagai CEO kan?, Aku juga ingin mengumumkan hubungan kita ke publik. " Ucap Jun yang tiba-tiba memecahkan keheningan.


" Aku akan datang." Jawab Hana mantap.


Jun melirik Hana sebentar dengan perasaan legah, Ia senang karena Hana mengiyakan ajakannya itu, Baru saja dia memikirkan bahwa Hana akan menolak dan lebih memilih bekerja dengan Dean.


Setibanya di lokasi, Hana segera menuruni mobil Jun kemudian menatapnya dari luar jendela mobil seraya mengucapkan sampai jumpa, Jun tersenyum senang dan ikut melambaikan tangan pada Hana, Saat mobil sudah di jalankan Pandangan Jun langsung tertuju pada Dean yang terlihat sudah sampai lebih dulu di sana, Kedua pria itu saling tatap satu sama lain sampai di mana Jun mulai melajukan mobilnya dengan cepat.


Hana mendapati Dean yang menatapnya dengan tajam, Namun gadis itu tak ingin menghiraukannya dan memilih untuk kembali ke ruangan Dean untuk menyimpan tasnya.


" Jun Misugi, Kenapa orang seperti dia bisa bersama Hana? ." Ucap Dean yang memperhatikan langkah Hana menuju ruangan istirahatnya.


                             *


Hari ini Hana benar-benar beruntung karena jadwal syuting Dean di tunda karena suatu alasan, dengan begitu ia bisa pergi menghadiri pesta pelantikan Jun sebagai CEO bersama Mimi dan Urahara tentunya, Siang itu mereka terlihat mengunjungi salah satu toko pakaian untuk membeli busana yang akan di kenakan nanti malam.


Setelah Hana mendapat busana yang akan di kenakannya nanti malam, Sambil menunggu Mimi memilih rupanya gadis itu menghampiri Urahara yang tengah sibuk main game di sebuah sofa yang terdapat di butik tersebut, Hana menjatuhkan tubuhnya di sebelah pria itu, Urahara sempat melirik dan bertanya kemudian kembali fokus bermain game.


Hana menghela nafas berat mengingat malam ini Jun akan mengumumkan hubungan mereka, Di dalam pikiran Hana kini sudah banyak pertanyaan yang bergelut, Tentang apakah presdir akan menentangnya, Apakah publik mau menerima hubungannya dengan Jun yang notabenenya adalah anak konglomerat sementara dirinya saat ini hanyalah seorang asisten pribadi.


" Kau kenapa?. " Tanya Urahara yang baru saja menghentikan aktivitasnya


" Aku khawatir, Jun akan mengumumkan hubungan kami malam ini, Sebelumnya presdir melarangku untuk dekat dengan Jun tapi sekarang aku sudah berpacaran dengannya, Apa katanya nanti?. "


Mimi yang telah kembali dari memilih busana ikut nimbrung dengan menjatuhkan tubuhnya di sebelah Urahara.


" Apa sebaiknya kau memberitahu hal ini pada Jun, Dia pasti akan mengerti. "


" Tidak bisa, Dia dan Ayahnya sudah baikan, Kalau aku memberitahu Jun bahwa ayahnya menentang hubungan kami dia pasti akan bertengkar dengan ayahnya lagi. "


Hana benar-benar frustasi saat ini, Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa, Akhir-akhir ini dia sudah banyak membuat Jun sedih dan kali ini Hana tidak ingin membuat pria itu sedih di hari pelantikannya menjadi CEO, 


Dengan keteguhan hati yang kuat Hana akan melalui malam ini dengan mempercayakan semuanya kepada Jun.


                             *


Malam pelantikan CEO baru Dream Corp di adakan di sebuah gedung berkelas milik Dream Corp, Para tamu dewan pemegang saham serta seluruh staf yang bekerja di sana terlihat sudah memenuhi aula, Di dalam sebuah ruangan pribadi seroang pria yang telah siap dengan stelan tuxedo hitam baru saja mendapat panggilan dari seseorang untuk menyuruhnya segera ke aula.


Jun segera beranjak dari kursinya dan berjalan menuju aula, Ketika ia menurni anak tangga semua tamu undangan tampak menyambutnya sembari memberikan tepuk tangan yang meriah, Ia pun di sambut hangat oleh Ayah Ibu dan Kakaknya yang sudah ada di aula sejak tadi, Berikutnya Mc acara mempersilahkan Jun untuk memberikan sepatah kata kepada semuanya.


Sementara Jun menyampaikan pidatonya di atas sana, Seseorang baru saja menghampiri Hana dan menyuruhnya untuk ke sebuah ruangan yang telah di beritahunya, Hana melirik Jun dengan khawatir dengan perasaan yang sejak tadi di takutkannya untungnya saat itu Jun tidak menyadari kepergiannya sehingga ia bisa sedikit legah.


