
Baru saja Hana tiba di apartemennya, Suara ketukan pintu membuat gadis yang tengah melepas jaket denimnya melirik ke arah pintu dengan tanya, Hana mulai menyeret kakinya menuju pintu dan semenit kemudian pintu terkuak dan memuncul sosok yang tidak ingin di temui oleh Hana.
Baru saja Hana ingin menutup pintunya lagi, Tiba-tiba saja Dean mengganjalnya dengan tangannya sehingga membuat pria itu kesakitan saat pintu Hana tutup dengan keras, Melihat Dean yang meringis kesakitan karena ulahnya, Hana segera mengecek kondisi tangan Dean yang terlihat mengeluarkan darah segar, Gadis itu menarik Dean memasuki kamarnya untuk segera di obati.
Selama Hana mencari kotak obatnya, Dean tampak serius memperhatikan Hana, Begitu ia kembali, Hana dengan telaten mengobati goresan di tangan Dean setelah itu menempelkannya plaster bergambar kelinci, Untungnya luka yang di dapat Dean tidak begitu parah sehingga Hana tidak merasa sangat bersalah.
" Kau boleh pergi. " Ujar Hana sambil mengembalikan kotak obat pada tempatnya.
" Aku minta maaf, " Dean bersujud di hadapan Hana sehingga membuat gadis itu menoleh dengan kaget.
" Apa yang kau lakukan? Bangunlah, jangan bersikap seperti itu. " sahutnya sambil menarik lengan Dean untuk segera bangkit.
" Tolong maafkan aku Hana, Aku tahu aku salah, aku minta maaf karena sudah membohongimu, Kau boleh melakukan apapun padaku asalkan kau mau memaafkan aku. "
Hana menghela nafas panjang, Kemudian menatap wajah Dean yang terlihat begitu serius saat memohon maaf padanya.
" Bangunlah, Aku sudah memaafkanmu. " Jawab Hana sukses membuat Dean bangkit dengan sangat bahagia.
" Kau serius sudah memaafkanku? " Tanya Dean berusaha meyakinkan dirinya, Hana mengangguk lagi dan raut wajah Dean semakin kegirangan.
" Aku ingin mengajakmu makan malam karena kau sudah memaafkanku, mau kan? " Ajak Dean kemudian.
Hana terlihat bingung untuk menjawabnya, Ia mengingat kalau malam ini Jun sedang sibuk karena ada acara kumpul keluarga setidaknya pergi dengan Dean bukan masalah besar lagi pula mereka pasti tidak akan bertemu.
" Baiklah, Kau tunggu di luar aku mau ganti baju dulu. " Balas Hana langsung di tanggapi oleh Dean.
*
Malam ini Dean dan Hana mengunjungi Restaurant Jepang yang identik dengan budaya Jepang, dari tempat hingga menu makanannya merupakan asli menu Jepang itu sendiri, Pelayannya saja masih mengenakan pakaian tradisional Jepang yaitu Kimono, Dean tahu kalau Hana tidak suka dengan tempat mewah sehingga ia mengajak gadis itu ke restaurant tradisional.
Keduanya memilih tempat yang berada di sudut, Tempat yang mereka pilih merupakan tempat yang paling Indah karena di sisi sebelah kanan langsung di sambut dengan keindahan air mancur yang mengalir merdu, Ini pertama kalinya Hana mengunjungi restaurant seperti ini dan dia cukup menikmatinya.
" Kau ingin pesan apa? " Tanya Dean saat pramusaji baru saja memberikan mereka buku menu.
" Aku mau Teriyaki dan Udon, Minumnya Ocha saja. "
" Kalau aku ramen dengan pangsit dan minumnya sama kaya dia. " Dean menyerahkan buku menu itu pada pramusaji, Dan wanita pramusaji barusan segera pergi dan menyuruh mereka untuk menunggu sesaat.
Dean melirik Hana yang tengah menikmati keindahan restaurant, Seulas senyuman nampak jelas di wajah pria itu, Sadar tengah di perhatikan, Hana menoleh ke arah nya dengan tatapan heran, Dean yang salah tingkah mencoba mengalihkan perhatiannya dengan melirik layar ponselnya.
Pandangan Hana lagi-lagi tertuju pada orang-orang yang baru saja memasuki Restaurant, Di sana ada keluarga Musugi termasuk Jun yang berjalan mengikuti seorang pramusaji menuju area VVIP, Seketika Hana memalingkan wajah agar Jun tidak melihatnya, Ia takut kalau sampai Jun tahu dan mendapatinya bersama Dean.
" Ada apa denganmu? " Tanya Dean penasaran dengan tingkah Hana itu.
