
Hana yang baru saja tiba di rumah dengan selamat langsung mengunci pintu rumah dan memastikan bahwa kode pengaman sudah aktif dengan baik, Setelah itu ia menyalahkan beberapa lampu di tiap ruangan dengan cahaya yang sedang agar tidak menarik perhatian, Setelah itu Hana berjalan menuju dapur dengan was-was sembari melontarkan beberapa kalimat yang ia percaya sebagai pengusir kejahatan.
Merasa sudah aman, Ia pun langsung menuju kamarnya, Langkah Hana tiba-tiba terhenti tepat di depan pintu kamar Jun, Ragu-ragu namun dengan rasa penasaran yang besar, Kini Hana telah menempelkan telinganya di pintu itu, Suara-suara aneh datang dari dalam sana, bulu kuduk Hana mulai merinding ia takut kalau di dalam sana adalah seseorang yang di lihatnya waktu itu, Namun dengan meyakinkan diri gadis itu mencoba untuk membuka pintu kamar Jun.
Pintu terkuak cukup keras sehingga membuat seorang pria dengan penutup wajah langsung terkejut, Hana menatap pria yang entah sedang melangsungkan aksinya dengan tubuh gemetar namun memberanikan diri dengan mengancamnya.
" Siapa kau, Untuk apa kau datang ke rumah ini... Dan apa yang kau lakukan di kamar ini..? " Lontar Hana setelah berhasil mendapat sebuah payung yang kebetulan terdapat di sudut pintu.
Pria itu mulai berdiri sambil memegang sebuah benda yang di yakini sebagai perkakas, Hana tidak mengerti apa yang di lakukan pria itu di kamar Jun, Satu yang pasti dia tidak akan menyerah untuk melumpuhkan pria itu.
" Jangan macam-macam, Kalau kau sampai melakukan sesuatu padaku aku tidak akan segan-segan melukaimu.! " Lanjut Hana mulai bergerak mengikuti posisi pria barusan.
Pria itu tampak santai dengan memperhatikan Hana dari bawah ke atas, Dengan penutup wajah yang di kenakannya Hana jadi tidak tahu siapa pria itu, Dan sejak tadi ia terlihat diam dengan tatapan mata yang sangat tajam.
Saat pria itu berusaha mendekati Hana tanpa rasa ragu, Hana dengan cepat mengayunkan payung ke arahnya namun sayang pria itu berhasil merebut payung tersebut dari tangan Hana, Pria itu melempar payung yang di dapatnya ke sembarang arah kemudian mendekati Hana dan langsung mencekik leher Hana dengan kedua tangan yang besar.
Melawan pun percuma, Kekuatan pria itu sangat besar sehingga Hana tidak dapat berkutik, Rasa sesak dan kusulitan bernafas membuat Hana semakin lemah dan tak berdaya, Ia sudah mencoba menendang pria itu namun tak berhasil, Samar-samar pria itu membuka penutup wajahnya sebelum Hana benar-benar jatuh pingsan.
Suara seseorang yang memanggil nama Hana membuat pria itu segera melepaskan tangannya dan bergegas meninggalkan kamar, Langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar sembari memikirkan cara untuk kabur, Satu-satunya cara melarikan diri saat itu hanyalah melompat melalui jendela kamar, Tanpa basa basi lagi pria itu segera menuju jendela besar yang berada tepat di samping tempat tidur Jun, Melompat turun walau pun dari ketinggian yang dapat membuat sesorang terkilir.
Pintu terkuak dan sosok Urahara muncul dengan wajah khawatirnya, Kedua matanya terbelalak seketik melihat Hana telah terbaring di lantai kamar, Pria itu langsung menghampirinya dan mencoba untuk menyadarkannya, Nihil, Urahara pun segera menggendong Hana dan membawanya ke rumah sakit.
*
Sayup-sayup terdengar suara seseorang yang memanggil namanya dengan lirih, Suara itu merupakan suara yang sangat di sukai oleh Hana, Ia berusaha menyadarkan dirinya dengan membuka kedua mata, Menggerlingkan pandangannya yang kini terpusat pada seorang pria yang menatapnya dengan wajah penuh cemas.