Di sebuah ruangan yang berada di luar aula, Hana mendapati seseorang yang sudah membuat perasaanya kacau bak roller coaster, Pria paruh baya itu adalah Ayah Jun yang kini menatapnya dengan tajam, Walaupun sambil tersenyum namun ia tahu kalau itu adalah senyuman palsu.


" Halo Hana-chan, Lama tidak berjumpa, Bagaimana kabarmu. " Tanya Presdir sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sebuah sofa


Hana tampak gugup sambil mengenggam erat kedua tangannya, Ia menyahut kalau dirinya baik-baik saja.


" Jadi untuk apa kau datang kemari?. " Lanjutnya semakin membuat Hana ketakutan.


" Saya.., Datang untuk melihat Jun di lantik. " Balasnya tertunduk lemah.


" Sebelumnya aku senang akhirnya kau menuruti ucapan ku dengan meninggalkan rumah serta pekerjaan mu dengan Jun, Tapi aku sedikit kecewa mendengar kalau kau dan putraku saat ini sedang menjalin hubungan, Apa itu benar Hana-Chan. ?"


Hana tidak dapat menjawab, Ia terdiam dan hanya dapat berdiri seperti patung di hadapan presdir.


" Jun sudah menjadi CEO sekarang, Dan kau tau apa artinya itu kan.?" Lanjutnya


" Ada apa denganku? Kenapa di saat seperti ini aku tidak bisa melawan, Dia benar-benar menakutkan sekarang bahkan untuk bicara pun aku tidak sanggup. " Benak Hana semakin gugup


" Sekarang juga tinggalkan tempat ini sebelum Jun menyadarinya, Kau bisa menghubunginya setelah kau pulang. "


Logika dan perasaan Hana saat ini Sedang tidak bersahabat, Di saat hatinya memilih untuk tinggal logikanya berkata lain, Dia mulai berbalik dan meninggalkan ruangan itu. Saat berhasil keluar dari ruangan tersebut, Hana terkejut bukan main saat melihat sosok Jun yang sudah berdiri di ambang pintu.


" Jun. " Ucap Hana semakin ketakutan.


Jun meraih tangan Hana untuk kembali masuk, Presdir tampak terkejut namun berusaha menutupi keterkejutannya itu dengan mengucapkan selamat pada Jun yang telah resmi menjabat sebagai CEO.



" Aku tahu sekarang kenapa Hana selalu mencoba untuk menghindar, Selama ini aku mengira dia melakukannya karena tidak nyaman denganku, Aku bersyukur dia melakukan hal ini bukan karena hal itu, Dan aku kecewa padamu Ayah, Aku tidak menyangka di belakangku kau menyuruh Hana untuk pergi dari putramu sendiri. Apa kau tidak sadar karena Hana kimi aku bisa memaafkanmu, Karena Hana aku tahu arti kasih sayang yang sesungguhnya, Karena Hana..,  Aku..., Aku bisa berubah dan kau tidak memikirkan hal itu?. " Jun mulai terbawa suasana, Ia meminta Hana untuk menunggunya di luar selagi dirinya bicara dengan sang Ayah.


" Jun, Bukan begitu nak.., Ayah hanya ingin kau bersama dengan wanita yang setara dengan kita. "


" Untuk apa? Berjodoh dengan orang kaya seperti kita belum tentu membuat kita bahagia, Kau tidak tahu kalau Hana itu wanita yang berbeda, Di saat semua wanita mendekati pria kaya hanya untuk hartanya, Hana tidak. Dia bahkan tidak menerima uangku kalau bukan atas dasar pekerjaan, Dia tidak menerima pemberianku yang mahal atau bahkan meminta ini itu, Aku mencintainya tulus apa adanya, Aku ingin dia yang menjadi pendampingku. "


" Dan karena Hana juga aku mampu melawan phobiaku dengan benda tajam, Dia sudah banyak menolongku sedangkan aku belum memberinya apa-apa. "


Presdir tampak kebingungan di satu sisi ia tak ingin membiarkan putranya membencinya lagi karena hubungan ini, Di satu sisi ia tidak bisa membuat Jun melanjutkan hubungannya dengan gadis seperti Hana walaupun ia tahu Hana memang telah mendatangkan perubahan yang banyak pada putranya itu.


" Oke, Kau tidak perlu menyetujui hubunganku dengan Hana, Tapi aku akan tetap bersama dia. "  Jun meninggalkan ruangan itu dengan penuh percaya diri dan mulai meraih tangan Hana ketika ia sudah berada di luar.