" Ssst.., Jangan berisik, Diam saja dulu. " Balas Hana lebih pelan dari suara Dean barusan
Dean mencoba melirik ke arah tempat Hana barusan melirik, Ia tak menemukan apa-apa di sana, dan setelah mengetahui Jun sudah tidak ada, Hana meminta kepada Dean untuk segera meninggalkan resto itu.
" Kenapa tiba-tiba? " Tanya Dean lagi-lagi di buat penasaran.
" Pokoknya kita pergi saja dulu, Urusan itu nanti aku akan memberitahumu. " Balas Hana segera menarik tasnya kemudian meminta Dean untuk mengikutinya.
" Hana, Kenapa kau ada di sini? Bukannya pria ini Dean musasi?" Tanya Katakura heran.
" Katakura San, ini untuk kebaikan Jun dan Aku, tolong jangan beritahu dia kalau aku pergi makan malam bersama Dean yah. " Pinta Hana dengan sangat
" Kenapa aku tidak boleh tahu? " Sahut seseorang berhasil membuat Hana gemetar ketakutan mendengar suara itu.
" Jun..." Ucap Hana yang telah berbalik melihat Jun
" Kau pergi dengan pria ini dan aku tidak boleh tahu, begitu ?" Lanjut Jun terdengar begitu tajam.
" Kau tidak perlu khawatir, Aku hanya mengajak Hana makan sebagai ucapan perpisahan karena telah selesai bekerja denganku. " Sahut Dean cepat
" Kalau begitu kau putuskan sekarang juga, Pergi dengan dia atau denganku? " Jun mulai membuat Hana semakin kebingungan.
" Tidak perlu repot-repot, Kau bisa pergi dengannya, Aku permisi. " Lontar Dean sukses membuat Jun merasa jengkel mendengarnya.
Sebelum Dean pergi, Jun memperingatinya untuk tidak mendekati Hana lagi, Karena sudah tidak ada kontrak kerja antara Hana dan Dean itu artinya tidak ada alasan lagi untuk keduanya bertemu.
*
Hening, Itulah yang terjadi setelah Hana dan Jun meninggalkan restaurant menuju sumida river, tak ada obrolan yang terjadi sejak tadi bahkan Hana terlihat ragu untuk mengatakan apa yang sudah ada di benaknya sejak tadi.
Untuk menarik perhatian Jun, Hana mencoba membeli permen kapas yang di jual tak jauh dari mereka duduk, Jun sempat melirik Hana sebelum gadis itu kembali mendekatinya. Dengan sekali sodoran Hana meminta Jun untuk mencicipi jajanan manis itu, Tak ada respon dan itu sudah menandakan bahwa saat ini mood Jun sedang buruk.
" Aku kan sudah minta maaf padamu, Aku dan Dean hanya pergi makan bersama sebagai perpisahan terakhir kita, Kenapa kau sampai marah seperti ini padaku. " Keluh Hana dengan wajah memelas sedih.
Jun kembali meliriknya dengan meraih tubuh mungil Hana untuk ia dekap, Hana memperbaiki posisinya dan mulai menyandarkan kepalanya di sisi Jun, Terdengar jelas suara debaran jantung Jun yang berirama membuat Hana selalu nyaman ketika berada di dekatnya.
" Aku tidak marah padamu, Aku hanya cemburu pada kakakku saja. "
" Kenapa kau cemburu dengan Kak Rey ?" Tanya Hana penasaran.
" Pertemuan keluarga yang ku katakan padamu sebenarnya itu pertemuan dua keluarga antara keluargaku dan keluarga calon istrinya. "
" Kak Rey mau menikah? " Hana terkejut sampai melepas rangkulan Jun dan menatap pria itu dengan kedua mata yang membelalak kaget.
" Kenapa kau sampai terkejut seperti itu? " Tanya Jun heran.
" Aku terkejut sekaligus senang, Akhirnya dia menemukan pujaan hatinya, Aku harus memberikan hadiah spesial untuknya nanti. "
" Tunggu dulu, Kalau Kak Rey mau menikah, kenapa kau harus bersedih? " Lanjut Hana tiba-tiba kebingungan.
" Itu karena ayahku menyetujui hubungan mereka, Aku tidak tahu apa status wanita yang akan di nikahinya tapi mendengar dia di restui membuat hatiku sakit. " jelas Hana terlihat mulai memelas.
Perlahan tapi pasti Hana kembali meraih tangan Jun, menggenggamnya erat dengan menatapnya sambil tersenyum manis.
" Aku akan berusaha untuk mendapat restu beliau, Kau tidak perlu khawatir untuk berjuang sendiri. " Kata Hana sontak membuat Jun bergetar mendengarnya.