" Jun.. Kau kembali? " Ucap Hana parau
Jun terlihat berusaha menahan air matanya melihat kondisi Hana yang seperti itu, di sudut leher Hana terdapat bekas luka akibat cekikan yang di alaminya semalam, Jun sendiri tidak kuat jika harus melihatnya secara langsung, Semalam Urahara memang menghubunginya dan memberitahu soal keadaan Hana, Dan malam itu juga Jun dan Katakura berangkat menggunakan pesawat pribadi yang di pesannya langsung dari Jepang.
Setibanya Jun di rumah sakit, Ia harus melihat Hana dalam keadaan tak sadarkan diri dan setelah menunggu hingga 20 jam lamanya barulah gadis itu mulai tersadar dan saat ini keduanya saling menatap satu sama lain dengan mata yang berkaca-kaca.
" Maafkan aku..., Aku tidak bisa melindungimu saat kau dalam bahaya seperti ini. " Ucap Jun menunduk bersalah tak berani menatap wajah Hana.
" Kau bicara apa? Tidak perlu minta maaf, Ini musibah semua orang bisa mengalaminya. " Sahut Hana sambil membelai kepala Jun.
" Aku berjanji padamu untuk segera menemukan pelakunya, Berengsek itu harus segera di tangkap, akan ku pastikan dia tidak akan pernah merasakan kebahagiaan lagi. "
Hana merasa legah akhirnya dapat pulang ke rumah, Dengan di temani oleh Jun tentunya walaupun saat ini Jun benar-benar sibuk ia masih menyempatkan diri untuk menemani Hana, Pencarian pelaku kejahatan itu pun sedang di selidiki sekarang.
Setelah keduanya tiba di rumah, Hana langsung menyandarkan tubuhnya di atas sofa sementara itu Jun segera berlalu menuju dapur untuk membuatkannya secangkir teh sakura.
Setelah tehnya siap, Jun kembali dan langsung menyodorkan secangkir teh tersebut dan di terima dengan baik oleh Hana.
" Terima kasih. " Ucapnya segera menyeruput teh buatan Jun itu.
Dering ponsel Jun tiba-tiba berdering cukup nyaring sehingga membuatnya langsung menjawab panggilan tersebut.
" Jun, Gawat, Hasil rekaman Cctv di rumahmu tidak berfungsi dan semua datanya tidak ada bahkan sebelum kejadian itu terjadi. " Sahut Katakura di seberang sana.
" Bagaimana mungkin, Aku sudah memastikan Cctv menyalah sebelum kita pergi hari itu. " Jawab Jun terlihat cemas.
" Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi tapi sepertinya seseorang sengaja merusaknya sebelum kejadian itu terjadi. " Timpalnya kemudian
" Apa pelakunya pria yang melarikan diri dari sel itu?. " Tanya Jun sempat membuat Hana bergeming
" Kau tenang saja, Aku sudah menghubungi pihak kepolisian, Malam ini mereka akan berjaga di depan rumahmu, Kau dan Hana tidak perlu cemas aku akan mencari cara untuk menemukan pelakunya. " Panggilan berakhir dan Jun terlihat tidak senang setelah itu.
Hana meraih tangan Jun dan menggenggamnya dengan erat, Pria itu melirik Hana dengan tatapan sendu kemudian membelainya dengan lembut.
" Sebenarnya ada satu kejadian lagi sebelum orang itu menyakitiku. " Jun terlihat terkejut dan menatap Hana dengan serius sembari memintanya untuk menceritakan kejadian itu.
Hana mulai bercerita saat pemadaman lampu di mana ia melihat sesorang di belakang halaman, Dan tiga hari setelah itu pria itu kembali dan di temukan Hana di dalam kamar Jun, Hana berpikir bahwa pria itu hanyalah seorang pencuri tapi dari caranya memata-matai rumah sedikit mencurigakan.
" Apa kau baik-baik saja saat lampu padam?. " Tanya Jun begitu khawatir
" Aku baik-baik saja, Urahara san dan Mimi datang menolongku waktu itu. " Balas Hana cukup membuat Jun sedikit legah
" Sebenarnya aku sempat melihat wajahnya saat itu, Tapi aku sedikit lupa setelah tersadar. " Lanjutnya mencoba untuk mengingatnya lagi namun tidak berhasil.
" Tidak apa-apa, Pelan-pelan saja mengingatnya, Aku akan memberitahu pihak polisi tentang ini, Mereka pasti punya cara untuk membantumu mengingat wajah pelakunya. "
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Jangan lupa like dan komennya yah Readers 👍😁😁